Dream About Us

Dream About Us
Familiar



Ku pastikan ternyata aku benar. Orang itu adalah *jie*,ia terasa asing tetapi familiar bagiku.Kuhampiri dia karena tidak bisa lagi ku menahan rasa rindu ini.



Ku sebut namanya ,dan dia langsung menatap ku.Air mataku tidak bisa terbendung lagi.Aku menangis sejadi -jadinya , tetapi *jie* hanya diam membeku menatap ku.Kuceritakan padanya tentang perasaan ku selama ini,tetapi dia masih saja diam .Belum selesai aku melepas rindu,dia langsung pergi meninggalkan ku begitu saja.Orang - orang disampingnya hanya tertawa dan beberapa mengejeknya.Kulihat diantara rombongan itu ada seorang yang memegang tangan *jie*,dia memegangnya dengan sangat erat.



Ku coba menghapus air mata sambil memberhentikan langkah *jie* ,ku halangi dia sambil bertanya kemana saja *jie* selama ini.*Jie* hanya menyuruh ku pergi dan jangan lagi menyebut namanya.Tetapi tiba - tiba seorang teman lelaki *jie* meletakkan tangannya ke bahu ku seakan merangkul ,sambil mengatakan untuk ikut dengannya. Aku mencoba melepaskan diri dari nya ,tetapi tenaganya lebih kuat dari ku.*Jie* yang melihat itu langsung mengambil tangan lelaki itu dan menjauhkannya dari ku.



Lelaki itu tampak marah karena didorong oleh *jie* ,tetapi dia tidak bisa marah kepada *jie* dan hanya terdiam.Ku kira *jie* sudah membuka hatinya kembali.Tetapi dia langsung melepaskan pegangannya dari tanganku dan menaiki motornya .Perempuan yang tadi menggandeng tangan *jie* kini sudah ada di atas motor *jie*.Aku kecewa melihat *jie* yang seperti itu.Kutahan motornya sambil berbicara kekanak-kanakan bahwa aku tidak akan menyingkir.*Jie* mengulangi perkataannya yang tadi yaitu Mulai Sekarang aku **Jangan Lagi Menyebut Namanya**.



*Jie* menancap gas motor seolah ingin benar - benar menabrak ku.Aku menghindar dan *jie* langsung pergi begitu saja meninggalkan ku sendirian .Aku menangis sejadi - jadinya akan hal tersebut.




Di rumah kulihat keadaan masih sepi,ibu belum pulang ke rumah.Saat itu barulah aku merasakan kembali kekosongan dan kesepian sesungguhnya.Aku tidak mengganti pakaian dan langsung pergi ke kamar,dan hanya menangis di kasur.Entah apa karena kelelahan tak sadar aku tertidur,dan terbangun dalam keadaan berantakan.Disebelah ku ada ibu yang masih tertidur.



Aku mencoba keluar kamar tanpa membangun kan ibu.Setelah itu pergi aku mandi dan bersiap diri,karena sudah telat kuputuskan untuk izin sekolah hari ini.Sekembalinya dari toilet kulihat ibu sudah bangun.Ibu langsung bertanya apa yang terjadi padaku.Awalnya aku hanya diam karena sakit hati,tetapi ibu terus memaksa ku untuk menceritakannya.Terpaksa ku ceritakan kepada ibu apa yang terjadi kemaren.



Ibu hanya mendengarkan ceritaku ,ia hanya diam dan sesekali kulihat wajahnya menunjukkan ekspresi marah.Selepas bercerita ibu tidak bertanya apa pun dan keluar dari kamar,ibu memintaku untuk beristirahat saja hari ini.



Aku memutuskan untuk berdiam diri dikamar seharian karena lelah aku tertidur dan bermimpi tentang lelaki yang pernah kutemui di mimpi sebelumnya.Lelaki itu sangat sering datang ke mimpi ku dan membuatku merasa senang bersamanya.Tak pernah ku lihat wajahnya dengan jelas .Semuanya terasa samar,tetapi kali ini berbeda aku dapat mendengar tone dari suara lelaki tersebut, suaranya mengingatkan ku terhadap *jie* .


...----------------...