
prok.... prok... prok... prok...
suara tangan bertepuk tangan dari belakang dua sejoli yang sedang bercinta, pas sedang panas panas nya. berjungkit jungkit. maju mundur cantik kedua saling ah... ah... ah. harus terhenti karena mendengar suara tangan yang sedang bertepuk. Sipria belum mencabut pedang naga sukmanya. dan siwanita lagi enak enak nya. menoleh kebelakang dan mata kedua nya melotot hampir keluar. ya diadalah karina dan sang pria tambang uangnya. dan betapa kaget dan shok nya karina melihat sang pacar dan 3 orang lain nya dibelakang nya. menatap dengan datar. serta Rayhan sendiri melihat dengan tatapan penuh benci dan jijik. karina segera mendorong tubuh laki laki itu. hingga berada disisinya. karina menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya. hatinya sudah tidak karuan. entah apa yang akan terjadi setelah ini.
"cih dasar perempuan murahan, j@l@ng sialan, sungguh sangat menjijikkan,? " ucap Rayhan sambil menatap tajam kearah dua pasangan mesum itu.
" ray... sayang aku bisa jelas kan semuanya, aku dipaksa, sayang, percayalah? " ucap karina ingin turun dari ranjang. tapi segera ditarik oleh pria disamping nya.
"apa maksud kamu sayang, bukan nya kau mencintai ku, dan kau tidak mencintai laki laki didepan mu yang sok suci ini.? " ucap pria itu.menatap Rayhan dengan senyuman sinis penuh kemenangan. membuat karina menunduk.
"astaga kakek,,, istighfar... umur sudah bau tanah masih saja suka bercinta. ingat anak cucu dirumah kek? " ucap Bobby terkekeh.
"berani kalian menganggu kesenangan ku bangsat, asal kau tau Rayhan, sebelum kekasih mu ini mengenalmu, dia adalah perempuan malam yang suka gonta ganti pria. dan hanya aku yang awet sampai sekarang karena kami saling mencintai.. karena apa. karena kamu tidak bisa memberi kan dia kepuasan batin apa kau tau? " ucap pria itu bicara dengan sinis.
"wah.. Wah... jadi selama ini q sudah tertipu oleh bintang betina ini. asal kau tau wanita menjijikkan. aku tidak mau menuruti kemauan kamu karena aku menghormati kamu sebagai perempuan, aku ingin melakukan nya kalau kita sudah menikah, karena apa kau itu perempuan yang harus selalu dihormati bukan budak S*x.seperti yang kau lakukan sekarang. dan sekarang aku tau akal busuk mu itu perempuan setan.? " ucap Rayhan dengan tatapan tajam.
deg.....
"ray... maafkan aku... aku akan berubah dan aku akan menjadi perempuan baik baik untuk kamu? " ucap karina menangis dia menyesali semuanya. dia sadar betapa baik nya Rayhan. dia ternyata selama ini menghormati dirinya sebagai perempuan dan tidak mau merusak dirinya sebelum menikah. karina sungguh menyesal sekarang.
"sudah terlambat j@l@ng, q sudah tidak ingin dengan barang bekas apa kau mengerti,?hubungan kita berakhir. setelah ini pergi dari apartemen mu.apartemen itu akan aku jual.jagan pernah temui aku lagi aku sudah jijik dengan sampah seperti mu" ucap Rayhan meninggalkan kamar itu. diikuti Tomi dan Bobby serta sang menejer itu.
"tomi beritahu menejer apartemen. suruh mengosongkan apartemen di lantai 7,dan akan aku jual? " ucap Rayhan berjalan.
"Rayhan tunggu jangan seperti ini. aku mencintaimu Rayhan tunggu? " ucap karina beteriak tapi Rayhan tidak perduli.
"sudahlah sayang biarkan dia. masih ada aku yang sanggup memberikan mu uang dan kepuasan setiap hari.,? " ucap pria itu. dan akhirnya karina luluh dan mereka melakukan percintaan yang tertunda. karina akan menemui Rayhan nanti. yang penting sekarang bersenang senang dulu.
sebenarnya hati Rayhan sangat sakit. wanita yang sangat dia cintai telah menghianati dan membohongi nya selama ini. apa lagi karina sudah tidur dengan banyak pria. Rayhan sangat lah jijik. kepada perempuan seperti itu. dia sungguh menyesal sudah bertengkar dengan mamanya demi perempuan seperti karina. ternyata firasat seorang mama itu ada benarnya. terbukti bahwa selama ini sang kekasih adalah perempuan tidak benar. Rayhan benar benar sakit hati.
Rayhan menaiki mobilnya sendirian. dia menyuruh Tomi pulang bersama Bobby. ray mengendarai mobilnya dengan kencang. sambil berteriak teriak seperti orang kesetanan. dan tanpa disadari dia menabrak seorang pejalan kaki yang sedang akan menyeberang. karena lampu sudah berwarna merah. Rayhan tidak menyadari itu.
"aaaaaaaaaaaaaaaaaa.......... brakkkkkkkk.... "
citttttttt....... reemmm mobil diinjak tapi telat karena sudah menabrak perempuan itu.
"astagfirullahhal'adzim......? " ucap Rayhan kaget. dia segera keluar dia mendapati seorang perempuan yang terduduk didepan mobilnya. memakai jilbab berwarna hitam dan cadar berwarna senada.
"mbak mata lho buta hah, jalan lihat lihat gak tau ada mobil lewat apa, kalau ketabrak mati gimana, udah bosan hidup apa " ucap Rayhan membentak dia sangat emosi. karena hati nya sedang tidak baik baik saja.
"mas... matamu itu yang buta lihat itu lampu nya berwarna merah tanda mobil berhenti. waktu nya orang nyeberang. gak nerobos aja kayak kamu itu? " ucap pengendara lain karena tidak Terima sang perempuan itu dibentak bentak.
perempuan itu meneteskan air matanya. ini pertama kali nya dia dibentak, bahkan kedua orang tuanya saja tidak pernah membentuknya. akhirnya dengan penuh keberanian dia berucap sambil menunduk.
"maaf... maafkan saya tuan, saya gak sengaja. kan lampu nya berwana merah. saya gak tau kalau ada mobilnya tuan. sekali lagi saya minta maaf,? " ucap perempuan itu menagis terisak karena ketakutan. membuat Rayhan merasa kasihan.
"kenapa suaranya tidak asing sih. kayak pernah lihat deh, astagfirullah kenapa aku juga bentak dia. jelas jelas aku yang salah? " ucap Rayhan dalam hati.
"kamu bisa berdiri gak. mau saya bantuin,? " ucap Rayhan dan perempuan itu mengangguk dan setelah itu mengeleng tanda bisa berdiri dan tidak mau dibantu. karna wanita itu tidak mau disentuh.dan Rayhan faham itu..
dan berdiri dia berjalan tertatih menuju trotoar. Rayhan masuk kedalam mobil dan menepikan mobilnya. setelah itu dia turun lagi menghampiri wanita itu.
deg.... deg..... deg.....
"ka... kamu.... kamu zurra kan.... anak dari teman mamaku. anak ummi Rinjani? " ucap Rayhan kaget karena perempuan yang ditabrak nya ternyata adalah zurra yang selama ini Rayhan bilang cewek berpenampilan aneh.
"i... iya.... sekali lagi maafkan saya..? " ucap zurra menunduk lagi.
"ah... iya saya juga minta maaf saya juga salah disini. oh iya kenapa kamu ada disini sore sore begini raa? " ucap Rayhan basa basi.
"eh... dia memanggil aku ra. kenapa hati ku sangat senang ya" ucap zurra dalam hati.
"anu tuan.. apa itu ban mobil saya bocor. supir saya lagi nunggu mobil derek karena mobil saya tidak ada ban serep, dan keburu waktu Ashar saya cari taksi saja biar lebih cepat? " ucap zurra masih menunduk
"ya sudah... ayo saya antarkan pulang, bahaya Sore sore begini jalan kaki. apa lagi wilayah sini susah taksi lewat. sekali lewat tidak akan mau berhenti? " ucap Rayhan.
"ah... masak sih...? " gumam zurra.
"mbak zurra bisa gak kalau bicara itu lihat kearah saya, saya ada didepan mu lho... gak ada dibawah kamu? " ucap Rayhan dan reflek zurra menatap kearah Rayhan.
deg
deg
deg
deg
"astagfirullah... kenapa jantung ku berdetak seperti in" ucap keduanya dalam hati.
"dan saya tidak suka penolak an lho mbak zurra. ayo saya antar, " ucap Rayhan lagi.
"hah... tapi...." ucap zurra menggantung
"mbak.... zurra....? " ucap Rayhan menekan nama zurra.
"hah... I... iya... baik saya mau. dan Terima kasih.? " ucap zurra berdiri berjalan tertatih menuju mobil Rayhan. Rayhan sadar bahwa zurra tidak mau disentuh Karan Rayhan bukan mahrom nya zurra.
tapi yang membuat Rayhan tercengang zurra masuk mobil yang bagian belakang membuat Rayhan melotot.
"hay mbak mau kemana kamu? " ucap Rayhan
"katanya Mau memberikan saya tumpangan tuan? " ucap zurra dengan polosnya.
"iya saya tau mau saya antarkan pulang, tapi gak dibelakang juga kali mbak, kamu pikir aku supir kamu apa, kenapa juga harus duduk dibelakang depan kan masih kosong? " ucap Rayhan tidak Terima.
"mohon maaf tuan kita hanya berdua dan tidak bisa duduk bersisihan kita tidak ada hubungan apa apa? dan tuan bukan mahrom saya " ucap zurra menunduk membuat Rayhan pasrah.
"baiklah terserah kau saja mbak? " ucap Rayhan dan zurra menunduk sambil tersenyum di balik cadar nya. Rayhan segera masuk kedalam mobil dan menuju kekediaman zurra untuk mengantar kan zurra pulang.