Come to Me

Come to Me
Sisi Lain Jessica



"Wah... jesi dateng tuh!!" Teriak salah seorang lelaki berpakaian serba hitam dengan rantai-rantai di celana jeans-nya


"Wah!! Iya" saut temannya yang lain dengan tato di lengannya


"Jesi!!!" Panggil pria lain dengan tubuh jangkung berlari mendekati jessica yang saat itu memakai baju serta topi senada dengan mereka 


"Bawa apa jes!!" Tanya ketua genk itu. Bentuk Badannya 11 12 mirip dengan rendra, bedanya kulitnya agak gelap dan ikat kepala biru yang dia kenakan menandakan otoritasnya dikelompok itu


"Ini bos!! Makanan gue bawa dari rumah, pada laperkan" jawab jessica sambil meletakkan sekardus camilan dan buah


"Uiihh.. mantep deh. Thanks mbak bro"


"Yoii.. mbak bro siap membantu kalian"


"Siippp!! Demen gue cewe beginian" celetuk salah seorang dari mereka


"Woi!! Uda ada yang punya jangan macem-macem lu!!" Bela lelaki jangkung yang menghampirinya tadi. Sambil mengacak-ngacak rambut lelaki yang berceletuk tadi


Jessica yang mendengar hanya terkikih


"Makasih ya jes"


"Santai aja bos"


"Jes, semangat yang ujian ya" lanjut bos. lelaki yang bernama galuh 


"Iya.. uda yok makan dulu"


"Ayok serbu.."


Mereka makan sambil bercengkrama. Sesekali tertawa tertiwi


"Jes, gimana kabar pacar kamu?" Tanya deni. Lelaki jangkung tadi yang sudah dianggap sebagai kakaknya sendiri


Ditengah-tengah suasana makan


"Ahh... biasa. Kerja mulu haha"


"Gpp. Jes buat masa depan kalik"


Jessica hanya tersenyum


"Kalau om itu menyakitimu bilang aku jes" galuh tiba-tiba menyaut sambil makan snack


"Ihirr..."


"Icikiwirr"


"Cia cia cinta segitiga"


Celoteh beberapa orang itu yang berjumlah 9 orang termasuk jessica


"Ahh.. apaan sih kalian, kita keluarga tauk"


"Iya mah!!" ucap mereka serempak mengarah jessica


"Iyah pah!!" lanjut mengarah ke galuh


Kemudian mereka tertawa terbahak-bahak sampai ada yang terbatuk batuk


Lanjut temannya saling memberikan minum


Kling kling


- jes, uda tidur?


- om, lg diperjalanan


- baru selesai belajar ajusshi


Segera jessica membalas. Saat jessica dan teman-teman berjalan menyusuri komplek alias patroli. Yg lumayan jauh dari rumah rendra


¤¤¤¤


Rendra tersenyum sambil menyetir mobilnya. Entah kenapa tiba-tiba rendra kangen dengan anak yg bernama jessica ini


Dengan menyetir pelan rendra menulis pesan dan klik send


Kling


Kling


Dengan cepat hpnya berbunyi lg


- ku kesana ya ajusshi


- ku juga kangen ajusshi 😚❤


Rendra tersenyum dengan pipi memerah. Dan melaju cepat


¤¤¤¤


"Bro.. maaf ya pacar minta ketemu" ucap jessica tiba-tiba


"Cie... "


"Ihir"


"Ya uda sana jes. Hati-hati" ucap galuh


"Siap bos"


"Bos. Jangan patah hati ya"


"Keluarga. Ayuk lanjut patroli"


"Siiaap bos"


Jessica langsung berlari mencari toilet umun dan berganti kaos pink dan melepas topinya. Sedikit memoles bibirnya


¤¤¤¤


"Ajusshi!!!!" Teriak jessica saat melihat mobil rendra yang melaju


Dan kemudian mobil itu berhenti. Jessica berlari mendekati


"Hos.. hos hos, cape malem-malem lari"


Jessica ngos.ngosan


"Buruan masuk jes"


"Iyya"


Mereka sudah duduk manis dimobil rendra


"Tumben, ajusshi pengen ketemu " ucap jessica sedikit terkikih


"Gak bole ya. Katanya pacar" jawab rendra masih menyetir


"Aduhh.. kog malu ya gue. Boleh kog sayang " saut jessica sedikit menggoda


Rendra hanya tersenyum tipis menahan rasa gejolak dalam hatinya


"Uda makan jes?" 


"Belum ajusshi. Mau taktri ya"


Rendra mengangguk "mau makan ditempat atau dibawa pulang jes?"


Jessica melihat jam tanggannya yang menunjukkan pukul setengah tujuh. Ingat kata bibinya harus segera pulang


"Ummm.... dirumah aja deh"


"Kenapa lihat jam jes? Uda kemaleman ya? Nanti aku anterin pulang"


"Ahhaha enggak kog masi sore ini, gak usah dianterin jesi bisa pulang sendiri kog"


"Jes, keselamatan kamu uda jadi tanggung jawab aku ya.. jadi kalau bisa gak usah sungkan-sungkan minta bantuan "


"Iihh... ajusshi, bikin adem deh. Iya iya sayang" jawab jessica gemas sambil memandangi rendra. Tapi rendra tetap melihat kedepan sambil menyetir


"Jesi pengen makan apa?"


"Umm.... nasi goreng aja deh"


"Ya.. kebetulan itu. Ada yang buka"


"Eh? Ada es tebu. Sekalian ya ajusshi hehe"


"Uda. Apa lagi jes? Km kan makannya banyak. Aku aja kalah"


"Hehe... sama ada martabak itu ajusshi. Sama cilok ya ya.."


"Iya. Uda itu aja"


Jessica mengangguk semangat


"Ya uda tunggu di dalam ya. Aku beli dulu" diparkirkan mobil rendra dan dia keluar menuju abang-abang yang berjualan td


Dari dalam mobil jessica memandanginya sambil tersenyum


Triing tringgg triiinggg


Bibi calling


Segera jessica mengangkatnya


"Haloo bi"


"Non! Cepet pulang non! Papi non pulang"


"Pulang sendiri bi"


"Anu non! Anu bentar non!.... anu sama..." terdengar suara bibi agak terputus-putus dan berisik


Jessica berinisiatif keluar dari mobil karna pikirnya sinyalnya terganggu didalam mobil


"Jesica!!! Pulang! Kenapa jam segini gak dirumah"


"Papi sendiri, ngapain pulang. Biasanya travelling sama perempuan papi"


"Dasar anak kurang ajar!!!"


"Mas mas sabar mas" terdengar suara perempuan di telfonnya


"Papi!! Bawa perempuan lain lagi ya"


"Jaga bicaramu jes! Ini calon mami mu"


"Gak!!" Tiba-tiba jessica meneteskan air mata


"Pokoknya kamu pulang jes!!"


Dengan segera jessica menutup telfonnya. Air matanya terus mengalir


Dan dia kembali kedalam mobil. Mengambil jaket rendra yang berada dibelakang mobil. Menutup wajahnya dengan jaket rendra


Cukup lama jessica menangis tanpa bersuara


Rendra masuk ke mobil


"Jes? Tidur"


Jessica mengangguk di balik jaket


"Ya uda. Nanti kalau uda sampai aku bangunin"


Jessica mengangguk lagi


Saat itu perasaan rendra sedikit aneh. Tanpa bertanya rendra melajukan mobilnya


"Jes!jes! Uda sampai"


Jessica membuka jaketnya. Rendra kaget yang dilihatnya mata jessica sembab dan sedikit bengkak


"Eh? Jes! Kamu nangis? Kenapa?"


Dengan segera rendra turun dan membukakan pintu untuk jessica


"Hehe cuman kelilipan tadi ajusshi" jessica mencoba tersenyum


"Enggak! jangan bohong kenapa jes?"


Jessica diam sambil menatap wajah rendra


" laper..... hehe " ucap jessica sambil ngengelus-ngelus perutnya


Rendra paham mungkin jessica belum pengen cerita rendra mengiyakan dan mereka masuk kerumah


Kemudian makan


¤¤¤¤


Enggak seperti biasanya jessica hanya diam sambil nonton tv dirumah rendra. Dengan volume yang cukup keras menutupi suara rendra dari dapur yang berteriak memanggilnya.


"Jes jes" rendra menepuk pundak jessica dari samping. Rendra sedikit kaget dengan tatapan kosong jessica


"Ahh... iyya ajusshi"


"Dipanggil dari tadi kog gak nyaut jes"


"Ahhh... gak denger " jessica sedikit tersenyum paksa


"Belum bisa cerita ya jes" ucap rendra duduk disampingnya


Jessica menggelengkan kepala "boleh peluk ajusshi gak?" Lanjutnya


"Boleh. Sini" 


Dengan perlahan jessica mengulurkan tangannya dan melingkarkannya di perut rendra. Rendre balik melingkarkan tangannya di punggung jessica yang baru dia sadari badannya amat kecil dan kurus


Wajah jessica menempel di dada rendra yang bidang dan lapang. Debar-debar jantungnya jelas sekali terdengar oleh jessica


Jessica tak memperdulikannya dan hanya memeluk rendra semakin erat tanpa berkata sedikitpun


Cukup lama


Hanya suara tv dengan program tv yang seharusnya lucu tapi tidak buat mereka. Pikiran mereka berlari kemana saja yang ingin mereka pikirkan


¤¤¤¤


Alarm berbunyi🎶


Waktu menunjukkan pukul setengah enam. Cahaya yang masuk dicelah-celah jendela tepat mengenai mata rendra. Ia terbangun sambil mencari letak alarmnya dan mematikannya


Rendra hendak bangun dari tempat tidurnya. Tapi sesuatu seperti menahan dirinya


Ia menoleh kekiri dilihatnya jessica masih memeluknya


"Jes jes.." rendra coba membangunkannya. Ia menepuk-nepuk punggung jessica dibalik selimut


"Hmmmm..." sahutnya sedikit membuka mata dan melepaskan pelukkanya "ajusshi kita seranjang" lanjutnya sambil bangkit dari kasur


Rendra tersentak kaget saat melihat jessica hanya memakai bra nya


"Waaaaa... lupa" jessica langsung menutupnya lagi dengan selimut


"Jes... semalem kita gak ngapa"in kan?" Tanya rendra cemas. Dan masih menutupi badannya dengan selimut


"Yeee... kog tanya aku sih ajusshi. Mana aku tau" sahut jessica 


Rendra perlahan membuka selimutnya


"Syukurlah aman" rendra tampak menghela nafas panjang sambil membuka selimutnya tampak ia mengenakan baju lengkap seperti semalam


"Yakin ahjusshi. Kog gue begini" kata jessica sedikit menyangkal


"Om gak ngerasa ya ngapa"in kamu jes. Sumpah. Demi Allah"


"Hihihi iyya ahjusshi. Percaya. Jessica lupa tadi malem bangun mau minum jus dikulkas eh ketumpahan. Habisnya sambil merem sih. Reflek bajunya dicopot ehh lupa mau ambil bajunya ajusshi. Keburu ngantuk hihi" jelasnya sedikit malu


"Jes.jes. bahaya. Bahaya" rendra menggeleng-gelengkan kepala dan bangkit dari tempat tidurnya "om keluar. Cepet pake baju. Sarapan"


"Hihi iyayaya"


¤¤¤¤


"Ku anter sampe rumah ya.. sekalian pengen tau rumahmu mana?" Ajak rendra saat mengenakan sepatu kerjanya diteras bersama jessica yang saat itu duduk disamping kanannya


"Duh.. mau diseriusin nih" celetuk jessica senyam senyum sambil menyenggol bahu rendra


"Lah, mau apa enggak?"


"Mau mau mau" tanpa aba-aba jessica langsung mengiyakan, dan langsung berdiri"ayuk ajusshi buruan"


"Iyaa..."


Segera mereka menaiki motor dan menuju sebuah rumah bagunan kuno berdinding kayu, cukup besar dan halaman luas.


Sesekali terdengar teriakan anak kecil


"Sini jes" mereka berhenti tepat di depan pintu halaman rumah itu


"Iya, kenapa kaget ya, saya orang miskin"


"Enggak, boleh ikut masuk?" Tanya rendra mengikuti langkah jessica


"Telat gak ntar?"


"Enggak, masuk agak siang jes kan cuman lembur" jawab rendra melangkah berbarengan


"Wah, perlu ngapalin jadwal calon suami nih" celetuk jessica tertawa kecil


"Besuk aku kasih jadwalku"


"Ehh... serius?" 


"Lah, mau diseriusin apa enggak"


"Gak mau nolak tau..." jessica tersenyum lebar. Begitu juga dengan rendra


"Mbak..... jesii!! Mbak jesiiiii!!!" Tiba-tiba teriakan anak-anak terdengar dari dalam rumah. Berlarian, berkejar-kejaran saling mendahului berlari menuju jessica


"Sini!!" Jawab jessica berada di luar teras


Dengan berisik mereka berlari dengan posisi tangan melapang tanda minta dipeluk, tapi saling memukul genit. Cukup dengan tiga bocah kecil ini, 2 laki-laki 1 perempuan ini. Mampu membuat kerusuhan di teras


"Mbak jesi! Mbak jesi!" Mereka berteriak berebut pelukan dari jessica


"Satu satu satu. Simbok mana dek?"


"Simbok belum pulang mbak. Huhu" jawab salah satu bocah itu. Zaky. Rambut gondrong dan gigi ompongnya mencoba membuat ekspresi sedih


Jessica sedikit tertegun khawatir


"Itu siapa mbak?" Tanya bocah perempuan berrambut sebahu itu. Kamel. Menatap tajam dan sinis ke arah lelaki yang berada dibelakang tak jauh dari jessica "mau culik mbak jesi ya?" Lanjutnya masih menatap sinis


Rendra terkikih pelan "cuman nganterin mbak jesi. Tadi tersesat dijalan"


"Om itu bohong. Adek-adek kenalin nih ya. Ini pacar mbak jesi. Salim. Kenalan dulu gih" ucap jessica mengarahkan


"Saya ilham om" langsung anak yang kalem diantara yang lainnya bersalaman dan mencium tangannya


Sedangkan yang lain masih menatap sinis sambil memeluk jessica. Sebenernya zaky cuman ikut-ikutan kamel


"Saya gak akan ngambil mbak jesi kalian kog dek. Om cuman jagain biar gak ada orang yang bikin nangis mbak jesi" ucap rendra tersenyum seolah tahu apa yang dipikirkan anak-anak itu


"Beneran ya om" jawab kamel


Jessica hanya menggelengkan kepala sambil terkikih


"Iya.. janji"


"Ya uda.." anak perempuan itu kemudian mendekati rendra dan bersalaman mencium tangannya " saya kamel "


"Saya Zaky" ucapnya mengikuti kamel


Rendra dan jessica hanya terkikih kecil dengan kelakuan anak-anak itu


¤¤¤¤


"Jes.. aku berangkat dulu ya" ucap rendra hendak keluar


"Iya ati-ati" jessica mencium tangannya. Tiba-tiba kurcil-kurcil itu ikutan 


"Dadah adek-adek"


"Dadah om" ucap zaky dan ilham


"Dadah om... ganteng" ucap kamel


"Ehhh... tunggu dulu. Ini budhe bawain bekal" teriak bu ibu yang mengenakan daster berlari kecil membawa rantang tuppewer


"Budhe gak usah repot-repot"


"Mas terima aja ya. Budhe uda capek-capek siapin" ucap jessica


Rendra sedikit kaget dengan panggilannya "eh? Ya ya uda.. makasih budhe"


"Ya sama-sama. Ati-ati"


Rendra mengangguk tersenyum kearah mereka