Come to Me

Come to Me
Kerinduan



6 bulan kemudian


"Perkenakan nama saya Bianka, saya dari perusahaan bla bla bla bla.... mohon kerja samanya. Terimakasih" perkenalan seorang wanita ditengah-tengah rapat perusahaan


"Pak rendra, saya tunjuk kamu untuk headel kerjasama dengan perusahaan ini" kata dirut


Rendra mengiyakan


"Pak rendra, mohon kerjasamanya" ucap wanita dengan tinggi hampir sama rendra karna sepatu hak tingginya. Tampak anggun dengan baju kerja warna crem yang dia kenakan


"Ya bu bianka" rendra menunduk, tanda hormat


Lalu wanita itu, pergi berlalu begitu saja


"Pak ren, semangat ya pak! Kesempatan pak naik jabatan loh" senggol pak jaka


Rendra hanya tersenyum


"Duh... pak rendra, beruntung banget ya.. " tiba-tiba pak bani nimbung, nyosor dari belakang, saat mereka berjalan kembali ke habitat kerja masing-masing


"Beruntung apanya pak?" Tanya rendra gak ngeeh


"Yang Ting-Ting pergi, datenglah yang Aduhaii" cibir pria gempal itu


"Husss... omonganmu pak" ketus pak jaka


Rendra hanya terkekeh


¤¤¤¤


Kling


Kling


Rendra segera membukanya karna berharap itu dari jessica


Tapi yang dilihatnya nomor baru


- selamat malam pak rendra


- ini saya bianka


- ya, selamat malam juga bu


- kedepannya, mohon kerjasamanya ya pak


- iya bu


- jangan panggil saya ibu dong. Walopun janda saya masih muda kog


- ya maaf


- panggil saya bianka saja. Biar lebih santai mas rendra. Eh? Boleh ya panggil mas


- senyamannya aja bianka


Rendra hanya mengerutkan alis


- mas rendra, masih single?


- saya duda


- oh? Kirain masi berkeluarga


Rendra tidak membalas, masih asik dengan acara tv dihadapannya


- mas, sibuk ya


- maaf, enggak kog


- ya suda, slmt beristirahat ya mas


- ya


00.30


Rendra mencoba memejamkan mata tapi tidak bisa, dipikirannya selalu jessica. Dimenyadari bahwa dirinya sangat merindukannya.


Kemudia dia bangun dan menuju ke dapur. Menyeduh teh kantong sambil membawa beberapa camilan di rak. Membawanya ke kamar


Duduk di meja kerjanya. Menyalakan laptop dan menyelesaikan laporan yang masih tertunda


"Jika ini rindu, kenapa begitu kejam. Rasanya hati mengebu dan ingin berlabuh. Hanya mendengar namanya saja. Rasanya seperti terkena sengatan listrik. Bisakah aku menunggu dirimu yang kurindukan" ucap rendra membaca postingan di beranda instagram


"Pas banget" lanjutnya sambil mengklik hati


Klung


Sebuah DM masuk


- makasih hatinya. Btw mas rendra, jam segini belum tidur


Rendra mengerutkan alis. Mencoba mencari tahu siapakah orang ini


Dan ketika melihat profilnya ternyata bianka


" sejak kapan, kita saling follow" batinnya


- lembur


- oh... rajin banget, semangat ya mas. Minum vitamin


Tanpa membalas, rendra langsung log out. Dia merebahkan tubuhnya, dilihatnya jam dinding pukul


2.00 pagi


Dia menghela nafas panjang sekali. Dan sesekali memijit pinggiran matanya.


Sekali lagi menatap layar handphone-nya dengan walpaper wajah jessica


Lalu, dipencetlah nomor whatsapp jessica dan calling...


" iya sayang"


Terdengar sangat jelas, suara perempuan yang dia rindukan


"Sibuk ya"


"Ah..emh sedikit sih" jawab jessica agak gelagapan


"Lagi apa jes"


"Ah.. ini lagi baca"


"Mas ganggu ya"


"Enggak sayang"


"Beneran"


Jessica tidak segera menjawab


"Jes, masih disana" tanya rendra agak heran


"Maaf sayang. Maaf banget ya"


"Emh.. gapap kog"


"Eh?tunggu.. bukannya disana sudah pagi. Kamu belum tidur mas?" Tanya jessica tiba-tiba baru menyadari


"Iya. Gak bisa tidur"


"Kenapa sayang"


"Kangen jes"


Terdengar jessica terkikih


"Mau aku nina boboin"


"Mau" jawab rendra tanpa aba-aba


"Gak ah.. kayak anak kecil" jessica terkikih lagi


"Ya uda" jawab rendra sedikit ketus


"Aku dongengin aja ya, cerita kegiatanku dari tadi pagi sayang. Mau?"


"Mau"


"Ya uda dengerin ya..............."


Begitu mendengar suara jessica rendra sudah terlelap


¤¤¤¤


- sayang, lagi apa?


- kangen gak?


Klik send


Cukup lama rendra menunggu balasan dari jessica


- jes


- sibuk ya?


Klik send


Sambil memegang dokumen yang berada di tangannya, rendra terus menatap layar handphone


Rasanya seolah-olah terbalik, rendra berfikir mungkin begini rasanya jessica saat menunggu pesan darinya


Gelisah. Dicampur khawatir. Dicampur terlalu berharap dan takut kecewa


disudut ruang kerja dia merebahkan punggungnya di tembok. melihat atap ruangannya tanpa tahu apa yang dia lihat


¤¤¤¤


waktu jam makan siangpun tiba


Kling


- sayang dimana?


Rendra segera membuka hpnya. Dilihatnya pesan dari jessica


- lagi kerja. Kan hari kerja. Ada apa sayang?


- istirahat mau makan dimana


- cafe depan sayang


- ok


Sudah biasa jessica menanyakan hal-hal kecil semacam itu disela-sela kerjanya. hal-hal kecil itu membuatnya bersemangat melewati hari-harinya


Pak rendra dan kawan-kawan berjalan menuju cafe depan perusahaan


"Pak jak. Pak jak. Uihh lihat deh ada cewek cantik dari belakang" ucap pak bani sambil nunjuk-nunjuk perempuan berambut ikal panjang dengan dres biru gelapnya nampak serasi dengan tas kecil hitam dan sepatu high hillnya


"Istigfar pak. Nyebut eling istri dirumah" cibir rendra


"Iya pak. Khilaf dikit gak papa kan"


"Khilaf kog terus-terusan" lanjut rendra


Pak jaka dan pak bani hanya terkikih


Dari kejauhan. Rendra melihat perempuan itu celingukan dan satu persatu melihat karyawan yang melewatinya. Sukses membuat yang dilihatnya ke ge-er an


Kemudian perempuan itu berbalik kebelakang. Tepat diarah rendra berjauhan. Perempuan itu tampak girang dan melambaikan tangan ke arahnya


"Tunggu" batin rendra memastikan. Dan tampak sedikit bingung


"Pak!pak! Dipanggil tuh pak"


"Ciee gebetan baru"


"Siapa ya itu ya" rendra masi mematung melihat perempuan itu


Dengan muka agak kesal. Perempuan itu menghampiri rendra


" baru 6 bulan. Uda lupa" 


"Jessica?" Ucap rendra tampak ragu


Pak bani dan pak jaka kaget dan mengerti situasinya. Langsung saja meninggalkan mereka berdua


" iya sayang "


" kog beda? Gak imut"


Sedikit kesal jessica mencubit perut rendra


"Bercanda sayang" dipeluklah jessica ditempat umum


Bodoh amat diliatin orang pikirnya


"Kangen"


"Sama jes. Makin cantik kamu"


"Mas juga makin muda" ledek jessica


"baru libur ya?" tanya rendra berjalan menggandeng tangan jessica


"minta cuti"


"hmm... uda ketemu bibi"


"hee.. belum, dari bandara langsung kesini"


"ya uda nanti aku anterin, makan dulu yuk"


jessica mengangguk "nginep ya"


mendengar ucapannya, jantung rendra berdebar-debar dibarengi gairahnya yang tiba-tiba tersulut. tapi dia mencoba menyadarkan dirinya berfikir positif


"pengen tidur bareng" lanjutnya berkata malu-malu sambil memainkan tangan rendra


"jes.. belum sah" elak rendra yang sekarang mereka duduk berhadapan


"ih.. pelit" ketus jessica memanyunkan bibirnya


rendra hanya terkikih, lalu mengangguk mengiyakan merubah wajah perempuan yang berumur jauh dibawahnya itu tersenyum amat lebar


"ini kuncinya" rendra menyodorkan kunci rumah


"makasih sayang" goda jessica, menyendokan nasi goreng ke arahnya


¤¤¤¤


jam dinding menunjukkan pukul sembilan malam, menunggu di dalam rumah rendra sambil menonton tv. beberapa kali jessica tampak menguap. dan akhirnya karena sudah terlalu capek diapun terlelap disofa depan tv


angin yang masuk dari sela-sela jendela yang tidak tertutup rapat. Membuat tubuh jessica yang hanya terbalut singlet serta celana pendek sedikit menggidik kedinginan


Ia merasakan tubuhnya sedikit melayang diudara, dan itu membuatnya nyaman. Perlahan tubuhnya seperti menyentuh awan, terlentang diatasnya. Sangat empuk sehingga membuatnya menggeliat nikmat


Tidurnya semakin pulas, hingga dia merasakan bibirnya terasa basah seperti ada yang mencumbuinya. Perlahan dia mencoba membuka matanya, dilihatnya orang yang sedang jessica tunggu sudah bermain diatas bibirnya


“aj..u..hhmm..shii” ucapnya setengah sadar. Tubuh jessica rasanya tidak bisa bergerak


“sudah bangun jes, maaf ya. Tadi kerjaan banyak, jadi lembur” jelasnya, memandangi jessica. Tangan rendra sudah mengelus-elus rambutnya dan tubuhnya sudah **** tubuh jessica


Jessica mengangguk sedikit menggeliat “kamu berat sayang” ucap jessica meringis, lalu menarik leher rendra dan mencium bibirnya


Cukup lama, sesekali berhenti dan menarik nafas. Rasanya rendrapun sudah tidak sadar akan yang dilakukan. Perlahan ciuman itu berjalan ke leher jessica dengan leluasan mencubuinya dan memberikan bekas yang cukup banyak di dadanya


Jessica hanya mengeliat dan sesekali mendesah


“aju..hmmn.. shii..” panggil jessica, membuat rendra berhenti melakukan aktifitasnya serta sedikit membuatnya tersadar. mengangkat tubuhnya agar tidak **** tubuh jessica yang sepertinya terlalu berat


Keduanya saling memandang, gairah keduanya sudah berada dipuncaknya. Membuat tubuh lelaki bertubuh cukup atletis itu kegerahan padahal suhu ac sudah dibawah duapuluh derajat. Rendrapun membuka kaosnya, lekukan badan yang hanya terkena sorotan lampu meja membuatnya jelas sekali saling menonjol


Tangan jessicapun tak hanya diam, dia merabanya hingga membuat lelaki itu menikmatinya. Lalu jessica menarik tubuh lelaki itu dan menciumnya lagi


Memainkan setiap wajah milik jessica. “mmucch mm” suara ciuman mereka memenuhi kamarnya. Masih terus saling mencumbu diletakkannya tangan rendra di pundak jessica menarik tali singletnya kebawah. Perlahan


Hingga buah dada jessica sudah setengah terbuka


“nggggh”


Rendra menghentikan aktifitasnya lagi, dilihatnya jessica yang memejamkan mata sedikit ketakutan dan tangannya gemetar. Membuat lelaki menyandang duda itu tersadar


“kamu belum siap sayang” ucap rendra, dan membenahi baju jessica. Juga memakai kaos yang sempat dia lepas


Jessica membuka matanya dan hanya diam


“sudah tengah malam, tidurah. Aku akan membasuh muka” ucapnya berjalan menuju kamar mandi yang berada didalam kamarnya


“ma..maaf!!” teriak jessica setelah rendra sudah berada dikamar mandi


Ini pertama kali untuk jessica jika harus menampakkan seluruh tubuhnya. Jadi sedikit membuatnya tidak nyaman. Dengan menutup muka dengan ke dua tangannya, jessica menggerutu menata kalimat untuk meminta maaf ataupun sekedar memberi alasan yang jelas. Agar lelaki yang dicintai itu tidak kecewa


Didalam kamar mandi, rendra membasahi wajahnya dengan air diwastafel. Menepuk kedua pipinya agar tersadar


Beberapa kali menarik nafas, “ini salahku, jessica masih terlalu muda jika sudah aku kotori” pekiknya sedikit merasa kecewa dan berdosa


“jes, maaf ya” rendra sudah berbaring disamping jessica


Dia menggelengkan kepala cukup kencang “jessica yang minta maaf, aku..”


“iya mas paham, uda tengah malam tidur gih” Belum selesai jessica menjelaskan rendra ikut berbicara, mencium kening wanitanya itu serambi tersenyum “boleh ketemu ayah kamu?”


“e... ngapain?” tanya jessica agak kikuk


“nglamar kamu”


“serius?”


“iya..”


“ya uda, besuk ke rumah, ayah dirumah” jawabnya cukup membuatnya senang


Rendra mengangguk, dan memeluk jessica di tidurnya


-----------------------------------------------


klo belum sah jangan berbuat ya om.. nyosor" dikit gpplah 😂


kesian anak abg uda mau dipersunting


direstuin gak ya?


hadehh kek sinetron yak


enaknya gimana nih 😅😅 aku bingung