Because A Diamond Ring

Because A Diamond Ring
Two



"Hey! Kenapa kau terus mengikuti ku? Pulang sana." Ucap Daisy ketus.


"Rumah ku jauh, dan aku juga sudah mengatakan kepada kedua orang tuaku kalau aku disini selama 3 hari." Ucap Franky sambil melihat ke arah Daisy.


" Terus kau tinggal dimana kalau rumah mu jauh. Di kota ini tidak ada tempat penampungan orang kampungan seperti mu." Ucap Daisy ketus dan melirik sinis ke arah Franky.


"Hey Nona! bisakah kau berhenti menghinaku. Aku sedang tidak mau berdebat denganmu." Ucap Franky dan memutar bola matanya malas.


" Oh Oke. Dimana rencananya kau akan menginap? Kalau kau tidak tau dimana, aku akan merekomendasikan sebuah hotel khusus untuk orang sepertimu." Ucap Daisy dengan angkuhnya


" Daisy. Bisakah kau tidak membuatku marah? Untuk saat ini tolong hilangkan sifat angkuh dan sombongmu itu karena sifatmu itu membuat ku meradang" Ucap Franky geram dan menatap Daisy tajam.


" Hum baiklah...Tuan Franky. Jadi dimana kau akan menginap? Sepertinya kau tidak memiliki keluarga di kota ini."


" Aku tidak tau dimana aku akan menginap. Aku tidak memiliki keluarga,teman ataupun orang yang aku kenal untuk saat ini." Ucap Franky lalu menghela nafas.


" Trus gadismu itu bukannya orang yang kamu kenal di kota ini."


"Ya dia orang aku kenal di kota ini, tapi aku tak tau dia ada dimana sekarang." Ucap Franky sambil termenung menatap ke arah pepohonan di pinggir jalan.


"Kasihan sekali kau, diminta untuk menyusul ke kota tapi gadis itu entah dimana. Semoga kau dapat tempat nginap yang layak hari ini." Ucap Daisy pura-pura mengiba sambil menepuk-nepuk bahu Franky dan berlalu pergi meninggalkan Franky yang sedang termenung.


" Daisy kau mau kemana?" Teriak Franky ke arah Daisy yang berjalan menjauh.


"Pulang! Selamat tinggal." Teriak Daisy sambil berjalan menjauhi Franky.


Franky yang mendengar tuturan Daisy, langsung berlari mengejar Daisy. Setelah terkejar Franky langsung menghentikan langkah Daisy dengan mencengkram lengan Daisy agak kuat.


"Apa?" Tanya Daisy ketus.


" Urusan kita belum selesai Daisy. Kau tak bisa seenaknya pergi begitu saja, Kau tidak boleh jauh-jauh dariku." Ucap Franky sambil menatap kedua bola mata Daisy.


"Kenapa aku harus selalu di sisimu?" Tanya Daisy dan menatap Franky jengah.


"Karena jika aku membiarkan kau pergi begitu saja. Bisa-bisa kau kabur dan melupakan tanggung jawabmu untuk mencari cincin berlian yang hilang." Tegas Franky dan terus menatap mata Daisy tanpa melepaskan cengkaraman tangannya pada lengan Daisy.


"Hufff ....bisa tidak kau lepaskan cengkaraman tanganmu ini, buat ku geram saja. Dan juga hentikan tatapanmu itu karena membuatku risih." Ucap Daisy ketus.


Franky pun langsung melepaskan cengkraman tangannya pada lengan Daisy dan langsung mengarahkan matanya ke arah lain.


Wajah Franky memerah karena malu atas tindakannya terhadap Daisy.


' apa-apan itu Franky. tingkahmu buat malu saja' teriak batin Franky.


" Lalu gimana? aku tak mungkin mengajakmu ke rumahku atau pergi ikut menginap denganmu di kolong jembatan." Ucap Daisy menghina Franky lagi.


"Kau benar-benar buatku geram sedari tadi Daisy. Kau pikir aku akan menginap di tempat seperti itu." Ucap Franky geram dan menghentak-hentakkan sebelah kakinya karena merasa sangat geram.


"Ya mana tahukan, kau kan tidak ada tempat tinggal di kota ini." Ucap Daisy tanpa rasa bersalah sambil mengangkat kedua bahunya.


'sabar...sabar...Franky. Orang ganteng yang sabar di sayang pacar' Ucap Franky membatin sambil mengelus-ngelus dadanya. Tiba-tiba Franky tersadar akan ucapannya barusan. ' Disayang pacar? Aku kan belum punya pacar, Haishhhh' teriak batin Franky sambil garuk-garuk kepala yang tidak gatal.


"Hey kau kenapa. Apa kau sakit?" Tanya Daisy setelah melihat tingkah Franky.


"Siapa yang sakit. Aku tidak sakit, aku tadi cuman pusing karena memikirkan bagaimana cara menanggapi ucapanmu yang selalu membuatku geram." Ucap Franky beralasan.


" Terserah kau saja, aku sudah lelah berdebat dengan pria kampungan sepertimu." Ucap Daisy jengah.


"Bisa lelah juga kau kiranya." Ucap Franky sambil melirik sinis ke arah Daisy.


"Tentu saja aku bisa lelah, aku kan manusia." Ucap Daisy ketus.


"Oh manusia, aku kira kau...." Ucap Franky namun belum selesai karena di potong lebih dulu oleh Daisy.


" Apa kau tidak salah bicara Nona? Bukannya kau yang sedari tadi membuatku emosi setengah mati." Saut Franky geram.


Namun ditanggapi oleh Daisy dengan memutar bola matanya malas, dan kembali melangkah pergi.


Tapi baru berjalan 2 langkah, di hentikan lagi oleh Franky.


" Daisy, apa kau tidak dengar dengan apa yang aku ucapkan tadi. Jangan jauh-jauh dariku, kau tidak boleh kabur dari tanggung jawabmu." Teriak Franky sehingga membuat Daisy yang mendengarnya berhenti melangkah.


Daisy membalikkan badannya menghampiri Franky yang masih berdiri di tempatnya.


" Hissshhh kau ini. Lalu apa yang harus aku lakukan, tak mungkin kan aku membawamu ke rumahku. Apa kau mau digebuk sama para bodyguard ku di rumah atas perintah Daddy, Daddy tidak menyukai orang asing." Ucap Daisy kesal karena sedari tadi langkahnya terus dihentikan oleh Franky.


"Kamu kan bisa menyembunyikan aku di gudang atau ruang lainnya yang ada dirumahmu. Kamu kan anak orang kaya, pasti banyak ruangan yang kosong di rumahmu." Ucap Franky memberi solusi.


"Ohhh jadi ceritanya kau mau numpang gitu? Enak saja, kita baru kenal ya! Gimana kalau tengah malam saat semua orang sudah tidur kau malah mencuri barang-barang berhargaku di rumah." Ucap Daisy tanpa rasa bersalah menuduh Franky sebagai pencuri.


Franky yang mendengar tuturan Daisy menjadi geram lagi, ia mengepalkan kedua tangannya menahan amarah.


" Kau pikir aku serendah itu? Aku tidak akan pernah melakukan hal yang merugikan orang lain. Biarpun aku orang desa, aku merupakan orang terkaya di desaku. Aku anak juragan tanah di desaku, dan juga pemilik peternakan sapi dan kambing di desaku. Kau jangan berburuk sangka padaku selalu Daisy." Ucap Franky dengan emosi yang mengebu-ngebu sambil menatap tajam kearah Daisy.


Franky benar-benar di buat naik darah oleh gadis kaya itu, dari awal bertemu gadis tersebut selalu berpikiran buruk terhadapnya dan tak lupa merendahkannya.


"Ok Cukup! Ternyata kau juga bisa menyombongkan diri ya. Baiklah...aku akan berusaha untuk tidak menghinamu lagi. Kelihatannya kau sedikit berbeda dari mereka." Ucap Daisy sambil mengibas-ngibaskan rambutnya yang tergerai.


" Mereka siapa yang kamu maksud?" Tanya Franky


" Ada deh...Kau tak perlu tahu. Hummmm Ok...kau boleh ikut aku, tapi tidak dalam keadaan sembunyi-sembunyi. Aku akan membawamu kehadapan Daddy ku." Ucap Daisy memberi solusi.


"Apa? Tapi kau bilang tadi, Daddymu tidak suka dengan orang asing. Kalau ketika Daddymu melihatku langsung menyuruh boduguardnya untuk menggebukku habis-habisan gimana?" Ucap Franky sedikit teriak ke arah Lani.


" Tenang saja...Aku ada rencana untukmu, dan aku yakin Daddy tidak akan marah atas kehadiranmu." Ucap Daisy percaya diri.


" Awas saja kalau rencanamu membuatku celaka." Ucap Franky dengan nada mengancam sambil menunjuk ke arah wajah Daisy.


"Tenang saja, rencanaku tidak akan pernah gagal kalau berhubungan dengan Daddy." Ucap Daisy percaya diri dan menyombongkan diri.


Franky yang melihat tingkah Daisy hanya memutar bolo matanya jengah, dan menghela nafas lelah karena sedari tadi Daisy terus menguji kesabarannya.


"Baiklah, sekarang ayo ikut aku pulang." Ucap Daisy mengajak Franky pulang ke kediamannya.


"Rumahmu dimana, Jauh tidak?" Tanya Franky.


"Lumayan jauh, sekitar 53,3 km kalau dari sini." Ucap Daisy santai.


"Apa? Kau bilang lumayan. Itu jauh namanya, kapan sampainya kalau jalan kaki." Ucap Franky terkejut.


"Kau bodoh Ya. Angkutan umum kan ada, ojek ada, kereta ada. Naik itulah kita pergi ke rumahku, tapi aku pakai Go Car saja. Aku tidak mau naik angkutan umum atau ojek karena banyak debu saat naik kendaraan itu." Ucap Daisy dengan angkuhnya.


" Oiya ya, kenapa aku ngak kepikiran kesana ya? Hahahhaha..." Ucap Franky dan diselengi tawa.


" Karena kau itu BODOH!" Ucap Daisy lalu melangkah pergi meninggalkan Franky.


"KAU! Dasar gadis SOMBONG." Teriak Franky tidak terima dikatakan Bodoh.


"Ayo! Jangan lamban, nanti aku tinggal." Teriak Daisy yang sudah lumayan jauh berjalan, ia tidak menanggapi ucapan Franky padanya.


" Iya, tunggu." Teriak Franky sambil berlari kearah Daisy.


Mereka menunggu mobil yang telah dipesan Daisy untuk mengantar mereka ke rumah Daisy di depan restoran FoodHyde.


Tak lama kemudian, mobil jemputan pun datang. Mereka naik dan mobil pun berjalan menjauh dari restoran itu.