Because A Diamond Ring

Because A Diamond Ring
Four



"Untung Daddy mengizinkan kau menginap disini, kalau tidak kau akan tidur dimana? Nah! sekarang kamarmu di ujung sana." Ucap Daisy ketus sambil menunjuk ke sebuah pintu kamar tamu yang terletak paling ujung.


"Kamarku? Ternyata aku di beri kamar..." Ucap Franky dengan wajah berseri menandakan bahwa dia bahagia, karena berkesempatan menginap di rumah mewah bak hotel bintang tujuh itu.


"Eits...jangan salah paham dulu. Kau di tampung disini hanya satu hari saja, esoknya kau harus minggat dari sini." Ucap Daisy Ketus lalu melipat ke dua tangannya didada.


Mendengar ucapan Daisy, membuat senyuman Franky yang terbit tadi seketika terbenam, menyisakan raut kepedihan.


"Bukannya aku adalah bodyguardmu. Jadi seharusnya aku tinggal di sekitarmu." protes Franky


"Ya kau memang sekarang bodyguardku, tapi bukan berarti kau selalu tinggal di kamar tamu mewah yang akan kau tempati sekarang. Besoknya kau akan tinggal di tempat lain, cari tempat tinggal sendiri." Balas Daisy ketus.


"Kenapa bodyguard yang lainnya boleh tinggal disini, sedangkan aku tidak?" Tanya Franky.


"Karena mereka senior, sedangkan kau baru disini. Pekerjaan mereka sudah berkompeten, lagipula mereka tidur bukan di kamar tamu, tapi mereka tidur di rumah belakang khusus para pekerja. Sedangkan kau diberi kesempatan menikmati kamar mewah, jadi jangan protes." Ucap Daisy ketus sambil berkacak pinggang.


"Kalau begitu, besoknya aku tinggal di rumah belakang khusus pekerja kan?" Ucap Franky yang berharap mendapat tempat menginap sementara meski di rumah para pekerja.


"Siapa bilang? Kan sudah ku katakan besoknya kau cari tempat tinggal sendiri." Ucap Daisy geram


"Tidak bisakah aku tinggal disini sementara untuk 2 hari kedepan sampai aku bertemu dengan tunangannku?tidak masalah aku tidur dimana. Asalkan aku dapat beristirahat" Ucap Franky memelas.


Daisy mendengar ucapan Franky hanya menatapnya dengan malas.


"Besoklah, aku pikirkan. Lebih baik kau pergi ke kamarmu." Ucap Daisy lalu melenggang masuk ke kamarnya.


Franky yang mendengar tuturan Daisy hanya menghela napas, ia berharap Daisy mau membiarkan dia tinggal di rumah Daisy untuk sementara.


♧♧♧


Keesokan harinya, Daisy bersiap-siap untuk jogging pagi. Hampir setiap hari Daisy melakukan aktifitas itu sambil ditemani para bodyguardnya, Ia mengelilingi komplek perumahan elite yang hanya berisi orang-orang kaya saja. Jadi yang namanya orang kalangan menengah ke bawah tidak ditemukan di komplek perumahan tersebut.


Sebenarnya Daisy sangat bosan terus-terusan di kelilingi bodyguard setiap melakukan aktifitas di luar rumah, meski hanya sekitaran rumah tetap saja ia tidak bebas bergerak di buatnya.


Daisy berdiri di depan pintu besar rumahnya sambil menunggu kedatangan Franky, karena mulai sekarang kemanapun dia pergi frankylah yang menemani.


"Hishhh mana nih orang tu. Buat lama nunggu saja, hari hampir siang ini." Gerutu Daisy kesal.


lima menit kemudian, orang yang di tunggu tak kunjung menampakkan batang hidungnya, sehingga membuat Daisy makin geram.


"Hei, coba kamu bangunkan si pemalas itu. Sialan, di beri tumpangan menginap malah enak-enakan." Ucap Daisy geram.


" Baik Nona." Ucap salah satu bodyguard sambil membungkuk hormat pada Daisy.


Bodyguard itu pun beranjak pergi ke kamar tamu yang di tempati Franky sekarang.


Tak lama kemudian akhirnya muncul sosok yang sudah lama di tunggu Daisy, Ia berjalan ke arah Daisy dengan keadaan mata yang terlihat masih mengantuk.


"Ada apa Dai? Aku masih ngantuk nih." Ucap Franky sambil mengusap matanya yang masih terasa berat.


" Kau benar-benar tak tau diri ya. Ini sudah jam setengah sembilan, sudah waktunya aku jogging. Selama setengah jam aku menunggumu Sialan." Teriak Daisy geram memenuhi ruangan.


Mendengar teriakan Daisy membuat Franky menutup kedua telinganya karena saking menggemanya teriakan Daisy.


"Kalau mau jogging, ya jogging saja. Kenapa harus menungguku segala." Ucap Franky tanpa rasa bersalah.


"Apa kau lupa tugas mu?Kau di perintahkan oleh Daddy untuk menemaniku kemana pun aku pergi."


"Jongging kan di sekitar sini, kenapa harus di awasi pula?" Ucap Franky heran.


"Mana aku tau Sialan! Pokoknya kau temani aku sekarang." Ucap Daisy emosi menatap kesal pada Franky.


"Oke oke...tunggu ya Nona muda." Ucap Franky lalu berjalan santai balik ke kamarnya untuk mengganti pakaian.


"Cepat!!!" Teriak Daisy lantang sehingga membuat seisi rumah terkejut di buatnya.


"Iya iya.." Saut Franky lalu berlari kecil.


~~


Kini Daisy lagi tengah berlari kecil-kecil memutari komplek perumahan elite sambil diiringi oleh Franky yang juga ikut berlari di belakangnya.


Mereka hanya berdua saja, 2 bodyguard Daisy yang biasa mengikutinya tidak ada.


Franky melirik Daisy yang ada di hadapannya, ia menatap kagum akan bentuk tubuh gadis itu. badannya yang langsing, tinggi, berkulit putih membuat Franky betah memandangnya.


Sepanjang perjalanan mengelilingi kompleks, Daisy tanpa henti di sapa para penghuni perumahan elite yang ia lewati. Orang yang menyapa Daisy selalu para pemuda tampan nan kaya, membuat Franky menatap para pemuda itu jengah.


" Hufff....Berikan aku minum."Ucap Daisy memerintah lalu duduk di sebuah bangku yang tersedia di tepi jalan.


"Hah?" Balas Franky yang ngak konsen dengan apa yang diucapkan Daisy karena sedari tadi ia hanya bermenung.


"Berikan aku minum..." Teriak Daisy yang kesal.


"Oh ini." Ucap Franky lalu memberikan botol minum yang sedari tadi ia pegang.


Sekali lagi Franky terpesona, ketika melihat Daisy yang tengah meneguk air minum dari botol. Franky menelan ludahnya kasar, karena Daisy yang menampilkan lehernya yang jenjang dan tetesan keringat yang mengalir dari pelipis hingga mengalir ke lehernya,membuat Daisy terlihat sangat seksi.


"Apa yang kau lihat bodoh?" Ucap Daisy marah karena Franky menatapnya.


"Ah tidak! Aku hanya merasa haus juga, ketika melihatmu minum."Ucap Franky gelagapan karena tertangkap basah.


"Kalau kau haus, minum genangan air itu saja. Jangan coba-coba meminta air minum ku." Ucap Daisy ketus sambil menunjuk ke arah genangan air di bawah kaki Franky.


"Kau pikir aku hewan, minum sembarangan air." Ucap Franky geram yang mulai terpancing emosinya.


"Emangnya aku bilang kau hewan? Tidak kan..., kau sendiri yang merasa." Ucap Daisy dan menatap Franky dengan sinis.


Franky tak bisa berkata-kata lagi, ia benar-benar sudah kalah berdebat dengan Daisy, si gadis kaya yang sombong itu.


Dalam perjalanan kembali ke rumah Daisy, Franky dan Daisy mengobrol.


"Daisy, kapan kita akan mencari cincin berlianku? Waktuku disini hanya 3 hari, besok adalah hari terakhirku disni."


"Besok kita cari lagi, kalau sekarang aku lagi lelah, pengen istirahat." Ucap Daisy santai sambil menatap lurus.


"Kau ingatkan ancamanku, kalau sampai kau hilang dari tanggung jawab."


Daisy yang mendengar ucapan Franky langsung memalingkan wajahnya ke arah Franky.


"Hmmm tentu saja aku ingat..." Ucap Daisy yang gelagapan, padahal dia berharap Franky lupa.


"Lebih baik setibanya kita di rumahmu, kita harus siap-siap lalu pergi memulai pencariannya di tempat hilangnya cincin berlianku."


"Besok sajalah...." Ucap Daisy malas.


"Daisy...." Ucap Franky lalu menatap Daisy dengan penuh peringatan.


"Iya iya...Dasar Pria kampungan sialan!" Ucap Daisy geram.


~Pada episode berikutnya apakah Daisy dan Franky dapat menemukan Cincin berlian tersebut? Bagaimana kisah mereka selanjutnya ? Yuk pantau terus kelanjutannya ya readers.Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya 🤗😘


Lop you All🥰