D I A

D I A
Eps 7



Rico sudah bisa kembali pulang dari rumah sakit dibantu oleh Aisyah yang selalu stanby disisinya.


"Makasih ya sya udah nemenin gue selama ini" kata Rico yang baru saja sampai rumahnya.


"Santai aja kali kan loe juga gini karena nolongin Ibu gue, harusnya gue minta maaf ke loe Ric" Aisyah tertunduk merasa bersalah. Namun, Rico yang berhadapan dengannya saat itu mengangkat dagu Aisyah dan berkata "Please jangan merasa bersalah, jika itu bukan ibumu pun aku tetap akan menolongnya. Lagi pula aku gak tau kalo itu Ibumu" kata Rico sembari menghujani Aisyah dengan senyum yang terlihat makin manis di pandangan Aisyah.


"Aku kenapasih, kenapa jadi gini jantungku" gumam Aisyah yang kemudian menepis tangan Rico.


"Ngapa loe ?" tanya Rico bingung dengan sikap Aisyah.


"Gg g gak gapapa ... gue pulang ya, kalo butuh apa apa telpon aja, bye" Aisyah langsung mempercepat langkahnya meninggalkan rumah Rico.


...


...


"Nek ... Jane perginya kemanasih ? perlu Ramon susul gak ?" tanya Ramon yang baru saja sampai dirumahnya, lebih tepatnya di pelukan Nenek Rumi dan mereka sedang bersantai di sofa depan tv menonton sinetron favorite Nenek.


"Ngapain. Biar aja adek mu itu tumbuh menjadi gadis mandiri dan kuat, jangan dimanjain terus lah" kata Nenek Rumi, padahal selama ini dia selalu membela cucu bungsunya supaya bisa mendapatkan apa yang diinginkan Jane.


Seperti hal nya saat kedua orang tua Jane tidak mengizinkannya untuk ikut camping, diam diam Nenek Rumi mengancam putranya yang tidak lain adalah Papi Lucas. Nenek Rumi mengatakan akan mogok makan sehingga membuat Papi Lucas mau tidak mau menyetujui permintaan Ibunya dan Istrinya pun tidak punya pilihan lain.


Selama ini Jane diperbolehkan jalan kemanapun karena dia selalu jalan ke kota dan Mall, dan ini pertama kali Jane minta izin untuk camping di pedesaan. Membuat khawatir kedua orang tuanya yang tentu tidak bisa selalu ada buat anak anaknya.


Namun berbeda dengan Nenek Rumi yang percaya bahwa cucunya bukanlah manusia lemah sehingga bisa meyakinkan putranya.


"Baiklah Nek, Ramon bakal disini aja temenin nenek" kata Pria 27 tahun itu sembari bergelayutan memeluk neneknya seperti bocah.


"Gak ingat umur ya" goda Nenek Rumi sembari mengacak rambut cucu lelaki satu satunya. Dan akhirnya mereka tertawa bersama.


...


...


Mereka bernyanyi bersama dengan diiringi beberapa gitar yang dimainkan beberapa siswa laki laki. Seketika Jane meminjam salah satu gitar dan memainkannya sembari menyanyikan lagu sendu.


Semua mata tertuju padanya dan seiring lirik dan petikan gitar, lambat laun semua menikmati permainan Jane malam itu. Hingga akhirnya malam semakin larut dan mereka membereskan barang sebelum akhirnya masuk ke tenda masing masing.


"Ok guys kita istirahat dulu, besok kita bangun pagi pagi dan berkumpul disini lagi ya .. selamat malam guys" kata Jane mengakhiri malamnya.


"Ok ka"


"Baik"


"Siap"


Mereka bubar setelah selesai mendengarkan informasi yang diucapkan Jane dan Guru pembimbing mereka.


"Loe udah mau tidur ?" tanya Hannah


"Kenapa ?" Jane membuka krmbali matanya yang sudah terpejam.


"Gue gak bisa tidur nih Jane ... takut" terlihat jelas diwajah Hannah karena mungkin ini kali pertama dia melakukan kegiatan alam.


"Mau loe apa ? peluk ? sini sini" Jane membentangkan tangannya pada sahabatnya itu.


Rupanya Hannah yang masih takut menyetujui saran Jane dan tertidur dipelukan sahabatnya.


Jane tumbuh menjadi wanita pemberani sekalipun untuk hal pertama kali untuknya. Padahal pasti juga dia akan merasa takut tapi dia tetap tegar dan melawan rasa takutnya.