
Hubungan ku dengan ibu sudah sangat membaik .Dulu kesepian adalah sebuah kebiasaan ,tetapi sekarang tidak ada lagi yang namanya kesepian.Sudah ada *jie* dan ibu di samping ku.
...----------------...
Aku menjalani hari seperti biasa sekarang,tidak ada yang berubah kecuali jie.Kurasa dia mulai menjauh dari ku.Aku tidak tau itu hanya perasaan ku,atau memang kenyataannya begitu.
Aneh dikatakan tetapi,*jie* sudah tidak romantis seperti dulu.Dia sudah jarang mengusili ku dan malah terkadang mendiami ku.Dia tidak menjawab pesan dariku bahkan sering tidak masuk sekolah.Ketika masuk sekolah dia hanya tertidur dikelas dan dihukum oleh guru.
Aku tau itu bukan dirinya,aku memberanikan diri untuk bertanya ada apa dengannya.Tetapi ,*jie* hanya mendiami ku dan mencoba pergi.Kupegang tangannya tetapi dia malah menepis tangan ku dan mengatakan **Jangan ikut campur**.
Aku sedih mendengar perkataannya dan malah pergi sambil menangis.Sempat terucap dari mulut ku bahwa *jie* **Lelaki Egois** .Dia sudah tau semua hal tentang ku,tetapi aku tidak tau apa pun tentang dia,bahkan alamat rumahnya saja aku tidak tau. Aku menenangkan diri di masjid ,kucoba untuk sholat saat itu dan berdoa kepada Tuhan.
Setelah sholat hati ku terasa lebih tenang,ku rasa sekarang sudah bisa berpikir jernih kembali.Aku pergi ke kelas dan berniat untuk meminta maaf pada *jie* karena sudah keterlaluan.Sesampainya dikelas kulihat tidak ada *jie* disana,kutanyakan pada siswa lain apakah mereka melihat *jie*.Semua siswa menjawab bahwa *jie* pulang duluan karena tidak enak badan.
...----------------...
Aku tidak dapat fokus memperhatikan pelajaran karena khawatir akan jie,aku berniat untuk mengunjungi rumahnya pulang sekolah.Karena itu setelah pelajaran berakhir kutemui Bu Nunik kutanyakan padanya dimana alamat jie.Jawaban dari Bu Nunik membuat ku sakit hati,ia mengatakan bagaimana bisa aku yang sangat akrab dengan jie tidak tau di mana rumah nya.Perkataan Bu Nunik ada benarnya juga, jie selalu membantu ku di kala ada masalah,tetapi aku tidak tau hal sepele tentang jie.
Lalu Bu Nunik memintaku untuk menunggu,ia akan mencari berkas dari *jie* dahulu.Setelah kurang lebih 15 menit aku menunggu,ibu Nunik memanggil ku.Dikatanya dimana alamat rumah *jie .Aku* yang mendengar hal tersebut langsung mengucapkan terima kasih kepada Bu Nunik dan bergegas menuju rumah *jie* ditemani oleh ibu.
Kutanya pada satpam kemana orang di rumah ini,tetapi satpam mengatakan bahwa rumah *jie* memang sering kosong .Anak pemilik rumah ini juga sangat nakal dan seperti berandal akhir - akhir ini.**Tunggu** apakah yang dimaksud dari satpam sebagai anak tersebut adalah *jie*.
Aku marah mendengar satpam dan bertanya mengapa dia bisa mengatakan hal tersebut.Satpam menjawab dengan nada bingung bahwa anak dirumah ini suka membawa motor dengan kecepatan yang tinggi ,bahkan knalpotnya mengganggu tetangga sehingga banyak yang komplain.
Aku tidak percaya hal tersebut ,ingin ku tinggalkan satpam tersebut tetapi dia malah melanjutkan pembicaraan.Dikatakannya bahwa dia juga sering melihat anak tersebut membawa banyak teman yang berpakaian seperti berandalan ,bukan hanya laki - laki bahkan perempuan.Satpam sudah menegur mereka tetapi tetap saja tidak dihiraukan.
Terkejutnya aku mendengar hal tersebut,tetapi bodohnya aku yang tidak percaya akan perkataan pak satpam dan malah langsung meninggalkannya tanpa mengucapkan terima kasih.Aku naik ke mobil dan menceritakan kejadian tadi kepada ibu,ibu juga bingung dan seperti tidak percaya.*Jie* yang kami kenal tidak seperti itu,*jie* orang yang ramah,sopan ,baik,dan perhatian bukan kebalikannya.
Sesampainya di rumah, Kulihat di handphone ku tetapi belum ada balasan dari *jie*. Dia malah memblokir nomor ku.Aku kecewa dan menangis sejadi - jadinya.Ibu berusaha menenangkan ku.Malam itu pun aku tidur dengan ibu dengan perasaan yang kacau.
...----------------...