
Di dalam mobil dua buku merah sudah berada di tangan Qing Mei. Ia terus-terusan menatap dan membolak-balik buku itu.
Ia dan Zhang Chen sudah resmi menikah!
"Aku sudah mengatur sebuah kamar di hotel, kita akan tidur disana malam ini"
Mendengar kalimat itu, wajah Qing Mei seketika memerah tapi tetap mengangguk dengan patuh.
"Aku akan mendengarkanmu.."
Mengikuti Zhang Chen memasuki hotel, kamar yang dipesan oleh pria itu ternyata suite untuk pernikahan.
Dimana ranjang empuk dengan mawar berbentuk hati. Champagne di atas meja. Lilin aroma terapi tersebar di segala sisi ruangan.
Qing Mei pertama kali melihat hal seperti ini.
Walau mereka menikah dengan terburu-buru, ia tidak menyangka Zhang Chen berhasil membuat hal-hal seperti ini untuk menyenangkannya. Hatinya menghangat dengan semua ini.
Qing Mei berjalan ke arah jendela untuk melihat pemandangan malam, diluar lampu-lampu mulai di hidupkan untuk menerangi malam yang gelap.
Ia sedikit tersentak saat Zhang Chen memeluknya dari belakang. Tangan yang memeluk pinggangnya memberikan efek panas.
Zhang Chen menarik tangannya dengan lembut dan menyematkan cincin dan ukurannya pas!
Qing Mei tidak bisa menyembunyikam rona merah di pipi dan telinganya.
"Pakaikan untukku" Zhang Chen memberikannya pasangan lain dari cincin.
Qing Mei mengambilnya dan berbalik untuk menatapnya dan perlahan memakaikan cincin itu di jari ramping pria di hadapannya.
Detik berikutnya Zhang Chen menariknya lebih dekat, merasakan napas yang hanya beberapa inci dari wajahnya, Qing Mei perlahan menutup matanya dan ia bisa merasakan sentuhan hangat di bibirnya.
Gerakan yang awalnya pelan dan hati-hati meningkatkan kecepatannya. Suhu ruangan itu perlahan naik dengan semakin intensnya gerakan di antara keduanya.
Sudah pagi saat Qing Mei terbangun dengan pakaiannya telah diganti dan dirinya dibungkus dalam lengan kokoh milik Zhang Chen.
Mengingat aktivitas semalam yang penuh gairah, wajah Qing Mei kembali merona. Pria itu tidak melepaskannya hingga pukul satu pagi. Sekarang tubuhnya terasa remuk.
Zhang Chen terbangun karna gerakan kecil wanita dipelukannya.
Ia memberikan kecupan ringan di dahinya sebelum membantunya untuk duduk.
Qing Mei akan bergerak turun saat Zhang Chen menghentikannya.
"Tetaplah disini, aku akan membantumu berganti pakaian dan memesan sarapan untukmu"
"Tidak perlu. Aku bisa sendiri"
"Kau yakin ?"
Qing Mei buru-buru bangkit tapi setelah melangkah satu kali ia merasakan nyeri di pinggulnya. Wajahnya seketika memerah lagi.
Efek semalam sungguh luar biasa!
Zhang Chen tertawa pelan dan akhirnya mengangkat gadis itu dan membawanya ke kamar mandi.
Mendudukannya di dekat wastafel. Ia mencubit pelan dagunya.
"Sudah kukatakan biarkan aku yang membantumu. Kau tidak perlu malu. Lagipula aku sudah melihat semuanya semalam" Zhang Chen menggodanya.
.
Melihat Qing Mei masih lelah dan sulit untuk bergerak, Zhang Chen memutuskan untuk beristirahat satu hari lagi disana.
Ia juga tidak pergi ke perusahaan dan menginstruksikan Wen Li membawa kembali dokumen yang perlu di tanda tangani.
Bagaimanapun ia yang menyebabkan wanita itu tidak bisa beranjak dari ranjang jadi ia harus bertanggung jawab mengurusnya dengan baik.
Setelah membersihkan diri dan sarapan Qing Mei kembali tidur sepanjang hari dan baru terbangun sore harinya. Tubuhnya merasa lebih baik setelah bangun.
Zhang Chen membawanya untuk makan malam terlebih dahulu sebelum kembali ke rumah.
Memasuki kamar, Qing Mei melihat ruangan itu telah berubah sepenuhnya.
Ranjang yang telah di ubah ke ukuran king size, meja rias baru disudut dengan alat make up lengkap, walk in closet menambah lemari besar baru dan pakaian wanita dari berbagai merek terbaik disusun rapi berdasarkan warna , rak sepatu sekaligus lemari tas baru.
Ia menoleh ke arah Zhang Chen dengan tatapan tidak percaya.
"Ini semua untukku ?"
"Tentu saja. Semua untukmu Nyonya Zhang"
Zhang Chen meronggoh saku jasnya dan mengeluarkan ponsel baru.
"Aku sudah mengaturnya dan sudah menyimpan nomorku. Hubungi aku kapanpun"
Zhang Chen menepuk pelan puncak kepalanya.
"Lain kali tidak perlu berterima kasih padaku. Ini sudah seharusnya kulakukan"
.
Keesokan paginya Qing Mei bangun pagi-pagi sekali untuk memasak, karna tidak tahu apa yang bisa ia lakukan untuk membalas semua yang diberikan Zhang Chen padanya, ia hanya tahu cara untuk memasak.
Ia tidak membiarkan bibi Bai membantunya. Semua ia lakukan sendiri.
Begitu Zhang Chen terbangun dan menemukan sisi ranjangnya telah kosong, ia turun dari lantai atas dan menemukan wanitanya sedang bertempur di dapur.
Ia memeluknya lagi dari belakang.
"Kenapa kau memasak ?"
"Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan untuk membalas kebaikanmu jadi aku memasak"
Zhang Chen mengulas senyumnya.
"Cara untuk membalasku sangat mudah. Kau tidak perlu repot-repot untuk memasak atau melakukam tugas rumah. Kau cukup memberikan dirimu seutuhnya untukku"
Ia lalu menangkup pipi tirus itu dan menempatkan ciuman penuh.
"Lain kali tidak perlu melakukan ini" Zhang Chen mengingatkannya sekali lagi. Qing Mei mengangguk patuh.
.
Sore harinya saat Zhang Chen kembali dari perusahaan ia menemukan wanitanya tertidur di pinggir kolam dengan sebuah buku disisinya.
Zhang Chen duduk disampingnya dan menempatkan satu ciuman di dahinya. Qing Mei tidak bangun.
Ia lalu meletakan ciuman kecil di matanya.
Baru saat itulah ia perlahan bangun.
"Bangunlah atau kau akan kesulitan untuk tidur nantinya"
Zhang Chen membantunya berdiri dan membawanya masuk.
Setelah membersihkan diri, mereka duduk bersama untuk makan malam.
Zhang Chen melihatnya tidak makan dengan lahap jadi dia beralih dan bertanya.
"Apa makanannya tidak sesuai dengan seleramu?"
Qing Mei menggeleng cepat.
"Lalu kenapa tidak makan ?"
"Aku makan beberapa cemilan sore, tidak begitu lapar"
Zhang Chen menatapnya dan sepertinya menebak secara kasar bahwa dia mungkin bosan tanpa melakukan sesuatu.
"Setelah makan ikut denganku ke ruang kerja"
"Baik"
Qing Mei merasa sedikit penasaran, jadi begitu ia menyelesaikan makan malam ia segera mengikuti Zhang Chen ke ruang kerja.
Dokumen masih menumpuk di meja kerja, buku-buku tersusun rapi di rak seperti biasa.
Zhang Chen menyerahkan sebuah map hitam padanya.
"Apa ini ?"
"Kau sepertinya merasa bosan beberapa hari ini jadi kuserahkan padamu sedikit pekerjaan yang bisa membuatmu sibuk"
Mata Qing Mei berbinar. Bagaimana pria ini bisa tau ia merasa bosan?!
Sejak kecil ia sudah terbiasa bekerja mulai dari bangun pagi hingga malam hari, jadi membiarkannya bermalas-malasan selama beberapa hari benar-benar membuatnya bosan.
Ia tidak berani mengeluh pada Zhang Chen, siapa yang tahu bahwa pria ini memperhatikannya dengan baik.
Qing Mei membuka map itu dan menemukan daftar nama-nama beberapa lembar dan ia tidak mengerti.
"Apa yang harus kulakukan dengan daftar ini ?"
"Membuat undangan pernikahan"
"?!!"
To be Continue