AZURRA.

AZURRA.
GB 14



🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Jam terus berputar dan zurra belum juga bisa memejamkan matanya. Dia masih mengingat perkataan ummi dan abahnya. Dia akan dijodohkan dengan seorang pria yang jelas jelas seperti engan melihat dia. Bisa dibilang jijik melihat penampilan zurra. zurra tidak bodoh dia tau di balik wajah tampan itu dia bisa melihat bahwa pria itu seperti risih dengan penampilan nya. Bagaimana setelah pernikahan nanti. zurra bangun dari tidurnya dan melihat jam sudah menunjukkan jam 2: 30.zurra bangun dan akan melakukan sholat istiqoroh setelah keluar dari kamar mandi. Zurra lekas memakai mukena dan langsung sholat. Setelah selesai sholat zurra berdoa kepada Allah.


(("Bismillah Hirrohman nirrohim.... Ya Allah ya robi yang lagi maha pengasih lagi maha penyayang, engkau Maha membolak balik kan hati manusia. Ya Allah berilah hamba ketenangan dalam hati ini. Jujur hamba masih ragu dengan perjodohan ini. Tapi hamba tidak inggin mengecewakan kedua orang tua hamba yang sangat hamba sayangi. Ya Allah ya Robby jika jalan yang hamba ambil ini adalah jalan yang benar hamba ikhlas ya Allah. Hamba akan menerima perjodohan ini dengan sepenuh hati. Dan semoga kedepannya hamba bisa menerima suami hamba dan suami hamba bisa menerima kekurangan hamba ya Allah. Semoga hamba menjadi keluarga sakinah mawadah dan warohmah. Amin ya robbal alamin....")))


Setelah selesai berdoa. Hati zurra menjadi adem dan tenang tidak seperti tadi yang selalu gelisah. Setelah selesai sholat zurra tidak tidur. Dia membaca Al-Quran sambil menunggu adzan subuh.


Waktu subuh sudah mulai. Ketika mendengar suara adzan dari masjid zurra lekas melaksanakan sholat subuh. Setelah selesai sholat , zurra Melipat mukena dan ditaruh dilemari. Zurra menata kamar setelah selesai zurra memakai jilbab instan nya dan keluar dari kamar. Untuk menuju dapur. Dan ternyata didapur sudah ada ummi, kak Fatimah dan mbak ima.


"Asalamualaikum...? " Ucap zurra


"Walaikumsalam.. Ucap mereka bertiga dalam memandang zurra.


" Dek.. Kenapa matamu memerah..? " Tanya kak Fatimah


"Iya zurra. Kenapa ada kantung mata juga dibawa matamu? " Ucap mbak ima.


"Apa semalaman kamu gak tidur sayang? " Ucap ummi yang terlihat khawatir. Apa sang anak tidak tidur sama sekali karena memikirkan perjodohan ini. Memikirkan itu ummi menjadi sedih.


"Tidak apa apa.. Kakak mbak dan ummi. Zurra baik baik saja. Badan zurra capek semua. Zurra gak bisa tidur semalaman jadi zurra memutuskan baca Al Qur'an. Semalaman,? " Ucap zurra tersenyum sambil meminum air putih.


"Nak apa kamu terpaksa menerima perjodohan ini ummi bisa membatalkan nya. Ummi tidak tega melihat kamu sedih sayang? " Ucap ummi.


"Ummi bicara apa. Zurra menerima perjodohan ini dengan ikhlas. Zurra gak terpaksa kok zurra baik baik saja ummi? " Ucap zurra memeluk sang ummi untuk menenangkan sang ummi.


"Syukur lah kalau seperti itu. Ummi takut sayang" Ucap ummi


"Tidak apa apa ummi. Ayo masak lagi. Zurra sudah laper banget? " Ucap zurra cengegesan. Itu lah zurra walau hati nya menjerit dan selalu menangis dalam diam. Tapi dia paling bisa membuat semua orang bahagia. Dia bisa tersenyum lepas tanpa beban. Tidak tau saja hatinya sedang tertekan.


Setelah makanan sudah siap dimeja makan. Dan jam sudah menunjukkan jam 07: 15 semua orang sudah berkumpul di meja makan. Mereka sarapan bersama sama sambil bercanda. Setelah sarapan selesai. Mereka semua pegi masing-masing ketempat aktifitas nya masing masing. Seperti biasa ummi duduk diruang keluarga bersama abah hari ini abah tidak sambang ke pesantren dia ingin bersantai dirumah berrsama sang istri tercinta.


Saat abah dan ummi ngobrol tiba tiba ponsel ummi berbunyi. Dan abah pamit ke kamar mau mengambil kitabnya dan ummi mengangguk dan langsng mengangkat telfonnya.


📞 " Haloo asalamualaikum sar," Ucap ummi


📞"((walaikumsalam... Rin.. Bagaimana, apakah zurra menerima ajuan perjodohan ini? " Mama Sarah


📞"((alhamdulillah,, anak ku menerima lamaran ini, tapi aku takut sar? "


📞"(takut kenapa sih rin.. Masalh anak mu tidak akan bahagia sama anak ku ya, kamu tenang saja rin selama aku masih hidup aku akan selalu membahagiakan anak mu. Kamu jangan ragu ya rin, aku juga sayang sama anakmu. Anakmu sudah aku anggap menjadi anak ku sendiri kamu tenang saja? "


📞"((baiklah rin... Q percya dengan ucapan mu semoga anak anak selalu bahagia? "


📞"(amin amin.... Ya sudah ya rin... 1 minggu lagi aku akan kerumah mu, untuk melamar anak mu secara resmi, aku akan membawa Rayhan dan suami ku,? "


📞"(Iya sar, q tunggu kedatangan mu? " Ucap ummi sedikit lega dia mempercayai sahabat hya itu.


📞"(oke.. Kalau begitu q tutup ya. Asalamualaikum...? "


📞"(Walaikumsalam Sarah? "


Setelah telfon nya ditutup. Abah menghampiri ummi yang sedang melamun. Abah mendekat kearah ummi.


"Ummi kenapa, kok lesu gitu..? " Ucap abah.


"Abah.. Apa keputusan yang ummi ambil ini sudah benar, apa nanti zurra akan bahagia dengan pernikahan ini abah ummi takut.? " Ucap ummi sedih dan memeluk abah.


"Kita berdoa saja. Semoga semuanya baik baik saja. Ya? " Ucap abah.


"Iya bah.. Oh iya.. 1 minggu lagi keluarga Sarah akan kesini untuk melamar secara resmi abah? " Ucap ummi


"Alhamdulilah..... Iya ummi..? " Ucap abah.


Setelah gitu abah dan ummi melanjutkannya ngobrol lagi sambil abah membaca kitab tebalnya itu


Disebuah perusahaan besar. Ada seorang wanita menangis terisak. Dia menangis dan tidak mau diputuskan ya dia adalah karina dan rayhan.


"Ray sayang.... Aku mohon maafkan aku, aku khilaf, q dibutakan oleh uang, q janji akan berubah Adam dan aku akan menjadi wanita yang baik seperti yang kamu inginkan, aku mohon Rayhan aku sangat mencintaimu aku tidak mau kehilangan kamu sayang " Ucap karina menangis dan bersujud dibawa kaki Rayhan.


"Sekali j@l@ng tetap j@l@ng, kamu pikir q percaya de ucapan mu hah, kamu pikir perempuan didunia ini hanya kamu saja. Hingga aku harus menerima kamu lagi. Cuihhh... Perempuan menjijikkan. Mana mau aku sama barang bekas kayak kamu. Makan itu cinta, pergi kamu dari sini. Aku muak melihat wajah busukmu itu? " Ucap Rayhan dengan sinis


"Tapi sayang. Aku sangat mencintaimu, aku mohon Terima aku lagi ya aku mohon? " Ucap karina tidak tau malu.


"Apa kamu tuli aku bilang pergi ya pergi apa perlu aku panggilkan keamanan biar kamu diseret kelaur seperti tumpuk an sampah? " Ucap Rayhan lagi.


"Q tidak akan pergi Rayhan, aku sangat mencintai mu hiks hiks? " Ucap karina


"Pergi karina pergi. Kamu tuli hah aku bilang pergi ya pergi j@l@ng sialan? " Ucap Rayhan marah dan berteriak membuat karina kaget. Selama dekat dengan Rayhan baru kali ini dia melihat Rayhan marah dan menakutkan seperti itu. Membuat karina ketakutan.


Mau tidak mau karina keluar dari ruangan Rayhan sambil mendumel. Berjalan dengan lesu dia tidak terima diperlakukan seperti ini oleh Rayhan


"((Lihat saja Rayhan, apa yang bakalan aku lakukan, kamu tetap menjadi milik ku. Jika aku tidak bisa memiliki mu. Maka siapa pun juga tidak berhak memiliki mu? " Ucap karina tersenyum devil.


Setelah kepergian karina, Rayhan menelfon asisten pribadinya dan sekali gus temanya itu untuk masuk kedalam ruangan nya.


"Tomi masuk keruangan ku sekarang? " Ucap Rayhan dengan nada marah. Dan langsung memutuskan telfon nya sebelum Tomi menjawab. Membuat Tomi sebal.


"Bos setres? " Umpat Tomi. Mau tidak mau Tomi masuk kedalam ruangan bos nya itu.


Tok tok tok...


"Masuk? " Kata Rayhan


"Ada yang bisa saya bantu tuan? " Ucap Tomi dengan malas. Hingga Rayhan menatap Tomi dengan tatapan membunuh.


"Apa salah gue coba? " Ucap Tomi dalam hati.


"Dari mana lho hah.. Kenapa lho biarkan perempuan menjijikkan itu datang dan masuk keruangan gue tom" Ucap Rayhan dengan tatapan membunuh.


"Maaf bos. Saya baru selesai miting sama klien direstoran depan kantor ini. Saya gak tau kalau nona karina datang? " Ucap tomi dengan sopan. Tapi dalam hati nya sudah mengumpat tidak jelas.


"Baik lah kau menang. Dan setelah ini jangan biarkan dia masuk kesini lagi. Beritahu semua karyawan dan bagian kemanan disini? " Ucap Rayhan dingin


"Baik tuam besar yang terhormat? " Ucap Tomi dongkol tapi masih berusaha sopan.


"Dan satu lagi Tomi. Aku mau pulang sekarang kosongkan semua jadwal hari ini. Aku gak mood buat kerja. Hendel semaunya nanti. Gara gara perempuan sialan itu? " Ucap Rayhan masih emosi.


"Se sial sialan nya pun bekas mu tuan. Dulu kau pernah mencintai nya seperti orang bodoh? " Ucap Tomi dalam hati. Andai dia berani bicara seperti itu didepan Rayhan mungkin dia sudah menajdi pengemis di jalanan.


"Baik tuan, kalau begitu saya undur diri permisi? " Ucap Tomi.


Setelah itu Rayhan keluar dari ruangan nya. Dan turun ke bawah menuju parkiran mobil. Dan saat akan masuk kedalam teryata karina masih ada disana. Dia berusaha memanggil Rayhan. Tapi Rayhan tidak perduli, Rayhan langsung menginjak pedal gas dengan kencang dan menjalankan mobilnya dengan cepat. Beberapa saat kemudian Rayhan sudah sampai dirumah. Dia segera turun dan masuk kedalam rumah. Sampai didalam rumah dia melihat mamamnya yang sedang membaca majalah. Mama menoleh kebelakang dia melihat sang anak berjalan dengan lesu kearahnya. Apa lagi wajah anaknya sangat kusut dan tidak semangat lagi.


" Tumben jam segini sudah pulang nak. Dan kenapa wajahmu kusut kaya gitu. Ada masalah dikantor? " Ucap mama Sarah.


"Q agak gak enak badan ma. Pusing ngurusin kantor terus makanya aku pulang cepet dan mau tidur seharian? " Ucap Rayhan berbohong mana mungkin dia menceritakan kejadian sebenarnya. Tidak semudah itu ferguso.


"Ya sudah istirahat sana. Jagan lupa minum vitamin nya? " Ucap mama Sarah yang sangat perhatian penuh kasih sayang.


"Iya ma? " Ucap Rayhan akan berdiri tapi mama menghentikannya.


"Oh iya nak.. 1 minggu lagi kita akan melamar secara resmi calon istri kamu, dan sekalian membahas pernikahan kalian. Apa kamu setuju sayang? " Ucap mama Sarah


"Semaunya mama saya. Rayhan nurut saja toh itu juga buat kebaikan Rayhan kan? " Ucap Rayhan malas. Sebenarnya dia terpaksa mau dijodohkan karena dia sakit hati dengan karina. Rayhan langsung berdiri dan berjalan menuju lanntai atas menuju kamarnya.


"Semoga kamu tidak akan pernah mengecewakan mama Rayhan? " Ucap mama Sarah dalam hati.