
"Maksudmu..undangan pernikahan kita ?" Qing Mei bertanya untuk memastikan.
"Tentu saja pernikahan kita kalau tidak pernikahan siapa lagi yang harus kau urus. Awalnya sekretarisku yang akan mengurusnya, tapi karena kau punya waktu luang..biarkan kau mengurusnya sendiri. Kau bisa mengaturnya sesuai dengan keinginanmu"
Qing Mei tidak tahu harus berkata apa. Ia pikir tidak akan ada pesta pernikahan karena mereka menikah secara mendadak. Ia menatap lagi daftar tamu yang harus di undang dan itu sungguh banyak!
"Kau bisa menambahkan yang ingin kau undang" sambung Zhang Chen tapi wanita itu menggeleng pelan.
"Tidak ada yang perlu ku undang. Aku akan mengurusnya"
"Mmm"
.
Keesokan paginya saat Qing Mei bangun, Zhang Chen sudah rapi dengan jas kerjanya. Siluet yang terpapar sinar matahari yang merembes masuk melalui jendela menampakan sosok yang ramping dan tinggi, garis rahangnya sempurna.
Qing Mei turun dari tempat tidur dengan cepat dan berjalan ke sisi pria itu.
"Biar kubantu" ia dengan cekatan mengikat simpul dasi membentuk segitiga dan merapikan kerah kemeja. Dan Zhang Chen menyukai itu.
Begitu Qing Mei menarik tangannya kembali, sebuah kecupan ringan turun di dahinya.
Itu pagi yang manis.
Setelah ia pergi membersihkan diri dan turun, Zhang Chen menunggunya di meja makan untuk sarapan bersama.
"Kemana kau akan pergi sepagi ini ?"
"Aku akan pergi melihat ibu dan mengecek beberapa gedung karna banyak tamu yang akan di undang, aku akan mencari yang luas dan cocok"
"Ada gedung yang kau inginkan ?"
"Semalam aku mengutak-atik situs pencarian dan menemukan beberapa daftar gedung tapi tidak yakin apa itu akan cukup untuk menampung tamu yang akan di undang"
"Kalau begitu reservasi gedung K"
"Gedung K ?!" Qing Mei terkejut mendengarnya dari semua situs yang ia baca semalam..gedung K adalah yang termahal dan terluas. Tempat impian para gadis untuk menyelenggarakan pernikahan!
"Mmm. Itu tempat yang luas. Pergilah kesana untuk reservasi"
"Baik. Siang nanti aku akan kesana untuk mengeceknya"
Zhang Chen meronggoh saku jasnya dan meletakan sebuah kartu berwarna hitam.
"Pakai ini, beli apapun yang kau inginkan"
Qing Mei menatap beberapa detik kartu hitam sebelum mengambilnya "Terima kasih"
Zhang Chen menatapnya saat dua kata itu meluncur, Qing Mei terkesiap ia ingat bahwa Zhang Chen pernah mengingatkannya bahwa tidak perlu mengatakan terima kasih padanya.
Jadi sebagai penggantinya, Qing Mei mendekat dan meletakan kecupan ringan di pipi kiri pria itu.
Bibir pria itu tanpa sadar membentuk garis melengkung naik melihat seberapa patuh istri kecilnya.
.
Setelah mengantar Zhang Chen pergi, Qing Mei melangkah masuk ke mobil yang sudah di siapkan supir Li.
Ia pergi ke rumah sakit terlebih dahulu untuk mengunjungi ibunya.
Kondisinya stabil dan perawat menjaganya dengan baik. Zhang Chen secara khusus menempatkan seorang perawat berlisensi untuk menjaga dan merawat ibunya.
Perawat Xia keluar dari ruangan setelah Qing Mei datang. Memberikan waktu untuk ibu dan anak menghabiskan waktu berdua.
Qing Mei menggenggam tangan ibunya pelan. Kuku tangannya telah dipotong rapi dan bersih, kulitnya menjadi halus karena perawat menerapkan lotion setiap harinya.
Ibunya benar-benar terawat dengan baik.
Qing Mei mengulas senyum senang.
"Bu..ingat dengan pria yang membawa kita keluar dari kediaman Cheng ? Namanya Zhang Chen. Aku dan dia sudah mendaftarkan pernikahan kami" walau wanita paruh baya itu tidak membalas apapun, Qing Mei tahu ibunya mendengarkan.
"Ibu tidak perlu khawatir.. walau aku belum lama mengenalnya tapi dia memperlakukanku dengan baik. Kami berencana menggelar pesta pernikahan akhir tahun ini. Kuharap ibu cepat sehat dan bisa hadir disana"
Setelah menemani ibunya beberapa saat, Qing Mei pergi ke gedung K di pusat kota, itu gedung pernikahan terbaik di Shenzhen.
Dengan luas enam puluh ribu hektar, gedung itu bisa menampung hingga tiga ribu tamu.
Interiornya kental dengan budaya China.
Tidak hanya Qing Mei, ada beberapa pasangan lain yang datang untuk berdiskusi dengan pihak pengelola gedung.
Karena Qing Mei menyukainya dan ia pikir itu gedung yang cocok untuk menampung banyaknya tamu undangan yang akan di undang Zhang Chen, ia segera bergerak ke pengelola gedung untuk membuat reservasi.
Ia mengisi data dan segera menandatangani kontrak reservasi dan selanjutnya akan membayar uang muka saat seorang gadis menarik pasangannya dan berkata pada pengelola gedung
"Aku ingin reservasi untuk akhir tahun ini"
"Maaf nona tapi reservasi untuk akhir tahun ini sudah di ambil oleh nona Cheng" staff pengelola gedung meminta maaf dengan sopan.
Karena gedung sangat besar dan tentu saja membutuhkan biaya cukup fantastis yang artinya bukan orang biasa yang bisa menyewanya, pihak gedung hanya menerima 2 reservasi setiap tahun. Satu untuk awal tahun dan satu untuk akhir tahun.
Gadis itu menatap Qing Mei dari ujung kepala hingga ujung kaki. Pakaian yang dipakai Qing Mei tidak terlihat seperti pakaian bermerek. Yiran tahu semua tipe pakaian dan tas ternama tapi belum pernah melihat satupun jenis pakaian dan tas yang dibawa Qing Mei. Dan ia dengan mudah menyimpulkan bahwa itu adalah barang murah dan tidak berkelas. Dengan kesimpulan ini ia tahu bahwa Qing Mei tidak akan sanggup untuk membayar gedung mahal ini. Tidak perlu repot-repot menjelaskan ia hanya menarik kartu kredit miliknya dan menyuruh staff untuk menggeseknya.
"Bukankah dia belum membayar ? Aku masih punya kesempatan untuk reservasi"
"Maaf nona, tapi nona ini sudah terlebih dahulu menandatangani kontrak reservasi"
"Apa kau tidak tahu siapa aku ?" suara Yiran naik satu tingkat.
Mendengar keributan kecil, manager utama yang berdiri agak jauh langsung dengan cepat menghampiri.
"Nona Yi, sedang apa nona Yi disini ? Apa ada yang bisa kubantu ?"
Melihat manager utama mengenalinya, Yiran mengangkat dagunya lebih tinggi dan angkuh.
"Apa sekarang gedung ini turun pasaran ? Bagaimana bisa mereka lebih memilih untuk menyewakan gedung pada orang dibawah rata-rata?"
Qing Mei yang sedari tadi diam menoleh melihatnya. Dari ujung kepala hingga ujung kaki gadis itu dipenuhi dengan pakaian dan aksesori mahal. Walau Qing Mei tidak tahu seberapa mahal pakaiannya ia bisa tahu gadis ini termasuk gadis yang angkuh dan tidak segan-segan untuk mendapatkan apa yang ia inginkan. Satu tipe dengan Yurou, saudara tirinya.
Qing Mei tidak ingin berdebat jadi ia hanya mengambil kartu hitam yang diberikan Zhang Chen padanya dan menyerahkannya pada staff untuk menyelesaikan reservasi.
Dengan hadirnya manager utama yang tampak tunduk didepan gadis bermarga Yi itu, staff tidak berani untuk langsung menerima kartu hitam itu.
Manager utama memperhatikan dua kartu hitam di hadapannya dan tidak tahu apa yang harus ia lakukan.
Dia tahu setiap pemilik kartu hitam tidak bisa di singgung.
Satu-satunya cara adalah membiarkan mereka untuk mengetahui sendiri siapa yang lebih berkuasa.
To be Continue