
"Alisia...!! Kak alisia!!" Teriak pak bani sesampainya dirumah
"Iyya ayah.. alisia di kamar belajar!" Teriaknya
"Loh? Kog masih belajar kan sudah lulus"
"Ayah gimana sih.. kan mau masuk kulaih"
"Oh iya. Duh anakku banggain orang tua banget" puji pak bani mengusap-ngusap rambut anaknya
"Tapi inget janji ayah ya.. masuk kuliah favorit beliin mobil"
"Iyya sayang.. pasti. Tapi harus nilainya bagus ya"
"Yes!! Ok ayah. Semangat semangat"
"Oh ya kak. Ayah mau tanya. Kenal jessica gak?"
Sontak alisia yang bertubuh bongsor dengan wajah orietal itu nampak terkaget "eh? Ayah tau darimana?"
"Loh? Emang kenapa sih kak"
" ya Ampun yah. Jessica putri mahendra kan yah?"
"Iya kayak sih"
"Dia tuh ya.. siswi terkenal pualing bandel banget yah.. mentang-mentang keluarganya kaya kalik ya.. tapi berprestasi sih yah.. iri banget deh pokoknya. Itu loh yah yang kemaren dateng diwisuda pake mobil laborgini, terus sma papihnya yang tubuhnya gede rambut putih" jelas alisia sambil memperagakan
"Ohh.. yang duduk disamping agak jauh dari kita itu ya"
"Nah itu inget"
"Terus, sekarang?"
"Emh.. di rumahnya kalik yah. Tapi sih denger-denger mau kuliah di havard sih yah.. duh.. pengen deh"
Pak bani terkaget sebentar dan mencoba tenang "kalo kamu mau ayah bisa kog sa, tp mobilnya gak jadi" goda pak bani
"Ihh.. gak mau ah. Jauh jauh dari ayah"
"Lah? Kenapa? Kan harus bisa mandiri"
"Gak ada yang manjain. Beda sama bunda ihh galak. Alisia minta gak pernah diturutin"
"Kak bunda dengar" tiba-tiba kepala bundanya nongol di pintu kamar. Sontak membuat kaget seisi kamar
"Ya ampun bunda... maaf bun maaf" ucap alisia sedikit menunduk
Pak bani hanya tertawa terbahak-bahak
"Bunda.. tuh kayak punya kamera cctv tau yah... semua bisa tau. Heran deh" gerutu lirih alisia kepada ayahnya
"Kak!" teriak bundanya dari luar kamar
Sekali lagi pak bani tertawa terbahak-bahak
"Dan juga radar kak. Semua yang ilang bisa ditemuin" lanjut pak bani sambil tertawa dilanjut alisia
¤¤¤¤
Ting tung ting tung
Akhirnya pak bani memberanikan diri, mendatangi rumah jessica yang bak istana itu. Dan yang tidak terlalu jauh dari rumahnya
Ting tung ting tung
"Iyaa pak. Cari siapa?" Tanya bibi jessica membukakan pintu
"Maaf buk. Ini benar rumah jessica"
"Oh.. iya, benar pak. Tapi maaf sekali pak. Non jessicanya sudah tidak disini lagi"
"Loh? Kemana buk?"
"Ini bapak siapa ya? Kog nyari jessica"
"Oh saya temannya rendra buk"
Mendengar nama itu sontak bibi itu kaget "rendra pacarnya non jessica ya"
"Loh? Kog tau buk"
"Ya Allah pak" tiba-tiba bibi itu menangis
"Ibuk kenapa?" Pak bani kaget dan mencoba menenangkan bibi itu yang tampak terisak-isak
"Non jessica itu. Cinta banget yang namanya rendra itu. Non sering cerita ke bibi dan minta solusi sama bibi juga nasehat" ucap bibi itu berhenti. Menyeka air mata dan mereka duduk diteras
"Sekarang jessicanya dimana buk?"
"Non jessica" bibi makin terisak "non jessica, dipaksa ke amerika pak. Tadi pagi sudah berangkat"
Sontak pak bani kaget. Dan berfikir apa yang harus dikatakan kepada rendra nanti
"Buk.. sebenarnya kedatangan saya kemari. Mau memberi tau kalo pak rendra sakit buk. Berharap jessica bisa menjenguk" jelas pak bani mencoba tenang
"Ya Allah pak..." bibi itu makin terisak "nanti, perwakilan bibi akan jenguk. Dan kalo non jessica sudah bisa dihubungi saya kabarin pak" jelas bibi
"Makasih banyak ya buk. Makasih"
Bibi itu mengangguk dan pak bani berpamitan
¤¤¤¤
Kling kling
- ada apa ajusshi spam spam Message gak jelas
- kangen apa
Tengah malem rendra terbangun mendengar suara hpnya
Deg
Seketika rendra menitikan air mata dan mengusapnya
Mencoba berfikir jernih untuk membalas pesannya
- 3 hari ngilang kemana jes? Dihubungi gak bisa
- suka suka dong. Kan bukan pacar
- jessica
- masih marah ya
- pasti dong
- terlanjur sakit hati
- mas gak minta balikan kog, cuman minta maaf jes
- modus, uda ahh jessica mau tidur
- gimana biar jessica maafin mas, mas traktir makan sepuas kamu deh
- yahh.. gak bisa. Kan ahjusshi uda di korea. Nugas gitu katanya
- mas gak jadi berangkat
- hah! Serius! Kenapa? Gegara aku
- iya jessica
Jessica tak kunjung membalas
Beberapa puluh menit kemudian
Video calling.... jessica
- mas lagi dimana itu!!!
Jessica sudah dibanjiri air mata
- diranjang kenapa jes nangis
Rendra memasang headsetnya
- bohong!! Itu infuskan!! Mas sakit
- ahh biasa kecapekan dikit
- enggak bohong!! Itu karna jessica kan
- ngomong apa sih jes
Jessica tampak terisak-isak sambil memegang dadanya
- uda jes, jangan nangis
- kenapa gak bilang gak jadi ke korea
- maaf. Mas mau ngabarin uda pingsan jes
Tangis jessica makin pecah
- cup cup uda. Sini jenguk mas
Jessica menggeleng
- gak bisa mas. Gak bisa
Dengan terus menangis
- jessica sekarang di amrik
Diam rendra tiba-tiba diam. Sakit. Hatinya benar-benar sakit
- berapa lama jes
- sampe lulus
Jessica terus terisak diikuti rendra tiba-tiba ikut menitikan air mata
- mas. Pokoknya harus sehat dulu ya.. jessica janji cepet-cepet pulang
- kog mas ngerasa malah kayak istri yang ditinggal suami ya jes
Rendra sedikit terkikih dengan menyeka air matanya
- ihh.. gak lucu tau mas
- ternyata gak enak ya ditinggal. Sakit gak ada yang rawat
- syukurin
Ledek jessica disela-sela tangisnya
- jahat banget sih. Lagi sakit juga
- yang jahat tuh mas! Mutusin orang seenak jidat. Ujung-ujungnya gini kan
- iya iya maafin aku ya sayang
- balikan nih
- lah mau apa enggak?
Jessica mengangguk cepat
Rendra hanya tersenyum simpul melihat tingkahnya
- mas, kurusan jelek deh. Makanya cepet sembuh ya sayang
- iya iya. Besuk mas nge gym deh. Biar gk kurus
- biar makin muda ya..
Rendra tertawa pelan
- mas uda ya.. mas harus istirahat. Bobok ya
- ya sayang
- love you. Tunggu aku pulang ya
- love you too
Sekarang rendra bisa tidur dengan senyum diwajahnya
¤¤¤¤
Keesokan harinya, rombongan keluarga bibi berserta kurcil-kurcil menjenguknya. Tak lama pak bani berserta anaknya. Tak lama kemudian preman preman komplek berdatangan. Mereka datang atas perwakilan dari jessica.
Rasanya sekarang kamar pasien rendra sudah berasa pasar atau seperti kalau lagi lebaran. Riuh. Cukup mengganggu kamar pasien-pasien disebelahnya
Tapi rendra senang. Semenjak bertemu jessica setiap harinya tak pernah sepi. Selalu ada-ada saja yang membuatnya merasa berharga dan disayangi
______________________________________
Ending? Gk secepat itu...