
"Pagi ..." Seorang gadis belia berumur 17 tahun baru saja menuruni tangga rumahnya dan berjalan kearah ruang makan.
Disana dia menyapa keluarganya. Jane, Remaja kelas dua SMA tinggal bersama kedua orang tuanya, Papi Lucas dan Mami Sonia. Serta Nenek Rumi, Ibu dari Papi Lucas.
Jane punya kakak kembar laki laki dan perempuan. Namanya Ramon dan Ramona, mereka yang berusia 10 tahun lebih tua dari Jane sudah hidup sendiri. Ramona menikah sejak berusia 18 tahun, sedangkan Ramon sibuk dengan pekerjaannya karena dia dan Papinya adalah makhluk gila kerja.
"Pagi sayang ..." Nenek Rumi selalu menebar senyum kepada cucu bungsunya itu, Begitu pula Jane yang tetap ceria dan tersenyum meskipun kedua orang tuanya tidak menyauti salamnya.
"Sesekali jawablah salam anakmu ini Pi, Mi" kata Jane menciumi pipi orang tuanya bergantian sehingga kedua orang tuanya memberikannya ciuman balik namun Jane yang berada di antara orang tuanya malah mundur membuat kedua bibir pasangan itu bersentuhan.
"Jane ..." Mami dan Papinya yang masih tersipu malu memandang anak bungsunya yang super usil.
Meski mereka adalah pasangan sibuk, mereka tidak pernah marah kepada anak anaknya terutama si usil Jane. fan meskipun dimanja dengan harta berlimpah, Jane sangatlah mandiri dan tau benar kapan dia harus serius dan bercanda kepada orang tuanya.
"Mau kemana lagi kalian setelah ini ?" tanyanya sembari menggeser kursi dan mendudukinya tepat disebelah Nenek Rumi.
"tuh kan pikirannya ... Mami sama Papi gak kemana mana dalam seminggu ini, tapi minggu depan Mami bakal keluar negeri mungkin satu bulan untuk ngurus pembukaan butik Mami" Jelas Mami Sonia sembari mengoleskan selai coklat di roti putri bungsunya.
"Papi kemana minggu depan ?" Seketika Papi Lucas melirik Jane yang selain usil juga sangat cerewet.
"Apa yang kamu mau ? to the point sajalah" Papi sangat tau benar bagaimana putri bungsunya itu jika menginginkan sesuatu.
"Jane mau camping sama ..." belum saja dia melanjutkan kalimatnya namun dengan serentak kedua orang tuanya melonak "tidak boleh !!" seketika Nenek Rumi ikut melotot mendengar penolakan anak dan menantunya.
"Kalian kenapa ?" tanya Nenek Rumi bingung.
Selama ini mereka selalu menuruti keinginan anak anaknya termasuk pernikahan muda Ramona tujuh tahun lalu yang kini dikarunia dua orang anak perempuan yang tidak lain adalah cucu mereka.
Namun, kali ini Jane mendapat penolakan hanya untuk camping dengan teman temannya.
"Itu bukan kegiatan sekolah kan, gak usah lah nanti bahaya loh gak ada yang jaga" kata Mami.
"Kegiatan sekolah ko, ekskul baru Pi, Mi, dan aku yang tanggung jawab ekskul ini" Jelas Jane berharap mendapatkan izin yang biasanya dengan mudah dia dapatkan.
"Baiklah ... tapi Papi bakal suruh orang ngawasin dan jagain kamu" jawab Papi Lucas namun bukannya bahagia mendapat izin, Jane malah terlihat murung.
"Gak !! gausah pergi sekalian" Jane beranjak dari duduknya dan berjalan cepat kearah luar rumah untuk pergi kesekolah.
"Jane ..." Nenek Rumi mencoba memanggil namun tidak dihiraukannya.
"Kalian terlalu memanjakannya" kata Papi seketika mendapat pelototan dari Ibu dan istrinya.
"Bukankah kamu yang baru saja memberinya izin" kata Nenek Rumi.
"Tidak bisakah kamu gak menyalahkan kami" sahut Mami.
"Ok aku yang salah, sekarang aku mau pergi kerja" kata Papi beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan rumah.