
"Pak pak uda siuman" tanya seorang suster
Rendra membuka mata, dilihatnya dia sudah berada di kamar rumah sakit dengan infus ditangannya
"Saya sakit apa sus?" Tanya rendra pelan
"Bapak sakit tifus. Juga kecapekan. Sudah 1 hari bapak pingsan" jelas suster " jangan banyak gerak dulu ya pak. Badannya masih lemas. Kalu mau kekamar kecil. Pakai ini dulu" dia menyodokan pipot "Dan makan yang banyak ya pak. Semoga lekas sembuh" lanjutnya ramah
"Iyya sus, makasih"
Rendra menutup mata dan teringat sosok jessica. Dia memaksakan diri bangun dan mencari telfonnya
Dipanggillah nama kontak yang bernama jessica itu
Dan setelah nada tut " maaf nomor yang anda tuju sedang-" rendra langsung mengakhiri telfonnya dan mencoba perkali-kali menghubungi jessica berharap
Nihil
Rendra terdiam, lagi dan lagi perasaan hancurnya datang
Titik terrendah dikehidupan rendra. Apakah itu sebuah takdir atau kesalahannya. Gak ngerti. Mencoba berkali-kali mencerna semua kejadian yang telah berlalu
"Jessica... maaf, sekali lagi maaf" batinnya sambil memijit kepalanya
¤¤¤¤
Tok tok tok
"Assalamu'alaikum pak" salam dari luar kamar pasien
"Wa'alaikumsalam. Masuk aja" jawab rendra yang masih tiduran memegang HPnya
Masuklah beberapa anak buah karyawannya, juga pak bani dan pak jaka beserta istri-istrinya
"Gimana pak? Uda baikan belum?" Tanya pak bani menghampiri
"Ya.. mendingan pak" jawab rendra. Dia melihat satu persatu anak buahnya itu. Di lihatnya mita disana dengan mata berkaca-kaca "terima kasih ya.. sudah menjenguk" lanjutnya
"Iya pak, cepat sembuh" jawab beberapa karyawan
"Pak rendra" panggil mita, dia melangkah maju menghampiri rendra yang berbaring. Meletakan buket buah disampingnya "pak rendra cepet sembuh ya.. jangan sakit lagi" lanjutnya sadikit menitikan air mata
"Makasih mit.." rendra memegang tangan mita yang tampak ragu ingin memegang tangan rendra juga "maaf ya soal kemarin" ucap rendra lirih
"Eng.. enggak papa pak. Mita ngerti kog" jawabnya jg lirih agar tidak terdengar dengan yang lain
"Terimakasih"
"Pak makasih ya... repot-repot jenguk" ucap rendra
"Uda gak usah dipikirkan, uda dianggap keluarga" sahut pak jaka
"Mah.. tolong beresin keperluannya ya sekalian anak-anak yang diluar dikasi minum sama cemilan" ucap pak bani kepada istrinya tampak membersihkan lemari yang berserakan dibantu istri pak jaka. Dan meletakan beberapa pakaian milik pak jaka buat baju ganti
"Nanti malam saya temani pak" ucap pak jaka
Rendra mengangguk lemah
Kemudian suster masuk. Mengganti infus, mengecek tekanan darah dan memberi beberapa obat
"Maaf ya.. pak rendra harus istirahat" ucap suster kepada mereka
"Ya sudah pak. Kita diluar. Bapak istirahat" ucap beberapa karyawan juga pak jaka dan bani
Rendra hanya mengangguk
Saat suster menutup pintu. Pak bani mendekati suster itu "masih parah ya sus" tanyanya pelan
"Iya pak. Kondisinya masih lemah. Dan ini malah tekanan darahnya menurun. Mohon pengertiannya ya pak"
"Ya sus. Makasih ya sus"
Suster itu mengangguk dan pergi
" pak gimana pak?" Tanya pak jaka
" kamu kenal yang namanya jessica gak?" Tanya balik pak bani
"Bapak kih piye toh.. ditanya kog balik nanya. Gak tau pak"
"Bentar bentar... sepertinya pernah lihat. Waktu nganterin anakku ambil kelulusan. Nanti tak tanya anakku. Pak jaka tolong jagain ya"
"Loh? Loh? Ya siap ya siap" jawabnya lantang
Pak bani bergegas pulang dengan istrinya
Sayup sayup rendra mendengar percakapan mereka, bagi rendra pak bani sudah seperti ayahnya sendiri dan pak jaka seperti kakak untuknya. Dia bersyukur mengenal mereka walau berbeda agama dan ras
______________________________________
😢 saya yg nulis smbil nangis loh, nyampe gk sih feelnya