
Baru saja Jane sampai disekolahnya, Hannah sudah menariknya kelapangan sekolah "Lama bener nih ketua kita, udah pada ngumpul noh fans loe" kata Hannah yang jalan mendahului Jane tanpa melepas tangan sahabatnya itu.
"Iya sorry, macet tau gak sih. Ada kecelakaan tadi" jawab Jane mengikuti langkah Hannah dan pasrah ditariknya.
Sesampai dilapangan sekolah sudah banyak peserta yang akan ikut serta dalam camping perdana sekolah mereka, bukan hanya siswa namun beberapa guru pun ikut pergi untuk mengawasi para siswa mereka.
Jane naik ke atas mimbar untuk memberi sambutan dan pembukaan kegiatan baru sekolah mereka. Setelah itu mereka berdoa bersama sebelum akhirnya masuk kedalam bus sekolah yang dapat menampung hingga 50 orang.
"Hey Jane, dimana Rico dan Aisyah ?" tanya seseorang yang sekelas dengannya.
"Rico sakit dan Aisyah menjaganya" jawab Jane jujur.
"Kenapa gak loe ajasih yang jagain Rico, bukannya kalian pacaran ? ntar diselip teman sendiri loh" seketika kalimat itu terasa menusuk hati Jane. Namun tanpa rasa bersalah wanita itu pergi meninggalkannya yang mematung didepan pintu bus.
"Jane ... Jane ... halloooo ..." Hannah melambaikan tangannya sangat dekat demgan wajah Jane hingga membuyarkan lamunannya.
"Kenapa ?" tanya Jane kaget.
"Loe ngalangin jalan woyy" kata Hannah yang langsung sedikit mendorong tubuh sahabatnya agar memasuki bus.
...
...
Kurang lebih 3 jam perjalanan hingga akhirnya mereka sampai di sebuah tanah lapang dengan hamparan danau yang cukup luas dan dikelilingi hutan. Hanya ada satu jalan keluar diantara hutan itu yang sengaja dibuat oleh warga sekitar. Jarak tanah lapang dengan perkampungan warga sekitar 3 KM.
"Cuacanya dingin banget disini" kata Hannah.
"Loe gak bawa jaket ?" Jane melihat sahabatnya itu yang tampak mengusap lengannya sendiri seakan kedinginan.
"Dimana sih, rasanya gue udah bawa" gumamnya namun tak kunjung ketemu.
Tiba tiba Jane menyodorkan jaket tebal miliknya "gue sengaja bawa dua karena gue tau makhluk aneh ini sangat ceroboh" kata Jane sembari menutupi wajah Hannah dengan jaket miliknya.
Betapa senangnya Hannah karena memiliki sahabat pengertian seperti Jane. "Thanks Jane ... ur is the best lah" katanya sembari memeluk Jane hingga sesak napas.
...
...
Setelah selesai memasang tenda dan beberes, beberapa siswa berpencar mencari kayu bakar untuk api unggun nanti malam.
"Hey ... coba liat disana ada sesuatu" kata seorang pria yang merupakan senior Jane.
"Apaan ?" tanya Jane yang tangannya ditarik oleh pria itu.
"ikut aku bentar deh" Masih belum melepaskan tangannya dari tangan Jane akhirnya Jane menuruti untuk ikut dengannya ke tepi danau. Tidak lupa Hannah dan beberapa siswa serta guru mengikutinya karena penasaran.
"Ini liat .." pria itu menunjuk ke arah air danau dan orang lain yang melihatnya kebingungan membuat mereka serempak bertanya "Ada apasih ?"
"Ini lihat ada wajah dari jodoh aku" katanya menunjuk pantulan wajah Jane di air danau. Seketika pria itu mendapat sorakan dari teman temannya yang langsung menghambur bubar dari sana.
"Tuh liat ada ikan, cium gih kali aja jadi tuan putri dan itu jodohmu" ledek Hannah yang melepaskan tangan Jane dari genggaman pria itu dan menarik Jane pergi dari sana.
"Yaelah namanya juga usaha, kali aja jodoh" gumam pria itu.