
Sudah seminggu jie tidak ada kabar,sejak dia memblokir kontak ku ,kini kami hilang kontak.
Hari - hari ku menjadi sepi kembali,terasa ada kekosongan di hati .
...----------------...
Hari itu tiba - tiba Bu Nunik diminta untuk ke ruang guru karena ada yang ingin bertemu. Pergilah Bu Nunik kesana ,sekembalinya dari ruang guru ia langsung menyampaikan bahwa jie tidak akan bersekolah bersama kami lagi.
Ternyata yang tadi bertemu Bu Nunik adalah orang tua jie ,mereka mengatakan bahwa jie akan berpindah sekolah karena pekerjaan orang tua.Aku menangis mendengar itu,mungkin teman kelas akan mengatakan bahwa aku lebay.Tetapi aku sudah tidak bisa menahan kesedihan ku ,bagaimana bisa jie meninggalkan ku tanpa sepatah kata pun.Rasanya benar - benar berat sampai aku tak sadarkan diri.
Saat terbangun tiba - tiba sudah ada ibu di depanku dengan raut wajah cemas .Aku tau dimana tempat ini,ini adalah UKS sekolah.Mereka mengatakan bahwa aku pingsan ,mungkin karena syok berat.Aku tersadar kembali akan jie yang meninggalkan ku.Tangisan mulai kembali menggenangi wajahku.Ibu bertanya apa alasan aku menangis,ku jelaskan semua pada ibu dengan terperinci.Ibu terkejut mendengar hal tersebut,tetapi dia mencoba menahan hal itu dan mengatakan kepada ku untuk bersabar.
...----------------...
Sekarang aku sudah terbiasa menjalani hari tanpa jie,Hal itu membuat ku terasa sangat kosong .Ibu yang melihat ku bertingkah seperti itu ,langsung mengajak ku berjalan - jalan .Ku turuti ajakan ibu,sesaat aku lupa akan keadaan ini.Tetapi selepas kebahagiaan tersebut aku langsung teringat kembali akan kesedihan dan kehampaan di tinggalkan oleh jie.
Pulang sekolah ,bersama kami langsung menuju ke rumah Dewi.Saat sedang berjalan menuju rumah Dewi,kulihat di satu rumah ada banyak motor yang diparkir,sepertinya pemilik motor tersebut sedang mengadakan pesta dalam rumah.Aku tidak menghiraukan hal tersebut dan langsung melanjutkan perjalanan ke rumah Dewi.
Kami telah sampai di rumah Dewi,dan langsung mengerjakan tugas.Untunglah itu bukan tugas yang berat jadi pekerjaan kami cepat selesai.Kuminta ibu untuk menjemput ku,tetapi sayangnya ibu sedang sibuk dengan urusan di kantor.Ia memintaku untuk naik kendaraan umum saja.Aku mengiyakan perkataan ibu.Semua teman sekelompok ku telah pulang ke rumah masing - masing, sekarang tersisa aku di rumah Dewi.
Dewi bukan lah orang yang jutek,dia sangat ramah.Tetapi aku merasa tidak enak dengannya jika harus menemani ku menunggu lebih lama ,jadi aku memutuskan untuk pulang dengan mencari kendaraan umum di jalan.Kutunggu angkot di depan rumah Dewi tetapi tidak ada yang lewat.Kuputuskan untuk ke jalan besar mencari angkot,karena kata Dewi angkot memang jarang melewati jalan depan rumahnya.Ya ampun Dewi bagaimana kamu bisa mengatakan itu sekarang sedangkan aku sudah 10 menit menunggu disini.
Pamitan aku dengan Dewi,ia segera masuk ke dalam rumah.Berjalan lah aku ke arah jalan besar melewati persimpangan yang terdapat rumah yang tadi diparkirkan banyak motor.Rumah itu terlihat semakin ramai dipenuhi motor karena sudah sore menjelang malam Sekarang.Suara musik dari rumah tersebut sangat keras bahkan bisa dikatakan dalam level mengganggu.
Saat sedang fokus memperhatikan rumah tersebut,kulihat sekelompok orang keluar dari sana ,tampak satu wajah yang tak asing bagi ku
...----------------...