Can I Love You Sir?

Can I Love You Sir?
episode 6.



Masa lalu Carlie.


kata orang, hidup seseorang akan benar-benar hancur ketika orang yang mereka sayangi pergi kan? hari ini aku mengalami nya, satu-satunya manusia di dunia ini yang sangat kucintai dan kusayangi kini telah pergi ke tempat yang tidak bisa ku gapai, ia pergi untuk selamanya..


seseorang yang telah melahirkan ku, seseorang yang telah merawatku, dan seseorang yang telah mengajari ku banyak hal, hingga aku tumbuh besar.. benar, dia adalah ibuku. ibuku telah meninggal dunia karena sakit yang diderita nya tepat seminggu setelah kepergian ayah ku dan juga, saat hari ulang tahun ku yang ke 20. hari kelahiran yang seharusnya dirayakan dengan senyuman malah aku harus merayakan nya dengan duka karena kepergian dari seseorang yang sangat kucintai setelah ayahku..


" Carlie, anak ku.. maafkan ibu sayang.. sepertinya.. ibu sudah tidak bisa menemani mu lagi.. " ucap ibuku lirih sembari membelai lembut pipi ku.


" tidak ibu.. tidak.. Carlie mohon tolong jangan pergi bu.. Carlie mohon.. " ucapku terisak sembari menggenggam tangan ibu yang menyentuh pipiku.


" Hem.. anak ibu kok cengeng sih.. tersenyumlah Carlie.. walau.. kita tidak bisa bertemu lagi.. tapi ibu, akan selalu bersama mu.. menemani mu setiap waktu.. " ucap ibu tersenyum lembut padaku.


" tidak ibu.. tidak.. hiks.. jangan tinggalkan Carlie sendirian bu.. Carlie mohon.. "


" Carlie, anak ku sayang.. ingatlah pesan ibu.."


" tidak.. tidak bu.. tidak.. Carlie mohon jangan begini.. Carlie hanya punya ibu seorang.. tolong jangan pergi.. " ucap ku dengan tangis yang semakin menjadi.


" ssst.. Carlie.. Carlie, tenanglah sayang.. tenanglah.. lihat, ibu.. lihat. ibu nggak kemana-mana kan? jadi berhentilah menangis.. " ucap ibu berusaha untuk duduk dan menenangkan ku.


" ibu.. kenapa ibu tak bilang kalau ibu sakit..? kenapa ibu pura-pura kuat didepan Carlie.. ibu.. ibu tahu kan kalau hanya ibu satu-satunya yang Carlie punya..? lalu kenapa.. " ucapku merasa sangat sakit.


" maaf, sayang.. maafkan ibu.. ibu hanya tidak ingin kamu khawatir.. " ibu pun menundukkan kepalanya merasa menyesal


" hiks.. tapi, tetap saja.. bagaimana bisa ibu berbuat begini padaku.. jika ibu pergi.. lalu alasan apa lagi yang harus ku buat untuk bertahan hidup? setelah ayah, ibu lah satu-satunya alasan ku untuk terus berjuang.. " ucap ku sembari menatap ibu dengan mata yang penuh air mata.


ibu terlihat menggigit bibir nya seolah ia juga merasakan apa yang aku rasakan.


" ...Carlie, jangan lupa makan ya. jangan lupa untuk istirahat juga, ingat kerja boleh tapi jangan memaksakan diri nanti sakit. " ucap ibuku berusaha untuk tersenyum dan terlihat baik-baik saja.


" Tidak.. tidak! berhenti.. berhenti bu.. Carlie mohon berhenti.. Carlie nggak kuat bu.. Carlie nggak kuat.. kumohon berhenti.. " ucapku sembari menutup kedua telinga ku.


" Hem.. jangan percaya orang lain, jangan terlalu berharap juga nanti sakit, Carlie teruslah berjuang hingga kau mendapat kan hasil yang benar-benar kau ingin kan namun, maafkanlah orang yang telah menyakiti mu. jika.. suatu saat kamu menemukan seseorang yang membuat mu nyaman jaga dirinya.. lalu.. ibu, sangat menyayangi mu Carlie.. sungguh.. " ucap ibu sembari menurunkan tangan ku dan mengucap nya dengan suara yang sedikit bergetar.


" ibu.. berhenti.. saya mohon bu.. saya mohon.. saya tidak kuat.. "


srek..


" selamat ulang tahun yang ke 20 Carlie.. ibu sangat mencintai mu.. sungguh.. " bisik ibu ditelinga ku dengan sangat lembut.


bruk..


" !!! ibu? bu.. ibu..! ibu bangun..!! jangan tinggalkan Carlie sendirian bu.. Carlie mohon.. ibu.. " ucap ku menangis tersedu-sedu saat aku menyadari bahwa ibu telah pergi.


sakit.. hati ku terasa sangat sakit, ketika ibu mengucapkan selamat ulang tahun padaku tepat dihembusan nafas terakhir nya. aku benar-benar merasa sangat terpukul karena orang yang ku cintai kini telah terbaring kaku tepat dipelukanku.


" ibu.. kenapa ibu melakukan ini padaku.. ibu.. Carlie masih belum siap.. mengapa ibu pergi.. " ucap ku menangis sembari melihat ibuku yang terlihat sangat lelap.


" ibu.. kembalilah.. Carlie mohon bu.. " ucapku sembari mendekap erat tubuh ibu.


" hiks.. ibu.. ku mohon.. bangunlah bu.. hiks.. ibu.. huhu.. kenapa ibu tidak bangun.. ibu.. aku tidak ingin sendiri.. ibu.. "


langit sore yang tadinya terlihat cerah, kini berubah menjadi mendung lalu hujan pun turun seakan ia ikut berduka bersama ku, lalu aku masih setia mendekap tubuhnya dengan erat walau di iringi oleh tangis yang tak terelakan, meskipun begitu ibu masih saja tertidur dengan sangat lelap hingga datangnya malam. malam ini rumah ku benar-benar terasa sangat sepi.. tiada kehangatan dan cahaya yang selalu ku miliki setiap hari.. semuanya terasa dingin dan sunyi, hanya tersisa kan sebuah isakan tangis dari seorang anak laki-laki yang kini telah resmi menjadi seorang anak yatim-piatu. tiada senda gurau lagi, tiada nasehat yang berarti lagi.. semuanya, benar-benar telah menghilang bersamaan dengan hembusan nafas terakhir nya.


" akhhhhh....!!! "


hidupku pun menjadi hampa sejak kematian kedua orang tua ku akibat sebuah penyakit yang bahkan tidak aku ketahui penyebab nya. lalu untuk bertahan hidup seorang diri di wilayah kecil ini, aku pun pergi berkelana untuk mencari uang demi bisa hidup didunia ini sedikit lebih lama. ditengah-tengah perjalanan ku, aku bertemu dengan sekelompok pria yang berjumlah 4 orang, dan ternyata mereka juga merupakan seorang petualang, aku pun ikut bergabung dengan mereka. kukira dengan ikut bersama mereka setidaknya, aku tidak akan terlalu kesepian tapi ternyata aku salah. di suatu lembah yang terdapat banyak monster mereka semua membuang ku dan mengambil seluruh barang-barang yang selama ini aku kumpulkan terkecuali peninggalan dari kedua orang tua ku.


" kenapa kalian mengambil barang-barang ku?!! "


" jangan Berisik!! " ucap salah satu dari mereka memukul perutku dengan keras.


BUKK!!


" Uhukk!! u-ukhh.. "


" ini adalah bayaran untuk kami karena bersedia menampung mu selama 4 bulan ini. setidaknya, berterimakasih lah karena kami telah berbaik hati padamu pecundang! " ucap mereka mengejek.


" ukh.. kembalikan.. barang-barang ku.. " ucap ku menahan sakit.


" jangan harap. pecundang seperti kau itu pantasnya mati dimakan oleh monster yang ada disini.. " ucap salah satu dari mereka mendekati ku yang sedang berlutut menahan sakit.


aku benar-benar merasa sangat jengkel dengan mereka, beraninya mereka menghianatiku padahal selama ini aku telah menganggap mereka sebagai keluarga baruku. tapi, tidak ku sangka mereka malah berbuat begini padaku.


" aku benar-benar dibuat kecewa oleh mereka sekarang.. bodoh nya aku.." batinku merasa geram.


" setidaknya.. setidaknya, biarkan cincin besi dan gelang tali dengan bandul yang terbuat dari kayu yang dipernis itu padaku.. selain itu kalian boleh mengambil semua nya.. " ucap ku sambil mengepalkan tangan ku dengan erat.


mereka pun saling memandang satu sama lain, lalu salah satu dari mereka segera mengambil barang-barang yang tadi aku sebutkan bersamaan dengan dua bingkai foto kedua orang tua ku, lantas melemparkan nya padaku.


" ambil semua itu dan matilah. kami tidak membutuhkan semua sampah ini karena, uang lah yang kami butuhkan. ayo teman-teman kita pergi. " ucap pemimpin mereka menatapku tajam.


mereka semua pun pergi meninggalkan ku sendirian tanpa memberikan apapun selain barang-barang peninggalan kedua orang tua ku.


berkat mereka, hidupku pun sempurna hancur berkeping-keping. aku dibuang oleh mereka di tengah-tengah hutan lembah monster, saat itu aku tidak tahu apa yang harus kulakukan karena seluruh barang-barang ku telah mereka rampas, disaat aku kebingungan tanpa sengaja aku menemukan sebuah belati yang terlihat masih baru di atas tanah yang sedang ku injak ini. seperti nya ini belati yang tidak sengaja dijatuhkan oleh salah satu dari rekanku tadi. aku pun mengambil belati itu dan berpikir bagaimana pun caranya aku harus tetap hidup dan membalas dendam walau hanya berbekal satu pakaian yang sedang kupakai dan sebuah belati yang baru saja kuambil ini.


" ibu.. maafkan Carlie.. tapi, sepertinya Carlie tidak bisa memaafkan mereka.. " ucapku sembari memegang erat belati itu dan menatap tajam ke sembarang arah.


aku pun mulai menelusuri hutan lembah monster ini, disini pepohonan nya tumbuh dengan sangat lebat hingga cahaya matahari pun tak dapat masuk melalui celah mana pun. aku terus berjalan sembari melihat sekitar dan tanpa kusadari Seekor beruang coklat dengan mata merah menyala langsung menyerang ku dari semak-semak. aku sangat terkejut tapi untungnya aku berhasil menghindar sebelum beruang itu benar-benar menyerang ku, beruang itu sangat besar namun untungnya ia tidak terlihat bisa menggunakan sihir. ketika beruang itu hendak menyerang ku lagi, aku langsung menggenggam erat belati yang ada ditangan ku dan segera menyerang balik beruang itu tanpa peduli apakah aku akan mati.


beruang itu pun tewas dengan darah yang mengalir dari kepala nya. setelah merasa lega tubuhku langsung ambruk dan aku pun kehilangan kesadaran ku tepat di samping mayat beruang itu.


" ah.. benar-benar melelahkan.. " ucap ku segera terpejam.


pagi pun tiba, aku terbangun dari tidurku dengan tubuh yang rasanya mau hancur. sungguh, tubuh ku tak bisa ku gerakan selama hampir satu jam. setelah sekitar 45 menit terbaring kaku ditanah aku pun berusaha untuk bangun walau rasanya sangat berat, seluruh tubuh ku penuh dengan luka cakar terutama lengan dan kaki ku. untuk pertolongan pertama aku pun menyobek baju ku dan mengikat nya di tempat-tempat yang ada lukanya, lalu aku menoleh kearah bangkai beruang semalam yang masih ada di samping ku.


" jika aku mengulitinya serta mengambil jari-jari nya.. seperti nya aku bisa membuat sebuah jaket dan senjata baru. " batin Carlie berpikir.


tanpa basa-basi aku pun segera melakukan apa yang baru saja kupikir kan. ku kuliti mayat beruang itu lalu kupotong jari nya dan yang terakhir ku masak tubuh nya untuk ku makan. lagipula beruang itukan baru mati kemarin, jadi daging nya masih cukup segar kan? selesai melakukan kegiatan ku, aku segera melanjutkan perjalanan ku dan kejadian yang sama terjadi, aku lagi-lagi diserang oleh monster saat sedang berjalan namun, monster kali ini bukanlah beruang lagi melainkan DireWolf.


" Khkk!! " ucap ku menahan serangan DireWolf itu.


" sakit.. " batin ku menahan sakit dibagian kaki ku.


kukira hanya satu saja tapi ternyata DireWolf itu memiliki kawanan DireWolf yang lain, padahal satu saja sudah menyusahkan tapi saat itu aku dikepung oleh 5 DireWolf sekaligus. aku benar-benar tercekat sekarang, pikiran ku benar-benar kosong aku tidak tahu apa yang harus kulakukan agar aku terlepas dari kepungan ini. sungguh seperti sebuah keajaiban yang selalu muncul di dongeng anak kecil, tiba-tiba saja sebuah cahaya berwarna emas muncul di belati yang berada di genggaman tangan ku. aku sangat terkejut sekaligus kagum dengan cahaya yang mempesona itu, dan tanpa kusadari DireWolf itu menyerang ku disaat aku sedang lengah.


" GRAAAWWW!!! "


" UKH!! "


TRANGG!!!


" K-KHKK..!! dasar.. Dasar Monster Baj1ngan!!! " teriak ku merasa jengkel.


SRAKK!!


seolah ada yang mendorong ku untuk mengamuk, amarah ku tiba-tiba saja memuncak bersamaan dengan kekuatan yang sangat besar yang sedang meluap didalam dada ku, dan itu membuatku semakin ingin meledakan nya. bersamaan dengan kekuatan ku yang meledak, ku tebas semua DireWolf itu dengan sangat brutal bahkan aku sudah tidak peduli sebanyak apa mereka datang kepada ku hingga akhirnya kekuatan ku benar-benar meledak.


" Hiyaaakhhhhhh!!!! "


DUARRRR!!!


semuanya meledak. seluruh DireWolf itu meledak dan darah mereka berjatuhan layaknya hujan deras yang membasahi ku. sejak saat itu aku merasa terlahir kembali, sungguh, kekuatan yang luar biasa ini.. benar-benar menakjubkan.


" ah.. seharusnya aku memakan nya saja, sekarang aku merasa lapar.. " batin ku merasa sayang sembari berdiri di bawah hujan darah yang begitu deras.


sebulan pun berlalu, kini aku sudah terbiasa hidup di antara para Monster-monster ini. setiap menit, setiap jam, dan setiap hari aku lalui dengan membunuh, membunuh, dan membunuh semua para monster yang kutemui mau itu yang kroco ataupun yang tingkat tinggi.


tanpa kusadari aku sudah berada didalam hutan itu selama 2 tahun lama nya, entah saat itu aku masih jadi manusia ataukah jiwaku sudah tercampur oleh para monster yang ku bunuh selama ini. setelah bertempur selama berbulan-bulan dengan para monster itu aku akhirnya menemukan jalan keluar.


" ...matahari.. sudah lama sekali aku tidak merasakan nya.. " ucap ku merasa asing dengan sinar hangat yang terpancar dari matahari.


" yah, itu semua tidak berarti sekarang.. "


aku pun terus berjalan menyusuri jalanan yang entah akan membawaku kemana, berjalan dan terus berjalan tanpa istirahat sedikit pun. 5 bulan pun berlalu akhirnya jalanan yang ku tempuh memiliki ujung, aku pun sampai di kerajaan Athena kerajaan terbesar sebenua ini. sebenarnya aku telah menempati berbagai macam negara selama perjalanan ku namun, aku hanya melewati nya layaknya sebuah pohon.


" katakan identitas mu. " ucap penjaga gerbang.


" ...Carlie. " ucapku lirih tak ada tenaga lagi.


mendengar ku penjaga gerbang itu segera menuliskan namaku di buku catatan lantas menatap ku dengan tatapan jijik sembari menutup hidung nya dengan catatan itu, kurasa itu karena penampilan ku yang sangat berantakan, lusuh dan tercium bau amis darah yang kering di baju ku.


" si-silakan masuk.. " ucap nya canggung.


aku pun segera masuk kedalam kerajaan Athena, setelah melihat-lihat sebentar akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke tempat pertama yang membuat ku tertarik disana yaitu..


Toko Alat Perang.


Brukk!!


" aku.. ingin menjual semua ini. " ucap ku sembari menaruh semua barang-barang yang aku kumpulkan dari sisa-sisa bangkai monster yang kubunuh, tepat diatas meja Kasir.


" !! a-apa semua ini..? " ucap penjual itu cukup terkejut.


" aku bilang aku mau menjual semua ini, secepat nya. " ucap ku lagi sembari menatap nya dengan tajam.


" Hikk!! se-sebenarnya, siapa pria menyeramkan ini.. " batin sang penjual merasa takut.


tak butuh waktu lama barang-barang ku pun terjual habis di toko itu dengan harga yang cukup tinggi.


" aku tidak menyangka kalau semua Monster-monster itu memiliki harga yang mahal.. tidak sia-sia aku membunuh mereka semua.. " batin ku setelah keluar dari dalam toko itu.


selesai menjual aku pun pergi ke toko pakaian, tidak mungkin kan aku terus memakai pakaian yang sama selama hampir 3 tahun ini? entah toko pakaian mana yang aku masuki, aku hanya tahu jika ada lambang bunga itu berarti toko pakaian.


" selamat datang di toko baju bunga mawar, kami akan memberikan pelayanan yang terbaik untuk anda. " ucap pegawai toko itu hormat.


" carikan pakaian yang cocok dengan ku. " ucap ku segera masuk tanpa peduli apapun lagi.


ketika aku berjalan masuk pegawai itu cukup terkejut, mungkin karena dia mencium bau anyir darah yang menempel di tubuh ku, dan aku tak memperdulikan nya sama sekali. oh ya, apa kalian tahu sebelum mereka melayani ku, pegawai tadi langsung melaporkan diriku ke pemilik toko, sehingga pemilik toko ini mendatangi ku sembari menutup hidung nya dengan saputangan lantas berkata..


" tuan seperti nya anda salah masuk toko. ini adalah toko pakaian khusus untuk para bangsawan terkenal saja bukan untuk para rakyat jelata. " ucap nya sembari memandang rendah diriku.


mendengar itu aku hanya menatap tajam dirinya..


bersambung..