
"aku berencana menjodohkan zurra dengan Rayhan rin.. itu pun kalau kamu tidak keberatan? "ucap mama Sarah tersenyum.
" kamu serius sar, apa anakmu setuju. aku takut anak kamu akan menyakiti anak aku. aku takut anak anak tidak akan bahagia dengan pernikahan ini, aku gak tega melihat dia menangis, hampir tiap hari zurra selalu menangis dalam diam tanpa sepengetahuan orang orang dimalam hari. entah ada apa dengan anak itu. zurra adalah wanita yang tertutup. dia terlihat rapuh malam hari dan ceria di siang hari. hampir setiap malam sar q tahu. aku merasa ibu yang gagal karena tidak bisa mengerti perasaan anak ku? " ucap ummi meneteskan air matanya.
"kamu tenang saja... aku akan selalu ada untuk zurra. aku juga akan menyayangi zurra seperti kamu menyayangi dia. aku bisa menjamin. anak mu akan bahagia bersama Rayhan. dia juga Mau aku jodoh kan. sebenarnya Rayhan anak yang baik. itu semua karena mantan pacar nya yang gak bener itu. tapi Alhamdulillah mereka sekarang sudah putus. dengan pacar nya itu? " ucap mama Sarah. mama Sarah melanjutkan menceritakan semua apa yang terjadi kepada Rayhan. dan setelah itu ummi menyetujui perjodohan itu.
"MasyaAllah perempuan itu sangat jahat sar. kamu tenang saja aku setuju dengan perjodohan ini. kamu tenang saja. aku juga akan berbicara kepada suamiku dulu dan bicara pelan pelan dengan zurra.? " ucap ummi Rinjani tersenyum
"Terima kasih bestie terimakasi" ucap mama Sarah memeluk Ummi Rinjani.
setelah dirasa semua sudah cukup dan selesai. mereka pamit pulang dan berpisah diparkiran. menuju pulang kerumah masing masing. dalam perjalanan ummi Rinjani. menatap keluar jendela. dia memikirkan bagaimana dia berbicara dengan zurra. kalau dengan suaminya Ummi sangat mudah karena abah manut saja apa kata ummi. tapi tidak dengan zurra. ummi takut zurra menolak. karena kelamaan melamun ummi tidak sadar kalau sudah sampai dirumah. ummi disadarkan oleh pak maman. dan segera keluar dari dalam mobil. ummi berjalan masuk dan mengucap kan salam. rumah masih sangat sepi. mungkin semua orang masih melakukan aktifitas masing masing. karena jam masih menujukkan jam 3 sore. ummi masuk kedalam kamar. ternyata abah sudah ada didalam kamar sambil membaca buku tebal.
"lho abah sudah dirumah... ummi pikir masih di kantor pesantren? " ucap ummi melepas jilbab nya dan duduk disamping abah.
"abah baru datang.. tumben ummi keluar ummi dari mana? " tanya abah mengelus rambut istri tercinta nya yang rambutnya separuh memutih itu.
"ummi habis ketemu sama Sarah tadi bah direstoran islami tadi. maaf gak pamit.? " ucap ummi menaruh kepalanya di bahu sangat abah.
abah dan ummi ngobrol ngalor ngidol. menceritakan tentang berjodoh an yang diajukan oleh mama Sarah. hingga abah hanya diam dan mengangguk nganggukkan kepala nya saja.
''bagaimana abah setuju kan dengan perjodohan ini. Rayhan itu anak baik. ummi yakin zurra akan bahagia bersama Rayhan bah? " ucap ummi Rinjani
"abah setuju setuju saja. toh zurra juga sudah waktunya menikah. lagian yang menjalankan pernikahan ini juga zurra. pasti orang tua mau anak anak nya mendapatkan yang terbaik kan? " ucap abah mengelus punggung ummi dengan sayang.
"nanti abah ya yang bicara sama zurra. ummi takut zurra marah dan menolak? " ucap ummi Rinjani
"iya nanti setelah makan malam kita ngobrol seperti biasanya diruang keluarga? " ucap abah tersenyum.
"ummi sangat sayang dengan abah? " ucap ummi memeluk abah.
"abah juga sayang ummi dan anak anak kita? " ucap abah mencium kening ummi dengan sayang.
malam hari tiba setelah makan malam. semua keluarga berada diruang keluarga. seperti biasa ima dan zurra menemani main Sofia serta kak Fatimah dan kak Azzam melihat dari sofa. begitu juga dengan ummi dan abah.
"zurra abah mau bicara sesuatu sama kamu nak? " ucap ummi Rinjani mebuat zurra mendongak.
"abah mau bicara apa sama zurra? " ucap zurra mendekat. dan menaruh kepala nya di pangkuan abah. abah mengelus kepala zurra yang dibalut jilbab instan itu.
"manja banget sih? " sinis Azzam.
"iri bilang bos? " ucap zurra membuat semua orang terkekeh.
"masih ingat abah... ada apa? " ucap zurra dengan halus
"kamu juga masih ingat kan sama anaknya tante Sarah yang bernama Rayhan,? " ucap ummi dan mendapat Angguk an dari zurra.
"yang kemaren lusa ngantarin zurra pulang? " tanya zurra
"wah benar kah nak? " ucap abah tersenyum, zurra ikut tersenyum melihat senyum abahnya yang sangat teduh itu.
"iya abah.... aku sama kak Fatimah juga lihat kok. saat mbak zurra dianterin sama laki laki tampan? " ucap ima yang diangguki oleh kak Fatimah sambil tersenyum.
"alhamdulillah... jadi kamu sudah dekat nak dengan laki laki itu? " ucap abah.
"abah ya gak dekat juga. kan cuma nganterin sekali. itu pun juga tidak sengaja dia ngasih tumpangan abah ku sayang.? " ucap zurra memeluk sangat abah. karena zurra sangat sangat menyanyangi abahnya. zurra lebih manja ke abah dari pada keummi. kan cinta pertama anak perempuan adalah ayahnya.
"emang nya kenapa sih abah, ummi" ucap Azzam mulai kepo.
"begini nak... ummi dan abah. sudah sepakat akan menjodohkan zurra dengan nak Rayhan anak dari tante Sarah? " ucap abah tersenyum masih mendekap tubuh manggil milik zurra.
deg
deg
deg
deg
jantung zurra berdetak dengan kencang, dan azzam serta sangat istri dan ima juga nampak kaget. zurra mendongak menatap wajah sang abah. hingga air mata zurra menetes. abah mengusap wajah zurra penuh kasih sayang.
"gimana kamu mau kan? " ucap ummi Rinjani. zurra nampak diam dia masih menatap wajah tampan dan teduh milik abahnya. dan belum ada satu katapun kelaur dari mulut zurra. abah masih mengelus bahu zurra. kak Azzam mendekat dan memeluk adil kesayangan nya itu.
"sayang..... kok diam... kan ummi dan abah bertanya dek? " ucap kak Azzam memeluk adiknya dengan erat.
"jika ini demi kebaikan zurra. bismillah... ya Allah zurra mau ummi abah.. kak... mungkin ini yang terbaik untuk zurra? " ucap zurra menagis dipelukan kakaknya. sebenarnya abah tidak tega melihat anak kesayangan nya menikah dengan laki laki yang sama sekali tidak dikenal nya tapi kembali lagi ini semua demi kebaikan zurra.
"alhamdulilah.....? " ucap semua orang. kak Azzam tidak henti hentinya mencium kepala sang adik. adik kesayangannya akan segera menikah. dan akan keluar dari rumah ini.
dirasa sudah cukup malam. semua bubar menuju kamar masing masing. untuk mengistirahatkan tubuhnya. karena besok sudah mulai beraktiftas kembali...