Can I Love You Sir?

Can I Love You Sir?
episode 10.



" Nona Celestia telah terkena penyakit yang sangat mematikan. " ucap Dokter Raya serius.


" apa. " ucap Aska Tertegun.


Greb!!


" jangan mengada-ada kau! adik ku yang beberapa jam yang lalu Sangat sehat tidak mungkin langsung terkena penyakit Mematikan begitu ia sampai dirumah! " ucap William marah sembari menarik kerah baju Dokter Raya.


William sangat marah dengan pernyataan yang ia dengar, bagaimana bisa adiknya yang beberapa waktu lalu masih terlihat sehat bugar tiba-tiba saja dinyatakan terkena penyakit Mematikan? bukankah itu sangat tidak masuk akal? seluruh pelayan dan pengawal serta dokter Raya merasa sangat ketakutan saat mereka melihat luapan Aura Biru pekat yang mengelilingi tubuh William, apalagi Dokter Raya yang sekarang sedang melayang di udara karena kerah baju nya di cengkeram kuat oleh William.


" tenanglah, William. kendalikan emosi serta aura mu, ingat banyak orang disini yang tidak mampu menahan aura mu yang kuat. kau bisa saja membunuh mereka dengan aura mu itu. " ucap Aska menenangkan William.


mendengar itu, William melepaskan Dokter Raya dan kembali tenang seperti biasanya. Dokter Raya langsung tersedak-sedak setelah William menjatuhkan nya kelantai dan menetralkan auranya yang keluar tak terkendali.


" Raya. apakah yang kau katakan barusan itu benar? apakah Celestia benar-benar terjangkit penyakit Mematikan? " tanya Aska sembari menatap tajam Raya.


" hah.. hah.. i-itu benar tuan.. sa-saya tidak mungkin berbohong kepada anda.. apalagi.. hal ini menyangkut keselamatan Nona Celestia. sa-saya bersumpah atas nama saya ba-bahwa, saya hanya mengatakan kebenaran saja tuan.. " ucap Raya gemetaran dilantai.


William dan Aska hanya menatap dingin Raya yang masih saja gemetaran akibat rasa takut yang masih menjalar di seluruh tubuh nya karena William.


" hah.. karena kamu terlihat tidak seperti berbohong maka kamu boleh keluar sekarang. "ucap Aska.


" ta-tapi tuan! Nona Celestia sekarang sedang mengalami sebuah penyakit yang Mematikan dan juga menular, oleh karena itu sebaiknya Nona Celestia diisolasi kan. " teriak Raya panik.


" ... "


Semua orang benar-benar sangat terkejut, mereka masih tidak menyangka kalau Celestia akan terjangkit penyakit setelah keadaan nya mulai stabil. setelah terdiam beberapa saat, Aska tanpa membuang waktu lagi ia langsung memberi perintah kepada para bawahan nya, untuk menghubungi berbagai macam dokter terbaik sekaligus penyihir dan para penyembuh yang berada di biara tempat Saintess berada, untuk menyembuhkan Celestia tentu tanpa sepengetahuan Saintess itu sendiri. sedangkan William ia langsung menyuruh para pelayan dan penjaga untuk menutup mulut agar kejadian ini tidak sampai keluar ke pergaulan kelas atas.


" jika aku mendengar salah satu bangsawan ada yang membahas hal ini, lihat saja aku akan pastikan kepala kalian tidak tersambung lagi dengan tubuh kalian. jadi Camkan itu. " ucap William menatap tajam para pelayan dan pengawal yang berada disana.


" ba-baik Tuan William! " jawab mereka gemetar ketakutan.


" lalu kau. kau sebaiknya kembali ketempat mu, dan biarkan kami yang menangani Celestia. " ucap William ke Karan yang masih setia berdiri disamping ranjang tempat Celestia berbaring.


" ...baik, tuan muda.. " ucap nya lesu lantas berjalan keluar meninggalkan Celestia.


Karan dalam keadaan lesu seolah dunia nya baru saja hancur mengambil kembali katalog milik nya yang ia buang begitu saja saat melihat Celestia, ia melihat nya sebentar lalu meletakkan nya di atas meja Celestia sembari berharap bahwa Celestia dapat melihat nya ketika ia siuman.


" semoga anda menyukai gaun nya.. Nona. " batin nya berjalan pergi.


" ... " William hanya menatap Karan dari jauh.


" tu-tuan, anda harus segera mengisolasi nona Celestia! dan jangan membiarkan orang lain menyentuh nya, karena penyakit ini akan menular begitu tubuh nona Celestia disentuh. apalagi tubuh Nona Celestia akan menjadi abu, jika ia disentuh bahkan oleh setangkai daun sekalipun. " teriak Dokter Raya serius.


!!


" bagaimana.. " ucap William tidak percaya.


" baiklah. William suruh para pelayan untuk tidak datang kesini dan segera kunci semua pintu serta jendela kamar ini. kita akan mengucilkan Celestia, agar penyakit ini tidak menular ke orang lain. " jawab Aska memutuskan.


" Tapi, ayah! "


" William. Celestia sedang kesakitan sekarang, jadi dinginkan kepala mu dan bantu ayah mencari solusi nya. " ucap Aska serius.


mendengar apa yang dikatakan ayahnya, William tersentak dan mau tidak mau ia harus melakukan perintahnya. setelah mengetahui penyakit Celestia mematikan, Aska dan William melakukan apa yang di saran kan oleh Raya, untuk mengisolasi Celestia didalam kamar dan melarang orang yang ingin masuk ke dalam kamar Celestia kecuali para Dokter dan penyihir. semua orang di Kastil kembali berduka karena Nona mereka mengalami kejadian yang tidak menyenangkan hingga berakhir diisolasi didalam kamarnya.


semua para selir Celestia merasa sedih ketika mereka mengetahui bahwa orang yang mereka cintai baru saja terkena penyakit Mematikan dan menular hingga mereka tidak bisa berjumpa dengan nya. beberapa hari pun berlalu, berbagai macam pengobatan telah mereka lakukan namun tak satupun dari para dokter dan penyihir yang mengetahui tentang penyakit ini berasal dan bagaimana cara menyembuhkan nya. mendengar situasi itu William dan Aska sama sekali tidak menyerah. mereka membagi tugas mereka masing-masing, William bertugas untuk menutup mulut dan mengalihkan perhatian para bangsawan kelas atas, yang mulai merasa curiga dengan ketidakhadiran Celestia dalam jangka panjang dan Aska masih mengerahkan para ilmuwan serta penyihir untuk mencari tahu tentang penyakit yang mirip dengan apa yang dialami oleh Celestia.


" Tok tok. "


" masuk. " ucap Aska.


" ayah, apakah ayah sudah menemukan obat untuk menyembuhkan Celestia? " tanya William berjalan masuk.


" belum. ayah masih mencari tahu, ayah juga sudah menugaskan para penyihir dan ilmuwan untuk mencari obat dan mencari tahu apa yang dialami oleh Celestia. " ucap Aska sembari melihat-lihat kembali tumpukkan kertas yang berada di meja kerjanya.


" ... "


" ayah, ini sudah hampir seminggu.. mau berapa lama lagi kita membiarkan Celestia seperti itu..? " ucap William menundukkan kepalanya ia merasa sakit ketika mengingat keadaan Celestia yang terbaring kaku dengan tubuh yang terus menghitam.


" ...William, kita tidak membiarkan nya tapi kita sedang berusaha untuk mengobati nya. jadi berhentilah bersedih, karena Celestia sendiri pasti juga tidak ingin keluarga nya merasa sedih atas apa yang menimpa dirinya. bersemangatlah, Celestia pasti akan segera sembuh. " ucap Aska lembut.


" ...baik, ayah. " jawab William lesu.


" ngomong-ngomong bagaimana dengan para bangsawan William? " tanya Aska.


" ada banyak bangsawan yang merasa kehilangan Celestia di Pergaulan kelas atas, terutama para Bangsawan yang dekat dengan nya. namun, untungnya saya berhasil mengalihkan perhatian mereka, sebenarnya itu berkat seseorang yang akhir-akhir ini sedang pamer kemesraan didepan publik. "


" seseorang kau bilang? "


" benar. Saintess Karina 3 hari yang lalu menyatakan dengan resmi kedekatan nya dengan Sword Master baru kita. " ucap William datar.


" ...begitu. yah, terserahlah. asalkan keadaan Celestia tidak keluar ke publik, mereka bebas melakukan apapun." jawab Aska acuh.


" saya juga berpikir demikian. " ucap William sependapat.


bagi mereka apapun yang terjadi di Pergaulan kelas atas bukanlah hal yang perlu di perduli kan, karena bagi mereka Celestia adalah segala nya. selesai mendengar laporan William, Aska pun kembali melihat kertas laporan yang datang dari para bawahan nya.


" ayah, bagaimana jika ternyata ini adalah ulah seseorang? "


deg!


" William, apa kau sekarang sedang berpikir bahwa penyakit Celestia merupakan ulah seseorang yang membenci nya? "


" mungkin saja, ayah. ayah tahu sendiri bukan seberapa banyak nya orang yang membenci kita dan berusaha untuk menghancurkan keluarga kita? " ucap William.


Aska hanya mendengar kan pendapat William sembari merenungkan nya.


...****************...


beberapa hari kemudian di Paviliun Harem, Sore harinya, setelah pulang kerja semua selir Celestia berkumpul di ruang tamu. mereka berbincang berbagai macam pembicaraan hingga akhirnya mereka juga membahas tentang keadaan Celestia yang semakin memburuk.


BRAKK!!!


" mau sampai kapan kita hanya berdiam saja disini?!! nona Celestia sedang sekarat sekarang, hampir seluruh tubuh nya telah berubah menghitam tapi mengapa kita malah tidak bisa melakukan apapun untuk nya.. " ucap Jerry merasa kesal karena mereka tidak bisa melakukan apapun apalagi mereka juga dilarang untuk menjenguk Celestia.


" tenanglah Jerry, tuan William dan tuan GrandDuke juga sedang mengusahakan yang terbaik sekarang. kita hanya perlu berdoa dan membantu mereka mengumpulkan informasi tentang penyakit Nona Celestia saja. " ucap Oliver sembari menyesap teh nya.


" maaf. Saya Ateiss. " jawab Jerry langsung.


" ... " Oliver terdiam.


" ya. selama aku bersama Nona Celestia, aku sama sekali tidak melihat sesuatu yang mengganjal padanya, malahan Nona Celestia terlihat sangat bersemangat. " ucap Karlien menatap Roy yang sedang duduk di sofa.


mendengar itu mereka semua merenung, mereka merasa kalau penyakit yang diderita Celestia terlalu mengganjal seperti ada seseorang yang sengaja membuat Celestia terkena penyakit itu tepat saat ia pulang ke kediaman nya.


" Karlien, apakah kau dan nona Celestia melihat seseorang yang mencurigakan sebelum kalian berdua pulang ke kediaman? " tanya Leonard.


mendengar pertanyaan Leonard semua mata langsung tertuju ke Karlien, keringat Karlien sedikit bercucuran karena ia merasa tegang sebab tatapan mereka.


" kenapa kalian menatap ku seakan aku adalah pelakunya.. " ucapnya gugup.


" ah, maaf tapi kami juga penasaran dengan apa yang ditanyakan oleh putra mahkota Leonard kita. " ucap Roy.


" aku tidak tahu kau sedang memuji ku atau sedang menghina ku. tapi Roy, kau tidak perlu menyebutkan gelarku disini lagipula kita semua setara sekarang. " ucap Leonard.


" ah.. haha, baiklah maafkan aku. " ucapnya merasa bersalah.


" kembali ke topik, Karlien apakah kau benar-benar tidak melihat seseorang waktu itu? " potong Oliver.


" ... sebenarnya, aku melihat Duke Eagle dan Saintess Karina saat perjalanan pulang waktu itu. tapi aku tidak tahu, apakah ini ada hubungannya dengan penyakit yang diderita nona Celestia.. " ucap Karlien sembari mengingat kembali kejadian waktu itu.


" apakah menurut kalian nona Celestia di beri kutukan oleh salah satu dari mereka? " ucap Jerry curiga.


" kalau Carlie, kayaknya nggak mungkin tapi.. apakah seorang Saintess berani melakukan hal yang tak terpuji seperti itu? " tanya Archie.


" kurasa bukan Nona Zennet pelaku nya. "


" apa yang membuat mu yakin Oliver? apa kau dekat dengan nya? " tanya Karan menatap tajam.


" jangan salah paham dulu. aku mengatakan nya, karena saat ia diangkat menjadi Saintess baru, utusan Agung dari biara memberikan nya sebuah tanda di dadanya, yang jika dia berbuat kemungkaran maka tanda itu akan menyebar, dan tubuhnya akan terasa sangat panas seperti terbakar hingga ia merasa bahwa mati saja lebih baik daripada merasakan hal itu. " jelas Oliver panjang lebar.


" kalau begitu, siapa pelakunya..? " gumam Archie.


mereka pun kembali merenung, disisi lain William sedang latihan berpedang sekarang, ia melakukan nya karena ia ingin istirahat sejenak dari kegiatan nya yang padat, juga karena ia tidak ingin terus merasa bersedih saat ia teringat dengan keadaan saudarinya itu. dengan setelan kemeja coklat yang lengan bajunya tergulung sampai kesiku dan celana hitam panjang dengan rantai emas pendek yang tergantung di sebelah kiri pinggang nya ia berdiri dengan tegap sembari memegang erat pedangnya bersiap untuk menebas benda keras yang berada di depan nya. dengan kecepatan tinggi ia menebas brutal boneka kayu yang berdiri kokoh didepan nya.


SRAKK!!


SREKK!!


SRAKK!!


BRAKK!!


" HAH.. mau sampai kapan kau berdiri disana. " ucap William dengan raut wajah kesal.


seseorang yang berada dibalik pohon dibelakang William terkejut, ia tidak menyangka bahwa William akan tetap menyadari keberadaan nya yang padahal ia sudah menyembunyikan aura serta hawa keberadaan dirinya.


" putra dari Panglima Perang legendaris, memang tidak ada tandingannya ya. bagaimana bisa kau masih tahu keberadaan ku setelah aku menggunakan sihir transparan dan menyembunyikan auraku? " tanya pria itu sembari tersenyum dan menghampiri William.


William menatap tajam pria itu, lalu ia membungkuk memberi hormat kepada nya. bagaimana pun, ia tetap harus memberikan hormat kepada Matahari muda kerajaan Athena bukan? ya. pria yang sedang berdiri di depan William adalah Arthur Ran Athena dia merupakan Putra mahkota di Kerajaan Athena dan yang akan menjadi pemimpin baru William di masa depan.


" salam kepada matahari muda. semoga berkat Dewi selalu menyertai anda. " ucap William membungkuk.


" haha, baru kali ini ada bangsawan yang menatap tajam putra mahkota nya terlebih dahulu, sebelum memberi salam. " ucap Arthur terkekeh.


" terserah apa yang ingin kau katakan. " ucap William kembali berdiri tegap.


" oh, sudah kembali. " batin Arthur.


" ngomong-ngomong, dimana nona Wolf Knight? biasa nya ia selalu stay disini. " ucapnya mencari keberadaan Celestia.


Srakk!


" ...ini bisa disebut percobaan pembunuhan terhadap anggota keluarga kerajaan loh.. " ucap Arthur keringat dingin masih dengan senyum nya.


" aku tidak perduli. jawab saja pertanyaan ku apakah selama ini kau menguntit adik ku? " tanya William menatap tajam Arthur sembari menodongkan pedang nya tepat di leher Arthur.


" Hem, kalau aku bilang iya apa yang akan kau lakukan? " jawabnya tersenyum Seringai.


" maka kepalamu akan terjatuh di tanah ini, dan akan ku buang kelaut untuk dijadikan makanan hiu. " ucapnya serius.


seketika Arthur merasa merinding, ia merasa William akan benar-benar melakukan apa yang barusan ia ucapkan. karena masih sayang nyawa, Arthur pun menyerah dan menghentikan candaan nya yang mengancam nyawa nya sendiri. William yang melihat itu langsung menarik kembali pedang nya dan menaruh nya disarung pedang yang sedari tadi tergantung di pinggang kiri nya.


" dasar. padahal aku hanya bercanda, bagaimana bisa kau sekaku ini sih? jika kau seperti ini terus kau bisa tidak menikah nanti dan berakhir sebatang kara. " ucap Arthur.


" kurasa itu lebih baik daripada aku harus berpisah dengan adik ku. " ucap William acuh sembari duduk dibawah pohon besar sambil mengelap keringat nya dengan handuk.


" Haess.. gini banget punya bawahan. " ucap Arthur geleng-geleng.


Arthur menghampiri William dan duduk disebelahnya. saat William hendak meminum air yang telah ia siapkan dari tadi untuk ia minum setelah selesai latihan, tiba-tiba saja air itu direbut oleh putra mahkota yang disebelah nya. melihat itu urat kesabaran nya hampir terputus, untungnya urat Rasionalitas nya masih berfungsi sehingga ia masih bisa memaklumi tindakan pria disebelahnya.


" hei, menurutmu apa yang akan terjadi jika Saintess Karina dan Nona kalian bertemu di pesta? maksudku siapa wanita yang tercantik diantara mereka? " tanya Arthur sembari memandang langit biru.


" Mboh! tapi adik ku pasti akan menjadi yang tercantik. " ucap William masih kesal.


" iyakah? kalau begitu aku akan menikahi adik mu. " ceplos Arthur.


Tuk!


apakah kalian mendengar itu? yah! itu adalah urat Rasionalitas William dan sekarang urat itu telah terputus sepenuh nya. rasa geram plus rasa lelah setelah latihan tercampur jadi satu sekarang. ia menatap tajam Arthur, Aura nya mengental hingga menjadi biru tua, rasa ingin membunuh pria disebelahnya langsung meningkat 100%. merasakan hawa membunuh yang berasal dari sebelah kirinya, Arthur langsung berkeringat dingin ia lupa bahwa pria disebelahnya ini sangat bucin kepada satu-satunya adik perempuan yang dimiliki nya itu, dan baru saja ia mengatakan kata keramat dari mulutnya sendiri.


" A-Aku bercanda.. aku bercanda.. " ucap nya takut.


" bagus. " ucap William kembali tenang seketika.


" fyuh.. dasar, mulai sekarang aku akan menjaga perkataan ku, karena aku masih sayang nyawa.. " batin Arthur merasa sangat lega sekaligus merinding.


mereka pun berbincang bermacam-macam hal, jika ingin tahu mengapa mereka terlihat akrab itu karena William dan Arthur dulunya adalah sahabat dekat waktu di akademi ilmu berpedang dan sihir. ah, tidak. sebenarnya hanya Arthur saja yang menganggap mereka bersahabat, dan terus mendekati William walau ia sering terkena serangan mematikan dari mulut nya.


...****************...


di sebuah lorong seorang pelayan berjalan menuju ke kamar Celestia sembari membawa sebuah mangkuk besar yang berisikan air bersih, sesampainya di depan pintu kamar Celestia ia mengetuk pintu itu dan pintu itu langsung terbuka secara otomatis karena telah diberi sihir oleh William untuk berjaga-jaga. kamar Celestia terlihat sangat berantakan dan gelap karena seluruh jendela dan perabotan lainnya tidak tersentuh ataupun terbuka sejak dua Minggu yang lalu.


saat masuk kedalam pelayan itu menjatuhkan mangkuk yang dipegangnya hingga pecah dan airnya tumpah kemana-mana, tangan nya bergetar dan mata nya mengeluarkan air, ia menangis bahagia karena tidak percaya bahwa wanita cantik yang ditunggu-tunggu kesembuhan nya kini telah duduk dengan tegap di atas ranjang sembari memanggil namanya.


" No-Nona.. " ucapnya gemetar.


" Marie? "


Bersambung..