
Sofie duduk di tepi ruang studio. Memperhatikan para member B-Men bergaya untuk pengambilan gambar iklan sebuah parfum keluaran terbaru dari sponsor mereka. Dengan tema maskulin, misterius dan romantis yang menjadi moto parfum tersebut.
Sofie sempat tak berkedip saat mengagumi akting para member B-Men saat mendeskripsikan beberapa parfum sesuai karakter mereka masing-masing. Pandangan Sofie sempat terpaku pada sosok Rexa yang sedang beradu akting dengan seorang artis cantik dengan lekuk tubuh indah yang terlihat memujanya. Pria itu terlihat maskulin dengan setelan jasnya yang berwarna senada dengan gaun sang artis wanita. Terlebih dengan kesempurnaan bentuk wajah dengan rahang tegas, hidung mancung dan bibir tipis yang bisa membuat semua wanita jatuh hati padanya dengan mudah. Pantas saja ia memiliki paling banyak penggemar wanita yang fanatik, penggemar yang benar-benar tergila-gila padanya.
Kenapa orang sedingin dia bisa terlihat memesona begitu? gumam Sofie dalam hati.
"Hei, asisten! Mana kopiku?" tanya Rexa mengagetkan lamunan Sofie karena pria itu kini sudah berdiri di hadapannya.
"Apa?"
"Mana kopiku?"
"Ah ... ya, ini!" Sofie pun menyerahkan kopi hitam tanpa gula pesanan Rexa.
"Aku lapar. Belikan aku sushi di Ichigo Sushi!"
"Whaat?! Sushi? Ichigo Sushi? Tempat itu kan jauh sekali dari sini ...." Belum sempat Sofie mengeluarkan protesnya, Rexa sudah menatapnya tajam. "Iya ... iya ... aku belikan!" sungut Sofie sambil menghela napas pelan. Namun ia tak memperhatikan beberapa kabel lampu yang bertebaran di dekat kakinya sehingga ketika melangkah Sofie nyaris jatuh tersandung kabel. Untung Rexa spontan menangkap tubuh mungilnya.
"Kamu ini! Apa hobimu adalah jatuh?" gerutu Rexa.
"Maaf ...," kata Sofie sambil memegangi dadanya yang tiba-tiba saja berdetak tak karuan.
"Kalau begitu, cepatlah!" kata Rexa tak acuh kemudian duduk bersama member lainnya.
Sofie bergegas menuju restoran yang dimaksud. Dan tentu saja di jam makan siang seperti ini tempat itu merupakan salah satu tempat favorit yang sudah pasti selalu ramai seperti sekarang ini. Bahkan Sofie harus mengantri satu jam hanya untuk mendapatkan pesanannya. Untunglah ia bertemu Nick saat hendak menunggu taksi di depan restoran.
"Sofie, kau mau kembali ke studio, kan? Ayo!" ajak Nick dari balik kemudinya. Dengan senang hati Sofie pun segera naik. "Kau habis memesan sushi?" tanya Nick sambil melirik bungkus belanjaan di pangkuan Sofie.
"Iya. Rexa yang menyuruhku."
"Ya ampun. Biasanya juga dia menggunakan jasa layanan pesan antar makanan. Kenapa sekarang dia menyuruhmu?"
"Ah, benar juga! Kenapa aku tidak berpikir sampai ke situ ya. Aku benar-benar bodoh!"
"Aku juga heran kenapa Rexa bersikap seperti itu padamu."
"Sikapnya memang selalu seperti itu dari awal."
"Tapi sebenarnya dia itu pria yang baik, loh. Kalau bukan karena kejadian waktu itu, mungkin dia masih menjadi pria yang hangat dan penuh senyuman."
"Kejadian apa?" tanya Sofie penasaran.
"Biasalah ... berhubungan dengan seorang wanita."
"Jadi maksudmu, dia seperti itu karena seorang wanita?" Nick mengangguk pelan. "Apa ada hubungannya dengan artis yang namanya Kaisha itu?" tanya Sofie penasaran.
"Dari mana kau tahu? Karena gosip yang beredar tentang Rexa, ya?"
"Aku bukan tipe penonton infotainment. Aku tahu karena semalam aku melihat ekspresi wajahnya yang berubah sedih ketika melihat berita tentang artis itu."
"Ah ... jadi begitu, ya. Aku pikir dia sudah benar-benar melupakan segalanya."
"Memangnya Kaisha itu punya hubungan seperti apa dengan Rexa?"
"Bisa disebut mantan kekasih mungkin. Ya, walaupun kami tak tahu pasti sejak kapan mereka menjalin hubungan dan sampai taraf yang seperti apa. Tapi sepertinya bagi Rexa, wanita itu punya kesan yang mendalam. Meskipun ternyata akhirnya Kaisha hanya memanfaatkannya saja," jelas Nick singkat.
"Ah ... ternyata begitu. pasti rasanya menyakitkan sekali," tutur Sofie prihatin.
Tak lama mobil Nick berhenti di pelataran parkir gedung studio. Sofie dan Nick masuk ke dalam studio bersamaan.
"Kenapa lama sekali?!" tegur Rexa ketus saat Sofie datang membawakan pesanan sushinya. Pria itu sesekali melirik Nick yang berada di belakang Sofie.
"Ini kan jam makan siang yang pastinya antriannya panjang!" jawab Sofie cuek sambil menyerahkan bento sushi pada Rexa kemudian duduk di sebelah pria itu sambil mengipasi wajahnya yang kepanasan dengan tangan.
"Kok, hanya Rexa saja yang kau belikan makanan?" tanya Calvin protes sambil cemberut.
"Tenang saja. Aku juga sudah belikan untuk kalian semua," kata Sofie sambil menunjuk sebuah bungkusan besar di atas meja di hadapannya. Dan tentu saja member lainnya segera mengambil bagian mereka masing-masing.
"Hai, Rex!" sapa wanita itu dibuat semanis dan selembut mungkin. "Setelah selesai syuting apa kamu punya waktu luang? Aku ingin mengajakmu makan malam," tanya Azalea, sang artis cantik.
"Tanya saja pada asistenku, apakah aku ada waktu luang atau tidak," jawab Rexa cuek sambil menunjuk Sofie.
"Asisten?" Dengan heran Azalea melihat ke arah yang dimaksud Rexa. "Dia? Asisten? Bukannya dia itu yang ada di infotainment? Pegawai hotel yang genit itu?" pekik Azalea tak percaya dan perkataan artis cantik itu sempat membuat Sofie mendelik ke arahnya. "Kudengar dia yang selalu jadi korban perundungan penggemar fanatikmu? Kenapa dia bisa jadi asistenmu?" tanya Azalea heran sambil melirik sinis pada Sofie.
"Kamu ini mau tanya jadwalku atau mau menghina asistenku?" sindir Rexa dingin.
"Oke. Coba tolong periksa jadwal Rexa malam ini!" ucap Azalea tanpa basa basi memerintah Sofie dengan angkuhnya.
"Dia free malam ini," jawab Sofie setelah memeriksa jadwal yang diberikan Nick di ponsel pintarnya.
"Baiklah. Pokoknya nanti aku tunggu kamu di Royal Restaurant, ya!" kata Azalea sambil mengedipkan sebelah matanya pada Rexa kemudian wanita itu melangkah anggun kembali menuju ke meja riasnya karena syuting akan segera dilanjutkan.
"Haaah~ Pantas saja kamu dijuluki penakluk wanita. Sampai dia pun mengajakmu kencan. Sebenarnya kamu ini pria macam apa, sih?" sindir Sofie.
Namun tiba-tiba suara perut Sofie memecah keheningan di antara mereka. Otomatis Sofie memeluk perutnya erat-erat, sedangkan Rexa hanya menatapnya tajam.
"Kapan terakhir kali kamu makan? Suara perutmu itu sungguh mengganggu pendengaranku!" kata Rexa dingin.
"Maaf ... aku lupa membawa makananku tadi," balas Sofie sambil tersenyum tipis salah tingkah. Kemudian menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi.
"Buka mulutmu!" perintah Rexa.
"Hah?"
"Cepat buka mulutmu!" ujar Rexa tak sabar dan Sofie pun menurut. Dengan cepat Rexa memasukkan sepotong sushi ke mulut Sofie. "Dunia entertainment itu keras. Bagaimana bisa kamu kerja bila perutmu kosong!" celetuk Rexa tajam.
"Iya, aku tahu!" jawab Sofie setelah menelan potongan sushinya.
"Habiskan ini!" Rexa pun menyerahkan kotak bento sushinya pada Sofie kemudian berjalan kembali ke set pengambilan gambar.
"Terima kasih," jawab Sofie pelan kemudian menghabiskan makanan yang diberikan Rexa sambil menikmati jalannya syuting. "Uhuk ... Uhuk ...!" Tiba-tiba ada adegan yang membuat Sofie tersedak. Adegan yang sangat mesra sekali antara Rexa dan Azalea yang terlihat hampir berciuman dengan jarak bibir mereka yang hanya tinggal sesenti saja. "Huuh ... benar-benar pria yang mengerikan. Dia terlihat sangat menikmatinya. Pantas saja semua orang sering menyebutnya playboy!"
"Ada apa, Sof?" tanya Nick yang sudah berdiri di samping Sofie tanpa wanita itu sadari.
"Ah ... bukan apa-apa!"
"Ini ... akan lebih segar bila kamu minum jus ini!"
"Terima kasih." Sofie pun menerima sebuah botol jus mangga dari tangan Nick.
"Kamu pasti lelah sekali. Ini pertama kalinya kan untukmu?"
"Tak apa. Nanti juga aku akan terbiasa. Pekerjaanmu pasti lebih berat karena sejak tadi harus berjalan ke sana kemari tanpa henti."
"Ya, begitulah! Aku ingin pekerjaan mereka terlihat memuaskan."
Hari sudah sore ketika pengambilan gambar untuk iklan tersebut selesai. Sofie membantu Nick merapikan perlengkapan milik B-Men. Di sudut studio para member B-Men sedang meregangkan tubuh mereka yang lelah sambil meminum jus segar yang tadi dibawakan Sofie.
"Sofie, andaikan malam ini kamu bisa membuatkan kami makanan yang lezat," celetuk Calvin diikuti anggukan member lainnya kecuali Rexa.
"Maaf teman-teman. Sepertinya Sofie ada acara lain," jawab Rexa spontan diikuti pandangan heran teman-temannya.
"Aku kan tidak ada acara sehabis ini," protes Sofie dengan bingung.
"Apa kamu lupa? Kamu kan harus menemaniku ke mana pun aku pergi!" kata Rexa sambil menatap Sofie tajam.
"Baiklaaaah," sahut Sofie setengah hati.
"Kamu ini pelit sekali sih Rex! Kenapa kami tak boleh meminjam Sofie sebentar?" gerutu Calvin sambil merengut.
"Maaf sobat! Tapi kali ini aku sedang butuh dia!" sahut Rexa lagi sambil tersenyum simpul.
...* * *...