
sejak hari itu Carlie hanya menghabiskan waktu yang dimiliki nya dengan tumpukan dokumen yang berada di ruang kerja nya. selama 2 minggu ini ia hanya berada di kediaman nya, melakukan tugas sebagai seorang penguasa. rapat, meninjau wilayah, dan mengurung diri di dalam ruang kerjanya dengan tumpukan dokumen, sudah resmi menjadi keseharian nya. disaat seperti ini Carlie benar-benar bekerja dan menyelesaikan semua nya dengan rapi dan sangat teratur. seluruh pekerja di kediaman nya merasa senang karena tuan penguasa mereka mengatur pekerjaan mereka dengan sangat Perfek.
Carlie lebih banyak menghabiskan waktunya diruang kerja bahkan saat waktu makan ia sama sekali tidak keluar dan malah menyuruh pelayannya untuk mengantarkan makanan keruang kerjanya. ia hanya keluar saat malam hari dan itupun ketika waktunya tidur, karena hal ini banyak sekali pekerja yang jarang melihat penguasa mereka.
di sebuah koridor kediaman nya, Carlie berjalan pelan dengan ditemani oleh Albert disampingnya, ia berjalan sembari melihat keluar jendela memperhatikan setiap pelayan nya yang sedang bekerja.
" Albert, seperti nya para pelayan terlihat bersemangat hari ini. apakah ada sesuatu yang spesial? "
" tidak, tuan. semenjak anda datang mereka selalu bersemangat karena mereka senang melayani anda, ditambah dengan ke kompetenan anda dalam bekerja membuat kami menjadi lebih nyaman dengan pekerjaan kami. " ucap Albert sopan.
" aneh. Kenapa mereka senang dengan kedatangan ku? bukankah aku hanya seorang penguasa baru yang masih amatir? "
Albert menggeleng, ia tidak setuju dengan apa yang baru saja tuannya katakan.
" tuan, anda adalah satu-satunya orang yang bekerja dengan sangat keras untuk kami dan untuk kesejahteraan penduduk wilayah Eagle. jadi, sebagai pekerja kami merasa bangga dan sangat senang bisa melayani anda yang hebat dan sangat kompeten ini. karena itu, tolong jangan berkata demikian. " jelas Albert.
Carlie terdiam, memperhatikan setiap pekerja nya dari balik jendela.
" tuan? " tanya Albert yang melihat Carlie terdiam cukup lama sembari masih menatap keluar jendela.
" ...ayo kita kembali. masih banyak pekerjaan yang harus kuselesaikan. "ucap Carlie datar sembari meneruskan perjalanan nya.
Albert hanya menatap nya dengan penuh arti karena diantara semua pekerja Albert lah yang paling tahu masa lalu dari tuan nya ini.
sore harinya, Carlie sedang berada di ruang kerjanya mengisi dokumen seperti biasanya, diruangan yang hening suara ketukan pintu terdengar lalu Albert masuk kedalam dengan membawa sebuah nampan yang berisikan beberapa roti dan secangkir teh serta sepucuk surat di samping nya.
" tuan, mohon istirahat terlebih dahulu. saya membawakan sedikit kudapan untuk anda. " ucap Albert menaruh nampan nya di meja.
Carlie pun menghentikan pekerjaannya dan segera menghampiri Albert, ia duduk di Sofa lalu meminum secangkir teh hangat yang baru dituangkan oleh Albert.
" apakah tehnya cocok dengan anda tuan? " tanya Albert yang masih berdiri di depan Carlie.
" hm. tehnya lumayan. duduk lah Albert, aku ingin berbincang sedikit dengan mu. " ucap Carlie sembari menaruh kembali cangkir tehnya ke atas meja.
Albert segera mendudukkan diri setelah ia mendapat izin dari tuan nya. sebelum Carlie memulai pembicaraan Albert memberitahu nya bahwa ada sebuah surat untuk nya yang datang dari kediaman Wolf Knight. Carlie pun segera membuka dan membaca isi surat tersebut dalam diam.
cukup lama Carlie membaca suratnya, selesai membaca ia masukan kembali ke dalam amplop lalu menaruh nya di atas nampan seperti sediakala.
" apakah itu dari nona Celestia tuan? " tanya Albert penasaran.
" bukan. tapi dari selirnya. " ucap Carlie sembari meminum teh nya.
" apakah saya boleh tahu isi nya tuan? "
" dia hanya ingin aku pergi ke kediaman Wolf Knight untuk bertemu dengan nona Celestia, karena dia sudah Siuman. " ucap Carlie menjelaskan.
Albert segera mengerti apa maksud dari surat tersebut.
" ngomong-ngomong tuan, saya penasaran apakah anda benar-benar tidak tertarik dengan nona Celestia? "
mendengar itu Carlie langsung mengernyit ia tak habis pikir dan heran kenapa semua orang terus menanyakan hal yang sama kepada nya? apakah tertarik dengan wanita tercantik di seluruh dunia ini merupakan sebuah kewajiban?
" Albert, apa kau bercanda? setelah semua yang ku alami, bagaimana bisa kau menanyakan hal konyol itu padaku. kalau kau tak ingin pergi dari sini sebaiknya jaga ucapan mu. " ucap Carlie dingin.
" ...maafkan saya tuan. saya telah lancang. saya hanya berpikir kalau anda sangat hebat karena kecantikan wanita itu tidak mampu memengaruhi anda. " ucap Albert membungkuk.
" jangan mengada-ada Albert. kaulah yang paling tahu tentang diriku, lalu aku hanya ingin hidup damai dengan penduduk ku yang berharga. " ucap Carlie sembari menyesap teh nya.
Albert hanya terdiam sembari menatap Carlie dengan tatapan yang penuh arti. sebenarnya Albert mengerti alasan mengapa tuan nya sama sekali tidak tertarik dengan yang namanya percintaan, Carlie bukan nya tidak tertarik hanya saja ia tidak ingin terluka lagi seperti sebelumnya.
" lalu apa yang akan anda lakukan? apakah anda akan pergi ke sana? "
" hm.. seperti nya aku harus kesana. aku juga harus meminta maaf karena sudah membuat nya tak sadarkan diri hanya karena, duel yang berlangsung selama 3 jam. mau bagaimana pun aku duluan lah yang salah. "ucap Carlie membenarkan posisi duduknya.
" tapi, bukankah nona Celestia yang terlebih dahulu mengganggu anda tuan? "
" itu memang benar. tapi itu hanya masa lalu sekarang, dan dimasa ini akulah yang salah. lagipula ibu menyuruh ku untuk memaafkan mereka yang telah menyakiti ku. karena itu, bukankah aku harus menurut sebagai anak yang berbakti? " ucap Carlie menyesap teh nya.
" oh iya, tuan. saya hampir lupa sebenarnya ada surat dari nona Saintess untuk anda. " ucap Albert sembari mengambil sepucuk surat dari dalam kantong Jas pelayan nya.
Carlie meletakkan cangkir nya lalu mengambil surat itu dan membacanya, sama seperti sebelumnya ia membaca surat tersebut dalam keadaan diam, hanya saja kali ini dia membaca nya dengan raut wajah yang kelihatan senang.
" apakah nona Saintess mengatakan sesuatu yang membuat anda senang tuan? " tanya Albert penasaran.
" Ehem. tidak, ia hanya mengajak ku untuk berkencan besok sore. " ucap Carlie memperbaiki ekspresi nya sembari memasukan kembali isi surat itu kedalam amplop.
" oh, apakah nona Saintess mengajak anda untuk pergi ke festival musim panas? "
" festival musim panas.. apakah sekarang sudah waktunya pergantian musim? " tanya Carlie.
" iya, tuan. festival musim panas kali ini diadakan di dekat wilayah Wolf Knight, dan tahun kemarin festival musim panas nya diadakan di ibukota kerajaan Athena. setahu saya festival kali ini cukup besar karena anggota keluarga kerajaan mendonasikan uang yang cukup banyak untuk Festival kali ini. " jelas Albert panjang lebar.
Carlie paham sekarang, sembari melihat surat dari Saintess, Carlie memerintahkan Albert untuk segera mengambil kertas dan pena, Carlie pun membalas satu persatu surat tersebut dan langsung mengantarnya ke kediaman masing-masing dari kedua surat itu.
" pastikan mereka mendapatkan nya. " ucap Carlie yang langsung diangguki oleh Albert.
Disuatu tempat..
" Hem, sepertinya akan ada kejadian yang menyenangkan. " ucap Karlien tersenyum setelah membaca surat Carlie.
keesokan nya Carlie pun bersiap-siap untuk pergi ke kediaman keluarga Wolf Knight setelah menyelesaikan pekerjaan nya terlebih dahulu. disana ia langsung disambut oleh Karlien, lalu Carlie segera dibawa ke paviliun Harem milik Celestia. sesampainya di sana Carlie cukup kagum dengan desain bagian dalam bangunan paviliun Harem yang hanya bisa dimasuki oleh pihak keluarga Wolf Knight serta semua selir Celestia saja.
bangunan itu terlihat sangat mewah sekaligus elegan. Paviliun itu memiliki 20 ruangan yang terdiri dari 10 kamar di lantai satu dan dua yang memiliki fasilitas terbaik, 1 perpustakaan yang besar dan komplit, 2 kamar pribadi milik Celestia, 1 ruang tamu yang cukup mewah, 1 ruang makan dengan 12 kursi dan satu meja panjang, 2 dapur satu untuk pribadi dan satu untuk umum, 1 rumah kaca dengan berbagai macam tanaman bunga yang cantik dan harum, serta 1 ruangan untuk mengoleksi berbagai macam seni, dan terakhir gudang.
" ini.. beneran paviliun? " batin nya sedikit kagum karena paviliun itu sangat mewah.
" besar bukan? nona Celestia sengaja membuat paviliun ini untuk kami, bahkan ia tidak mengambil bayaran apapun dari kami. " ucap Karlien sembari tersenyum.
" hm, setara dengan istana. " ucap nya Carlie sembari melihat keseliling.
" hei, apa kau benar-benar tidak keberatan membawa ku kesini? bukankah tempat ini hanya boleh dimasuki oleh anggota keluarga Wolf Knight termasuk para pekerjanya? " ucap Carlie menatap tajam setelah memasuki ruangan itu.
" Hem, itu memang benar. tapi tak lama lagi kau akan segera menjadi salah satu orang yang bisa memasuki tempat ini kapan pun. karena itu, tak masalah bagiku untuk membawa mu kesini. " ucapnya sembari tersenyum.
Carlie langsung mengernyit, ia sungguh merasa sangat kesal sekarang. mengapa semua orang selalu mengucap sebuah perkataan yang selalu berkaitan dengan Celestia? seakan-akan menjadi selir Celestia adalah takdirnya sekarang. merasa tidak terima Carlie duduk di sofa lantas mengatakan..
" aku tak mengerti dengan apa yang kau maksud namun asal kau tahu ini akan menjadi kunjungan pertama sekaligus yang terakhir bagiku. karena itu, apapun yang kau lakukan sekarang adalah hal yang sia-sia. " ucap nya dingin.
" entahlah, jika itu nona Celestia maka hal yang mustahil pun pasti akan terwujud dan perkataan ku ini benar adanya. " ucap Karlien tersenyum.
tak lama kemudian datanglah semua selir Celestia satu persatu ke ruang tamu setelah mereka mengetahui bahwa pria yang telah berduel dengan nona mereka sedang berkunjung dan tengah duduk disana. berbagai macam ucapan dan pertanyaan menghujam Carlie karena, semua selir Celestia penasaran dengan nya yang membuat nona mereka tertarik untuk meminang nya menjadi selir baru. mendengar itu Carlie hanya diam saja ia memang menjawab beberapa pertanyaan namun selebih nya ia hanya diam.
jika kalian bertanya dimana Karlien? maka jawaban nya adalah di samping Celestia. dia meninggalkan Carlie sendirian dan langsung pergi menemui Celestia setelah membawanya ke ruang tamu untuk diinterogasi oleh para selir lain nya. selama berada di paviliun Carlie di perlakukan dengan baik, ia diberi kudapan dan teh layaknya seorang tamu, dan ketika mereka selesai makan siang ada yang mengabarkan bahwa Nona mereka yaitu Celestia akan berkunjung ke Harem setelah 2 Minggu lamanya.
" tidak kusangka ternyata mereka semua juga belum melihat wanita itu selama 2 Minggu ini.. " batin Carlie sembari meminum teh yang disuguhkan kembali.
semua selir menantikan nya, tak terkecuali Carlie. ia memang fokus pada minuman nya namun, ia juga sesekali melirik kearah mereka. mendengar kereta kuda yang dinaiki oleh Celestia berhenti, mereka semua langsung keluar kedepan pintu untuk menyambut Celestia, lalu tak lama kemudian Celestia pun muncul dengan dandanan yang sangat cantik dan elegan bak peri di hutan yang cantik. Carlie yang sedang berjalan menyusul mereka hanya menatap Celestia datar namun berbeda dengan hatinya yang berdetak sangat cepat.
dengan kehadiran Carlie yang secara tiba-tiba di paviliun Harem, membuat perasaan Celestia campur aduk antara bingung dan tidak senang. itu karena orang yang tidak ingin ia lihat tiba-tiba saja berada dihadapan nya tanpa mengirim kabar apapun kepadanya.
" adakah yang bisa menjelaskan kenapa pria itu ada disini? " ucap Celestia tak suka.
semua selir Celestia terdiam mereka tak berani menjawab karena dimata Celestia terlihat ada sebuah amarah yang cukup kuat. sebenarnya, tanpa Celestia tanya pun ia sudah tahu bahwa itu pasti kerjaan dari salah satu selirnya.
" Karlien. " panggil Celestia dingin tanpa ekspresi.
mendengar namanya dipanggil Karlien pun menjawabnya dengan raut wajah yang ceria tanpa dosa.
" ini pasti kerjaan mu kan? " tanya Celestia.
" tentu saja. tapi, bukan tanpa alasan aku membawa nya kemari My Queen. " ucap Karlien tersenyum.
" lantas apa? "
" Hem.. bukankah selama ini engkau sangat menginginkan nya my Queen? Setelah apa yang terjadi, inilah hadiah yang kau dapatkan atas perjuangan mu selama ini.. " ucap nya sembari tersenyum.
mendengar itu, Celestia terkejut ia tidak menyangka bahwa salah satu selirnya akan berbuat begini. para selir lain nya hanya terdiam melihat pemandangan itu, sedangkan Carlie ia sekarang sedang menahan amarahnya agar tidak meledak lalu merobek mulut Karlien yang seenaknya itu.
" ...kenapa bisa jadi begini? bukankah hari ini seharusnya mereka berkencan? apa yang sebenarnya terjadi.. apakah.. cerita nya mulai berubah? " pikir Celestia mulai bingung.
Carlie melangkah ke depan menghampiri mereka berdua sembari berkata..
" seperti nya ada kesalahpahaman disini. "
" hah? " ucap Celestia.
" ...maaf sebelumnya, namun kedatangan saya kesini karena saya ingin meminta maaf atas kejadian sebelumnya. maafkan saya Lady karena telah menghina anda. " ucap Carlie menunduk hormat.
melihat pria didepan nya ini bersikap sopan padanya Celestia terdiam cukup lama, karena ini merupakan momen langka dimana Sword Master yang disanjung dan disegani oleh banyak orang kini telah menundukkan kepalanya didepan satu-satunya wanita tercantik di seluruh dunia.
" ...berdirilah, tuan. kau tak perlu sampai begini, memang ucapan mu begitu menghina ku namun jika kita mengingat kembali masa-masa sebelumnya, akulah yang seharusnya meminta maaf padamu karena telah mengganggu mu selama ini. tolong maafkan saya atas tindakan tak pantas saya sebelumnya. " ucap Celestia dengan elegan.
Carlie pun kembali berdiri, merasa bersalah Celestia pun menyuguhi Carlie dengan segelas teh buatan nya dan beberapa kudapan. awalnya Carlie menolak namun, setelah Celestia menawari nya untuk yang ketiga kali akhirnya Carlie menyetujui tawaran Celestia.
" ini teh yang ketiga kalinya.. " batin Carlie sembari memperhatikan teh yang dituangkan oleh Celestia sendiri.
Celestia duduk di sofa depan Carlie setelah menyeduhkan teh untuknya. kini diruang tamu hanya ada Celestia dan Carlie saja, sebelum nya Celestia menyuruh para selirnya untuk pergi meninggalkan mereka berdua karena ada hal penting yang ingin mereka berdua perbincangkan. dengan posisi duduk yang tegap dan memangku tangan nya di paha seraya menatap Carlie dengan percaya diri Celestia pun membuka pembicaraan..
" tuan, ini pertama kalinya engkau datang kemari dan bersikap sopan padaku. katakan yang sejujurnya, apakah Karlien memaksamu untuk melakukannya? ataukah engkau diancam oleh kakak ku? " tanya nya serius.
" maaf, lady. namun, permintaan maaf ku padamu itu murni dari dalam hati ku. kalau pun lady tidak percaya saya hanya perlu tidak perduli. " ucap Carlie sembari menyesap tehnya.
keheningan mulai tersebar di dalam ruangan itu, dan hanya suara cangkir teh saja yang terdengar. Celestia mengangkat cangkir tehnya dan mengambil sebuah biskuit, ia mencelupkan biskuit itu kedalam teh seraya berkata..
" tuan, apakah selama ini engkau berkencan dengan seseorang? " tanya Celestia.
" ...tidak. saya sungguh tidak tertarik dengan hal itu. " jawab Carlie sedikit lambat seakan ia memikirkan sesuatu.
Celestia menggigit biskuitnya lantas tersenyum.
" tuan, berbohong itu tidak baik. sekalipun anda berkencan dengan seseorang anda tidak akan terkena hinaan apapun, mau itu dengan putri bangsawan ataupun.. nona Saintess. " ucap Celestia sengaja menekankan kalimat terakhir nya.
tatapan Carlie mulai menajam bersamaan dengan kalimat terakhir dari Celestia. Carlie meletakkan cangkir tehnya dan memperbaiki posisi duduknya, melihat itu Celestia memperhatikan nya secara intens. dengan posisi duduk yang tegap dan kaki yang dilipat Carlie pun mulai angkat bicara..
" saya, memang cukup dekat dengan nona Saintess karena selama perang saya sering diobati olehnya, namun soal perkataan lady itu sungguh tidak benar. saya belum pernah berkencan dengan nona Saintess ataupun putri bangsawan yang lain dan itu semua berkat seseorang yang membuntuti saya selama 6 bulan lamanya.. " ucap Carlie menatap tajam mata Celestia.
Celestia tersentak, ia paham betul apa maksud Carlie. ia juga menyesali perbuatan yang bahkan tidak ia lakukan itu, jika saja dia masuk dengan lebih cepat kedalam dunia ini dia pasti akan menghindari Carlie sedari awal.
" Ehem.. mau bagaimana pun saya sudah tidak melakukan nya sekarang.. saya sungguh menyesal. " ucap Celestia merasa canggung.
" yah, anda pantas menyesal karena, perbuatan lady sungguh keterlaluan. mana ada orang yang membuntuti orang yang disukai nya hingga ke dekat toilet pria. waktu itu lady benar-benar diluar ekspektasi saya. " ucap Carlie.
Celestia mati kutu sekarang. ia benar-benar mengutuk keras Celestia yang asli, kenapa Celestia yang asli harus banget berbuat hal yang sememalukan itu sih? benar-benar antagonis termenyedihkan.
" Ehem, mari kita sudahi perbincangan ini, kita ganti topik lain. saya dengar nanti sore akan diadakan festival musim panas, apakah tuan juga tertarik untuk datang ke festival itu? " ucap Celestia mengalihkan pembicaraan karena terlalu malu.
" maaf, lady seperti nya saya harus kembali sekarang. ada banyak tugas yang harus saya selesaikan. " ucap Carlie sembari berdiri dari tempat nya.
" jelas sekali dia menghindari ku. dasar tidak sopan. " batin Celestia menatap tajam Carlie.
tak berselang lama Celestia pun ikut berdiri mengikuti Carlie, setelah memberi salam, Carlie kembali ke kediaman nya dengan kereta kuda yang telah disiapkan. sepeninggalan Carlie, Celestia memanggil semua selirnya untuk menghadap nya. 20 menit kemudian mereka semua berkumpul diruang pribadi Celestia yang biasa ia gunakan untuk berkumpul dengan para selir nya, Celestia duduk di pinggiran ranjang dengan mata yang tajam dan tangan yang dilipat ke dada.
" apa semua nya sudah berkumpul? " tanya Celestia dingin sembari menatap tajam mereka.
bersambung..