CEO ZHANG SPOILED HIS WIFE

CEO ZHANG SPOILED HIS WIFE
Ch.2



"Apa aku mengenalmu ?"


Kepala Pelayan dan seluruh staff hampir mengeluarkan mata mereka dari cangkangnya. Apa Cheng Qing Mei sudah gila ?! Atau dia sudah tidak menginginkan nyawanya lagi ? Kalau ya, harusnya ia tidak mengajak seluruh staff untuk mati bersamanya!


"Dia Tuan Muda Zhang Chen. Pemilik gedung restoran tempat kau sekarang menginjakan diri untuk bekerja. Jaga sikapmu atau kau akan dipecat!" bisik Kepala Pelayan dengan amarah tertahan.


"Maaf Tuan Muda Zhang, gadis ini baru bekerja belum lama. Jadi dia tidak mengenali anda. Akan kupastikan untuk menegurnya dengan keras nanti" Kepala Pelayan menunduk kecil meminta maaf.


"Apa aku menyuruhmu untuk melakukannya ? Berani kau menyentuhnya akan kupastikan kau di tendang keluar dari negara ini !"


Sekali lagi. Kepala Pelayan dan seluruh staff untuk sekali lagi hampir mengeluarkan mata mereka dari cangkangnya. Dalam hati memaki Qing Mei yang entah bagaimana memiliki koneksi hingga seorang Tuan Muda Zhang membelanya.


Zhang Chen menjentikan jarinya mengumpulkan seluruh kesadaran kepala pelayan dan staff dan menunjuk pintu keluar, menyuruh mereka meninggalkan ruangan menyisakannya dan si gadis pencuci piring berdua.


"Maaf tapi apa Tuan Muda Zhang memiliki keperluan denganku ?" Qing Mei mencoba berbicara lebih sopan setelah diperingatkan sebelumnya.


Bukan menjawab, Zhang Chen malah berdiri dari duduknya dan berdiri tepat di depan Qing Mei dengan jarak yang sangat dekat.


Qing Mei melangkah mundur perlahan kembali membuat jarak saat pria itu malah melangkah maju lagi menghapus jarak antara mereka.


Saat Qing Mei akan bergerak mundur lagi. Tangan Zhang Chen dengan cepat melingkar dipinggang Qing Mei dengan erat.


Terkesiap, Qing Mei berusaha melepaskannya namun tangan itu memeluknya terlalu erat. Tangan kiri Zhang Chen bergerak melepaskan masker yang dipakai Qing Mei sejak tadi. Untuk menutupi luka lebam di sudut bibirnya.


"Apa seperti ini mereka memperlakukanmu selama ini ?" Qing Mei tidak mengerti tapi pertanyaan itu mengandung unsur kemarahan pada setiap katanya.


Zhang Chen terus memandang setiap inci wajah gadis yang berada dalam pelukannya itu untuk sesaat sebelum akhirnya memberikan kecupan ringan disudut bibir Qing Mei.


"Bertahanlah sebentar lagi. Aku akan menjemputmu segera"


Setelah itu Zhang Chen pergi dan meninggalkan Qing Mei yang masih dalam mode beku setelah kecupan ringan itu.


.


Qing Mei menghentakan kakinya dengan kesal dalam perjalanan pulangnya.


Mengingat apa yang dilakukan si Tuan Muda padanya. Walau pria itu mengecupnya masih dengan memakai masker tapi tetap saja itu.. itu pelecehan!


Kemarahan Qing Mei mereda begitu kakinya menginjak teras rumah. Ia memutar langkahnya ke halaman belakang perlahan hingga sama sekali tidak membuat suara sekecil apapun.


Saat tangannya meraih knop pintu belakang , itu terkunci. Ini pasti ulah Cheng Yurou! Wanita itu selalu membuatnya tersiksa. Ia tahu Qing Mei akan pulang larut karena itu ia mengunci pintunya.


Tidak punya pilihan lain. Qing Mei akhirnya memilih untuk tidur di gudang belakang setidaknya sampai jam 4 pagi sampai Bibi Yang bangun untuk memasak.


Qing Mei merebahkan dirinya disebuah kursi lama yang terletak digudang. Memikirkan lagi kalimat si Tuan Muda.


"Bertahanlah sebentar lagi. Aku akan menjemputmu segera"


Qing Mei memang dibuat kesal oleh pria yang bahkan tidak ia kenal itu. Tapi bila pria itu benar datang untuk membawanya keluar dari kediaman keluarga Cheng. Mungkin ia akan menyetujuinya.


Lalu dari mana si Tuan Muda itu mengenalnya ? Darimana si Tuan Muda mengetahui tentang ini semua ?


Qing Mei tidak mau memikirkannya lagi. Ia lebih baik tidur daripada harus memikirkan jawaban yang bahkan tidak akan ia tahu. Jadi ia memilih memupuk tenaganya lagi untuk besok.


.


Wen Li mencetak seluruh data yang didapatnya dan memberikannya pada bos besarnya.


"Semua berkas telah lengkap kita bisa menjemputnya sekarang juga"


"Persiapkan mobil"


"Baik"


Tidak butuh waktu lama bagi Zhang Chen untuk sampai dikediaman keluarga Cheng. Dua puluh pengawal datang bersamanya. Membuka pintu kediaman keluarga Cheng dengan paksa, pria itu masuk dengan angkuh.


"Siapa kau memasuki rumahku dengan brutal seperti ini ?!" Tuan Cheng marah besar. Disebelahnya istri keduanya dan Cheng Yurou ikut berdiri dengan marah.


Wen Li maju untuk memberikan kartu nama pada pria paruh baya itu. Selanjutnya wajah Tuan Cheng segera membeku terkejut.


"Tuan Muda ZHANG!" pekiknya tertahan.


"Maaf Tuan Zhang. Aku tidak mengenali anda. Mari masuk untuk minum teh" Tuan Cheng memberikan kode pada istrinya dan Yurou untuk bersikap ramah! Bahkan tanpa disuruhpun Yurou sudah berprilaku baik setelah tahu identitas pria didepannya itu adalah pria kaya se-Asia!


Yurou tidak menyangka ia akan memiliki kesempatan untuk bertemu dengan pria ini. Bahkan jika kau mencoba sekuat apapun keberuntungan untuk bertemu dengannya sangatlah tipis.


Tuan Cheng tersenyum senang dan dengan ramah meminta Zhang Chen untuk duduk dengan santai.


"Apa Tuan Zhang ada perlu denganku ?"


"Aku kemari untuk menjemput putrimu" Tuan Cheng sekali lagi tertawa senang. Disebelahnya Yurou menunduk malu dalam hati berteriak senang.


"Yurou kami anggun dan sedikit pemalu. Tidak menyangka Tuan Zhang tertarik dengannya"


"Yurou cepat sapa Tuan Zhang"


"Senang bertemu dengan anda Tuan Zhang"


Mendengar itu Zhang Chen tertawa.


"Tuan Cheng. Sepertinya ada kesalahpahaman disini. Apakah menurut Tuan Cheng putri dari perselingkuhan anda setara untukku ?!" Yurou merasa terhina mendengarnya. Ia mengepalkan tangannya menahan amarah.


"Saat kubilang ingin menjemput putri anda, bukan putri dari istri kedua anda. Melainkan putri kandung anda, Cheng Qing Mei !"


***Bersambung ke Next Chapter