Come to Me

Come to Me
Putih Abu - Abu



"Yang sabar pak rendra" ucap salah seorang rekannya menepuk punggung laki-laki berumur 31 tahun itu merespon dengan senyum datar


  "Emang, anak jaman sekarang dikasih tahu malah nyolot dikira dimarahi... bikin darah tinggi naik" saut rekannya yg berjalan disamping kiri


  "Kamu pak bani jaga kesehatan, yg sudah berumur kepala 4 jangan terlalu mengubris anak-anak itu, masih muda ego mereka masih tinggi"


pak rendra yang berjalan disebelah kanannya hanya diam, sambil memperhatikan rekan-rekan kerjanya itu berbincang


  "Tapi pak jaka, kalau saya tidak menggubris mereka, berantakanlah pekerjaan saya. Tahu sendiri foreman kita bagaimana" ucapnya cepat membantah


" sudah tugas kita, line keeper mengajari mereka yang tidak faham"


  "Lah, tapi kalo dikasih tahu malah nyolot begitu pak! Sudah kerjannya gak beres! Kerja males-malesan!! Main HP wae! Ngerokok! Nongkrong gak jelas!! Mau jadi apa mereka pak!!" Saut cepat pak jaka sambil menghentakkan kakinya


" Beda jaman angkatan kita dulu! Semua rajin-rajin!! Sungguh-sungguh!! Berlomba-lomba meraih apa yang ingin dicapai!! Gak kayak anak-anak jaman sekarang! Ngepenakke" lanjut pak jaka dengan logat jawanya yang kental


  "Beda generasi pak"


  "Akhirnya, pak rendra nyaut juga. Gak tahu ya, kalo pak rendra ngomong bikin adem"


ucap pak bani menghibur


"kalo pak jaka, tiap hari ngomel-ngomel terus, saya jadi ikutan ngomel-ngomel kayak istri saya... ehh? Uupss" ucapnya terpotong sambil menutup mulutnya


Ia menyadari kesalahannya karna melontarkan kata-kata yang seharusnya tidak dia ucapkan


  "Dasar pak bani, liat situasi dong pak" celetuk pak jaka yang berumur 30an tahun itu sambil mencubit punggungnya


  "Sudah gak papa pak, saya sudah ikhlas kok"


dia tahu pak bani tidak bermaksud mengungkit atau meledeknya


"ke warung sop iga sapi aja pak, sudah lama gak makan itu, mumpung lagi buka juga" 


  "Oh ya boleh boleh mari pak"


¤¤¤¤


Ceklek ceklek


Dibukalah pintu rumah, laki-laki itu tampak kusut dengan semua yang dia kenakan


"Alhamdulillah sampe juga. Assalamu'alaikum" ucapnya sambil merebahkan badannya disofa, dilihatnya jam dinding menunjukkan pukul 9 malam


Dia menutup mata, tiba-tiba teringat kejadian 5 tahun silam


Saat dia kembali dari tugas beberapa minggu diluar kota, dia mendapati istrinya berselingkuh. Pak rendra bukan tipe orang yang mudah memaafkan, jadi tanpa peringatan dan tanda tanya dia menceraikan istrinya. Bukan dengan cara yang kasar dan membentak.


Malam itu, sehabis istrinya berbelanja dari uang hasil kerjanya diluar kota. Pak rendra sedang duduk disofa menonton tv.


Istrinya yang datang duduk disampingnya dan mengucapkan terimakasih


"kita cerai" ucap pak rendra datar sambil mengganti channel tv


"Tapi kenapa pah!" Tanya istrinya


"Aku sudah tahu semuanya, tidak perlu ada yang ditutup-tutupi" lanjutnya masi menonton tv, tanpa menoleh sedikitpun ke istrinya


Istrinya terdiam kemudian menangis terisak-isak sambil menjelaskan dengan membela diri bahwa dirinya tidak salah tapi suaminya


Pak rendra tetap menonton tv, sambil mendengar ocehan istrinya yang seharusnya tidak perlu dia dengar


"Aku ingin punya anak pah!!" Teriak istrinya tiba-tiba


"Apa caramu seperti itu" akhirnya dia menoleh ke istrinya yg Wajahnya sudah dipenuhi air mata " jika dari awal, kamu sudah tidak mau denganku. Kamu tinggal bicara dan kamu tidak perlu melakukan hal yang akan mengotori dirimu sendiri"


Istrinya makin terisak-isak dengan perkataan suaminya itu


"Aku akan tidur diluar. Sampai perceraian kita selesai" lanjutnya, ia berdiri dan  membawa koper yang sudah dia siapkan


Pak rendra terbangun, mendapati sudah pukul 9.30 malam. Sambil memijat keningnya


"Astagfirullahal'azim.." ucapnya berdiri kearah dapur


Membuka kulkas,kosong. Membuka lemari penyimpanan makanan, kosong. Ambil gelas "heh? Semua habis" ucapnya memegang galon yang terpasang didispenser


"Jam segini, masi buka gak" gerutunya, menyadari perutnya berbunyi kelaparan


Cepat-cepat dia mengganti baju, keluar berjalan kaki menuju mini market terdekat


Dengan kaos jangkis dan celana jeans pendek, mampu mengkamuflase dirinya tidak terlihat tua seperti umurnya. dia mengambil beberapa camilan dan air kemasan. Saat akan membayar didepan kasir, terlihat seorang gadis dengan mengenakan seragam sekolah. Berjalan mondar mandir didepan mini marker sambil sesekali menggigit jari dan memegang perutnya


Pak rendra yang melihat penasaran


"Uda biarin mas, biasa itu kayak gitu" sahut mas kasir tiba-tiba


"Biasa?"


"Iya mas, uda seminggu ini dia kesini gak tau ngapain, cuman mondar-mandir. Nanti juga pergi sendiri"


"Seminggu? Mas gak nyamperin tanya"


"Oh iya ini.."


Didepan mini market rendra melihat anak itu terus mondar-mandir gak jelas serta menggerutu. Tiba-tiba anak itu berhenti menyadari pak rendra melihatnya.


"Apa liat-liat om!! Naksir ya!" Teriak gadis itu, mengangkat tangannya kepinggul mirip wayang


"Ada-ada aja itu bocah" gerutu rendra menggelengkan kepala. Ia melangkah hendak meninggalkan mini market


"Om! Habis belanja ya" tiba-tiba gadis itu berlari mendekati rendra


"Menurut kamu,.. lagipula gadis kayak kamu malem-malem begini ngapain masih keluyuran" 


"Om nanya?" Tampak gadis itu seolah-olah berfikir sesuatu, "hehehe gue cuman pengen liat itu om!" Gadis itu menunjuk kedalam mini market "sebenernya pengen sih om"


Rendra pura-pura melihat apa yang ditunjuk gadis itu


"Trus?"


"Jadi gini om ya.. gue pengen hadiah itu om, tp harus beli 10 pack kopi, lah gue kan pelajar om, gak boleh minum kopi kan, bikin bodo katanya... om kan suka pasti minum kopi, jadi kenapa om gak beli aj kopi itu, trus hadiahnya buat gue.. om" ucapnya malu-malu


"Ya uda, kebetulan lupa beli kopi" ucap rendra mengiyakan gadis itu. Yang sebenarnya tujuan rendra agar gadis itu cepat pulang


"Heh?! Serius om!! Makasih banyak om makasih!!" Teriaknya kegirangan


Mereka masuk mini market,


"Yg mana?" Tanya rendra, belum dijawab gadis itu sudah lari mengambil kopi dan hadiahnya dengan cepat kilat


"Ini om, " gadis itu memberikan kopinya, gadis itu tampak senang sekali memeluk hadiahnya sambil cengar cengir


"Berapa semua mas?" Tanya rendra didepan kasir


"250 ribu pak"


rendra hanya menelan ludah


¤¤¤¤


"Penting ya anak sekolah punya itu" tanya rendra saat diluar mini market


"Huaaa... penting banget om! Ini tuh ya lg ngeHitz banget di sekolah gue om! Om tau gak! Ini tuh ya ada ada tanda tangannya lee jong suk!! Asli gak tipu-tipu, limited edition lagi sama ada marchindesnya exoo om! Seneng banget gue om! Makasih om ya!"


Jawabnya kegirangan


"Siapa itu exo? Lee jung guk?"


"Lee jung suk om! Gak tau ya,, oh iyya kan om om mana tau beginian" jawab gadis itu agak-agak meledek


Ckckck rendra hanya menggelengkan kepala. Tanpa sadar mereka berjalan bersama menelusuri jalan trotoar "rumah kamu dimana?"


"Kenapa ahjussi, tanya-tanya"


"Ajusshi? Siapa lagi itu" rendra mengerutkan alis.


"Ajusshi bahasa korea, panggilan lain om om kayak om ini"


Rendra hanya meng-oh kan


"Tenang aja ajusshi baik, gue uda hapal kog jalan sini, apa lagi preman-preman sini, sohib gue mereka. Jadi kalo ajusshi diganggu mereka bilang sama gue ya. Sekalian buat balas budi hehe" ucapnya sambil memasukkan hadiahnya


Rendra hanya terkikih tidak percaya dengan omongan gadis yang sok pahlawan itu


"Jangan ngeledek ajusshi! Gini-gini gue jago kog bela diri" ucapnya gadis berrambut sebahu itu semakin sombong "rumah ajusshi dimana? Gue anterin"


Rendra makin mengerutkan alis, dengan tingakahnya "itu gerbang coklat" jawabnya


"Oh.. jadi disitu" ucapnya sambil mengangguk-ngangguk


"Kenapa?"


"Gak papa. boleh ya ajusshi gue sering mampir. Itung-itung balas budi gitu. Gue gak enak gitu nerima sesuatu dengan cuma-cuma" lanjut gadis itu membenahi tas n jaket biru tertuliskan exoo itu


"Orang tua gak nyariin"


"Ahh.. ortu gue mah bebas ajusshi. Asal nilai sekolah gue bagus-bagus"


Rendra makin mengerutkan alisnya


"Ya uda ajusshi baik. Uda sampaikan gue pamit ya.. assalamu'alaikum"


"Wa'alaikumsalam"


"Sekali lagi makasi ya ajusshi baik!!! Sarang hae!!" Teriak gadis itu sambil mengangkat tangannya membentuk hati


Rendra hanya terkikih "ada-ada aja anak jaman sekarang. Kalo saya punya anak begitu gak ya tingkahnya" pikirnya


-----------------------------------------------


Garing ya... maaf yak. Semoga bisa menikmati kedepannya 😅