AZURRA.

AZURRA.
GB 3



keesokan harinya, jam sudah menujukan jam 04: 00 alarm ponsel zurra berbunyi tanda waktu subuh. zurra segera bangn. dan menuju kamar mandi.setelah selesai cuci muka dan berwudhu. zurra segera menunaikan sholat subuh. setelah itu dia memakai jilbab instan nya dan turun kebawa untuk menuju dapur. membatu ummi dan kakak ipar nya. dan ada bibik juga.


"asalamualaikum.... ummi cup... kakak ipar... cup? " salam zurra. menciumi pipi ummi dan kakak iparnya.


"Walaikum salam? " ucap keduanya bersama bibik juga.


dan pada akhirnya mereka memasak bersama sama, beberapa menit kemudian masakan telah selesai dan matang. dan segera menyiapkan makannan dimeja makan. beberapa saat kemudian semua keluarga sudah siap untuk melakukan sarapan bersama sama.


setelah selesai sarapan mereka semua pergi masing-masing untuk melakukan tugas nya masing masing. kini tiba saatnya zurra berangkat keruko baru nya. dia akan mulai bersih bersih disana.


"ummi zurra berangkat ke ruko dulu ya? " ucap zurra


"iya sayang hati hati... oh iya... binti, siti, agus dan aji sudah ada didepan nungguin kamu sayang. oh iya yakin tidak mau dibantu sama ummi? " ucap ummi zurra.


"gak usah ummi ku sayang kan sudah ada siti, binti, agus dan aji. mereka akan membantu zurra nanti lagian ummi pasti capek. kemaren udah bantuin zurra nyari ruko sampek muter muter pula, lagian cuma bersih bersih sedikit,? " ucap zurra menenangkan ummi nya.


"ya sudah.... buruan berangkat sekali lagi hati hati. dan kata abah... tukangnya udah datang kesana langsung? " ucap ummi tersenyum


"siap ummi.... ya sudah zurra berangkat dulu ya ummi, asalamualaikum..... ummi ku sayang... cup" ucap zurra mencium pipi ummi nya.


"Walaikumsalam... nak? " ucap ummi tersenyum.


setelah itu zurra keluar dari rumah dan menuju mobil yang diparkir. benar saja. disana sudah ada 4 santri dengan dua montor. zurra tersenyum di balik cadar nya.


"kalian sudah siap? " ucap zurra


"siap mbak? " ucap semua kompak.


"ya sudah ayo berangkat ikuti mobil saya ya" ucap zurra dengan ramah.


"siap." ucap semuanya lagi. membuat zurra tersenyum.


"ayo berangkat pak? " ucap zurra kepada supirnya.


"Mary mbak... silahkan masuk? " ucap pak supir mempersilakan zurra masuk. setelah itu menutup pintu lagi. dan pak supir masuk kedalam dan langsung menjalankan mobilnya.


setelah itu mobil yang dinaiki zurra berjalan menyusuri jalan yang sangat ramai itu. dan tiba di jalan lampu berubah menajadi warna merah. dan mobil zurra berhenti. dan pas zurra membuka kaca mobil untuk memberikan uang receh kepada pengamen. dari dalam mobil zurra melihat perempuan yang sedang menagis dipinggir trotoar .tampil an nya sangat mengenaskan. zurra akan turun dan membuat pak maman sang supir heran dan bertanya.


"mbak mau kemana? " tanya pak maman.


"pak q mau kepinggir jalan itu. pak. nanti kalau lampu sudah berganti hijau bapak langsung kepinggir sana saja tunggu saya pak? " ucap zurra turun dari mobil dan pak maman hanya mengangguk saja.


zurra berjalan melewati setiap mobil. hingga ada pasang mata yang melihat nya dari dalam mobil dan melihat kearah zurra terus menerus hingga tidak berkedip sampai zurra sampai di trotoar.


"asalamualaikum... mbak permisi maaf, mbak kenapa kok menangis disini.? " ucap zurra dengan ramah sambil berjongkok didepan perempuan itu. perempuan itu mendongak menatap zurra dengan perasaan takut karena penampilan zurra.


"tidak usah takut mbak.. saya orang baik kok, lagi pula saya anak seorang kiyai tidak mungkin berbuat jahat sama mbak? " ucap zurra lagi sambil tersenyum dibalik cadarnya.


"sa... saya... ke.. kecopetan Nyonya? " ucap perempuan itu masih dengan sedikit takut.


" MasyaAllah.... astagfirullahHal'adzim.... kok bisa mbak... mbak dari mana dan mau kemana.? " ucap zurra shok.


"sa... saya berasal dari kampung sangat jauh nyonya, rencana saya mau bekerja di kota ini, saya pergi dari kampung karena sudah tidak punya apa apa lagi. apa lagi orang tua saya ini yatim piatu. saya nekat kejakarta siapa tau bisa dapat pekerjaan yang sedikit layak. tapi semua uang dan ponsel serta barang berharga dari kampung sudah lenyap di copet orang orang jahat. saya sudah tidak punya apa apa lagi. saya bingung. mau kemana lagi... hiks hiks hiks? " ucap perempuan itu sambil menangis.


"MasyaAllah mbak... kamu kasihan sekali. oh iya mbak... kalau mbak mau mbak bisa ikut saya dan tinggal sama saya. kalau mbak mau mbak bisa kok kerja sama saya juga. lagian saya baru mau buka toko, dan mbak bisa menjadi karyawan saya. tapi maaf gaji nya kecil kan saya juga orang awam mau buka usaha. gimana mbak mau gak..? " ucap zurra dengan ramah. sambil memegang tangan perempuan itu. zurra tidak tega melihat perempuan didepan nya. ini hatinya tersentuh.


alhamdulillah.... ya Allah.... Terima kasih nyonya Terima kasih... saya mau... saya mau nyonya? " ucap perempuan itu tersenyum dan langsung memeluk zurra. zurra tanpa jijik langsung membalas pelukan perempuan itu dengan senang hati.


"ah... maaf nyonya baju nyonya kotor? " ucap perempuan itu setelah melepaskan pelukan nnya.


"tidak apa apa.. tidak masalah masih bisa dicuci kok, dan oh iya Jagan panggil saya nyonya ya.. karena saya terkesan sangat tua.. hehehehehe.. oh iya perkenalkan nama saya zurra. nama mbak nya ini siapa? " ucap zurra tersenyum


"nama saya ima nyonya eh mbak zurra.. nama saya ima amalia! " ucap perempuan bernama ima itu tersenyum bahagia.


"pasti dia sangat cantik,dia sangat tertutup terkesan aneh tapi hati nya sangat baik dan cantik luar dalam,aku percaya itu?" ucap ima dalam hati dan terus tersenyum kearah zurra.


" oh iya mbak ima.. seperti nya mbak ima usia nya diatas saya.. mbak panggil saya zurra saja ya mbak..? " ucap zurra tersenyum


"saya tidak enak mbak... gak papa saya panggil mbak saja...? " ucap mbak ima.


"terserah mbak saja kalau begitu" ucap zurra tersenyum. dan mengajak berdiri ima dan berjalan menuju mobil nya. dari jauh pak maman dan seseorang tidak tau siapa itu terkagum kagum melihat kebaikan zurra.


"perempuan itu sangat baik,padahal dia tidak mengenal orang itu sama sekali,dengan mudah nya mengajak orang asing?" ucap seseorang laki-laki itu dalam hati. menjalankan mobil nya meninggal kan zurra.


"sungguh mulia hatimu nona muda," Ucap pak maman dalam hati dan tersenyum bahagia melihat nona mudanya yang berhati lembut itu.benar benar bidadari tanpa sayap.


kini zurra dan ima sudah sampai disamping mobil dan segera masuk kedalam. sampai didalam mobil zurra segera mengenal kan ima kepada pak maman.


"pak maman perkenalkan ini mbak ima. dan mbak ima ini pak maman supir pribadi saya? " ucap zurra dengan ramah.


"saya ima pak? " ucap ima


"saya maman supir pribadi nona muda? " ucap pak maman. setelah itu mobil berjalan meninggalkan jalan itu dan menuju ruko tempat usaha zurra. mereka didalam mobil sambil ngobrol tentang kampung ima. hingga zurra banyak tau tentang ima. zurra sangat kasihan melihat ima. yang sangat malang itu.