
Sambil terdiam aku memandang langit,aku sempat berpikir tentang masa depan.Ku harap jie tetap berada di samping ku di masa depan.
Jie tiba - tiba menatap ke arah ku sambil berkata Semua Lebih Indah Karena Ada Kamu.
Itu terlalu tiba - tiba ,bahkan aku belum mempersiapkan jantung ku.Rasanya ingin meleleh mendengar ucapannya ,jie mengajak ku makan sambil mengobrol.Dia banyak bertanya tentang ku,aku hanya menjawab seadanya .
Kurasa aku sudah menceritakan semua tentang ku pada jie.Belum sempat aku bertanya balik,jie langsung berdiri .Ia mengajak ku pulang karena sudah hampir Magrib sekarang.Aku kecewa karena belum sempat bertanya,tetapi tidak bisa melakukan apa pun saat itu ,karena bersama dengan jie saja sudah membuat ku senang.
Kami sedang dalam perjalanan pulang sekarang,sebenarnya aku sangat ingin menghabiskan waktu lebih lama bersama jie,tetapi aku tidak boleh egois karena jie juga memiliki kesibukan lain .Dijalan aku melihat pantai ,ingin rasanya berjalan menyusuri pantai bersama jie.Aku akan memintanya untuk melakukan hal tersebut kapan - kapan.
Kami sudah sampai di rumah ku,dia mengantarku tepat di depan gerbang .Aku mengajaknya untuk singgah dahulu tetapi dia menolak dengan alasan laki - laki tidak boleh masuk ke rumah perempuan yang sedang sendirian.
Aku tertawa mendengar itu,Aku memintanya untuk pulang dahulu agar dapat melihatnya.Tetapi jie malah menyuruh ku untuk masuk ke rumah dahulu,agar dia merasa aku sudah aman.Dia memintaku untuk melambaikan tangan dari jendela jika aku merasa sudah di tempat yang aman.Akhirnya aku tidak bisa menolak permintaannya dan masuk ke rumah.
Ya ibu yang selama ini meninggalkan ku,sejak umur 5 tahun aku sudah tidak mengenal kasih sayang seorang ibu.Ibu melihat ku dan menghampiri ku.Dia mencoba memeluk ku, tetapi walaupun dia ibuku dia sudah terasa sangat asing.Aku mendorongnya dan menjauh ,ku tanya apa maksud kedatangannya kemari setelah sekian lama menghilang.Dia hanya menjawab bahwa dia merindukan ku.
Aku tidak bisa menerima jawabannya,jika dia merindukan ku bukannya seharusnya sudah dari lama dia mengunjungi ku.Aku mengusirnya dan mendorongnya menuju pintu keluar.Tetapi dia mengelak dan lagi - lagi berdalih bahwa dia sangat merindukan ku.Aku sudah tidak percaya lagi atas perkataannya,ku dorong dia semakin kuat.
Kuarahkan pandangan ku ke pintu yang ternyata ada jie Disana , dia memandangi ku sebentar lalu masuk ke rumah dan mencoba menghentikan ku.Aku tersadar atas apa yang ku lakukan,tak kuasa lagi aku membendung rasa tangis .Tangis ku pun pecah disaat itu,aku ingin memeluk ibu ku ,sebenarnya aku sangat merindukannya .Tetapi aku tidak bisa ,entah mengapa aku memilih lari keluar rumah.Kutenangi diri ku di sana, ku tatap langit sambil bertanya Langit Mengapa Aku Begini .
Aku bingung akan pilihan ku,apakah aku harus menerima atau menolak ibu ku.Disatu sisi aku sangat merindukannya, di sisi lain aku kecewa dengan dirinya.
Kulihat jie datang menghampiri ku dia mengatakan bahwa ibu ku ingin mengatakan suatu hal .Aku tidak siap dan menolaknya ,tetapi jie memintaku untuk menemui ibu ku.Aku memutuskan untuk berdiam sambil menenangkan diri Disana sebentar lagi.
...----------------...