
Keesokan harinya. Zurra sedang melamun didalam ruangan nya. Dia tidak tau harus bahagia atau sedih karena 1 bulan lagi adalah hari pernikahan nya. Dia tau seperti nya calon suaminya terpaksa menerima pernikahan ini zurra menjadi takut menjalani rumah tangga ini. Dia takut tidak akan bahagia. Sampai kelamaan melamun. Zurra sampai tidak sadar bahwa ada ima yang sudah duduk di depannya.
"Mbak...? " Panggil ima mengibaskan tangannya didepan wajah zurra yang tertutup cadar. Tapi zurra tetap diam
"Mbak zurra? " Panggil ima sedikit kencang membuat zurra kaget.
"Astagfirullah... Ya Allah mbak ima. Zurra kaget? " Ucap zurra terkejut.
"Maaf mbak. Habis mbak zurra melamun terus kan aku jadi khawatir. Mbak ada apa sih kok melamun terus ada masalah apa? " Ucap ima sedikit merasa bersalah.
"Maaf mbak... Hehehe zurra tidak apa apa kok? " Ucap zurra tersenyum
"Oh.. Ya sudah... Ayo berangkat, semua nya sudah siap? " Ucap ima. Dan diangguki oleh zurra dan akhirnya mereka berdua keluar dari ruangan zurra. Ya mereka berdua akan mengunjungi Panti asuhan kasih bunda. Mereka akan memberikan sumbangan beberapa sembako. Karena tempatnya tidak terlalu jauh. Ima dan zurra menaiki montor metic, dan ima lah yang menyetir. Sedang kan sembako dan beberapa keperluan yang lain nya. Ada di mobil pickup yang diupiri oleh agus dan aji duduk disebelah. Nya. Zurra memakai helem dan duduk menyimpang. Setelah itu mobil dijalankan dan ima mengikuti dari belakang bersama zurra. Sampai ditengah jalan lampu berubah warna menjadi merah. Montor ima berhenti disamping mobil seseorang ya itu mobil Rayhan yang disupiri oleh Bobby. Bobby melihat kearah samping dan matanya terbelalak.
"Ray... Rayhan....? " Panggil Bobby
"Ada apa...? " Ucap Rayhan dengan masih melihat kearah ponsel nya.
"Itu bukanya calon istri lho. Mau kemana dia. Kasihan banget seperti nya dia kepanasan? " Ucap Bobby. Reflek Rayhan menoleh dan benar saja. Rayhan melihat zurra yang mengibaskan tangan nya didepan wajah yang tertutup caDar itu. Tiba tiba
Deg
Deg
Deg....
Jantung Rayhan berdetak lagi.
"Mau kemana gadis ninja itu dandan nan kayak ******* sok sok an naik montor? " Ucap Rayhan santai
"Jaga mulut lo ray, dia itu calon istri lho? " Ucap Bobby. Rayhan hanya memutar bola matanya dengan malas. Lampu berubah berwarna hijau. Montor yang dikendarai ima sudah berjalan lebih dulu. Dan Bobby juga menjalan kan mobilnya.
"Bob ikuti mereka gue penasaran? " Ucap Rayhan
"Siap dengan senang hati? " Ucap Bobby.
Dan Bobby mengikuti montor yang dinaiki oleh zurra dan ternyata zurra masuk kedalam panti asuhan kasih bunda.
"Ternyata dia kepanti asuhan ray, dan lihat ada mobil pick up dibelakang nya.? " Ucap Bobby
"Seperti nya isinya sembako dan keperluan lain nya? " Ucap Bobby lagi.
"Subhanallah.... Sangat beruntung lho dapet in calon istri seperti itu. Sudah baik tertutup cantik hatinya pula. Seharusnya lo bersyukur, calon istri lho tertutup dia bisa membawa lho ke surga. Karena mau menutup aurat Rayhan? " Ucap Bobby.
"Apa iya aku harus bersyukur? " Ucap Rayhan dalam hati.
Dan setelah itu mereka kembali ketempat tujuan. Dia bingung dengan hatinya. Huft Rayhan sangat frustasi.
"Harus ikhlas dan menerima kekurangan dan kelebihan dari pasangan masing masing agar rumah tangga kita selalu bahagia? " Ucap Bobby lagi. Membuat Rayhan terdiam.
Disisi lain.
"Apa jadi dia akan menikah. Tidak ini tidak bisa dibiarkan. Rayhan hanya milik aku? " Ucap seorang perempuan yaitu adalah karina.
"Sudah lah lupakan saja dia. Kan dia sudah terang terangan menolak kamu dan mengatai kamu sampah bekas. Masih punya muka kamu? " Ucap teman nya
"Tapi aku sangat mencintai nya. Begitu mudah nya dia melupakan aku. Dan menikah dengan perempuan lain.? " Ucap karina.
"Sudah lah... Lupakan Rayhan cari cowok lain saja oke. Mari kita senang senang lagi? " Ucap teman teman nya dan karina hanya mengangguk saja.
Karina tau bahwa Rayhan akan menikah karena mendapat kan kabar dari mata mata suruhan nya tapi aneh nya mata mata itu belum tau calon istri dari Rayhan.
"Aku tidak Terima Rayhan.. Tunggu aku sayang. Aku akan menghancurkan pernikahan kamu suatu saat nanti" Ucap karina didalam hati.
Sore hari nya zurra dan ima baru pulang dari toko kue miliknya. Ternyata dirumah sudah ada mama Sarah. Membawakan baju pengantin untuk zurra.
"Ayo dicoba dulu... Baju pengantin ini tertutup kok pas. Dan lengkap sama jilbab dan cadar untuk kamu sayang? " Ucap mama Sarah dan zurra hanya mengangguk saja. Zurra lekas kedalam kamar. Ditemani mama Sarah dan ummi rinjani. Zurra terpaksa melepaskan cadar nya. Membuat mama Sarah berbinar. Calon menantu nya sangat cantik dan sempurna bagai bidadari surga.
Setelah itu zurra keluar dari kamar mandi memakai baju pengantin itu. Bajunya sangat cocok. Zurra terlihat lebih dobel cantiknya. Mama Sarah dan ummi rinjani tampak sangat puas. Dan setelah selesai dia segera ganti baju lagi dan memakai cadar dan turun kebawah.
"Mama sangat puas sayang kamu sangat cantik. Mama tidak sabar menunggu hari pernikahan itu dilaksanakan? " Ucap mama Sarah memeluk zurra. Zurra hanya tersenyum di balik cadar nya dan mengangguk
Setelah dirasa semuanya cukup. Mama Sarah pamit untuk pulang setelah itu zurra masuk kekamar untuk istirahat sebelum waktu sholat ashar dilaksanakan. Dia sungguh lelah hari ini. Sebentar lagi dia akan menikah. Dan meninggalkan rumah ini. Apakah dia sanggup hidup terpisah dari abah dan umminya tersayang. Tak terasa zurra terlelap dan menuju mimpinya.
Disisi lain.
"Parah parah... Kemaren kemaren nangis Nangis ngajak balikan. Sekarang aja. Kelaur masuk hotel dengan banyak pria. Nasip lho ray ray ray punya mantan menjijikkan kayak gitu? " Ucap Bobby. Ya saat ini mereka ada di lestoran hotel. Sedang miting dengan klien. Tapi tidak sengaja Melihat karina yang sedang masuk kelam hotel dengan seorang pria lagi lagi pria itu adalah bangkotan tua. Ray menatap dengan datar. Karena memang rasa cinta dan suka sudah hilang dan lenyap. Tinggal rasa muak dan jijik dikala melihat mantannya itu. Dan tiba tiba Rayhan keingat mata teduh milik zurra.
"Kenapa gue ingat mata milik perempuan aneh itu lagi sih astaga? " Ucap Rayhan dalam hati.
Tak lama kemudian klien penting nya datang dan mereka segera membahas kerja sama yang tender nya berjumlah milyar an itu.