
Melihat manager utama tidak bergerak, Yiran kembali menatap Qing Mei.
"Nona Cheng ? Keluarga Cheng yang kutahu tidak memiliki seorang putri" Yiran mengacu pada keluarga Cheng yang termasuk dalam daftar orang kaya.
"Jadi tentu saja kau bukan dari keluarga Cheng yang kutahu. Lalu apa tunanganmu yang berkuasa ? Boleh kutahu marga tunanganmu ? Dengan begitu kita bisa tahu siapa yang lebih pantas"
Qing Mei masih tidak menyahutinya. Ia memilih mengirim pesan pada Zhang Chen menanyakan apa harus gedung K ? Kalau tidak lebih baik memilih gedung lain daripada harus berdebat dengan gadis disebelahnya.
Zhang Chen membalas : 'Apa sulit melakukan reservasi dengan gedung K ?'
Qing Mei : ' Tidak. Hanya saja ada pasangan lain yang menginginkan gedung ini juga. Apa sebaiknya kita mengalah saja ?'
Zhang Chen : 'Aku akan kesana. Tunggu aku'
Qing Mei mengunci kembali ponselnya.
"Dia akan datang sebentar lagi, biarkan dia yang menentukan apa akan mereservasi atau memberikannya padamu" balas Qing Mei pada gadis disebelahnya.
Yiran tidak senang. Tapi ia tetap duduk dan menunggu, disebelah gadis itu seorang pria ikut duduk dengan patuh juga membantunya membawakan tas.
Sepuluh menit berlalu dan Zhang Chen belum juga datang, Qing Mei masih menunggunya.
"Apa kau yakin dia akan datang ? Kalau tidak katakan padanya untuk tidak perlu repot-repot datang dan serahkan saja reservasi gedung untuk kami"
Qing Mei tidak membalas ucapan gadis itu dan tetap menunggu.
"Lagipula tunanganmu tidak mungkin lebih berkuasa dari keluarga Yi apalagi dibandingan dengan tunanganku. Apa kau tahu ? Tunanganku adalah Lin Xi An" gadis itu mengamit lengan tunangannya dengan manja.
Walau Qing Mei tidak banyak tahu tentang tingkatan orang kaya, setidaknya dia tahu tentang pria bernama Lin Xi An.
Lin Xi An adalah putra sulung pertama dari Lin Da Xiong kepala mentri keuangan di Shenzhen, dan setahun terakhir putranya Lin Xi An yang kembali dari Amerika juga masuk ke pemerintahan.
Dikatakan penampilan pria itu sangat tampan dengan latar belakang keluarga yang baik. Setelah di wawancarai oleh salah satu saluran tv nasional, banyak wanita yang terpesona dengan ketampanannya.
Tapi dibandingkan dengan wajah Zhang Chen yang terpahat dengan baik, Lin Xi An tidak ada apa-apanya.
Qing Mei menerima pesan baru di ponselnya.
Zhang Chen : 'Aku sudah tiba di parkiran'
Qing Mei berdiri untuk menyambutnya di pintu depan tapi segera dihentikan oleh gadis disebelahnya.
"Mau kemana ? Apa tunanganmu tidak jadi datang? Kau tidak bisa pergi begitu saja. Kau sudah membuang waktu kami!" gadis itu membentak Qing Mei, tangannya menggenggam pergelangan tangan Qing Mei dengan kuat. Kuku-kuku panjangnya menancap dengan tajam di kulit putih Qing Mei.
"Dia akan datang. Lepaskan tanganmu" Qing Mei berusaha melepaskan cekalannya tapi gadis itu tidak melonggarkan cengkramannya.
"Berhentilah berbohong! Kau sudah membuat kami menunggu dua puluh menit! Tapi tunanganmu tidak juga datang. Kau pasti hanya penipu. Gadis sepertimu mana bisa menyewa gedung mahal ini! Black card itu juga pasti palsu!"
Pasangan lain yang sedang melihat-lihat gedung terpancing untuk melihat keributan di meja reservasi.
Satu per satu mulai berkumpul untuk melihat apa yang terjadi.
Yiran menatap manager utama gedung "Apa yang kau lakukan ? Apa kau tidak memanggil polisi ? Dia jelas penipu!"
"Nona Yi tenang dulu.. Mungkin hanya salah paham" manager utama masih memiliki akal sehatnya.
"Yiran, lepaskan tanganmu. Tidak baik untuk dilihat orang. Bicarakan perlahan" Lin Xi An juga membujuknya tapi gadis itu kukuh tidak mau melepaskan cengkramannya.
"Lepaskan" suara dingin dan tajam menggema. Lalu sosok tinggi dengan aura gelap muncul di balik tubuh Qing Mei. Tangan putih nan dingin menghentak tangan Yiran hingga cengkramannya lepas.
Aura disekitar tubuh Zhang Chen menggelap. Tatapan tajamnya menusuk ke arah gadis dihadapannya. Yiran tidak berani untuk berkutik.
"Tu..Tuan Zhang" Manager Utama tergagap.
Yiran yang mendengar Manager Utama memanggil pria dengan aura mematikan dengan panggilan Tuan Zhang seketika terkejut.
Tidak mungkin!
Apa ini Tuan Zhang yang legendaris itu ?!
Kalangan Elit jelas mengenalnya!
Zhang Chen!
Pria nomor satu se-Asia. Kekayaannya mencapai jutaan triliun. Bisa bertemu dengannya adalah kesempatan yang sangat langkah!
Yiran seketika mengubah sikapnya. Ia menunjukan senyum lembut dan sopan. Tapi kenapa ia membantu gadis ini ? Apa karena dia kebetulan lewat dan melihat pertengkaran ?
"Tuan Zhang jangan salah paham. Gadis ini adalah penipu.. dia membuat kami menunggu hampir dua puluh menit mengatakan tunangannya akan datang untuk menyewa gedung tapi tiba-tiba dia ingin pergi. Ia juga membawa blackcard palsu. Tuan Zhang jangan membelanya" Yiran tidak tahu dari mana keberaniannya muncul untuk mengatakan kalimat begitu panjang pada pria berkuasa ini. Ia hanya tidak ingin image -nya memburuk karena melukai orang lain.
Tapi yang tidak disangka kalimat yang di keluarkan Zhang Chen berikutnya malah membuatnya hampir mengalami serangan jantung.
"Kau menyebut istriku seorang penipu ?" Suaranya sangat halus layaknya semilir angin di musim gugur tapi membawa hawa dingin yang menembus kulit.
"I..Istri ?" Yiran tergagap.
Tidak mungkin! Bagaimana bisa gadis ini adalah istri dari seorang Zhang Chen ?! Lagipula ia tidak pernah mendengar bahwa pria yang mulia ini telah menikah!
"Kartu yang kuberikan padanya kau bilang palsu ? Nona.. kupikir kepercayaan dirimu terlalu tinggi. Apa menurutmu keluarga Yi dan Lin lebih mampu dariku ?"
Melihat dan mendengar setiap adegan yang terlintas di depannya. Lin Xi An menggertakan giginya. Tidak ada yang bisa menandingi seorang Zhang Chen. Tidak ada yang berani menyinggungnya. Bila ia tidak senang, maka itu artinya tidak ada lagi tempat untukmu menginjakan kaki di seluruh Asia!
Lin Xi An dan ayahnya sekarang sedang berusaha untuk naik jabatan dalam urusan kenegaraan, menyinggung Zhang Chen bisa membuat usaha yang mereka pupuk selama bertahun-tahun hancur dalam sekejap mata.
"Tuan Zhang! Maaf ini kesalahpahaman. Yiran tidak bermaksud seperti itu.. tolong jangan mengambil hati" Lin Xi An lalu menarik tangan Yiran dengan kasar ke arahnya dan berbisik dengan amarah tertahan.
"Apa yang kau lakukan ? Cepatlah minta maaf!" Yiran juga tahu bahwa ia tidak dapat memprovokasi pria dihadapannya ini jadi ia dengan cepat menunduk untuk meminta maaf.
"Tu..tuan Zhang. Ini salah paham. Maafkan aku. Aku tidak tahu bahwa dia adalah Nyonya Zhang. Aku minta maaf"
Zhang Chen tidak menanggapinya jadi Yiran sekali lagi menundukan kepalanya pada Qing Mei dan meminta maaf.
"Nyonya Zhang, tolong maafkan aku. Aku benar-benar melakukan kesalahan. Aku minta maaf.. tolong maafkan aku"
Zhang Chen tidak membiarkan Qing Mei menanggapi pasangan itu. Ia menariknya kedalam pelukannya dan membawanya pergi dari tempat itu.
Naik ke mobil hitam yang sudah terpakir di pintu masuk utama Zhang Chen memerintahkan supir untuk pergi ke apotik terdekat untuk membeli salep.
Melihat auranya yang gelap Qing Mei berusaha membujuknya.
"Aku baik-baik saja. Bekasnya akan segera hilang. Jangan khawatir"
"Kau tidak diizinkan terluka. Kedepannya aku tidak akan melepaskan orang-orang yang menyakitimu dengan mudah"
To Be Continue