
setelah kepergian Carlie, Celestia memanggil semua selir untuk pergi menghadap nya. Celestia bertanya kepada mereka apakah semua pria miliknya telah berkumpul ataukah belum? dan Para selir Celestia menjawab nya dengan sebuah anggukan. setelah mengetahui semuanya telah berkumpul Celestia berdiri dan berjalan pelan maju kedepan, melihat tindakan Celestia yang tidak seperti biasanya semua pria itu merasa tegang dan gugup.
" apa kalian tahu alasan ku memanggil kalian? " tanya nya dingin.
" ...tidak nona. " ucap mereka pelan.
" aku mengumpulkan kalian sekarang karena kejadian barusan. aku sungguh tak habis pikir, bagaimana bisa kalian membiarkan orang asing masuk begitu saja kesini tanpa memberitahu ku terlebih dahulu? bukankah kalian terlalu lancang. " ucap Celestia sembari berjalan mondar mandir di depan mereka.
mendengar itu para pria itu hanya menunduk, karena mau bagaimana pun apa yang dikatakan oleh Celestia benar adanya. Paviliun Harem sebenarnya memang dibangun oleh Celestia hanya untuk para selir nya dan dia sangat melarang orang lain selain keluarga nya ataupun pekerjanya masuk kedalam Paviliun bahkan keluarga kerajaan sekalipun. oleh karena itu Celestia cukup terkejut saat menemukan sosok Carlie yang berdiri di hadapan nya tadi, ia benar-benar tidak mengira hal itu bisa terjadi.
" ...Karlien, katakan sejujurnya apa alasan mu mengundang dia dan berkata demikian. apa kau tadi benar-benar berniat untuk membuat dia menjadi selir ku? " tanya Celestia menatap dingin Karlien.
Karlien mengangkat kepalanya lantas tersenyum dan berkata..
" tentu saja, bukankah My Queen selalu mengharapkan nya? saya sebagai selir kesayangan My Queen tentu harus mengabulkannya bukan? " ucapnya tersenyum hangat.
" berhenti tersenyum palsu. aku tahu sebenarnya kalian semua merasa terluka atas semua perbuatanku sebelumnya. oleh karena itu mulai sekarang berhentilah bersikap baik-baik saja, dan tunjukanlah rasa cemburu kalian padaku. " ucap Celestia dengan tegas.
mendengar jawaban Celestia senyum Karlien mengendur dan raut wajahnya berubah menjadi dingin, sedangkan yang lain nya mereka semua hanya menatap tajam Celestia layaknya seekor hewan buas. Celestia berbalik ia menuju ke lemari berniat untuk mengganti pakaian nya dengan yang lebih nyaman.
" memangnya engkau pernah perduli dengan kami My Princess? " ucap Karan tiba-tiba.
mendengar itu Celestia terdiam, ia mengerti maksud dari kalimat barusan. karena selama Celestia yang asli mengejar tokoh utama pria ia begitu mengabaikan para selir kesayangan nya hingga hampir semua selirnya memendam kebencian yang mendalam kepada nya, Celestia mengetahui hal tersebut tepat saat ia baru tiba di dunia ini.
"...aku tahu apa yang aku perbuat dimasa lalu adalah suatu kesalahan besar, namun diriku yang sekarang tidak lagi mengharapkan pria lain. oleh karena itu kuharap kejadian kali ini tidak terulang lagi. " ucap Celestia sembari melihat-lihat isi lemarinya.
" My Queen, aku hanya ingin memberikan apa yang kau incar selama ini. namun, mengapa kau terlihat sangat marah Sekarang? seperti.. bukan dirimu yang biasanya. " ucap Karlien mulai curiga.
mendengar itu Celestia tersentak, ia tidak mengira bahwa kalimat itu akan muncul secepat ini. dengan perasaan yang sedikit gugup Celestia berusaha untuk terlihat natural kembali.
" Karlien. apakah.. sekarang kau menganggap bahwa aku ini sangat murahan hingga kau berani berbuat begini? " ucap Celestia dengan nada rendah.
deg!!
" apa maksud mu My Queen? aku tidak pernah sekalipun menganggap My Queen ku murahan!! " ucap Karlien panik.
" lantas apa? jika bukan murahan lalu kau menganggap ku apa? kupu-kupu malam? asalkan kalian semua tahu, sejujurnya sejak dulu aku tidak berniat untuk membuat Harem ini, jika seandainya aku tak merasa kesepian dikediaman yang sangat besar itu. namun, jika kalian berniat untuk pergi dari sini silakan saja karena aku sudah terbiasa ditinggalkan. " ucap Celestia dingin sembari menatap tajam mereka.
" lagipula ini hanyalah dunia Novel, jadi jika aku mati palingan aku hanya akan menjadi mayat. " batin Celestia berbalik meninggalkan mereka dan menuju ke lemari untuk berganti pakaian yang lebih nyaman.
seluruh para selir terdiam, mereka tenggelam dalam pikiran mereka masing-masing. setelah beberapa saat salah satu dari mereka mendatangi Celestia yang sedang sibuk memilih pakaian apa yang harus ia kenakan. pria itu berlutut di belakang Celestia lantas berkata..
" Master.. saya bersumpah atas nama saya, bahwa saya akan selalu berada disisi Master. sampai, Master menginginkan saya untuk pergi. saya juga tidak akan keberatan jikalau Master menginginkan pria baru, itu karena kebahagiaan Master adalah hal yang paling penting bagi diri saya. saya juga akan melakukan apapun yang Master perintahkan bahkan hal yang mustahil pun akan saya usahakan untuk melaksanakan nya. oleh karena itu izinkanlah saya untuk terus berada disisi anda Master.. " ucap Henry menunduk penuh hormat.
Celestia berbalik, ia cukup terkejut dengan apa yang barusan Selirnya ucapkan, bagaimana bisa ada orang yang rela mengabdikan hidupnya untuk orang yang ia cintai walaupun dirinya tahu kalau itu akan menyiksanya. Celestia merasa bimbang sekarang, ia merasa bersalah itu karena dia yang sekarang bukanlah Celestia yang asli. dengan sedikit gugup Celestia mengulurkan tangannya ke hadapan Henry dengan anggun, lalu tanpa basa-basi pria itu langsung mencium lembut punggung tangan wanita yang sangat ia cintai itu.
" Hem, kesetiaan Henry memang tidak bisa diragukan. Henry cintaku sepenuhnya untuk mu. " ucap Celestia sembari tersenyum lembut.
" seperti ini kan seharusnya Celestia yang asli bereaksi?? " batin nya keringat dingin.
" ngomong-ngomong, bagaimana dengan yang lain? Apakah kalian tidak menginginkan cintaku kembali? ah, haruskah aku membubarkan Harem ku dan meluluhlantakkan, Paviliun ini? " ucap Celestia sembari tersenyum Seringai dan menatap tajam mereka.
" apa sih yang baru saja ku katakan ini?!! meluluhlantakkan Paviliun ini? dasar gila!! mana mungkin aku mau menghancurkan bangunan megah yang harganya 70.000 triliun ini!! " batin Celestia menyesali perkataan nya.
mereka semua terkejut, mereka tidak menyangka bahwa Celestia akan mengatakan hal itu dari mulutnya sendiri tanpa merasa ragu sedikitpun. setelah apa yang mereka alami, dia mau begitu saja membuang mereka semua? bukankah itu sangat keterlaluan?dengan perasaan yang campur aduk antara kesal dan sakit hati, satu-persatu selir Celestia berjalan pelan menghampiri nya dan melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan oleh Henry.
" tolong biarkan kami selalu disisi mu Nona. " ucap mereka serentak.
Celestia terkejut, ia tidak tahu kalau para selirnya begitu tidak ingin lepas darinya hingga masih mau bertahan walau Celestia yang asli telah menelantarkan mereka. setelah terdiam beberapa saat, Celestia berjalan pelan di depan mereka lalu mengangkat dagu salah satu selirnya lantas tersenyum..
" tidak kusangka, ternyata kalian semua sudah terikat erat dengan ku. aku juga sudah susah payah mengumpulkan kalian, jadi bagaimana bisa aku membuang kalian begitu saja? " ucap Celestia.
suasana didalam ruangan itu menjadi berat, para selir hanya terdiam mendengarkan apa yang ia katakan, setelah mengatakan hal itu dia berdiri tegak kembali. Celestia melipat kedua tangannya di dada sembari berkata..
" Hem, ketahuilah kalian adalah para selir milik ku, dan mulai sekarang aku tidak akan menelantarkan kalian. jika aku melanggar ucapan ku maka aku akan melakukan apapun yang kalian mau selama sebulan penuh. "
semua pria itu terkejut dengan apa yang barusan mereka dengar. mereka sebenarnya merasa cukup bingung dengan ucapan Celestia, namun saat melihat mata Celestia yang terlihat sangat percaya diri senyum mereka sedikit demi sedikit mengembang hingga akhirnya tersenyum senang, karena ternyata nona mereka tidak akan membuang mereka begitu saja. Celestia langsung terjatuh ke lantai setelah menerima pelukan hangat dari para pria tampan miliknya itu secara bersamaan. setelah nya mereka semua merasa bahagia, dan tersenyum senang layaknya anak kecil.
" ah.. sayang sekali, semua ini bukanlah milik ku.. " batin Celestia merasa hampa.
...****************...
Sore harinya, Celestia dan Karlien pergi berkencan ke festival musim panas sesuai janji mereka. disana mereka melihat berbagai macam makanan dan berbagai macam pernak-pernik, semua orang yang berada di sana berdandan dengan sangat cantik, diatas kepala dan telinga mereka terhiasi oleh bunga yang cantik, seperti nya itu bunga terakhir musim semi. canda tawa terdengar, banyak sekali anak kecil yang berlarian dan bahkan ada beberapa orang yang sedang bernyanyi dengan sangat merdu di depan air mancur yang cantik.
" wah.. jadi inikah festival musim panas yang terkenal itu? meriah nya.. " ucap Celestia kagum.
mendengar itu Karlien tersenyum lembut, ia merasa senang karena membuat wanita yang sangat ia cintai itu tersenyum. seorang gadis kecil datang menghampiri Celestia lalu memberikan nya sebuah mahkota bunga yang ia buat sendiri.
" untuk ku? " tanya Celestia berbinar.
" iya! nona seperti malaikat karena itu saya memberikan mahkota bunga ini untuk malaikat yang cantik. " ucap gadis itu sambil tersenyum dengan cantiknya.
Celestia merasa terharu, ia baru pertama kali menerima hadiah yang indah semacam ini dari seorang gadis kecil. Celestia memberikan mahkota nya kepada gadis itu dan menyuruh nya untuk memasang kan mahkota bunga itu diatas kepalanya, ia menunduk dan membiarkan gadis itu meletakkan mahkota buatan nya.
" kakak cantik, bunga ini adalah bunga Daisy bunga yang melambangkan ketulusan dan saya memberikan mahkota bunga ini kepada kakak cantik, karena dimata saya kakak cantik adalah orang yang tulus dan penuh cinta. " ucap gadis itu tersenyum manis setelah selesai memasangkan mahkota bunga dikepala Celestia.
" benarkah? "
" Hem, kakak jadi semakin cantik dengan mahkota itu. " ucap gadis kecil itu lagi.
" ah.. Karlien, bagaimana menurut mu? " tanya Celestia berbalik dengan tatapan polos.
mata Karlien membesar saat mendapati Celestia yang terlihat sangat cantik dengan gaun selutut nya yang berwarna hijau berlengan panjang hingga kesiku, lalu hiasan bunga mawar hijau yang terletak di bagian tengah pinggang nya serta hiasan kupu-kupu kecil yang menghiasi bawah gaun nya sudah membuat nya terlihat cantik ditambah dengan mahkota bunga Daisy yang terletak di atas rambutnya yang tergerai indah benar-benar membuat nya terlihat seperti seorang malaikat tak bersayap.
" Karlien? "
" Hem, My Queen akan selalu terlihat cantik dengan apapun. " ucap nya sembari tersenyum.
" oh, jadi kalau aku memakai pakaian yang compang-camping aku akan tetap terlihat cantik begitu? "
" tentu saja. " jawab Karlien dengan wajah ceria.
" jangan bercanda.. terimakasih ya, gadis cantik kakak menyukai nya. " ucap Celestia tersenyum hangat.
gadis itu tersenyum lantas berlari meninggalkan mereka berdua. Celestia dan Karlien kembali melihat-lihat festival, mereka berdua membeli berbagai macam makanan dan mencoba berbagai macam permainan yang disana.
" Karlien! ayo kita coba yang itu juga! " ucap Celestia antusias sembari menghampiri seorang penjual sate buah.
" wah.. buahnya terlihat enak.. "
melihat itu Karlien hanya bisa tersenyum sembari menggelengkan kepalanya, ia jadi bertanya-tanya apakah benar wanita yang sedang bersamanya ini adalah wanita tercantik dan bermartabat di dunia? seperti nya mereka salah, karena yang bersamanya sekarang hanyalah seorang gadis biasa yang terlihat bahagia. ia lantas menghampiri Celestia yang terlihat sangat menginginkan sate buah itu dan lanjut membelikan semua yang ia inginkan.
ditengah-tengah lapangan terdapat sekelompok pemain orkestra, mereka memainkan alat musik dengan sangat merdu. semua orang yang disana ikut menari mengikuti alunan musik yang mereka mainkan, mereka menari dengan sukacita, Celestia yang melihatnya dari kejauhan langsung menggandeng tangan Karlien lantas berlari dengan antusias menuju ke keramaian itu, sesampainya disana ia langsung ikut menari dengan gembira layaknya anak kecil. senyuman bahagia terukir jelas di wajahnya yang cantik jelita.
Karlien yang melihat nya tersenyum, juga ikut merasa bahagia ia ikut menari di samping Celestia. semua orang merasa sangat bahagia hari ini, karena disini status sosial tidak berlaku semuanya setara mau itu bangsawan ataupun rakyat jelata mereka semua menari dengan gembira malam ini. Festival musim panas kali ini benar-benar sangat meriah dan sangat menyenangkan bagi Celestia juga bagi semua orang yang ada disana.
ditengah-tengah kesenangan itu Celestia melupakan sesuatu yang sangat penting, ia terlalu bahagia hingga lupa bahwa itu hanyalah dunia dalam novel..
...****************...
" apakah anda menikmati festival nya nona? " tanya Karlien.
" yah! rasanya sangat menyenangkan, aku tidak tahu kalau itu jauh lebih menyenangkan dari apa yang kubayangkan.. " ucap Celestia sembari berjalan santai dengan melipat kedua tangannya di belakang.
" Hem, kalau begitu bagaimana kalau tahun depan kita pergi lagi nona? " tanya Karlien sembari tersenyum.
" Karlien, aku tahu kau itu selir kesayangan ku tapi, tolong jangan serakah. berikanlah kesempatan pada selir yang lain juga.. "
" mau bagaimana lagi? hati saya sudah terikat dengan mu My Queen. " ucapnya sembari tersenyum.
" dasar. "
diperjalanan menuju ke kereta kuda, Celestia tidak sengaja melihat seorang pria sedang berjalan berdampingan dengan seorang wanita cantik berambut pirang keemasan yang sedikit bergelombang, wanita itu memakai gaun yang panjang berwarna putih dengan corak emas yang menghiasi bagian bawah dan atas gaun nya. wanita itu merangkul lengan pria disebelahnya dengan erat dan pria itu terlihat sangat nyaman dengan nya, ia menatap wanita disebelah nya dengan tatapan hangat.
Celestia yang melihat itu hanya terdiam, ia baru pertama kali melihat pria yang terkenal dingin itu menatap pasangan nya dengan hangat. Karlien yang melihat nya langsung merasa cemburu, ia merangkul erat pinggang Celestia hingga dirinya terkejut.
" Kar-Karlien? " ucap Celestia mendongak karena memang Karlien lebih tinggi darinya.
" Hem, mari kita segera kembali Nona. " ucapnya sembari tersenyum.
" ah.. iya, ayo kita pulang.. " ucap Celestia linglung.
" ... " seseorang menatap mereka dari jauh.
mereka pun kembali ke kediaman Wolf Knight dengan menggunakan Kereta kuda yang sudah menanti mereka di dekat sebuah toko kelontong. selama perjalanan Celestia tenggelam dalam pikiran nya, ia masih memikirkan siapa wanita cantik yang berada disebelah pria yang ia kenal tadi.
" apakah.. dia adalah tokoh utama wanitanya.. " batin Celestia berpikir.
" nona, apa yang sedang anda pikirkan? apa anda sekarang sedang memikirkan pria tadi? "
" ha-hah? tidak kok. aku hanya.. Karlien. apakah kau mengetahui siapa wanita yang bersama Duke Eagle tadi? " ucap Celestia tiba-tiba serius.
" ...hah.. jika maksud anda wanita yang disebelah nya, dia adalah nona Saintess. namanya Karina Zennet, putri dari Marquess Zennet yang juga merupakan sepupu jauh dari yang mulia Raja. " ucap Karlien menjelaskan.
" oh.. !! " ucap Celestia tiba-tiba teringat sesuatu.
" tunggu. Karina Zennet? jangan bilang kalau alur cerita nya tidak berubah?!! " batin Celestia terkejut.
" nona? apakah, anda baik-baik saja? " tanya Karlien khawatir.
kali ini Celestia benar-benar tenggelam dalam pikiran nya sendiri. ia terus menelusuri isi dalam novel yang baru ia baca beberapa menit sebelum ia meninggal dunia.
" ah, aku ingat sekarang.. benar. di saat-saat sekaranglah Celestia yang asli beraksi atau lebih tepatnya mulai melancarkan berbagai macam rencana busuk untuk mencelakai Karina Zennet yang merupakan tokoh utama wanita di Novel ini.. " batin Celestia mulai mengerti dengan situasi nya.
" nona, seperti nya anda sangat kelelahan sekarang. lebih baik kita turun dulu supaya anda bisa istirahat. " ucap Karlien.
" hah? ah, iya benar. ayo kita turun.. " ucap Celestia tersadar.
Karlien pun turun duluan lalu mengulurkan tangannya untuk membantu Celestia turun dari kereta kuda. Celestia menerima uluran tangan itu dengan anggun lantas turun dari kereta kuda..
" terimakasih, Karlien. oh iya, malam ini sungguh menyenangkan aku sangat menikmatinya. sekarang kau bisa pergi. " ucap Celestia sembari tersenyum.
" My Queen. "
" hem? "
" bukankah malam ini adalah jatah saya? " bisik Karlien dengan suara yang rendah.
" ya? " beo Celestia mematung.
" jatah apa ya? " batin Celestia bingung.
" bolehkah sekarang saya meminta apa yang menjadi hak saya? " tanya Karlien lagi.
" hak? hak?!! ja-jangan bilang kalau.. masa sih?!! beneran hak yang itu?!! " batin Celestia terkejut.
Karlien memegang pinggang Celestia dan semakin mengikis jarak diantara mereka berdua, Celestia yang mengetahui hal itu semakin panik ia berusaha untuk mendorong Karlien, tapi pelukan pria itu terlalu kuat.
" Ka-Ka-Ka-Karlien! tu-tu-tunggu! tunggu dulu! ki-kita bicarakan baik-baik, kita bicarakan baik-baik!! akhh!! aku tidak ingin keperawanan ku menghilang!! " teriak Celestia berusaha menghindar dengan wajah yang memerah padam.
" tidak apa-apa, lagipula ini bukan yang pertama kali nya.. " ucap Karlien mendusel-dusel Celestia.
" tunggu. apa? " beo Celestia terkejut.
" Ka-Karlien.. katakan padaku.. sudah.. berapa kali kalian menjebol ku? " tanya Celestia keringat dingin.
" hm? tidak pernah kok. anda selalu menolak kami jika kami berniat ingin melakukan nya dengan anda. "
" ah.. begitu.. "
" untunglah.. " batin Celestia sangat bersyukur.
" Karlien hari sudah larut malam, besok aku harus bekerja jadi aku berniat untuk tidur lebih awal malam ini. karena itu, sebaiknya kau segera kembali ke Harem. " ucap Celestia.
mendengar itu Karlien langsung melepaskan Celestia, ia berbalik memunggungi Celestia dengan tangan yang dilipat. Celestia yang mengetahui hal itu langsung merasa bersalah karena sepertinya ia baru saja membuat selirnya ini ngambek.
" Karlien? apa kau marah padaku? "
" tidak. saya tidak marah. " ucapnya tanpa menatap Celestia.
" Karlien.. "
" Nona, saya mencintai anda. saya hanya ingin menghabiskan malam yang indah dengan anda walau hanya sekali.. "
" tapi sepertinya itu sulit ya? " ucapnya sembari berbalik kearah Celestia dan tersenyum lembut.
Celestia membelai lembut pipi Karlien, ia tidak menyangka bahwa Celestia yang asli amat sangat disayang oleh para selir nya, ia sungguh membuat iri.
" Karlien, kau pun selir yang sangat kusayangi, dan hari ini adalah waktu yang terbaik bagiku bisa berkencan dengan mu. aku sungguh berterimakasih padamu. " ucap Celestia lembut.
" Hem, My Queen saya akan selalu melakukan apapun yang engkau inginkan, bahkan jika anda menginginkan saya untuk mati sekalipun saya bersedia. karena, kebahagiaan anda kebahagiaan saya juga My Queen. " ucap Karlien sembari tersenyum hangat.
" ... sebaiknya kau segera kembali sebelum malam semakin larut. " ucap Celestia seakan sedang memikirkan sesuatu.
" baiklah, My Queen. saya akan kembali setelah saya melihat My Queen masuk kedalam. "
Celestia mengecup lembut kening Karlien, lantas masuk kedalam rumah nya. Karlien terus tersenyum sampai wanita yang ia cintai itu benar-benar masuk kedalam kediaman nya.
" bahagia sekali ya kau. " ucap William yang muncul di belakang Karlien.
" Hem, seperti nya kakak dari My Queen ini sangat suka sekali memata-matai orang yang sedang berkencan ya. " ucap Karlien berbalik sembari tersenyum.
" ...aku hanya tidak mau adik ku satu-satunya terluka oleh pria seperti mu sekalipun kau adalah selirnya. " ucap William datar.
" tapi setelah aku mengamati mu, seperti nya memang pilihan yang tepat menghancurkan Harem itu dan menjauhkan Celestia dari kalian. " ucap William lagi.
" Hem, seperti nya ada yang cemburu karena hari ini nona Celestia lebih mau menghabiskan waktunya untuk saya dibandingkan dengan Kakaknya. " ucap Karlien sembari tersenyum mengejek.
mendengar itu William hanya menatap nya dengan tajam..
...****************...
di dalam kamar..
Ceklek! Celestia mengunci pintu kamar nya dan berdiam sejenak di sana sembari memikirkan perkataan Karlien barusan.
" kebahagiaan ku ya.. "
" ...apa aku pantas untuk bahagia disini? ah, entahlah. "
Celestia pun mengambil beberapa lembar kertas dan pena lalu ia langsung duduk di meja yang biasa ia gunakan untuk menulis sesuatu. Celestia menulis dengan cepat apa yang ia ketahui tentang Novel itu sembari masih memikirkan kembali tentang mimpi buruk yang ia alami sebelumnya.
" jika dilihat dari situasi nya, seperti nya memang benar Novel ini berjalan sesuai alur cerita nya.. hm.. jika benar-benar sesuai alur nya, berarti aku juga akan mati mengenaskan seperti dicerita aslinya ya? ah, gawat.." gumam Celestia berpikir sembari menyanggah dagu nya di meja.
" ngomong-ngomong siapa sebenarnya wanita itu? kenapa dia terlihat sangat membenci Celestia yang asli ya? "
" aku tidak mengerti.. padahal selama sebulan ini sudah banyak hal yang terjadi tapi kenapa alur ceritanya tetap berjalan sesuai yang ada di Novel nya? "
berbagai pertanyaan terus bermunculan didalam kepala Celestia. ia semakin bingung dengan alur cerita novel yang ia rasuki. disaat Celestia sedang sibuk berpikir, tiba-tiba saja rasa sakit yang luar biasa muncul dari dalam dada nya.
" kalau begitu.. hanya satu hal saja yang perlu kulakukan, yaitu melakukan banyak hal yang bertolak belakang dari isi cerita aslinya. " batin Celestia bertekad.
DEG!
" akhh!! ukh.. sa-sakit sekali.. " ucap Celestia memegang erat dadanya.
" ada apa lagi ini.. kenapa dada ku terasa sakit sekali.. seakan jantungku mau meledak.. "
merasa tidak kuat dengan rasa sakit yang ia rasakan Celestia pun terjatuh dari kursinya dan berakhir pingsan.
" aku.. harus menyembunyikan.. kertas itu.. " batinnya segera menutup mata.
seorang pria berparas tinggi dengan rambut pink coral berjalan menuju kekamar Celestia pria itu memakai setelan kemeja putih dengan ropi Jas dan dasi biru yang melekat ditubuh nya, ia membuka pintu kamar Celestia dengan membawa sebuah katalog baju ditangan nya. saat masuk ia sangat terkejut ketika melihat Celestia terbaring lemas di sebelah kursi kerjanya dengan kertas yang berhamburan disekelilingnya, pria itu membuang begitu saja buku katalog yang ia pegang dan langsung menghampiri Celestia. pria itu berusaha untuk menyadarkan Celestia namun, Celestia sama sekali tidak bergerak hingga akhirnya pria itu mengangkat nya dan membaringkan Celestia diranjang dengan lembut.
" nona Celestia.. sebenarnya apa yang terjadi? " tanya Karan cemas.
jari tangan Celestia sedikit demi sedikit mulai menghitam entah kenapa tanda hitam itu menyebar dengan cepat keseluruh tubuh Celestia. Karan yang melihat itu benar-benar terkejut, ia langsung memanggil pengawal untuk pergi memberitahu para anggota Keluarga Wolf Knight yang lain.
" padahal saya ingin menunjukkan gaun yang saya buat khusus untuk anda, sebagai hadiah karena anda sudah siuman. tapi.. bagaimana bisa hal ini terjadi.." ucap Karan khawatir.
" nona Celestia. "
tak berapa lama kemudian Aska, William dan beberapa pelayan serta seorang dokter pribadi mereka datang tergesa-gesa setelah mendengar kabar buruk tentang Celestia. mereka semua terlihat khawatir dan terkejut saat melihat keadaan tubuh Celestia yang menghitam tanpa sebab. dokter pun mulai memeriksa Celestia, ia memeriksa nya cukup lama. selesai diperiksa raut wajah dokter itu terlihat buruk, melihat itu Aska langsung bertanya..
" bagaimana keadaan Celestia? apakah terjadi hal yang buruk pada nya? "
" tuan, sepertinya nona Celestia terjangkit penyakit yang mematikan. tubuh nona mulai membusuk dan perlahan-lahan akan terurai. " ucap Dokter Raya serius.
" Apa. " ucap Aska Terkejut.
bersambung..