Come to Me

Come to Me
benih benih



Hari-hari selanjutnya sengaja rendra berangkat kerja lebih pagi dan pulang larut malam dan tidak membalas pesan dari jessica


Kling


Kling


Kling


- ajusshi kemana saja sih?! Tiap hari gue tungguin gak pernah ada


- Gue tunggu didepan tempat kerja ajusshi, keluarlah


- Jam istirahat kan


Rendra hanya diam sambil memijit dahinya, seketika makanan yang dihadapannya tak selera untuk dimakan


"Uda pak rendra, temuin aja" tiba-tiba pak bani dan pak jaka mendekat dan membaca pesan dari jessica


Menyadari itu rendra menutup hpnya diatas meja


"Gak lah pak, orang iseng ini" jawab rendra


"Bohong pak bani, itu gebetannya pak rendra" sambung jaka sambil merangkul pak bani yang memiliki perut buncit bak gunung 


"Ohh beneran? Cantik gak cantik gak?"


"Uiih cantik pak. Ting ting lg"


"Wahh.. mantep tuh"


Rendra hanya menggeleng kepala mendengar ocehan mereka


Kling


Kling


- Gue tunggiin pokoknya


[Foto.jpg]


Dibukalah foto yang dikirim jessica. Dalam fotonya jessica mengenakan rok pendek dengan singlet ketat dan memakai hak tinggi


"Aduduh hohai banget pak" celetuk pak bani terkekeh


"Sono gih samperin!! Eman-eman tuh diliatin orang" sambung pak jaka mengompor-ngompori


Segera rendra mengambil jaket dan berlari keluar


"Pak bani, mas rendra kemana?" Tanya mita tiba-tiba nongol


"Ohh... itu lg nemuin gebetannya, doain langgeng yak"


"Hah? Mas rendra" mita syok


"Sabar mit.. sabar.. bukan jodoh" ucap teman mita


¤¤¤¤


"Akhirnya keluar juga" batin jessica lega "hai!! Ajusshi!!" Teriak jessica melambaikan tangan


Rendra langsung berlari kearah jessica, tanpa aba-aba mengenakan jaketnya ke tubuh jessica yang berpakaian seperti mbak-mbak SPG di delear mobil


"Gak punya malu ya kamu"


"Emang enggak"


Pletak 


Dipukul pelan kepala jessica oleh rendra


"Aduhh!! Apa sih sakitt"  


"Anak seusia kamu emang pantas berpakaian seperti itu"


"Gimana sih ajusshi, katanya gak suka anak kecil"


"Ngapain kesini"


"Kangen. Ditungguin dirumah gak pernah ketemu. Ya uda kesini. Ajusshi gak kangen gue ya" jessica mendekat dan memegang baju rendra


"Kamu kenapa sih jes"


"Gak kenapa-napa suka aja ama ajusshi"


Rendra mundur beberapa langkah, menjauhkan diri dari jessica agar detak jatung rendra yang semakin cepat tidak terdengar dan melambaikan tangan ke jalan menyetop taxi


"Kamu pulang"


"Enggak mau"


"Pulang!"


"Enggak!! maunya nungguin ajusshi!!" Teriak jessica merengek


Rendra merogoh sakunya


"Ini kunci rumah, tungguin didalam rumah istirahat ganti baju" sambil menyodorkan kunci dan uang beberapa seratus ribu


"Beneran ya pulang"


Rendra mengangguk


"Ya uda kalau gitu. Dadah ajusshi"


"Pak hati-hati yang nyetir"


Jessica masuk kedalam taxi, dengan senyuman jessica melambaikan tangan


¤¤¤¤


Ting tong ting tong


Dibukalah pintu


"Eh?? Pulang cepet ajusshi" ucap jessica kegirangan. Rendra tidak menjawab, terpaku dengan jessica yang saat itu mengenakan bajunya yang kedodoran yang panjangnya sampai setangah paha ditambah rambut basah sehabis keramas


"Ayuk masuk"


"Iya" lamunanya buyar, saat masuk cukup kaget dengan kondisi rumah serba bersih beberapa taplak meja dan bunga diganti ditata rapi "ini kamu yang bersihin"


Rendra tidak menjawab


"Tenang ajusshi, jessica enggak nyolong kog"


"Beneran"


"Sumpah deh"


"Ya uda aku ganti baju dulu"


"Abis itu makan bareng ya ajusshi"


"Ok"


Rendra naik ke atas


¤¤¤¤


"Gimana enakkan?"


"Yahh... lumayanlah enak drpd gak makan"


"Ih ajusshi jahat" celetuk jessica sedikit ngambek "emm.. ajusshi, gimana kalo gue bersih-bersih rumah sma nyiapain makan selama 1 minggu, buat nebus yang kemaren itu. Habisnya ajusshi saya kasi yang enak gak mau hihihi rasa anak kecil katanya hihihi"


Seketika rendra diam, debar-debar gairah yang lama gak bangun. Rasanya mau bangun lagi tapi dia tahan


"Gimana ajusshi"


"Ya uda deal" ucap rendra mensetujui


"Siip ok deh. Mau nambah lagi ajusshi. Gue ambilin"


"Nanti ambil sendiri.."


¤¤¤¤


"Kamu gak pulang jes"


"Enggak! Mau nginep"


"Gak boleh"


"Tidur disofa gak papa kog, asal gak pulang, kan besuk libur"


"Gak boleh"


"Sekali aja deh ajusshi ya.. ya.. sni deh" jessica menarik baju rendra dan sukses duduk bersampingan disofa sambil menonton tv


"tau film ini gak?" Jessica mengangkat kakinya dan menyilakan di atas sofa


"Tau"


"Spoiler dong ajusshi, endingnya gimana?"


"Gak seru kalo spoiler jes"


" yah.. pelit"


"Biar, uda. diem. nonton"


Mereka menonton, hampir setengah jam, jessica menguap


"Ngantuk?"


"Enggak kog, masih kuat"


Setelah film selesai, jessica sudah tertidur pulas disofa, rendra yang baru menyadari jessica sudah tidur mencoba membangunkannya. Tapi gagal


Akhirnya inisiatif rendra sendiri. Dia membopong jessica ke kamar atas, niatnya biar jessica tidur di kamar, rendra disofa


Saat sampai dikamar rendra merebahkan tubuh jessica perlahan


Tapi tiba-tiba jessica merangkul leher rendra yang membuat wajah mereka menempel. Entah jessica sedang ngelindur atau pura-pura tidur dia mencium pipi rendra. Seketika rendra mulai berdebar-debar, rasanya pikirannya kacau tapi tetap berusaha untuk sadar


Jessica masi merangkul leher rendra makin erat dan sesekali mencium rambutnya


"Jes!jessica!!" Rendra mencoba membangunkannya lagi dan mencoba melepaskan tangan jessica yang melingkar dilehernya


Hampir 15 menit, rendra tidak bisa bergerak. Sekarang yang terdengar hanya hembusan nafas jessica yang tampak pulas


Deg


Deg


Deg


Entah perasaan apa yang menghampirinya, semakin lama jatungnya berdetak tak karuan. 


Pipi lelaki paru baya ini sedikit memerah.


Tangan jessica mulai mengendor, dengan segera rendra mencoba mengeluarkan kepala dari pelukan jessica


Tapi yang didapat wajah mereka malah saling berhadapan. Cukup lama rendra memandanginya.


Deg


Deg


Deg


Jatungnya makin lama makin tidak bisa diatur


Jarak antara hidung mereka hanya sekitar 5 cm, rambut bagian depan rendra hampir menyentuh dahi jessica yang masih menutup mata tertidur pulas


Mata rendra makin terbelalak ketika pandangannya berlari ke arah bibir gadis ini yang mengatup seperti dua buah cabai merah yang matang


Terbesit keinginannya menyentuhnya


Tapi dia tahan, sambil mengerutkan alis tebalnya "sadar ren!! Itu bocah!" Serunya didalam hati meyakinkan


Dengan perlahan rendra berjalan keluar kamar sambil memegang dadanya yang masih berdebar-debar dan pipinya yang memerah


______________________________________


Ya Allah om inget umur om. Masak iya bocah ting ting diembat juga 😂 aku bingung harus dibawa kemana ini cerita


Typo. Sekali lg maaf ya 😂😂