
masa lalu Carlie 2.
" ...begitu ya. berarti rakyat jelata yang memiliki banyak uang pun tidak bisa membeli pakaian disini? "
Brukk!!
merasa diremehkan aku pun menaruh sekantong kain besar yang penuh dengan Koin emas yang kudapatkan dari menjual semua sisa bangkai monster tadi dengan cukup keras diatas meja. melihat cahaya koin emas ku yang bersinar, mereka semua termasuk pemilik toko itu segera melayani ku dengan baik bahkan menyuguhi ku teh dan kudapan yang hanya di suguhkan untuk para bangsawan kelas atas saja.
" ah.. kali ini pun uang yang menang ya? mereka semua benar-benar menjijikkan. " batin ku merasa jijik dengan mereka yang lebih mementingkan uang dibandingkan kemanusiaan.
" kemanusiaan? mereka bahkan lebih buruk dari semua monster yang kubunuh.. "
setelah beberapa menit, mereka semua pun datang sembari membawakan ku pakaian yang cukup ramai dengan harga selangit.
" silakan dipilih tuan, semua pakaian ini di buat oleh para penjahit yang sangat ahli dan sangat hebat. lalu tuan pasti sangat cocok dengan semua pakaian ini. " ucap pemilik toko itu sambil tersenyum bisnis.
melihat itu aku pun berdiri dan berjalan kearah semua pakaian itu lantas berkata..
" tak perlu basa-basi, aku tahu kau pasti berniat untuk memorotku. ...dibuat oleh penjahit ahli hm? konyol sekali. sekali lihat pun aku tahu bahwa kau sekarang sedang menipu ku, jika kau tak segera membawakan pakaian yang benar-benar ku butuhkan, akan ku pastikan toko mu ini bangkrut dalam waktu satu Minggu. " ucap ku dingin sembari menatap tajam pemilik toko itu.
" daripada bagus, ini lebih tepatnya sangat norak. sungguh menjijikkan.. " batin ku merasa jijik melihat semua pakaian yang terlalu ramai ini.
mereka semua pun merasa takut dan segera membawakan ku pakaian yang benar-benar layak untuk ku pakai.
" akhirnya, ada pakaian manusia juga. " ucapku sembari tersenyum.
mendengar kalimat ku pemilik toko itu terlihat sangat kesal, mungkin karena aku orang pertama yang mengatakan itu ataukah harga dirinya jadi terinjak karena ucapan ku? apapun itu aku tak peduli.
setelah puas mencoba beberapa pakaian, aku pun membeli semua pakaian yang mereka perlihatkan padaku ah, kecuali pakaian norak tadi.
" dihargai murah pun aku tak mau beli. "
singkat cerita aku masuk kedalam pasukan kesatria, berperan aktif di berbagai perang hingga akhirnya aku di beri gelar sebagai Duke Eagle dan diangkat sebagai Sword Master baru sekaligus panglima perang yang disegani oleh banyak orang.
lalu selama aku ikut perang aku baru tahu kalau di kerajaan ini ada seorang gadis yang terlihat seperti seorang Saintess. gadis itu benar-benar berkerja keras selama peperangan ini, aku pernah satu kali diobati oleh nya dan ternyata dia benar-benar hanyalah seorang gadis yang memiliki tampang anak kecil, kira-kira usia gadis itu sekitar 17 sampai 19 tahunan.
ketika ia sedang mengobati ataupun menyucikan sebuah tempat, ia akan bersipu sembari berdoa dengan sepenuh hati, lalu rambut emas nya akan bersinar dan mengembang. itu benar-benar momen yang cukup menarik.
aku paling suka ketika ia merasa putus asa saat ia gagal menyembuhkan seorang prajurit yang terluka parah akibat perang. karena saat itu aku jadi teringat kembali bahwa semua manusia hanyalah seseorang yang akan mati, cepat atau pun lambat. aku juga merasa jijik dengan nya yang terus berusaha untuk menyembuhkan orang-orang yang telah terluka parah, amat sangat parah hingga tak tertolong lagi.
" kenapa kau masih menyembuhkan nya? padahal ia akan segera mati. kekuatan mu kan jadi terbuang sia-sia.. " batin ku melihat dari kejauhan.
air mata yang turun dari mata ungu nya yang terlihat seperti batu permata itu, sungguh terlihat sangat indah. tapi, mengapa semakin aku melihat nya menangis semakin aku membencinya? seolah aku tidak ingin mata ungu nya itu terus menerus menjatuhkan butiran bening yang sangat banyak hanya karena terus gagal dalam mengobati manusia yang sekarat.
" ah.. aku benci perasaan ini.. perasaan yang ingin melindungi sesuatu yang sangat berharga.. " batin ku merasa jengkel dengan apa yang kurasakan.
tanpa kusadari aku pun terus memperhatikan nya dari kejauhan, gadis itu cukup menarik terutama ketika ia tersenyum. pada suatu ketika ada seorang teman kesatria ku yang terluka akibat serangan musuh dan gadis itu muncul lalu segera mengobati nya.
" hei, mengapa kau selalu mengobati setiap orang yang terluka? aku tahu kalau itu pekerjaan mu. tapi kau bahkan, mengobati orang yang memang sudah sulit untuk ditolong lagi. entah kau itu terlalu baik atau memang sengaja melakukan nya untuk mendapat pujian dari para kesatria. "
" ...apakah salah jika seseorang ingin menyelamatkan orang lain? " tanya nya tanpa mengalihkan pandangan nya dari temanku yang terluka.
" tidak. itu tidak salah. tapi, apakah selama ini satu kali saja kau berhasil menyelamatkan mereka? "
gadis itu terdiam. raut wajahnya nampak sedih, apakah mungkin kata-kata ku barusan cukup menyakiti nya? tapi kan aku hanya mengatakan apa yang aku lihat.
" benar.. aku memang terus gagal dalam mengobati mereka yang terluka sangat parah dengan kekuatan suci ku.. tapi setidaknya, aku benar-benar tulus menyembuhkan mereka walau aku tahu kalau itu adalah usaha yang sia-sia. "
mendengar itu aku jadi merasa bersalah, karena tidak seharusnya aku mengatakan hal yang membuat semangat gadis ini menghilang.
" maaf. aku sungguh tak berniat membuat mu sedih, aku hanya merasa kau terlalu menyia-nyiakan kekuatan suci mu. "
gadis itu berbalik dan menatap wajah ku lantas berkata..
" kau meminta maaf namun, kenapa wajah mu sama sekali tidak terlihat merasa bersalah? "
" karena apa yang aku katakan tidak ada yang salah dan merupakan sebuah fakta. " ucap ku percaya diri.
gadis itu hanya menatap ku tanpa berkata apapun. sejak saat itu ia jadi sering menghampiri ku lalu kami pun berbincang bersama, ah sebenarnya dialah yang sering berbicara dan aku hanya mendengarkan nya saja. yah, memiliki teman yang banyak bicara itu tidak buruk juga.
" tuan, apa tuan tahu kalau tuan itu adalah orang yang sangat menarik? " tanya gadis itu sembari tersenyum.
" tidak. tapi beberapa kesatria pernah mengatakan nya begitu. "
" Hem, tuan adalah orang yang pertama kali nya membuat saya merasa nyaman.. " ucapnya lagi.
" ...jangan terlalu berharap pada ku, karena aku tidak akan bertanggung jawab atas segala kekecewaan mu padaku. " ucapku menjaga jarak.
" tentu saya tahu hal itu, karena itulah saya merasa nyaman dengan anda dan berharap bisa bersama anda seterusnya. "
" terserah apa yang ingin kau katakan nona, tapi yang jelas saya tidak tertarik untuk menjalin hubungan yang merepotkan. " ucapku memutuskan.
" Hem, kalau teman bagaimana? kita berdua setidaknya bisa berteman kan? " tanya nya sembari tersenyum.
" entahlah, apakah bisa begitu? " ucapku tersenyum kearah nya.
kami pun tersenyum bersama. sejujurnya, aku sudah menganggap gadis ini sebagai teman ku sejak ia terus mencari ku untuk mengobrol. lalu tanpa disadari aku dan dirinya menjadi saling bergantung pada satu sama lain.
seperti yang kukatakan sebelumnya, setelah peperangan selesai aku diberi gelar sebagai Duke Eagle dan dipanggil dengan sebutan Sword Master serta posisi ku naik tingkat yang dulu nya hanyalah Kesatria biasa kini menjadi panglima perang. lalu aku baru menyadari nya ternyata Gadis itu baru diangkat menjadi seorang Saintess bersamaan dengan ku.
" hem.. " gadis itu tersenyum padaku setelah raja mengangkat nya sebagai seorang Saintess.
" kenapa dia tersenyum begitu? apa dia sakit? " batin ku bingung.
malam ini adalah malam perayaan kemenangan perang dan ini juga pertama kalinya aku hidup di kalangan bangsawan, selama aku berada disini aku menyadari bahwa kehidupan bangsawan ternyata tidak terlalu menyenangkan karena, disini tak ada beda nya dengan Medan perang yang selama ini ku ikuti. karena gelar ku serta posisi ku, banyak sekali orang yang berusaha mendekati ku demi kepentingan mereka sendiri.
" benar-benar menjengkelkan.. "
ditengah-tengah pesta perayaan kemenangan perang, ada seorang wanita yang amat sangat cantik menghampiri ku yang sedang berdiri di balkon menikmati angin malam sembari meminum segelas wine.
" malam ini malam yang sangat indah ya, bukankah begitu? tuan Carlie.. " ucapnya sembari tersenyum.
" hm? " ucap ku menoleh kearah nya.
wanita cantik itu segera memperkenalkan dirinya dengan sopan padaku, aku tidak tahu apa tujuan nya mencari ku tapi, wanita itu benar-benar cantik dengan gaun Ball Gown nya yang berwarna ungu tanpa lengan, dengan hiasan kupu-kupu ungu yang mengelilingi bawah gaun nya, serta tatanan rambut yang tergerai yang dihiasi oleh satu jepit rambut bunga mawar yang senada dengan gaunnya, lalu jangan lupa dengan sepasang sarung tangan hitam panjang yang ia kenakan sampai ke siku. itu semua benar-benar membuat nya semakin terkesan elegan.
" ...apa yang membuat mu datang kemari lady? " tanya ku to the poin.
" Hem, perkenalkan nama saya Celestia Wolf Knight putri dari Aska Wolf Knight. senang bertemu dengan anda tuan Carlie. " ucapnya sembari tersenyum.
" ...saya sudah mengetahui siapa anda Lady. karena kecantikan Lady sudah sangat terkenal diseluruh benua. jadi, tidak sulit bagi saya untuk mengenali Lady. "ucap ku lagi.
ya, memang benar. aku sudah tahu identitas wanita itu sejak ia masuk kesini. satu-satunya kesatria wanita yang memiliki kecantikan luar biasa yang ada di pasukan kesatria kerajaan, putri dari sang pahlawan perang dan adik dari sang Pangeran Es keluarga Wolf Knight yaitu Celestia Wolf Knight. dia juga ikut serta ke dalam perang itu dan sama aktifnya dengan ku namun, aku tidak menyukainya karena..
" Hem.. sungguh sebuah kehormatan dikenali oleh mu, panglima muda. " ucapnya sembari tersenyum.
" ...itu bukan sesuatu yang spesial. ngomong-ngomong apakah ada hal yang ingin lady katakan pada saya sehingga anda mau bersusah payah mendatangi saya kesini? "
" ya. tuan Carlie, wajah mu sangatlah rupawan dan begitu memikat ku.. karena itu, maukah kau menjadi selir ku? akan ku penuhi semua kebutuhan mu, karena itu jadilah selirku. " ucap wanita itu dengan percaya diri.
kalian ingin tahu reaksi ku? tentu saja aku sangat terkejut, bagaimana bisa ia dengan percaya diri mengatakan hal itu kepada orang yang baru saja ia ajak bicara? bukankah itu terlalu lancang.
" maaf, lady. namun, saya tidak tertarik dengan tawaran anda. " ucap ku tegas.
" kenapa? apakah aku tak terlihat cantik di mata mu? "
" ah, wanita ini benar-benar merepotkan kan. padahal aku hanya ingin hidup tenang. " batinku merasa sedikit kesal.
" lady, kau sudah cantik. namun, saya tidak tertarik dengan yang begituan. jadi saya harap anda segera pergi dan lain kali jangan pernah menawarkan hal ini lagi. " ucap ku sembari memalingkan wajah ku dari nya.
" ...bagaimana jika menjadi kekasih ku saja? " ucap wanita itu tiba-tiba.
" hm? "
" jadilah kekasihku walau hanya sebentar. aku benar-benar tertarik padamu. "
mendengar itu aku pun berbalik menghadap nya kembali tentu saja dengan ekspresi datar ku, karena memang sedari awal aku tak tertarik dengan nya.
" lady, kau begitu terhormat. bagaimana bisa kau mau menjadikan seorang rakyat jelata sebagai kekasihmu? itu sangat tidak bermartabat. sebaiknya lady menghilangkan keinginan lady itu sebelum semuanya terlambat. " ucap ku berusaha menolak dengan sopan.
" aku tidak peduli. asalkan aku bisa mendapatkan mu apapun akan kulakukan. "
Ah, karena inilah aku benci wanita ini. ia begitu memaksa kehendak nya, dan yang paling kubenci ia pasti tidak akan melepaskan ku begitu saja.
" maaf, lady. tapi saya tak tertarik denganmu. kalau begitu permisi dan selamat malam. " ucapku berjalan pergi.
melihat ku pergi wanita itu terus mengoceh berusaha untuk menahan ku namun, aku tetap pergi tanpa memperdulikan apapun yang wanita itu bicara kan lagi.
" Carlie.. aku pasti akan mendapatkan mu. " ucap Celestia menggenggam erat tangan nya.
sejak hari itu wanita itu terus mengekoriku layaknya seekor anjing yang mengikuti majikan nya. sejujurnya aku sangat risih dengan kehadiran nya, aku pun terus berusaha menghindar dari kejaran wanita itu dimana pun dan kapan pun hingga aku merasa sangat muak.
BRAKK!!
" cukup Lady! berhenti mengikuti ku layaknya anjing rendahan!! " ucap ku sembari mengurung nya di dinding dengan satu tangan ku berniat menakuti nya.
" ta-tapi.. aku sangat menyukai mu.. tidak bisakah kau berkencan dengan ku? " tanyanya gemetar.
" lady.. jika kau ingin berkencan, berkencanlah dengan para selir mu dan berhenti mengusik kehidupan ku. "
" nggak mau. aku nggak mau pergi kencan dengan mereka!! aku maunya sama kamu!! "
GREBB!!
" Lady berhentilah bersikap kekanak-kanakan. Lalu manjauh lah dariku karena kau benar-benar sangat Memuakkan. " ucap ku dingin sembari menarik leher gaun yang ia kenakan.
wanita itu cukup terkejut dengan apa yang baru saja kukatakan. wanita itu langsung tertunduk dan auranya terlihat tidak baik.
" begitu.. baiklah, mulai sekarang aku tak akan pernah mendekati mu lagi untuk selamanya. " ucap wanita itu.
ah, apakah aku sudah keterlaluan? seperti nya ia akan menangis sekarang. aku harus menyelesaikan hal ini secepatnya.
" lady, kau telah memiliki banyak selir tapi kenapa kau masih menginginkan ku? bukankah itu sangat serakah? "
tubuh ku seakan membeku, sentuhan wanita ini mengingatkan ku kepada ibu yang pernah membelai ku dengan lembut tepat sebelum ia meninggal di pelukan ku.
" ...kenapa harus kau.. " batinku mengeratkan gigiku menahan kesal.
BRAKK!!
" !!! Ca-Carlie..? "
" hah.. perasaan yang selama ini, ingin aku lupakan kini muncul kembali dengan lancang nya. semuanya sebab wanita ini.. aku.. benar-benar tidak menyukai nya. " batinku merasa geram.
" pergi. aku tak memiliki perasaan yang sama dengan mu dan aku tak menyukaimu. karena itu pergi dariku dan jangan pernah kembali, kalau tidak aku akan membunuh mu. " ucapku dingin sembari menatap nya tajam setelah memukul keras dinding tepat diatas kepala nya.
ingin tahu reaksianya? wanita itu benar-benar terkejut dan berlari menjauh dariku dengan ekspresi yang tidak ku ketahui. setelah kejadian itu, ia kembali keruang pesta dan wanita itu segera pamit pulang kerumah nya bersama dengan ayah dan kakaknya.
kukira aku tidak akan pernah melihatnya lagi, tapi seminggu setelah kejadian itu tepatnya di pesta Marquess Squirrel wanita itu muncul lagi dan mengikuti ku hingga ke taman Marquess Squirrel.
" ah.. aku benar-benar muak. " batin ku lelah dengan tingkah nya.
setelah ku perlakukan dengan kasar kukira ia akan bereaksi seperti sebelumnya, tapi ternyata aku salah. ia sama sekali tidak menetes kan air matanya dan malah menatap ku dengan tajam, benar-benar terlihat seperti orang asing. aku juga tidak menyangka kalau sekarang wanita ini berani menantang ku setelah kejadian waktu itu.
" menarik.. "
melihat nya yang masih sempat memikirkan hal lain setelah mengajukan tantangan padaku, ternyata sikap lancang nya masih melekat padanya. wanita itu segera pergi setelah mengatakan apa yang ia mau.
" apakah manusia dapat berubah secepat itu? menarik sekali.. " batin ku merasa asing dengan sikapnya.
setelah beberapa menit diluar aku pun masuk ke ruang pesta kembali dan segera menghampiri wanita tadi lantas berkata bahwa aku menyanggupi tantangan nya. lagipula tidak ada salahnya menerima tantangan dari seorang lady kan? anggap saja sebagai latihan bertarung setelah sekian lama.
mengingat dia sangat menyukai ku, aku pun mencoba untuk mengajak nya berdansa, yah.. walau ini sangat tidak sopan jika mengingat kembali apa yang aku lakukan padanya seminggu yang lalu. wanita itu terlihat bimbang, itu berarti dugaan ku benar bahwa ia masih menyukai ku. kukira ia akan menerima tawaran ku namun, ternyata kakak nya yang sedaritadi menatap ku tajam seakan mau membunuh ku itu langsung menolak ku dengan tegas.
" maaf. tapi adik ku hanya boleh berdansa dengan ku saja malam ini. ayo Celestia, kita pulang. " ucapnya sembari membawa wanita itu pergi dengan amarah yang sangat kuat yang terpancar darinya.
pesta pun usai dan aku pun kembali ke kediamanku.
" selamat datang kembali tuan. " sapa Albert kepala pelayan sekaligus orang kepercayaan ku.
" hm. Albert, cepat siapkan kamar tidur ku, aku lelah. " ucapku sambil berjalan pergi.
" baik, tuan. "
sambil menunggu kamar tidurku ditata oleh pelayan, aku pergi ke ruang kerja ku. aku berdiri di depan jendela dekat tempat duduk yang selalu kupakai untuk bekerja dengan segelas wine ditangan ku sambil memikirkan kembali kejadian yang baru saja aku alami.
tok, tok. kreet..
" tuan, kamar anda sudah siap. "
" ...Albert, menurut mu apakah ada seseorang yang bisa berubah dalam waktu seminggu? "
" apakah ada seseorang yang mengganggu pikiran anda tuan? " tanya Albert.
" besok aku akan berduel dengan Celestia Wolf Knight. "
" !! ...kenapa tiba-tiba anda ingin berduel dengan beliau? "
" karena aku yang memulai nya, dan wanita itu merasa tidak terima hingga ia menantang ku untuk bertanding lalu ia pergi setelah mengatakan mari kita lihat siapa yang paling menjijikan disini. "
" ...bukankah itu.. "
" aneh kan? aku juga merasa begitu. jika orang lain aku bisa mengerti, tapi wanita itu adalah Celestia. wanita yang terus mengejar ku selama setengah tahun ini lalu setelah ku tolak mentah-mentah seminggu kemudian ia berubah layaknya orang asing. " ucap ku yang masih merasa aneh dengan tingkah Celestia yang sedikit berbeda dengan sebelumnya.
" memang ada kemungkinan seseorang bisa berubah dalam sekejap namun, jika soal asmara saya rasa terlalu mustahil untuk bisa melupakan seseorang yang kita sukai dalam waktu singkat. " ucap Albert berpendapat.
" kau benar. terlalu mustahil baginya untuk melupakan ku dalam sekejap. "
" dalam ilmu berpedang beliau juga cukup ahli.. "
" tuan, apa anda yakin dengan duel ini? "
" ...entahlah. tapi dia cukup menarik sekarang. " ucap ku sembari menatap bulan purnama yang bersinar terang.
keesokan nya aku pun bersiap untuk menyelesaikan masalahku dengan wanita itu, sesampainya disana ternyata wanita itu masih belum muncul sama sekali. kutunggu ia muncul tepat di arena berduel, setengah jam kemudian wanita itu pun muncul dengan seragam duelnya dan rambut yang dikuncir.
" orang cantik itu memang berbeda ya. " batin ku menatap datar Celestia.
selesai memberi salam yang sedikit menjengkelkan, duel kami pun dimulai dan kami menyerang satu sama lain dengan sekuat tenaga tanpa menahan diri sedikit pun.
" lumayan juga kemampuan nya.. " batin ku yang terus menangkis semua serangan wanita itu.
2 jam pun berlalu, wanita itu terlihat sangat kelelahan keringat nya terus berkucuran keluar dari dahi nya hingga seluruh tubuhnya basah.
" apakah dia sudah menyerah? " batin ku sembari menatap nya dari jauh.
setelah mengumpulkan tenaganya sebentar, wanita itu lalu menatap ku dengan tajam, dimatanya terpancar amarah yang cukup besar. tanpa basa-basi wanita itu segera mengeluarkan seluruh aura nya dan memusatkan nya ke pedang yang ia genggam erat.
" bukankah dia terlalu memaksa kan diri? " batin ku hanya menatapnya.
wanita itu pun langsung menyerang ku secara tiba-tiba, aku segera menangkis serangan nya namun kekuatan wanita itu semakin kuat bersamaan dengan dirinya yang terus menyerang ku.
" !! kekuatan nya.. bagaimana bisa sekuat ini?!! " batin ku terkejut.
PRANGG!!!!
" !!! pedang ku.. "
pedang ku patah dan aku pun terjatuh tepat dihadapan nya, kekuatan wanita itu benar-benar bukan main. usai menyerang ku dengan kekuatan penuh, wanita itu terlihat lebih tidak berdaya sekarang. tubuhnya sempoyongan seakan ia bisa jatuh kapan saja. sebelum ia benar-benar terjatuh wanita itu mengangkat pedang nya, menyobek bajuku, lantas mengukir singkatan namanya tepat di dada sebelah kiri ku. aku tidak tahu mengapa ia melakukan nya, tapi itu cukup menyakitkan namun, jika dibandingkan dengan rasa sakit yang aku rasakan selama ini, itu hanya sebatas digigit semut. setelah puas menyayat kulit ku, ia pun akhirnya tumbang ke pelukan ku. wanita itu terlihat sangat kelelahan, nafas nya tak beraturan dan keringatnya terus keluar membasahi seluruh wajahnya yang cantik.
" dia.. lumayan juga.. "
tak lama kemudian, ayahnya yaitu Aska Wolf Knight dan yang lain nya menghampiri kami dan Aska segera merebut Celestia yang ada dipelukan ku secara paksa lantas membawa Celestia kembali kekediaman nya untuk mendapatkan pengobatan.
wanita itu benar-benar mengagumkan, sampai akhir pun ia tidak mau menyerah. Seperti nya aku telah salah menilai nya..
tanpa sadar senyum ku sedikit mengembang, dan seperti nya aku mulai tertarik padanya. aku pun kembali ke kediamanku sesampainya disana aku turun dari kereta kudaku dan Albert langsung menyambut ku.
" selamat datang tuan. saya sudah mendengar kabar nya, anda.. dikalahkan ya? " ucap Albert ragu.
" yah, begitulah. wanita itu cukup kuat mungkin karena ia lebih berpengalaman dalam bertarung daripada aku.. "
" !! tuan, dada anda... " ucapnya terkejut.
" ah.. ini, hadiah yang diberikan oleh wanita itu disaat terakhir. " ucapku acuh.
" haruskah saya Panggilkan dokter? "
" tak perlu. ini hanya luka kecil. " ucapku berjalan pergi.
" baik tuan. " ucap nya membungkuk.
aku pun segera masuk kedalam rumah ku dan langsung menuju ke kamarku karena aku memang sudah sangat lelah.
" Albert, jangan biarkan siapapun mendekat ke kamar ku karena aku ingin sendiri sekarang. " ucap ku memerintah.
" baik, tuan. lalu bagaimana dengan makan siang anda? "
" tidak perlu siapkan. aku malas makan. " ucap ku menutup pintu.
" baik tuan. selamat istirahat. " ucap nnya menunduk.
" hari ini pun beliau sengaja melewatkan makan siang nya, jika begini terus beliau bisa sakit.. " batin Albert khawatir.
Albert pun berjalan pergi. sementara itu Carlie pergi ke depan cermin yang setinggi manusia untuk melihat ukiran yang Celestia tulis didada nya, selesai melihat ia langsung menutup semua korden jendela hingga kamarnya terlihat sangat gelap. lantas Carlie menjatuhkan diri nya di atas ranjang dengan posisi tengkurap sembari memeluk bantal.
" ibu.. aku kangen ibu.. " gumam Carlie sembari memejamkan matanya.
hari ini aku benar-benar merasa sangat lelah. di pagi buta aku menyelesaikan pekerjaan ku sebagai tuan penguasa, pukul 7 aku berduel dengan Celestia, sore nanti aku juga harus meninjau wilayah dan latihan berpedang, malam nya aku harus menghadiri pesta dansa.. setiap hari aku harus menjaga martabat, lisan, dan karisma ku jika tidak begitu akan ada banyak sekali orang yang akan mencela ku. ah, aku benar-benar ingin berhenti jadi bangsawan saja. tapi untungnya masalah kali ini terselesaikan dengan cepat, walau nggak sesuai ekspektasi tapi setidaknya aku telah terlepas oleh beban yang menjengkelkan itu.
" ibu.. Carlie ingin menyusul ibu.. " batin Carlie menenggelamkan wajahnya ke bantal.
...****************...
sore harinya aku pun pergi ke kediaman keluarga Wolf Knight tentu saja setelah selesai meninjau wilayah ku, dan sesampainya disana seorang pria berambut coklat dan bermata coklat dengan setelan jas yang berwarna coklat muda berdiri tepat di depan pintu masuk kediaman Wolf Knight seakan ia sedang menunggu ku. pria itu tersenyum lantas berkata..
" aku tahu kau akan datang. karena itu, aku menunggu mu disini. " ucapnya sembari tersenyum.
Belum apa-apa aku sudah tidak suka dengan nya. benar, pria yang sedang tersenyum padaku ini adalah Karlien dia salah satu dari selir yang Celestia miliki. dia juga merupakan seorang pemilik pelabuhan terbesar sebenua ini.
tap tap tap..
" sekarang, apa tujuan mu datang kemari? mau mendaftar jadi selirnya atau mau menjadi cinta satu malam nya? pilihlah salah satu. " tanya nya sembari menghampiri ku dan berdiri di hadapan ku.
" ...kurasa kau salah paham. aku kesini karena ada hal yang ingin ku katakan pada nona Celestia. "
" aku cukup kagum kau masih tidak terpengaruh oleh kecantikan wajah yang dimiliki oleh nona Celestia, bagaimana bisa? apakah sudah ada seseorang didalam hati mu? " tanya nya sembari tersenyum.
" ...aku tak punya kewajiban untuk menjawab pertanyaan mu. yang jelas aku ingin bertemu dengan nona Celestia. apakah beliau sudah sadarkan diri? " ucapku acuh tak acuh.
" Hem.. sayang sekali namun, nona cantik kami masih nyaman dengan tempat tidurnya, sampai tidak mau diganggu oleh siapapun. karena itu, seperti nya kau harus kembali lagi besok. " ucap nya sembari tersenyum ramah.
" entah mengapa pria ini sangat menyebalkan. " batinku tak menyukainya.
tanpa basa-basi aku pun segera kembali kekediaman ku dan meninggalkan dirinya disana.
" sudah mau pergi? "
" bukan urusan mu. titip salam untuk siapapun yang mau menerima nya. sampai jumpa. " ucapku berjalan pergi.
senyum Karlien mengembang bersamaan dengan kepergian Carlie. tanpa semua orang sadari hari ini akan menjadi awal dari perjalanan Celestia menuju ke masa depan yang bahkan tidak ia ketahui.
bersambung..