
" Lebih baik Anda pikir-pikir dulu Tuan, Saya pasti akan membayar berapa pun harga cincin itu." Ucap Daisy dengan sombongnya sambil melipat kedua tangannya di dada.
"Kan sudah Saya bilang Nona! Saya tidak mau uang anda. Yang saya inginkan hanya cincin berlian yang telah anda hilangkan." Ucap Franky geram dan menatap tajam ke arah Daisy.
"Kau ini sok sekali. Lagi pula cincin itu kan hilang karena ulah kau juga, siapa suruh kau menggenggam Cincin itu. Coba saja kau kantongi cincinmu itu pasti tidak akan hilang." Ucap Daisy mengebu-ngebu.
"Ini malah menyalahkan orang, dasar orang kampungan yang punya pikiran pendek dan rendahan." Ucap Daisy lagi menghina lalu menatap sinis kearah Franky.
Franky yang dihina seperti itu memanas ia benar-benar sangat geram akan perkataan gadis sombong yang dihadapannya ini.
" Hey! Jaga mulutmu ya dasar gadis Kaya. Kau terlihat seperti gadis terpandang tapi cara bicaramu tak berpendidikan, apa kau tak pernah sekolah Nona?" Bentak Franky yang sudah emosi.
"Kau atau Saya yang tidak berpendidikan sebenarnya?" Ucap Daisy menantang dan menatap sinis Franky.
Banyak pejalan kaki yang menyaksikan pertengkaran keduanya. Franky yang merasa diperhatikan, segera menurunkan emosinya dan akan bersabar menghadapi gadis sombong yang ada di hadapannya itu.
"Hufff...Baiklah Nona. Hentikan pertengkaran ini, lihatlah banyak pasang mata yang memandangi kita. Apa kau tidak malu? Lebih baik kau berhenti mengoceh dan mari kita bicarakan secara baik-baik." Ucap Franky lalu menghela nafas meredakan emosinya, dan berusaha untuk mengalah.
Mendengar Ucapan Franky, Daisy pun tersadar dimana tempatnya sekarang. Daisy pun dengan cepat menarik Franky ke tempat yang lumayan sepi.
" Hey Nona. Kau mau bawa Saya kemana?" Tanya Franky.
"Kita ke tempat yang aman untuk mengobrol agar kita tidak menjadi pusat perhatian. Saya mengajak Anda ke tempat yang lumayan sepi." Ucap Daisy.
"Oh. Oke." Balas Franky singkat
Setelah tiba di tempat yang cocok untuk mereka mengobrol, akhirnya Daisy memulai pembicaraan.
"Haihhh Oke! Lalu apa rencana Anda selanjutnya? Saya tak mungkin mengikuti Anda kemana pun Anda pergi. Saya sibuk dan banyak urusan." Ucap Daisy beralasan.
" Saya akan tetap pada apa yang Saya ucapkan sebelumnya jika Nona tidak mau membantu mencari cincin berlian itu sampai dapat. Maka...siap-siaplah mendekam di penjara. Dan saya tidak main-main dengan ancaman itu, karena Saya memiliki saudara seorang polisi. Kau tidak bisa mengelak Nona." Tegas Franky dengan nada mengancam.
" Baiklah...Baiklah. Anda menang Tuan." Ucap Daisy pasrah.
" Bagus! Kalau begitu kita berkenalan dulu Nona. Saya Franky Raken Drag, panggil saja Franky." Ucap Franky dan mengulurkan tangan kanannya ke arah Daisy.
" Hmmm, Saya Daisy." Ucapnya datar Tanpa membalaskan uluran tangan Franky.
' Dia tak mau membalas uluran tanganku. Cih...Sombong sekali gadis ini.' Ucap Franky membatin dan melirik sinis ke arah Daisy, Lalu menarik uluran tangannya yang mengarah ke Daisy tadi.
"Hanya Daisy saja kah nama lengkap mu. Apa tidak ada kepanjangannya?" Tanya Franky yang menghilangkan bicara formalnya.
"Emangnya perlu Aku mengatakan nama lengkapku? Toh kau sudah tau namaku." Ucap Daisy dengan juteknya, dan melirik Franky dengan
sinisnya. Ia juga menghilangkan berbicara formalnya ke Franky.
" Aku ingin tahu nama lengkapmu, Daisy. Mana tau nanti kau kabur lalu aku susah mencari identitasmu, lagipula nama Daisy bukan kau seorang." Ucap Franky menatap Daisy dengan tersenyum mengejek.
" Grrrr....KAU." Saut Daisy geram.
Seketika Daisy tersadar bahwa ia tidak boleh emosi untuk saat ini, lalu ia pun menghela nafas untuk mengurangi emosinya terhadap pria desa yang ada di hadapannya itu.
" Hmmm Baiklah. Perkenalkan namaku Daisy Jordy White, panggil saja Daisy." Ucap Daisy dengan nada lembut yang di buat-buat dan tersenyum masam.
"Nama yang cantik seperti orangnya, tapi sayang si pemilik nama memiliki sifat yang tak sesuai dengan rupa dan namanya yang cantik." Ucap Franky dan tersenyum miring.
" KAU, dasar pria kampungan. apa maksudmu mengatai sifatku tak sesui dengan wajah dan namaku?" Teriak Daisy geram dan hendak mencekik leher Franky. Tapi ia urungkan ia tak mau jadi pembunuh. Sudah menghilangkan cincin berlian orang malah hendak menjadi pembunuh. Ia sungguh tidak mau.
" Hahahahaha....santai Nona, jangan marah-marah nanti muncul keriput di wajahmu yang cantik itu." Canda Franky dan tertawa melihat raut wajah Daisy yang menahan amarah.
"FRANKY! Dasar kau Pria kampungan..." Teriak Daisy marah karena di tertawakan dan diejek oleh Franky.
' Gadis ini sangat lucu saat marah, dan sangat cantik.' Ucap Franky membatin dan tersenyum tipis. Tak lama kemudian dia pun tersadar dengan apa yang baru saja ia pikirkan ' Eh! ada apa denganku. Apa aku sudah tidak waras?' ucapnya lagi membatin.
" Ada apa dengamu. Apa kau gila? tadi kau senyum- senyum sekarang malah memperlihatkan ekpresi terkejut. Apa kau kesurupan atau kau sedang stress?" Ucap Daisy dan tersenyum mengejek kearah Franky.
" Lah? Apa urusannya denganku, kau pergi saja sendiri."
"Ini juga urusanmu Daisy....Kau harus membantuku menjelaskan masalah cincin yang hilang tadi kepadanya karena aku akan melamarnya dengan cincin berlian itu."
" Owhhh...Oke. Aku akan menjadi malaikat cinta sekarang. Ayo! tunggu apalagi, segera jelaskan kepada gadismu itu." Ucap Daisy semangat lalu mengangkat sebelah alisnya.
Daisy kalau soal percintaan pasti langsung semangat, ia suka membantu masalah percintaan orang lain.
Franky yang mendengar ucapan Daisy langsung semangat dan tersenyum kearah Daisy.
Daisy yang melihat Franky tersenyum kearahnya jadi salah tingkah dan pipinya pun memerah. ' Sial! Kenapa pria kampungan ini jadi sangat manis kalau tersenyum ya? Aduh...lesung pipitmu bikin aku meleleh bang....' teriak Daisy membatin.
"Woy..Ngapain bengong, ayo buruan pergi temuin gadis yang aku sukai. Katanya kamu mau bantu." Ucap Franky membuyarkan lamunan Daisy.
"Eh! i i iya..." Ucap Daisy sadar dengan lamunannya. "Lets Go..." Ucap Daisy semangat dan mengacungkan tinjunya ke udara.
'Manis sekali gadis ini' Ucap Franky membatin dan tersenyum akan tingkah Daisy yang lucu dan menggemaskan di mata Franky.
Setibanya mereka di tempat tujuan, mereka memandang sebuah rumah yang lumayan besar, tapi terlihat tak terawat dan berpenghuni.
"Apakah ini rumah gadis yang kau sukai? Tapi kenapa kayak rumah hantu saja ya. Merinding aku, sepi pula lagi." Ucap Daisy melihat rumah yang lumayan besar itu tapi banyak di tumbuhi akar-akar pohon, dan terlihat seperti tak berpenghuni.
" Tapi di kertas kecil ini tertulis alamat rumahnya tu disini, Aku tidak salah. Coba kau lihat." Ucap Franky dan menyodorkan kertas kecil itu ke arah Daisy.
" Iya Ya. Tapi masak ada yang mau tinggal disini, horror banget nih rumah...,Salah kasih alamat tu gadismu."
"Mana mungkin....Dia ngak mungkin kasih alamat yang salah padaku." Bantah Franky.
"Terserah kau saja, Aku tidak mau lama-lama di rumah angker ini." Ucap Daisy lalu melangkah pergi menjauhi rumah itu.
" Hey...kau mau kemana?" Teriak Franky
" Mau pulang. Aku takut Daddy khawatir dan kalang kabut mencariku. Biasanya aku tidak pernah lepas dari pengawalan kedua Bodyguardku." Balas Daisy dengan teriak sambil terus berjalan.
Franky yang melihat Daisy yang terus berjalan, juga ikut meninggalkan rumah tersebut. Ia berjalan dan mensejajarkan langkahnya dengan langkah Daisy.
"Kau punya Bodyguard, tapi kenapa kau malah sendirian tadi?" Tanya Franky sambil melihat ke arah Daisy.
" Aku tadi ingin bertemu dengan pacarku di suatu tempat, tapi aku tak mau kedua bodyguard itu melihatku menemuinya,lalu aku mengecoh mereka dengan memberikan minuman yang telah aku masukan sebuah obat yang bikin mereka diare." Ucap Daisy
" Kenapa kau sampai dilarang menemui pacarmu?" Tanya Franky penasaran.
"Karena Daddy tak menyukai pacarku dan melarang keras diriku berhubungan dengannya. Kalau kedua bodyguardku tau bahwa aku menemui pacarku, mereka pasti akan mengadu pada Daddy."
" Lalu masalah kau lari-lari tadi itu, Kenapa?"
"Setelah aku menemui pacarku. Aku pun berniat untuk pulang tapi ketika dijalan aku bertemu dengan orang gila. Dan ia pun mengejarku, entah apa yang dia inginkan dariku. Tentu aku takut dan lari pontang- panting dan melepaskan highhells agar aku bebas berlari." Ucap Daisy berhenti sejenak untuk menghela nafas, lalu melanjutkan lagi perkataannya.
" Namun tiba-tiba saat aku berlari, tanpa sengaja menabrak seorang pria kampungan dan mengakibatkan cincin berlian pria Kampungan itu hilang. Yang membuatku jengkel adalah ketika aku ingin mengganti rugi, dia dengan tegasnya menolak tawaranku. Bodoh bukan pria itu?" Ucap Daisy melirik ke arah Franky dan tersenyum miring.
Franky yang mendengar tuturan Daisy wajahnya langsung memerah menahan amarah dan menatap Daisy dengan tajam.
"KAU. SI GADIS SOMBONG SIALAN!" Teriak Franky geram akibat tuturan dari Daisy.
Daisy hanya tertawa dan mencebirkan lidahnya ke arah Franky.
Author~ Cepat banget akrabnya Ya. Daisy kan gadis yang susah bergaul, dan juga pemilih dalam hal bergaul. Apa yang terjadi pada Daisy?
Yok! kita ikuti kelanjutan kisah mereka, dan tunggu kelanjutannya ya readers.🥰
Selamat membaca!