D I A

D I A
Eps 8



Dihari kelima camping, Jane berjalan sendirian kedanau sebelum matahari terbenam, melangkah agak jauh dari perkemahan mereka. Hingga langit semakin gelap dan Jane ternyata lupa membawa santer bahkan handphone.


Dia berbalik menyusuri jalan diantara gelapnya hutan dan hanya ditemani suara jangkrik dan kodok. "Kayaknya gue tersesat deh" gumamnya seketika melirik sekitarnya.


Jane duduk di akar pohon yang sangat besar hingga bisa menampung badannya. Hingga tiba tiba terdengar suara langkah kaki dan membuatnya bersembunyi dibalik pohon itu.


Namun seperti salah tempat, seseorang menyentuh pundaknya dari arah belakang, sejenak Jane terdiam melirik tangan dipundaknya dan dengan gerakan cepat dia menarik tangan itu dan melemparnya ke arah depan hingga orang itu terlempar lumayan jauh ke depan Jane.


Bagaimana tidak, Jane sangat lihai bela diri, dia lebih takut pada hantu dibanding penjahat. Seseorang yang kini tersungkur di depannya mencoba berdiri dan menatap Jane dengan tajam seakan menahan amarahnya yang bisa bisa membuatnya memakan Jane hidup hidup.


"Siapa loe ?" tanya Jane dengan lantang, sesekali dia melirik lagi sekitarnya, siapa tau pria didepannya itu memiliki komplotan yang sedang bersembunyi sekarang.


"Aku bahkan gak berniat jahat tapi kamu sudah melukaiku, bahkan membuat kameraku rusak" kata pria yang kira kira usianya berjarak jauh dari Jane karena penampilan yang terlihat dewasa.


Pria itu mencoba bangun dan memeriksa kameranya yang pecah dibeberapa bagian. "Lihatlah" kata pria itu sembari menunjukan kamera rusaknya.


"Loe ngagetin gue tau gak" Terlihat rasa bersalah diwajah Jane sekarang setelah melihat kamera rusak itu, namun tetap mengelak dirinya bersalah.


"Aku melihatmu sendirian, aku bahkan berfikir kau manusia atau bukan, bisa bisanya duduk sendirian ditengah hutan seperti ini. Tapi sekarang kurasa makhluk halus pun takut padamu" kata pria tadi menjelaskan.


"Maaf, gue bakal ganti nanti. Gue tersesat" kata Jane yang kembali duduk diakar besar tadi.


"Tidak. Kamu tidak perlu menggantinya dengan uang orang tuamu, tidakkah kamu kasihan susahnya mereka mencari uang dan hanya kamu gunakan untuk mengganti kamera ini" Pria itu sekarang melangkah mendekati Jane dan duduk di hadapannya.


"Mau loe apasih ?" Jane mulai menaruh rasa curiga pada pria yang bahkan dia belum tau namanya.


Mendengar pertanyaan Jane, pria itu tersenyum dan tertawa kecil "gak perlu, aku masih bisa menggunakan kamera yang lain" kata pria itu.


"Apa kamu bilang ?"


"Hah ... gak.. gapapa"


...


...


...


Disisi lain, seluruh peserta camping tidak sadar bahwa Jane belum kembali, mereka tidur dan istirahat ditenda masing masih. Tidak terkecuali Hannah yang tidur satu tenda dengan Jane, dia bahkan tidak menaruh rasa curika ketika Jane belum juga kembali. Mungkin karena dia sangat mengantuk dan lelah hingga akhirnya dia tertidur sebelum Jane kembali.


"loe itu ya Jane, kebiasaan deh mentang mentang berani kelayapan mulu ya" gumam Hannah sembari membenarkan kantong tidurnya.


...


...


Selama camping berlangsung, dan selama Rico masih dalam pemulihan, Aisyah dengan rutin dan telaten membantu dan menjaganya.


Setiap hari Aisyah datang membawakan makanan dan membantu Rico untuk minum obat. Hingga suatu malam sepulang Aisyah bekerja part time dia harusnya membawakan makan malam untuk Rico tapi tak kunjung datang hingga jam menunjuk ke angka 9 malam.


"Kemana sih loe Syah, ditelpon juga gak dijawab" gumam Rico yang rupanya khawatir dengan sahabatnya itu.


Rico berfikir untuk menjemput Aisyah dicafe tempat Aisyah bekerja. Namun ketika dia bersiap siap dan akan membuka pintu rumahnya, saat itu juga tubuh Aisyah terjatuh tepat didepannya.