Dream About Us

Dream About Us
Berjalan Di Pesisir Pantai



Ku berani kan diri untuk melihat ke belakang,ku kira aku sedang bermimpi saat itu.Ada jie disana menatap ku seakan mengatakan dia rindu pada ku.Aku merasakan ingin menangis,tapi ku usahakan untuk menahannya karena tidak ingin terlihat lemah di hadapan jie.


Dia terlihat masih sama seperti dulu ,tapi aku tidak tau apakah perasaanya masih sama atau tidak.Dia hanya terdiam dan mencoba lebih dekat dengan ku,tetapi aku malah mundur menjauhinya.Aku menjadi takut dengannya tidak tau kenapa.Aku memberanikan diri untuk bertanya pada jie mengapa dia kemari,apakah dia sudah mengikuti ku dari tadi.


Sejenak dia terdiam ,tidak membalas pertanyaan ku.Lalu dia membuka suara ,mengatakan bahwa dia hanya ingin bertemu dengan ku.Lalu dia duduk di lantai,di tepuknya tempat disampingnya sambil mengajak ku untuk duduk Disana.Awalnya aku tidak mau,tetapi dia tersenyum dan menarik tangan ku.


Aku pun duduk di sampingnya,tidak ada obrolan saat itu yang ada hanya terdiam menatap ke arah danau.Aku berniat pergi,tetapi sebelum itu jie memulai obrolan mengatakan bahwa dia sudah lama mencoba menghubungi ku tetapi tidak bisa.Ya memang aku mengganti kontak karena berniat melupakan semua tentang jie.


Jie melanjutkan obrolannya mengatakan bahwa dia tidak tau harus kemana lagi.Dia merasakan kesepian ,tetapi tidak ada yang mengerti dirinya.Dia mencoba mencari hal baru yang bisa mengurangi beban pikiran nya tetapi malah terjerumus akan hal gila, karena pikiran bodohnya.Mata ku melotot bingung berpikir mau kemana arah pembicaraannya.


Dia melanjutkan pembicaraan mengatakan bahwa orang tuanya akan bercerai,hal itu membuatnya merasa sendiri sekarang.Aku terkejut mendengar itu ,tapi ku putuskan untuk menjaga raut wajah ku.


Lanjut dia mengatakan maaf karena sudah mengusir ku waktu itu,dia mengatakan bahwa dia terlalu malu untuk bertemu dengan ku dalam keadaan tersebut.Perasaanya sangat kacau dikala itu.Kulihat dia sudah hampir menangis tetapi menahannya.


Terlontarkan sekali lagi kata maaf dari mulutnya . Maaf karena sudah meninggalkan mu.


Ku balik mengatakan maaf padanya,tetapi dia malah menggelengkan kepala sambil mengusap air mata di wajah ku dengan tangannya.Jie berusaha tersenyum di depan ku ,tapi ku tau bahwa dia sangat bersedih saat itu.


Jie mengambil sesuatu dari kantong bajunya,dikeluarkannya sebuah kalung.Tidak berkata apa pun dia langsung memasangkan kalung tersebut kepada ku .Kalungnya cocok dengan kamu atau kamu yang cocok dengan kalungnya.Itu yang dikatakannya ,aku hanya tersenyum dan mengatakan bahwa aku yang cocok dengan kalungnya.


Jie malah menjawab bahwa aku sangat cocok memakai apa pun,bahkan arang jika dikenakan padaku akan terlihat seperti berlian.Aku hanya terkekeh mendengar ucapannya sambil mengatakan terima kasih.


Jie langsung berdiri dan mengatakan akan pergi.Aku bergegas lari mengejar dia,kupeluk dia dari belakang sambil mengatakan Jangan Pergi .Kurasa jantung ku sudah sangat berdebar saat itu. Karena malu ku berika. alasan padanya untuk jangan pergi karena aku sudah ketinggalan bus terakhir.


Aku tidak yakin apakah jie tertawa saat itu,tetapi dia langsung mengajak ku ke arah motornya.Diberikannya helm yang dia punya kepada ku .Berjalan lah kami menuju rumah.


Diperjalanan pulang lagi - lagi kulihat matahari yang terbenam sangat indah .Kali ini aku meminta jie untuk berhenti sebentar dan berjalan menyusuri pantai seperti keinginan ku saat itu.


...----------------...