
"Selamat pagi ajusshi!!" Teriak seorang perempuan yang tidak asing didengar
Rendra yang sedang sarapan tersedak karena suara melengkingnya. Segera dia membuka pintu memastikan
"Anak tadi malam" batinnya. Rendra berjalan ke gerbang menghampirinya "kenapa kesini?" Dilihatnya gadis itu mengenakan dress pendek dengan rambut diikat
"Hari sabtu kerja ya ajusshi.. gue mah libur"
"Trus?"
"Mau maen ke rumah ajusshi, eh? Tapi kerja. Ya uda deh, aku pulang" ucap gadis itu bersandaran dipagar yang tidak terlalu tinggi itu "hmm.. oh ya ajusshi, lupa"
Si gadis tadi mengangkat tangannya mengajak salaman. Rendra yang sudah memakai seragam kerja itu bertanya "apa ini?"
"Kenalan dulu ajusshi, kan dari kemaren belum tahu namaku kan, kenalin nama gue jessica. Cewek nge-Hitz disekolahan. SMA N 45 jakarta, kalo nyari gue tanya aja tukang somay batagor mie ayam bakso cilok cilor cilung cireng , pak satpam, ibu kantin ama pengemispun kenal gue ajusshi"
"Penting ya nyari kamu"
"Ya... sapa tau aja ajusshi kangen gue, trus nyariin gitu" jawabnya super pede " uda buruan direspon dong salam gue, pegel nih"
"Rendra" merekapun berjabat tangan
"Idih... tangan ajusshi wangi ya.. suka deh" celetuk gadis itu saat mencium tangannya sendiri
Rendra hanya diam mengerutkan alis
"Oh ya.. ajusshi!" Masih dengan posisi bersender di pagar
"Apa? Uda kan? Pulang sana"
"Minta no HP" ucapnya nyengir
"Enggak! Pulang sana bocah"
"Gue gak pulang nih, biarin gelantungan kaya jemuran disini"
"Enggak! pulang bocah!" Rendra mendorong dahi jessica dengan telunjuknya. Gadis itu cuman cengar cengir
"Ajusshi ganteng deh, kasih ya"
"Enggak!"
"Ajusshi gak bisa berangkat kerja kalo gitu, pagernya gue konci dari luar"
"Dasar bocah!" Rendra masi mendorong-dorong dahinya
"Ihh.. apa sih ajusshi, nanti lama-lama jatuh cinta loh ama gue, pegang-pegang"
"Amit-amit"
"Haha.. berarti beneran ajusshi bakalan cinta ama gue, soalnya ya kata mantan dukun yang sekarang jadi pengemis, kalo orang itu semakin benci ama lu, artinya suatu hari pasti cinta ama lu... "
"Ampun deh,, ngomong apa sih dasar bocah! Uda sana pulang! Saya mau kerja!"
"Minta nomernya dulu.. pleaseeee.. kalo gak dikasi nangis ya gue, teriak nih biar dikirain ajusshi, om om mesum" jessica merengek
"Ya uda, sni mana hpnya"
"Ih.. beneran, makasih ajusshi baek"
Call
Triiing triing
"Uda masuk, simpen ya ajusshi baek, dadah pamit ya. Selamat bekerja. Jangan lupa call gue ya ajusshi!! Tatata!! Assalamu'alaikum!! " teriak gadis itu sambil berlari meninggalkan rendra. Yang masih heran dengan kelakuan anak itu. Namun disisi lain rendra seperti merindukan perhatian-perhatian dulu yang dia dapat dari seorang yang dia cintai. Dengan memandang dari kejauhan rendra tersenyum tipis
¤¤¤¤
Kling
Kling
Rendra mengambil hpnya disaku
- Ajusshi baek
- Lagi ngapain
"Anak ini lagi" rendra meletakkan hpnya dan melanjutkan makannya tanpa membalas message dari jessica
Kling
- Kog cuman di read si ajusshi
-Ada apa
- Kangen, ajusshi kangen gk sm gue
-Enggak
- Ihh jahat
- Ajusshi uda makan
-Uda
- Kalo aku lg jalan2 makan burger pinggir jalan
- Gk nanya
-Makanya gue kasih tau ajussshi, ini aku send foto ya
Kling
Kling
Kling
[Fotolgmakanburger1.jpg]
Rendra membukannya, tampak jessica mengenakan dress tadi, sambil tersenyum membawa burger ditangan kanannya yang dia tekan dan membentuk senyum seperti bibirnya
[Fotolgmakanburger2.jpg]
Foto ke 2 jessica menghadap burger hendak memakannya
[Fotolgmakanburger3.jpg]
Foto ke 3 jessica tersenyum dengan mulut belepotan saus dan emot sedih untuk burgernya
Sedikit laki-laki yang memiliki sedikit kumis dan janggut tipis habis dikucur ini tersenyum
Kling
Kling
- Cantik gak ajusshi?
- Sudah mulai suka kan?
Seketika rendra mengerutkan alisnya lagi
"Ciee... pak rendra" tiba-tiba terdengar suara ditelingannya
Sukses membuat rendra tersedak oleh makanannya. Reflek temannya tadi menepuk-nepuk punggung rendra
"Kalem pak kalem. Kaget ya ketauan lagi pedekate"
"Apa sih pak jaka, enggak kog"
"Uda ngaku aja. Cantik kog pak cantik. Keliatan masi muda banget"
"Eh? Sejak kapan ngintip pak jaka"
"Sejak dari ngomong, kangen pak. Hehe maaf ya"
"Heh?"
Pak jaka duduk disamping rendra "saran ya pak, pedekatenya jangan lama-lama sikat aja. Pak rendra juga jangan terlalu cuek gitu lah"
"Pak jaka apa to... ini masih sma pak. Ponakan saya"
"Ehh? Sma? Ponakan?"
"Sejak kapan pak rendra punya ponakan" ucap jaka membuat rendra diam skakmat, sambil menggerak-gerakkan alisnya keatas kebawah seolah mengetahui bahwa ia berbohong
"Anak sma jg gpp pak. Beruntung pak rendra dapet yang ting ting seger buger rapet keset haaha" ucap pak jaka sambil cengar cengir
Rendra tidak menanggapi lagi. Langsung pergi ke kasir membayar
"Ciee... pak rendra malu"
Rendra hanya melirik dari kejauhan sambil meletakkan jari telunjuknya dibibir
¤¤¤¤
"Mas rendra ini gimana? Dimasukkin sebelah mana?" Tanya salah seorang karyawan perempuan
"Sini saya tunjukkan" dengan cekatan rendra memberi tahu dan intruksi
"Ya apa? Ada yg kurang jelas" jawabnya masi memegang beberapa peralatan
"Anu.. mas saya grogi kalo didekat mas rendra"
"Oh maaf "ucapnya mengganti posisi menjauhi karyawan perempuan tadi yang bernama mita
"Enggak, gini anu mas... mas rendra saya suka sama mas" tiba-tiba perempuan itu menyatakan sesuatu yang gak etis diucapkan saat bekerja, rendra hanya diam sambil mengutak-ngatik mesin yang berada dihadapannya
"Ada yang kurang jelas?"
"Eh? Hah? Uda mas"
"Ya suda. Permisi" tanpa menggubris perkataan perempuan tadi, rendra meninggalkannya
Terdengar bisik-bisik mita dengan rekan kerjanya mengobrol
"Gue ditolak.. gue ditolak"
"Sabar mit.. sabar..."
Didalam kamar mandi
"Hari ini perempuan-perempuan lagi kenapa sih? Apa lagi musim kawin? Apa saya yang terlalu perhatian" rendra memijit keningnya, sambil membasuh muka
Kling
- ajusshi, kog perasaan gue gak enak ya? Ajusshi lg banyak pikiran?
"Ini anak kenapa lagi" sekali lagi rendra tidak membalas
Kling
- ajusshi, pulang jam berapa? Gue tungguin dirumah ya
\- malam gak usah ditunggu. Pulang sana bocah!
- ya uda, mampirnya malem klo gituu 😙😙
"Sudahlah.. biarin, paling jg gak serius ngomongnya"
¤¤¤¤
Hari ini rendra pulang cepat, dia ngebut membawa motor R25nya. Entah kenapa dia terus memikirkan jessica, seolah-olah dia berharap namun juga ingin memastikan
Cekiiittttt
Motornya berhenti tepat digerbang, didapatinya jessica duduk jongkok sambil menutup matanya dengan tas
Segera rendra turun dari motor dan menghampirinya
"Jes, jessica" rendra menepuk punggung jessica
"Eh? Ajusshi Uda pulang" ucap jessica tersenyum mendongakkan kepalanya keatas melihat rendra
"Dari jam berapa nunggu"
"Dari jam 2 siang, ehh ketiduran hehe" jessica berdiri sedikit sempoyongan
"Eh? Bibir km kenapa, itu juga kaki tangan lebam lebam"
"Ohh? Ini, aiiss biasa, jatuh pas lari tadi ditrotoar hhehe"
"Kog bisa?"
"Gue dikejar anjing, tau tuh ya, kenapa kejar-kejar gue, naksir kalik ya sma gue"
"Uda ayuk masuk, sudah gelap"
"Ayuk"
Rendra membuka pagar dan menuntun sepeda motornya,, jessica mengikuti dari belakang
"Ajusshi, tinggal sendiri ya" tanya jessica tiba-tiba saat membuka kunci pintu
"Iya, kenapa?"
"Boleh nginep gak?"
"Orang tua gak nyariin?"
"Ahh... ortu gue mah bebas, yang penting nilai-nilai gue bagus"
"Kalo gitu minta no papa atau mama kamu?"
"Eh? Buat apa ajusshi, mau ngelamar gue ya.."
"Enggak! Mau saya laporin ke orang tua kamu, kalo kamu suka keluyuran"
"Ahh.. suda biasa itu, mereka gak kaget"
"Orang tua macam mana anak perempuannya jam segini gak dicariin"
"Ortu macam punya gue lah, uda ah.. masuk ya.. misi... assalamu'alaikum"
"Wa'alikumsalam.. duduk"
"Makasih ajusshi"
Rendra menuju ke dapur, kembali membawa coklat panas dan kotak p3k
"Ini diminum"
"Makasih ajusshi baek"
"Sini kakinya.." rendra duduk di sampingnya
"Eh.. gak usah, nanti sembuh sendiri"
"Nurut gak, nanti kalo infeksi, bisa di potong kaki kamu"
"Eh? Beneran ya.. ya uda deh ini" jessica langsung mengangkat kakinya tanpa aba-aba di paha rendra
Jessica meringis saat obat menempel dikulitnya, tapi dia tahan sambil meminum coklat panasnya
"Yang dibibir sendiri. Ini"
"Eh kog gak sekalian sih ajusshi, nanggung deh"
"Gak tau terima kasih ya kamu"
"Eh? Ya uda makasih ajusshi" rendra meninggalkan jessica, naik ke lantai atas menuju kamarnya. Mengganti baju
¤¤¤¤
"Lama amat ajusshi yg ganti baju"
"Sekalian mandi"
"Oh ya.. gue juga belom mandi, bole mandi disini"
"Enggak!! Jes!emang kamu gak takut ya sama saya" kata rendra sedikit membentak
"Enggak ajusshi, kan baek"
"Saya itu laki-laki berumur, saya bisa ngelakuin apa aja ke kamu" lanjutnya duduk samping jessica
"Ngelakuin apa ajusshi? Hayoo.. mesum ya, emang berani.."
"Beranilah, kenapa gak berani"
"Ya uda. Lakuin aja!" tantang jessica
Tanpa aba-aba rendra langsung mencium bibir gadis itu. Sebentar. Tampak jessica syok dan wajahnya memerah
"Saya gak berminat dengan anak kecil sepertimu" ucap rendra " kamu kesini tujuannya apa? Kata ingin balas budi? Apa yang kamu maksud balas budi dengan menyerahkan tubuhmu?"
Jessica diam
"Sudah gelap. Pulanglah"
Jessica masih diam. Kemudian berdiri, berlari keluar tanpa berpamitan
Rendra langsung mengunci gerbang dan pintu rumahnya
Di balik pintu, rendra memegang dadanya. Jantungnya berdetak tak karuan. Tubuhnya mulai panas sepertinya gairah yang dulu mati terasa bangun lagi. Segera rendra melakukan sit up, push up untuk menghilangkan rasa debar-debarnya
______________________________________
Tipe" anak sma gak punya urat malu 😅 gak tau ceritanya dikemanain. Saya aja bingung.
Banyak typo ya maaf. Mata saya gak jeli uda dibaca berkali"