Dream About Us

Dream About Us
Jie



Jie menuruti permintaan ku dan memberhentikan motornya.Berjalan kami menyusuri pantai,lalu aku mengeluarkan handphone dan meminta jie untuk mengambil gambar diri ku saat itu.Setelah itu ku ajak dia berfoto bersama,awalnya dia menolak dan mencoba kabur,tapi aku berhasil menangkapnya dan berfoto bersamanya.Sudah puas aku bermain,ku ajak jie untuk pulang.Tetapi dia mengatakan untuk tunggu sebentar karena dia masih ingin melihat laut lebih lama.


Tiba - tiba terlintas di pikiranku akan mimpi yang selama ini ku alami ,ku ceritakan mimpi itu pada jie tetapi jie hanya terdiam dan tidak menjawab apa - apa.Dia langsung mengajak ku untuk pulang saat itu.Aku menuruti ajakannya dan tersenyum.Jie menggandeng tangan ku erat saat itu,aku sangat senang dan berdebar.


Kami lanjutkan perjalanan ke arah rumah.Dijalan jie menanyakan sesuatu padaku yang membuatku terkejut, Apakah kamu tidak akan melupakan ku ? katanya.Mengapa dia bertanya akan hal itu,tentu aku tidak akan pernah melupakan nya .Belum sempat aku menjawab tiba - tiba ada suara keras dan aku tidak sadarkan diri.


Tersadar aku dari tidur ku,ku lihat disana sudah ada ibu disamping ku sambil menangis.Ibu tampak sangat bahagia melihat ku sudah bangun.Ku lihat ke sekeliling ,ini bukan kamar tu.Ditubuh ku sudah banyak alat yang tidak aku tau apa fungsinya tapi terasa familiar.Sering ku lihat di di film saat adegan rumah sakit.Ya aku berada di rumah sakit,aku baru tau bahwa aku sudah koma selama tujuh hari .


Ternyata saat diperjalanan pulang aku dan jie ditabrak truk angkut yang pengendara nya sedang mabuk saat itu.Kutanyakan pada ibu dimana jie sekarang,terasa badan ku masih sangat sakit bahkan untuk berbicara saja sangat susah.


Ibu hanya menangis saat itu, aku menjauhkan pikiran negatif ku .Tetapi air mata keluar dengan sendirinya, tak lama kemudian ibu mengatakan kepada ku untuk tetap tegar dan mengatakan bahwa jie telah Tiada.Jie meninggal ditempat sedangkan aku koma dan dilarikan ke rumah sakit.


Mendengar itu aku sangat syok,aku menangis sejadi - jadinya .Aku masih tidak percaya bahwa jie telah tiada.Kucoba untuk berdiri dan mencoba mencari memastikannya jie untuk memastikannya sendiri tetapi tubuhku tidak sanggup untuk bergerak.


Ibu yang melihat ku mencoba untuk menghentikan aku.Ibu memelukku dengan erat saat itu.Kutanya sekali lagi pada ibu ,apakah dia tidak salah bicara.Tapi ibu hanya diam tidak menjawab pertanyaan ku dan menangis.Aku menangis sejadi - jadinya saat itu,walaupun tenggorokan ku sudah sakit tetapi entah mengapa hal itu tidak bisa menghentikan tangisan ku.


Tak lama kemudian orang tua jie datang karena mendengar kabar bahwa aku sudah siuman.Aku menangis kembali melihat mereka ,mereka pun sama tetapi ayah jie terlihat berusaha untuk tegar sambil menenangkan istrinya.


Aku pun sama saat itu yang bisa ku lakukan hanya menangis.


Ibu jie memandangi ku dan mengatakan bahwa aku wanita kuat dan aku harus tegar .Dibuat bingung aku olehnya bagaimana bisa saat anak semata wayangnya telah tiada tetapi dia malah menenangkan ku ,bukannya menenangkan dirinya sendiri.


Sekitar 1 jam mereka di sana lalu mereka langsung pamit pulang.Aku masih menangis tetapi tidak ada lagi air mata yang keluar sekarang,semua sudah habis.Aku sangat merindukan jie,aku tak menyangka hal ini akan terjadi .Jika tau akan seperti ini saat itu ku putuskan untuk langsung pulang bukannya malah melihat pantai terlebih dahulu.


Sekarang aku merasa benar - benar frustasi,sudah 1 bulan aku di rumah sakit untuk mengembalikan kesehatan ku.Tak jarang juga seorang psikiater mendatangi ku dan menanyakan bagaimana perkembangan ku.


Semua terasa seperti mimpi bagiku, semua sangat tiba - tiba.Aku rasa sudah tidak sanggup menjalani kehidupan ini lagi ,itu yang ku katakan kepada psikiater. Psikiater itu lalu mengusulkan kepada ku untuk meluangkan waktu dengan hal lain.Tetapi kurasa akan sia - sia ,tidak ada lagi kehidupan bagiku sekarang.


Aku merasa sangat bersalah atas kematian jie,seandainya aku tidak mengajaknya berjalan menyusuri pantai saat itu,atau seandainya aku tidak pergi ke danau dan bertemu dengannya maka peristiwa ini tidak akan terjadi.


...----------------...