
"Eh? Uda bangun ajusshi" ucap jessica menuruni tangga sambil mengucek-ngucek matanya
"Uda, berangkat pagi"
"Yah.. gue belum bikinin sarapan, kog gak bangunin sih ajusshi" jessica berlari kecil mendekati rendra "eh? Uda bikin telur mata sapi. Mau mau"
"Duduk. Tidurnya nyenyak?" tanya rendra sambil menuangkan telur mata sapinya diatas piring jessica
"Nyenyak,, tapi.."
"Tapi apa?" Rendra sedikit gugup. Takut hal semalam jessica ingat
"Kayak mimpi aneh tapi kaya beneran tapi kayak cuman khayalan gue, tau deh... mending gak usah diceritain, ntar ajusshi baper lagi"
"Emang gak inget" rendra mencoba memastikan
"Kabur sih, emang sih dari dulu gue tuh kalo tidur uda gak inget apa-apa ajusshi, pernah kata papa gue, sampe naik pohon, gue gak inget"
Rendra bernafas lega "ya uda aku berangkat, jangan lupa bersihin rumah"
"Siap ajusshi ganteng!!"
"Ati-ati dirumah. Dahh... assalamu'alaikum"
"Wa'alikumsalam. Iyya dadah. Fighting ajusshi!!"
Rendra langsung tancap gas
¤¤¤¤
Setiap hari jessica membersihkan rumah rendra dan menyiapkan makan malam. Karna rendra pulang larut malam dengan rasa kesal jessica terpaksa pulang duluan tanpa bisa bertemu rendra
Kling
Kling
-ahjusshi. Pulang malam lagi?
-iya, gak usah nungguin langsung pulang sana
- yahh... 😭 padahal kan kangen ajusshi
Tanpa membalas dengan cepat rendra membalikkan hpnya diatas meja
Lagi. dadanya berdebar-debar. Sukses membuat rekan kerjanya yang tanpa disadari sudah berada di sampingnya
"Ciee... pak rendra.. sayang.. opo koe krungu..." ucap pak jaka sambil bernyanyi
"Apa sih pak?"
"Mukanya merah loh pak"
"Emang dari lahir gini kok pak" jawab rendra menepis
"Eee.. ada apa ada apa ni.. ketinggalan berita ya" saut pak bani tiba" duduk disamping pak jaka yang berkulit sawo matang
"Ni loh pak bani, pak rendra koyo ne lagi kasmaran"
"Eh? Tenane? Karo sek kae yo?" Ucap pak bani ikut"an logat jawa yang gak cocok buatnya " wes tak tungguin undangane yak, amiin" lanjutnya sambil menepuk-nepuk pak rendra begitu juga pak jaka
Rendra hanya tersenyum, "wes ayo kerjo pak kerjo"
"Ayoo!! Kerjo!! Sek mempeng!!! Go modal rabi !! ya pak hahah" teriak pak jaka menyemangati
Semua karyawan yang sedang beristirahat didalam menoleh kearah 3 bersaudara beda umur, ras, suku dan budaya ini sukses menjadi pusat perhatian
¤¤¤
Kling
Kling
Kling
- ajusshi, bukain pintunya dong
- hari minggu libur kan?
- main yuk!
Dengan posisi tidur tengkurap bersembunyi didalam selimut dan mata tertutup sebelah rendra mengambil hpnya
- maaf, jes om capek mau istirahat
Send
Kling
- ya ampun!! Ajusshi umur berapa sih? Pagi-pagi uda loyo 😅
- 31 jes
- ihh!! Uda tua banget, jessica aja baru 17
- main sana sama teman seumuranmu atau pacarmu
- akuh maunya pacaran sama ahjussi ❤ 😚😚
Rendra langsung membalikkan hpnya lagi dan tidak membalas pesan jessica
Kling
Kling
Kling
Tarik selimut, rendra tidak mengubris pesan dari jessica lagi
¤¤¤¤
Kcruuucukkk
Tiba-tiba suara perut lelaki yang hidup sebatang kara ini berbunyi amat keras dan membuatnya terbangun
Dia tersontak kaget, yang dilihatnya jam dinding menunjukkan pukul 3 sore. Sambil menepuk jidat rendra berlari turun kebawah
Satu yang dipikirannya, jessica orang yang kekeh. Khawatir dia menunggu dari pagi didepan rumahnya
Segera membuka pintu
Toleh kanan toleh kiri
"Syukurlah..." rendra menghela nafas.
Dengan kaos putih tanpa lengan, rambut sedikit acak-acakan dan celana boxernya tak mengurangi karisma duda keren dikomplek ini
"Kenapa ajusshi, nyariin ya!!" Teriak suara jessica tiba-tiba muncul dibalik batang pohon di depan rumahnya sambil memegang kucing
"Ya ampun jes, maaf ya om ketiduran"
"It's ok ajusshi" jawab jessica mendekati rendra "ajusshi suka kucing gak?"
"Enggak"
"Ihh.. kog enggak sih, kan lucu"
"Jorok jes"
"Jorok? Bentar, bentar" jessica mengendus-ngendus mendekati rendra " ihh!! Kucing aja bersih, ajusshi tuh yang jorok! Bauk! Dari pagi gak mandi" jessica terkikih, gadis dengan rambut diikat tampak manis. celana jeans dipadu kaos oblong warna kalem jessica menambah kemanisannya
"Ahh.. iya" rendra mengiyakan "dari pagi ya jes, nungguin"
Merekapun duduk diteras
"Iya iyalah ajusshi"
"Eh? Serius?"
"Serius!! Kalo gk percaya tanya deh sama warteg samping rumah ajusshi tu.. klo bosen laper huaauuss kesitu "
"Iya percaya, kok gak pencet belnya sih jes"
"Ya ampun!! Uda seratus kali ajusshi, sampe jendela kamar ajusshi aku lempari kaleng, karna cape ya uda nyerah deh, mungkin ajusshi cuaaaapeek banget" jelas jessica agak kesal "lebih capek lagi nunggu kejelasan dari ajusshi yang gak jelas-jelas huhu" gerutu lirih jessica sambil memonyongkan bibirnya
"Eh ngomong apa td yg terakhir kok gak denger om"
"Haha gak," dia nyengir "kesel aja sama ajusshi"
"Maaf ya jes"
"Gak akan saya maafkan huh" ucapnya mengongkan diri "kecuali?"
"Kecuali apa" perasaan rendra mulai gak enak
"Kita jalan jalan malam yuk ajusshi"
Sudah ku duga, gerutu rendra memijit alisnya
"Ya uda"
"Hoyyeee!!!"
"Mau nunggu didalam ap diluar. Om mau makan dulu laper"
"Ikut makan. Jesica juga laper hihi"
"Ya uda ayuk"
¤¤¤¤
17.00
"Nih.. pake helm sama jaketnya"
"Kegedean. Gak style banget" rengek jessica, mereka hendak berangkat
"Mau kedinginan. Biar safety jes"
"Tapi ajusshi"
"Klo gak nurut gak jadi"
"Ya uda deh"
Dipakailah jaket dan helm milik rendra yang ukurannya cukup membuat jessica nampak seperti orang-orangan sawah. Sesekali rendra terkikih
"Pegangan jes"
"Siaaap" dengan segera jessica melingkarkan tangannya ke perut rendra
Melewati beberapa bangunan yang menjulang tinggi dan beberapa kali terjebak dikemacetan. Sesekali jessica mengomel gak jelas yang membuat lelaki yang memiliki bibir tipis ini tersenyum simpul mendengarnya dan hanya mengiyakan
"Masih jauh ya!!!" Teriak jessica tepat ditelinga rendra yang tertutup helm
"Bentar lagi" jawabnya
"Gue bosen ajusshi, bole nyanyi!!"
"Iya, request ya"
"Eh? Boleh-boleh, mau lagu apa? Apapun bisa" ucap jessica saat lampu merah
"Didi kempot!!" Teriak rendra hingga pengendara lain mendengarnya dan menoleh kearah mereka
"Ihh!! Apa itu? Lagunya nenek gue! Ketuaan! Terserah jessi ya"
Rendra mengangguk
Jessica menyanyikan lagu james arthur say you won't let go
¤¤¤¤
18.20
"Uda sampe jes"
"Gimana suara gue ajusshi, keren kan caem kan haha gue gitu" celotehnya turun dari motor
"Bole jujur gak jes"
"Bole bole. Bole banget" jessica mendekat dan menatap rendra dengan helm masi dikepalanya
"Tadi dijalan kan rame banget, jadi gak denger"
Seketika dan saat itu juga, jessica langsung raut mukanya berubah 380° dari ceria jadi seperti orang gagal move on
"Haha bercanda jes. Suaranya bagus kok" lanjut rendra mencoba membalikkan mood jessica
"Ah basi.." jessica dengan masi radak kesal melangkah duluan memasuki mall
Yah.. salah ngomong deh, batin rendra sambil menggaruk-garuk kepalanya
"Jes" Mengikuti langkah jessica dari belakang "lagi pms ya"
"Kog tau?"
"Makan dulu yuk, terserah kamu deh, mau makan apa aja, berapa aja, sebanyak apa. Om ikut"
Mendadak Jessica menghentikan langkahnya, rendra yang dibelakangnya hampir menabraknya. langsung berputar menghadap rendra
"Beneran ya" dia nyengir ala-ala devil
Rendra langsung tau apa yang dipikiran bocah didepannya itu. Dengan sedikit khawatir
"Iya" jawabnya sambil merogoh dompet. Memastikan bahwa dompetnya masi tebal
Bye bye... anak-anakku, batin rendra meraih merogoh dan mengelus-elus sakunya
¤¤¤¤
Mereka berkelilingin hampir semua restoran yang menjajakan camilan-camilan atau makanan ala korea dicicipi.
Rendra yang dari tadi menemaninya berasa sedang menuruti anak tk yang suka jajan
Sesekali, pelayan bertanya " mas, itu ponakannya ya" rendra hanya tersenyum tak menjawab
Jessica yang mendengar langsung menyaut "apa sih tante!! Godain calon pacar gue!! Hus hus sana lu"
Mbak-mbak pelayan tadi hanya tertawa kecil sambil mengiyakan
Rendra diam karna makin malu dan ingin segera balik
¤¤¤¤
"Huwaa... kenyang banget ajusshi" ucap jeasica sambil mengelus perutnya
Tiba-tiba jessica berhenti
"Naik bialalang dulu yaa.. baru pulang"
Rendra menghela nafas " janji abis ini pulang"
"Siap"
Mereka berjalan menuju tiket, dan saat giliran mereka masuk kedalam sangkar bialalang di mall itu
"Huwaaa daebak keren abiz... foto deh foto selfie selfie.. ajusshi sni" ucap gadis yang tingginya hanya sebahu rendra ini mengarahkan kamera depan mendekat rendra saat berada di puncak
"Enggak.. kamu aj"
"Ihh.. gak gaul" celetuk jessica, rendra membelakangi jessica yang sedang selfie
Cekrek
Cekrek
Jessica terlalu asyik dengan selfienya sampai akhirnya bagian bialalang yang dia naiki sudah berada di bawah
"Ayuk turun jes"
"Yahhh... kog cepet sih. Lagi ya"
"Uda malem jes, liat tuh banyak yg antri"
"Ih! Gak asik banget sih" omel jessica sambil keluar dari sangkar bialalang
"Jes" panggil rendra tiba-tiba saat berjalan keluar mall
"Apa ajusshi?" Jessica berbalik berdiri dihadapan rendra
"Besuk dan seterusnya gak usah kerumah om lagi.. uda om anggap lunas utang budinya" lanjut rendra
"Kan masi 2 hari lagi ajusshi. Yang ini td kan belom"
"Enggak usah"
"Kog ajusshi gitu sih"
"Kenapa?"
"Ya.. jahad gitu, masak gak bole main"
"Jes, temen km kn banyak. Main sma teman seumuranmu" ucap rendra mulai agak menekan dan menaikan suaranya
Jessica diam
"Gue ganggu ya?" Tanya jessica sedikit berkaca-kaca
"Enggk ganggu jes. Tapi bukan hal biasa gak pantes kamu jalan sama saya"
"Ohh Jadi om malu jalan sama bocah"
"Bukan gitu.. jes"
"Lalu ap!?" Jessica agak berteriak " om, gk nyadar ya kalo gue suka sma om, gue sayang sama om, gue cinta sama om "
Rendra sedikit tertawa kecil mendengar pernyataan jessica yang menurutnya absurd untuk dicerna "suka dari mnnya sih jes"
"Semuanya...!!" Teriak jessica
Rendra makin tertawa terbahak-bahak
"Kamu kira candaan ya om" jessica sedikit kesal
" iya, anak seumuran kamu tau apa sih jes" rendra sedikit terkikih " gini ya jes. Anak remaja seperti kamu bergaulnya bukan sama saya om-om begini. Dan soal perasaan kamu jes maaf om tidak tertarik sedikitpun dengan kamu"
Jessica menunduk
"Maaf kalo bikin kamu terasa dijahati sma om. Itu buat kebaikanmu sendiri kok, jadi om harap jessica ngerti ucapan om tadi ya"
Jessica masi menunduk
"Jes.. jes" rendra menepuk pundaknya. Jessica menangkat kepalanya. Wajahnya sudah memerah karna menangis
"Jadi intinya? Kamu nolak aku nih om, terus gk mau ketemu sama aku..." jessica terisak "selamanya.."
"Eh? Kog nangis? Jes, bukan gitu maksud om"
"Gimana sih om!!! Kalo enggak ya enggak kalo mau ya mau," jessica menyeka air matanya
"aku tau om cuman nganggap sepele perasaanku, dan cuman menganggap bocah kemaren sore yang tiba-tiba dateng ke hidupan om. Tapi aku beneran serius suka sama om" lanjutnya terus meneteskan air mata
Sekarang rendra yang diam. Dia melihat mata jessica ada potret dirinya ditatapan gadis remaja dihadapannya itu.
"Sekarang jessica serius, om mau tidak memulai hubungan dengan aku, jessica putri mahendra" ucap jessica penuh dengan keyakinan
Rendra masi diam. Seolah-olah dirinya dunianya terbalik dan berputar. Otaknya tidak bisa bekerja dengan baik untuk mengambil keputusan berbanding terbalik dengan
hatinya yg terus berdetak berbisik agar mengatakan iya.
Cukup lama Dia diam menatap mata jessica yang penuh dengan keyakinan
Tiba-tiba rendra mendekatkan wajahnya ke wajah jessica, otak rendra sudah tidak bisa berfikir lagi dia menyerahkan sepenuhnya kehatinya
Mengarahkannya dan melangkah mendekati jessica yang dihadapannya
Wajah mereka berhadapan dan sama-sama memerah
Saat itu angin sepoi-sepoi yang saling berlawanan menggerakan rambut mereka, seolah-olah rambut mereka akan terikat dan membiarkan saling terikat
Jessica yang saat itu terus menatap rendra, berjinjit agar wajah mereka semakin dekat dan menutup matanya
Dengan perlahan rendra menempelkan bibirnya ke bibir jessica
Cup
Rendra sedikit melumatnya
Jessica makin menutup mata dan menikmati bibir orang yang dihadapannya ini
"Hah!! Maaf!!" Ucap tiba-tiba rendra sambil mendorong tubuh jessica menjauh
"Uda sah ya.. ajusshi" jessica tersenyum
"Sah.. apanya jes" rendra menutup separuh mukanya menutupi wajah malunya
"Jadiannya hehe"
"Siapa?" Rendra sedikit mengelak dan berjalan mendahuluin jessica
"Kita lah. Ya sah ya.." jessica berlari mengikuti langkah rendra
Rendra merasa dirinya kembali ke 10 tahun silam. Perasaan debar-debar manis yang dulu ia alami sekarang merasakannya lagi.
¤¤¤¤
"Pagi... ajusshi!!!" Teriak jessica tiba-tiba sudah berada di samping rendra yang sedang mencuci motor "sayang" lanjut jessica berbisik
"Apaan sih jes"
"Panggil sayang juga dong"
"Enggak"
"Kalo baby"
"Bukan bayi"
"Kalo bebeb"
"Bukan bebek"
"Kalo Honey"
"Bukan madu"
"Terus apa dong"
"Kaya biasanya aja" ucap rendra masi mencuci motor
Jessica cengar cengir tersenyum dihadapan rendra sambil melihatnya
"Kenapa liat-liat jes. Belum mandi"
"Ajusshi ganteng ya" ucap jeasica sambil jongkok cengar cengir
Rendra diam sambil terus memgosok-gosok body motornya
"Mau dibantu?" Tanya jessica
"Ini. Yang bersih" rendra memberikan spon kepada jessica
"Siiap bos"
Mereka mencuci motor berdua, sesekali saling menciprat air. Seperti dua bocah yang baru pertama kali melihat air, mereka sesekali tertawa kecil
Tanpa disadari rendra yang dulu pelit senyum sekarang nampak bahagia diwajahnya
¤¤¤¤
Saat itu musim kemarau, beberapa daun didepan rumah jessica berguguran
Jessica duduk termenung dibawah pohon itu
"Non!! Makan dulu non!" Teriak bibi jami dari dalam rumah. Pembantu jessica
"Enggak bi!!" Jawab jessica sambil mencabuti rumput
"Non!! Ayuk non! Makan dulu" wanita tua yang berumur sekitar 50 tahun ini menghampiri jessica
"Papih, gak pulang lagi ya bi?" Tanya jessica menatap wajahnya
Bibi jami cuman mengangguk lesuh
"Aku nanti malam keluar ya bi"
"Lagi non!!"
"Bilang ama papih, kerumah temen"
"Non!! Non itu perempuan jangan keluyuran malem-malem, kalo non gak pulang bibi gk tenang non" bibi jami tiba-tiba menangis
"Jessica pulang kog bi, janji" jessica memeluk bibinya itu
"Janji ya non ya"
Jessica mengangguk
"Nanti telfon aja bi" lanjut jessica
"Ya udah, Kalau begitu, makan dulu ya non. Satu sendok aja ya"
Jessica mengangguk mengiyakan mereka masuk kedalam
Kling
- lagi ap jes? Om baru istirahat nih
Jessica senyam senyum mendapat pesan dari rendra
- baru makan ajusshi 😙
- makan yang banyak jes, biar cepet gede
"Kenapa non! enak ya masakan bibi" tanya bibinya sedikit menggoda
"Iya bi, enak enak. Jesi mau nambah lagi" ucap jessica dengan wajah bahagia
"Alhamdulillah iya.. bibi ambilin"
Jessica mengangguk
Kling
- maaf ya jes, q balik malem, jd gak usah mampir
- yah... padahal mau nginep
- jes, sekarang gak bole
- kenapa ajusshi?😘 ih jahad
- gpp. Takut kamu kenapa" aj
- kan ad ajusshi sayang 😚😚
- justru itu, pokoknya gk bole ya
- katanya ujian kan, fokus belajar yang rajin, biar lulus
- fighting jessica 🤗
- ih.. ajusshi, jesi seneng deh
- siap deh fokus belajar, biar lulus, kalo uda lulus nikah sama ajusshi ya?
- kuliah dulu
- nikah dulu baru kuliah
- jes. Belajar
- ya uda deh.. semangat yang kerja ajusshi
- iya jes
______________________________________
Cie dapet yg ting ting. Dan gak pernah tau mau dibawa kemana
Kumpul kebo. Jangan ditiru ya anak"
Ada yg baper. Enggak? Kurang nampol 😅😅😅
Rasane aku lali jatuh cinta
Sekali lagi maaf typo