Because A Diamond Ring

Because A Diamond Ring
Five



Keesokan harinya, mereka sudah tiba di lokasi hilangnya cincin berlian milik Franky.


~~


Beberapa menit kemudian setelah mereka melakukan pencarian.


"Aduhh...Terik banget nih matahari terasa menyengat ke kulit, bisa-bisa terkelupas nih kulit mulusku. " Ucap Daisy jengkel sambil mengipaskan-ngipaskan wajahnya dengan tangan.


Franky yang mendengarkan keluhan Daisy hanya memutar bola matanya malas.


priiitt!! priiit!


Suara lengkingan peluit mengejutkan Daisy dan Franky sehingga secara spontan mereka menoleh ke sumber suara.


Tampak tiga satpol pp berlari ke arah mereka, seketika Franky berdiri lalu menarik tangan Daisy untuk ikut berdiri.


Daisy yang terkejut langsung menatap tajam Franky, belum sempat dia protes. Franky langsung menariknya dan berlari, sehingga Daisy terseok-seok di buatnya.


“hei, apa yang kau lakukan? Kakiku sakit nih.”Teriak Daisy marah ketika mereka masih dalam keadaan berlari.


“Kau tidak lihat kita di kejar-kejar sama satpol pp.” Ucap Franky tanpa melihat lawan bicaranya, ia tetap memandang lurus ke depan sambil berlari dan menarik tangan Daisy.


Daisy sangat geram akan tingkah Franky, ia pun langsung menghempaskan kuat tangannya sehingga cengkraman tangan Franky terlepas.


Franky seketika berhenti lalu membalikkan badannya menatap Daisy yang tengah kesal padanya.


“Kau gila ya? Kau mau di tangkap sama satpol pp!”Ucap Franky dengan nada tinggi.


“Kau yang gila! coba kau pikir, atas dasar apa mereka menangkap kita. Kita bukan pedagang jalanan di sini.”Ucap Daisy membentak Franky yang menurutnya bodoh.


Seketika Franky terdiam dan mencerna ucapan Daisy.


Franky pun tersadar dan langsung cengengesan sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.


“Iya ya!Kok sampai salah paham gitu aku…Hahahahaha, mungkin karena belum sarapan pagi.” Ucap Franky dan tertawa garing.


Franky merasa malu atas aksinya tadi.


“Bukan! Bukan Karena kau belum sarapan pagi, tapi karena kau itu memang dasarnya bodoh.”Ucap Daisy ketus lalu pergi meninggalkan Franky


Franky yang mendengarkan hinaan dari Daisy tampak mengeluarkan asap dari hidung dan telinganya, seperti banteng yang siapa menyeruduk.


Setelah perdebatan yang mereka lakukan, mereka pun kembali ke tempat lokasi hilangnya cincin berlian itu. Disana masih terdapat tiga satpol pp yang dikira Franky mengejar mereka tadi.


Ketiga satpol pp itu, sedang duduk di bangku sebelah sebuah gerobak bakpao sambil memakan kue bakpao milik salah satu pedagang yang mereka sita.


Franky yang melihat tingkah mereka menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia mau marah akan sikap ketiga satpol pp itu, tapi apalah daya ia tidak punya nyali memarahi mereka.


“Wah, benar-benar tiga orang yang tidak berperi kemanusiaan. Kalian tak sadar apa? yang kalian nikmati itu hak orang lain. Mereka susah payah mencari modal untuk dagangan mereka ini, tapi kalian malah menikmatinya dengan gratis.” Ucap Daisy ketus sambil berkacak pinggang menatap ketiga satpol pp yang sedang makan bakpao di depannya.


Franky terkesima mendengar ucapan Daisy yang tegas, tanpa henti Franky memandang wajah Daisy yang tampak bercahaya di matanya,bagaikan wonderwoman si pembela kebenaran.


Mendengar ucapan Daisy salah satu diantara ketiganya berdiri, satpol pp itu menatap garang ke arah Daisy sambil berpangku tangan.


“Hei nona, anda siapa? Apa anda yang punya gerobak bakpao ini, tidak kan! Jadi jangan campuri urusan kami.”Ucap Satpol pp 1 yang berbadan kekar dan bermuka sangar itu.


“Apa kalian tidak tau, Saya siapa?”Tanya Daisy menantang.


“Kami tidak tau nona manis dan tak mau tau.Kalau kamu tidak mau kami tangkap juga, lebih baik tutup mulutmu itu.” Ucap satpol pp 2 yang masih muda dan berwajah lumayan tampan.


“heheh,sepertinya kalian tidak butuh pekerjaan kalian ini. Siap-siaplah di pecat!”Ucap Daisy dan tersenyum miring meremehkan ketiga satpol pp itu.


Brak!!


“Eh Nona. Asalkan kau tau saja, Saya ini orang nomor 2 di kota ini dan memiliki jabatan tertinggi di pekerjaanku. Jadi katakan padaku kau siapa?” Ucap Satpol pp 1 menyombongkan diri.


“Ck, jangan sombong ..…, ingat baik-baik ya. Aku ini adalah putri Wali kota A, aku bisa saja memberi tahu Daddyku atas tingkah kalian ini lalu memintanya untuk membuat kalian keluar dari pekerjaan kalian.” Ucap Daisy meremehkan.


Seketika mereka bertiga menegang, karena setau mereka wali kota selalu menuruti semua permintaan putrinya, dan tentu juga Daddy Daisy merupakan orang terkaya dan berpengaruh di kota A.


Setelah melihat ekspresi mereka yang cemas, Daisy tersenyum miring lalu melenggang pergi dari hadapan ketiganya, ia menghampiri Franky yang masih melongo menyaksikan itu.


“Hoi! Ayo lanjut pencariannya, malah bengong. Jangan hiraukan mereka, yuk lanjut pencariannya.”


Franky tersadar dari lamunanya lalu tersenyum ke a rah Daisy.


“Apaan senyam-senyum. Buruan cari!” Ucap daisy ketus.


Mereka pun melanjutkan misi pencarianya, semua tempat yang tak pernah mereka lewati tetap mereka telusuri. Sampai-sampai tong sampah pun mereka geledah hingga mereka di kira sebagai pemulung oleh salah satu pemulung di sana.


“Oi! Ngapain kalian mulung disini. Ini tuh wilayah saya, kalian ngak boleh ambil alih tempat saya mengais rejeki.”Ucap Pemulung laki-laki yang berbadan gemuk dan berkulit hitam.


Seketika Franky dan Daisy menghentikan aksi mereka menggebrak tong sampah, lalu beralih melihat ke arah pemulung itu.


Daisy yang dikatain pemulung merasa tak terima, kedua lubang hidungnya pun kembang kempis karena kesal.


Kemudian ia menatap si pemulung dari atas sampai ke bawah lalu berkata.


“Lah! Siapa yang mulung, bagong. Ngak lihat pakaian saya modis gini ? Malah di katain pemulung.”Ucap Daisy ketus pada pemulung tambun itu.


“Apa anda pernah melihat pemulung se cantik dan sebersih Saya? Tidak kan…”Ucapnya lagi.


Pemulung itu merasa geram karena di katai bagong oleh Daisy.


"Hei Kau wanita sialan! Aku ni manusia, bukan babi."Ucapnya geram.


"Emangnya aku tadi bilang kau itu babi? Tidak kan...Kau sendiri yang merasa."Ucap Daisy ketus.


Pemulung itu bertambah geram, tapi ia tidak bersuara lagi. Mungkin sudah kalah berdebat dengan Daisy yang notabenenya pantang kalah.


"Kau bilang dia tu bagong, bagong tu artinya babi." Ucap Franky berbisik ke telinga Daisy.


"Hah!serius? Tapi aku ngak kesana pikirannya."Ucap Daisy balas berbisik.


"Lah!Lalu apa?"Tanya Franky heran.


"Bagong itu singkatan dari 'badan gong' bukan babi."


"pufttt" Franky merasa lucu tapi masih bisa menahan agar tidak tertawa keras.


"Hei apa yang kalian bisik-bisikkan?Cepat minggir."Ucap Pemulung tersebut marah.


Daisy yang hendak bicara, dengan cepat di sela oleh Franky.


"Ok Pak."Ucap Franky


"Ayok kita cari di tempat yang lain." Ucapnya lagi kemudian menarik Daisy menjauh dari tong sampah.


Daisy yang di tarik oleh Franky terpaksa menurut, karena hari sudah sore, maka waktu pencarian semakin memendek untuk hari ini. Jika sudah malam, maka akan semakin susah untuk melakukan pencarian.