Can I Love You Sir?

Can I Love You Sir?
episode 4.



setelah Celestia mengatakan hal itu suasana diantara mereka berdua berubah menjadi tegang. para pengawal yang mengawal Celestia pun seketika panik, karena kedua orang hebat itu hendak berkelahi.


" jadi, bagaimana tuan elang yang hebat? apakah anda mau menerima tantangan dari lady yang lemah ini atau mengalah? " tanya Celestia sembari tersenyum.


laki-laki itu hanya menatap Celestia dengan tatapan datar, sebenarnya Celestia sudah tidak ingin berurusan dengan pria itu dan mau mengakhiri nya dengan baik-baik namun, pria itu malah memaksa nya untuk berbuat begitu.


Carlie De Eagle. pemeran utama pria dalam novel yang ku baca beberapa menit sebelum aku mati. dia dulunya hanyalah seorang pengelana setelah kedua orang tuanya meninggal dunia akibat sakit parah lalu ia mengelana keseluruh kerajaan, dulunya dia memiliki rombongan mereka sering bersama namun ada sebuah kejadian yang mengharuskan Carlie berpisah dengan mereka untuk selamanya. di novel tertulis ia sangat pandai dalam ilmu berpedang karena sudah berada di lembah monster selama hampir 2 tahun. ini juga alasan mengapa sang raja memberikan gelar Eagle padanya.. selain ilmu berpedang nya yang unggul Carlie juga memiliki mata pengawas yang sangat hebat layaknya burung Elang yang sedang mencari mangsa. ia merupakan tokoh utama yang cukup bengis karena ia tidak segan-segan membunuh siapapun yang berani mengusiknya, entah karena trauma atau apa tapi sejak dulu dia memang orang yang sulit didekati.


Tinggi, Tampan, Cerdas, Berkarisma, Dingin, Cuek, dan irit bicara lalu Seorang Sword Master.. benar-benar ciri khas dari seorang tokoh utama pria. jika saja ia mau bersikap sedikit lebih hangat, pasti akan ada ratusan lady yang jatuh pingsan hanya dengan melihat sehelai rambutnya.


" yah, apapun itu aku sudah tidak tertarik. lagipula aku sudah memiliki banyak selir jadi aku tidak perlu menambah satu lagi kan? " batin Celestia merasa puas dengan apa yang dia punya.


" lagipula.. dia benar-benar bukan tipeku. aku lebih suka pria yang seperti Karlien yang perhatian nan lembut atau seperti Henry si misterius namun perhatian dan hangat atau seperti Karan yang memiliki senyum yang terlihat menarik, Jerry yang humoris juga keren, Leonard yang terlihat dingin tapi ternyata Tsundere akut, Archie yang tersenyum manis juga terlihat tampan, Roy yang terlihat cerdik namun dapat diandalkan juga keren, Oliver yang memakai kacamata layaknya orang jenius pun sangat menggoda. ah~ ternyata aku memiliki banyak sekali harta Karun.. " batin nya sangat bahagia saat memikirkan para selir kesayangan nya.


" disaat seperti ini pun anda masih bisa memikirkan hal lain ya lady. " ucap Carlie dingin.


mendengar itu seketika Celestia terkejut karena tanpa sadar ia mengabaikan Carlie setelah memberikan tantangan padanya, ia terlalu asik memikirkan ketampanan para selir nya. ia sedikit malu dan untuk terlihat tenang seperti sebelumnya Celestia pun berdehem kecil lantas mengatakan..


" maaf, sesaat saya teringat dengan para selir kesayangan saya. ternyata saya sudah meninggalkan mereka semua terlalu lama dirumah. oleh karena itu kejadian kali ini akan saya maafkan namun, lain kali jangan harap anggota keluarga Eagle yang hanya beranggota kan satu orang itu bisa selamat setelah melecehkan seorang lady dari keluarga Wolf Knight yang sudah mendunia. kalau begitu, saya pamit dulu. " ucap Celestia sembari memberi salam.


" Burung Elang. " lanjutnya sembari tersenyum seringai sebelum pergi meninggalkan Carlie sendiri.


mendengar hal itu Carlie hanya diam sembari melihat punggung Celestia dan kedua pengawalnya semakin menjauh dari pandangan nya.


...****************...


" ayah. " panggil Celestia sembari menghampiri Aska.


" ya putriku? apa kamu mau pulang? " tanya nya sembari tersenyum seakan ialah yang ingin pulang.


" ah.. iya, ayah. saya.. ingin pulang. " ucap Celestia merasa canggung dengan para bangsawan yang ada dibelakang ayahnya.


" Sepertinya.. ayah lah yang paling ingin pulang.. " batin Celestia.


" baiklah, ayo kita pulang. Marquess, Hem, saya mohon maaf namun, putri saya kelelahan dan ingin segera pulang. " ucap nya sambil tersenyum.


" aku muak berada disini, jadi aku pulang dulu ya. " batin Aska yang seakan terdengar oleh para pria bangsawan yang ada di sana.


" ah.. iya, terimakasih karena sudah mampir.. " ucap Marquess Squirrel canggung.


Setelah berpamitan dengan keluarga Marquess mereka bertiga pun pergi menuju ke pintu luar namun, tiba-tiba saja seorang pria tampan bertubuh tinggi dengan jubah hitam yang melekat di bahu nya berhenti di hadapan Celestia sembari menatapnya. Celestia yang melihatnya langsung terkejut karena, orang yang tadi ia temui di taman kini sedang berdiri tepat di hadapannya bahkan menatapnya dengan begitu intens. William dan Aska yang melihatnya pun langsung merubah raut wajah mereka menjadi ganas seolah ingin membunuh pria tersebut.


Benar. dia adalah Charlie De Eagle seorang pria yang dulunya sangat kukagumi, tidak. lebih tepatnya yang celestia kagumi. Jika mengingat kejadian yang tadi sungguh sekarang Aku sangat membenci dirinya walaupun wajahnya memang tampan dan hampir mendekati tipeku namun, mulutnya itu sangat ingin ku robek. Benar-benar tidak ada sopan santunnya sedikit pun. Kalau wajahnya tampan seharusnya sifatnya juga tampan dong. ah, benar-benar mengecewakan..


" Apa ada.. yang ingin kau katakan padaku tuan? " ucap Celestia sembari memandang dingin pria tersebut.


Jika saja pria tersebut tidak kunjung bicara mungkin kepalanya saat ini telah terlepas dari tubuhnya karena William sudah memegang sangat erat belati yang di sembunyi kan nya.


" Nona aku menerima tawaranmu untuk bertarung berdua denganmu. "


Mendengar hal tersebut seluruh bangsawan yang ada di ruangan pesta langsung terkejut. mereka tidak menyangka bahwa putri dari Aska Wolf Knight mengajukan tantangan kepada pria yang dulunya ia kejar-kejar, apalagi pria tersebut adalah Sword Master muda yang telah terkenal bengis di seluruh kerajaan. Tapi seterkejut apapun mereka dan sepenasaran apapun mereka, mereka tidak akan pernah bisa bertanya apa yang sebenarnya terjadi pada Celestia. Bahkan William dan Aska pun tak dapat bertanya padanya.


" Heh, jadi Sekarang anda tertarik tuan Elang? " Ucap Celestia sembari tersenyum Seringai seolah ia meremehkan pria tersebut.


Namun pria itu hanya menanggapinya dengan tatapan datar. Karena di Tatap seperti itu oleh pria tersebut, Celestia merasa sangat gugup atau bahkan merasa sangat tidak nyaman. Namun ia tidak boleh kelihatan lemah di depan banyak bangsawan apalagi sekarang mereka sedang menjadi pusat perhatian dari para bangsawan.


" ternyata gelar Eagle nya nggak main-main.. matanya yang seperti elang itu.. benar-benar nggak nyaman. " batin Celestia gugup.


" ...jika anda berkenan mari bertarung dengan saya besok. " ucap Carlie masih dengan ekspresi nya.


" dengan senang hati.. " ucap nya masih dengan senyum seringai.


tidak ada angin tidak ada hujan tiba-tiba saja pria yang terkenal bengis itu menundukkan badan nya sembari mengulurkan tangannya kearah Celestia setelah mengatakan hal itu. kejadian itu benar-benar menggemparkan seluruh bangsawan yang ada disana.


" dia.. sudah gila ya?!! " batin Celestia syok berat.


" jika Anda tidak keberatan maukah anda berdansa satu lagu dengan saya sebelum kita bertarung? " tanya Carlie sembari menatap Celestia.


disaat Celestia sedang dalam keadaan bimbang, William dengan tegas menolak nya dan segera membawa Celestia keluar dari Aula pesta dansa meninggalkan Carlie sendirian.


" jika kau menyukainya aku tidak akan melarang mu. namun, aku tidak akan diam saja jika pria itu berani membuat mu menangis lagi depan ku. " ucapnya kepada Celestia dengan tatapan tajam yang penuh amarah.


" ayah juga setuju dengan apa yang William katakan. kau putri ku satu-satunya, aku tidak mungkin tega untuk membiarkan mu terluka oleh pria seperti nya. " ucap ayah Celestia.


terharu? tentu Celestia sangat terharu. ia benar-benar beruntung punya keluarga yang sangat menyayangi nya lebih dari apapun di dunia ini.


" Hem, terimakasih.. terimakasih karena sudah mengawatirkan saya. ayah, kakak. " ucap Celestia amat sangat bahagia.


" tuan, apakah anda yakin dengan duel ini? " tanya Albert kepala pelayan kepercayaan Carlie.


" ... entahlah. tapi dia cukup menarik sekarang. " ucapnya sembari menatap rembulan yang bercahaya dari dalam jendela di kediaman nya.


...****************...


pagi hari di kediaman Wolf Knight.


Celestia kini sedang bersiap-siap sekarang, benar. ia sedang bersiap-siap untuk berduel dengan Carlie si Elang bengis itu. jika saja Carlie tidak menyindir Celestia duluan, sudah pasti ia tidak akan mengajukan duel yang kekanakan ini.


" ah.. benar-benar menjengkelkan. " batin Celestia.


" Nona, jika anda menang saya akan membuat gaun yang sangat indah khusus untuk anda. karena itu menangkan lah untuk saya. " ucap Karan sembari memeluk Celestia yang sedang duduk didepan meja rias dari belakang.


" Hem, Karan bukankah kamu terlalu egois? selir kesayangan ku tidak hanya kamu saja, dan kemenangan ini akan aku mempersembahkan untuk kalian semua para selir ku. " ucap Celestia sambil tersenyum kepada para selir nya melalui pantulan kaca.


setelah selesai bersiap-siap ia pun pergi ke arena bertanding milik keluarga kerajaan. Celestia mengira bahwa ini hanyalah duel biasa namun, sejak Carlie mengatakan duel ini didepan para bangsawan, keesokan nya hampir seluruh para bangsawan yang ada di kerajaan Athena datang berbondong-bondong ke arena tempat mereka duel, bahkan raja Athena sendiri sangat tertarik hingga bersedia meminjamkan arena milik kerajaan untuk berduel.


" benar-benar menjijikkan. mereka seolah menganggap kami hewan yang menarik dan menonton nya. "batin Celestia dingin.


Celestia pun berjalan menuju ke arena duel yang ternyata disana sudah ada Carlie yang sedang berdiri tegap sembari menatap nya.


" maaf, seperti nya lady yang lemah ini sudah membuat tuan elang yang perkasa menunggu lama ya? " ucap Celestia sembari tersenyum.


Carlie sama sekali tidak menghiraukan apa yang Celestia ucapkan, dan duel pun dimulai setelah wasit meneriakan kata " fight!! " dan menjauh dari arena.


padahal baru dimulai namun, pertarungan telah berlangsung sengit. suara besi yang bertubrukan terdengar sangat keras, mungkin karena ini adalah pertarungan kedua orang yang sama sama hebat dalam bermain pedang, semua orang benar-benar sangat kagum juga penasaran siapakah orang yang akan memenangkan duel yang amat sangat langka ini.


TRANGG!!!


Celestia menahan serangan Carlie dengan sekuat tenaga. memang jika dibandingkan dengan Carlie yang tangguh dan bertubuh lebih tinggi dari Celestia, kekuatan yang dimiliki oleh Celestia tak sebanding dengan nya namun, bukan Celestia namanya jika langsung kalah hanya karena duel yang kekanak-kanakan ini.


" heh, lumayan.. tapi ini baru permulaan kan? " ucap Celestia sembari tersenyum Seringai yang hanya ditanggapi dengan tatapan tajam oleh Carlie.


setelah menahan serangan pedang dari Carlie Celestia pun menjaga jarak dari Carlie lantas menyerang nya kembali dengan kecepatan penuh. Carlie yang sudah berpengalaman dalam bertarung pun menangkis seluruh serangan Celestia dengan mudah. ditengah-tengah pertandingan Celestia mulai kelelahan berbeda dengan Carlie ia sama sekali tidak terlihat kelelahan bahkan tidak berkeringat sedikit pun. Celestia yang merasa kesal memaksakan diri dengan sekuat tenaga mengeluarkan seluruh aura pedang nya dan segera mematahkan pedang Carlie dengan mudah hingga sang pemilik pedang tersungkur karena terkejut. sorakan kemenangan Celestia pun terdengar sangat kencang, para bangsawan itu sangat kagum dengan keahlian Celestia.


" hah.. hah.. lihat, serigala akan selalu menang.. karena itu.. jangan remehkan aku.. kau baj1ng9n.. " ucapnya sempoyongan akibat terlalu banyak mengeluarkan energi pedang.


melihat kejadian itu William, Aska dan para selir sangat terkejut lalu segera pergi ke arena tempat Celestia berduel. Celestia yang sudah kehilangan banyak tenaga kini mulai kehilangan kesadaran setelah mengukir singkatan namanya di dada sebelah kiri Carlie dengan menggunakan pedang miliknya.


" cantik.. " ucapnya sembari tersenyum dan segera terjatuh menimpa Carlie karena kehilangan kesadaran.


Carlie, yang menangkap Celestia hanya terdiam sembari menatap lekat wajah Celestia yang terlelap. setelah berlari sekuat tenaga menuju ke Celestia, Aska langsung merebut Celestia dari Carlie dan segera mengangkat nya menuju ke kediaman keluarga Wolf Knight untuk diperiksa.


kemenangan kini telah menjadi milik Celestia secara mutlak walau ia harus mengeluarkan seluruh tenaganya namun, kemampuan nya telah diakui oleh keluarga kerajaan.


sesampainya di kediaman, Celestia segera diperiksa oleh dokter kepercayaan keluarga nya. Celestia didiagnosa hanya kelelahan akibat mengeluarkan aura nya yang terlalu banyak setelah sekian lama. selama pemeriksaan semua orang yang menyayangi Celestia berkumpul dengan raut wajah khawatir. mereka khawatir dengan nona cantik kesayangan mereka, selesai pemeriksaan mereka semua meninggalkan Celestia untuk pemulihan.


di alam bawah sadar Celestia..


" aku.. dimana..? "


GREBB!!!


tiba-tiba saja ada sebuah tangan mencekik leher Celestia dengan sangat kuat. Celestia pun merasa sangat kesakitan ia tidak bisa bernafas.


" si-siapa ka-kau..? " tanya Celestia susah payah.


" Kembalikan.. kebahagiaan ku WANITA J@L@NG!!! " teriak seorang wanita sembari menangis.


" !!! "


bersambung..