
Pain dan Konan kembali ke kantor. Nagato menyuruh pain pergi keruang berbeda. Disisi lain Konan datang ke kantor Nagato.
"Nagato, akhirnya rencana mu berhasil. Kamu akan menjadi Raja Erlania." Kata Konan sambil tersenyum bahagia
Nagato tersenyum mendengar itu. "Ya, aku akan menjadi raja pertama dari kerajaan Erlania. Sejujurnya aku sangat senang Konan."
Konan ikut tersenyum "ya, aku juga senang nagato."
Nagato meminum teh nya lalu berbicara lagi. "Aku sudah menyiapkan lembar pertanyaan yang akan digunakan oleh para calon menteri untuk melakukan Ujian. Kamu mengurus ini kan Konan?" Nagato melemparkan lembaran ujian ke meja.
Konan langsung menjawab. "Tentu saja, sebagai perdana menteri. aku tak bisa mengabaikan perkejaan ku"
"Itu bagus, oh ya aku ada urusan sebentar. Kamu bisa menyiapkan acaranya buat besok." Kata nagato lalu menghilang.
Konan yang melihat kepergian nagato. Konan Mengelah nafas. "Aku tak menyangka, aku menjadi seperti sekarang ini. takdir memang tidak bisa di tebak ya..." Konan mengingat dia dari anak korban perang dan bertemu Yahiko, nagato. sampai menjadi perdana menteri suatu negara seperti sekarang ini.
Nagato sekarang berada di tengah-tengah hutan, dia sekarang sedang menatap Gedo Mazo di depannya. Nagato telah melupakan benda ini saat Jutsu Perpindahan selesai. Sampai akhirnya dia mengingat nya kembali, tadi siang setelah selesai berpidato.
Dia khawatir Gedo Mazo akan mengamuk dan menghancurkan pulau ini. Tapi Nagato tak menyangka saat dia menemukan Gedo Mazo lagi. benda ini sudah duduk bersila sambil menutup mata nya.
Nagato berfikir Chakra yang dia serap dari Gedo Mazo mungkin terlalu banyak, jadi hasilnya Gedo Mazo kelelahan akibat Chakra nya terlalu banyak di ambil. Tapi itu masih dugaan Nagato.
Nagato akhirnya sampai kepala Gedo Mazo. Berkata "Benda ini adalah Cangkang Juubi bukan? Jika aku menjadi Jinchuriki Juubi mungkin aku bisa menerobos masuk ke Tembok tak terlihat itu. Firasat ku, mengatakan bahwa di seberang Lautan itu ada hal yang menarik. Aku menantikan dunia baru, hal seperti apa yang akan aku temukan di sana ya."
"Soal kebangkitan Juubi, aku bisa menggunakan Chakra Yin Kyuubi untuk melengkapi chakra Kyuubi di Juubi dan soal Hachibi. aku akan menangkap nya secara pribadi, setelah selesai kerajaan ini dibangun. Aku harus belajar Jutsu Edo Tensei dan Jutsu Shikifujin untuk mengeluarkan Jiwa hokage ke 4 dari perut Dewa kematian."
"Dan soal Gedo mazo, aku akan memindahkan benda ini ke ruang bawah tanah yang telah menyimpan Gedo Mazo sebelumnya" yap ruang bawah tanah itu kedalam nya mencapai 1000 meter. Entah apa yang telah membuat ruang bawah tanah sedalam itu, tapi nagato tak peduli.
Tempat itu digunakan oleh Akatsuki dulu untuk menyimpan Gedo Mazo. Pinta masuk ruang bawah tanah itu hanya seperti Gua kecil yang tak menyolok. Jadi selama bertahun-tahun gua itu tak di temukan oleh manusia. Sampai Hidan memutuskan untuk memasuki Gua tersebut untuk melakukan Ibadah Dewa Jasin. Hidan terkejut dengan kedalaman gua itu, jadi Hidan melaporkan informasi ini ke Nagato.
Hal hasil nagato membuat keputusan. Dia menyimpan Gedo Mazo di gua itu.
Ngomong-ngomong soal Hidan, dia harus segera menyelamatkan nya, jika tidak. Hidan akan mati akibat kekurangan nutrisi.
Soal tempat dimana Hidan di kubur hidup-hidup, kalau tidak salah di taman klan Nara. Shikamaru membawa Hidan ke tempat jebakan yang telah dia pasang.
Nagato duduk bersila di kepala Gedo Mazo. Lalu menutup mata nya.
Chikusodou Pain yang berdiri membuka matanya, nagato mengendalikan tubuh Chikusodou Pain. Karena tubuh pain ini adalah wanita jadi nagato kurang terbiasa. Chikusodou Pain berbicara dengan suara datar tetapi feminim. "Untung nya sebelum aku meninggalkan Konoha, aku sudah menyebarkan 500 bunglon kecil ke seluruh Benua Ninja. Jadi aku bisa berteleportasi Kemana pun".
Chikusodou Pain menghilang dari ruangan khusus Pain. Lalu muncul kembali di hutan hijau yang luas. Chikusodou Pain mulai memasang Segel lalu setelah itu dia berteriak. "Kuchiyose"
Pain Tendo muncul di asap putih itu. Chikusodou Pain mulai menghilang dan kembali ke Amegakure.
Tendo pain melihat sekeliling nya. "Bunglon kecil adalah alat intelijen tercanggih di zaman ini. Aku diuntungkan dalam pengumpulan informasi. Jadi... Ini di hutan kohona ya?. Baiklah mari kita cari tubuh Hidan dan curi gulungan terlarang di kantor hokage. Oh ya." Pain Tendo melepas jubah Akatsuki nya dan menggantikan nya dengan jubah hitam polos dengan logo Elang emas di punggung nya. Pain memakai topeng berbentuk Senyuman.
Kenapa nagato memakai topeng? Karena agar Tobi tidak mengetahui bahwa dia masih hidup.
Pain yang sudah berganti pakaian, melanjutkan perjalanannya menuju desa Konoha.
Ngomong-ngomong soal bunglon kecil. Bunglon itu mempunyai mata Rinnegan, jadi apa yang di dengar dan dilihat bunglon kecil juga bisa dilihat dan didengar oleh nagato.
Pain sampai didepan gerbang Konoha, terlihat reruntuhan bangunan didepannya. Terlihat jelas bahwa Konoha juga terkena dampak gempa yang dia sebabkan.
Pain melihat bahwa pelindung tak terlihat sudah tidak ada. Pain yang mempunyai kekuatan mata Rinnegan, bisa melihat yang tidak bisa. mata biasa lihat.
Kemungkinan pelindung yang ada di kohona hancur Akibat Gempa. jadi Konoha tidak mempunyai waktu untuk membangun nya kembali.
Pain menekukan lutut nya lalu loncat, dengan kekuatan Shinra Tensei. Batang pohon yang menopang nya juga ikut hancur.
Pain terbang ke langit, tujuan nya adalah gunung patung batu Hokage. Karena di tempat itulah Hidan di kubur. Dia sana tempat kebun klan Nara.
Pain menyembunyikan Chakra di tubuhnya, jadi orang-orang di Konoha tidak menyadari nya.
Yang mereka lihat hanya bayangan hitam yang terbang sangat cepat. Itu juga hanya beberapa orang saja yang lihat. Tapi mereka menghiraukannya, mereka mengira yang terbang adalah burung.
Pain mendarat dengan sangat cepat. Terlihat Retakan tanah di Injak nya. Untung nya saat ini tidak ada siapa-siapa yang menjaga kebun ini.
"Dimana tempat Hidan di kubur hidup-hidup ya?" Pain mulai mencari dan dia melihat gundukan yang mencurigakan.
"Apakah ini?" Tubuh Pain Mulai melayang. Pain merentangkan kedua tangannya. Lalu dia. "Shinra Tensei!" Seketika gelombang kejut yang sangat kuat menghantam tanah di sekitarnya.
Debu mulai menghilang, terlihat lubang yang diameternya 10 meter dan kedalaman 15 meter. Yang digunakan Pain tadi hanya Shinra Tensei biasa. Bukan Shinra Tensei yang menghancurkan seluruh Konoha di Anime nya.
Tapi dengan mendapatkan skill founding Titan, kekuatan Serang nya meningkat.
Pain mulai turun dari udara, dia melihat sekeliling nya. untuk mencari tubuh Hidan. Tapi suara familiar terdengar.
"Sialan, siapa yang menciptakan ledakan tadi bangsat. Berani sekali kau. Akan ku kirimkan kau ke Dewa Jasin."
Pain menuju sumber suara itu, dan dia melihat kepala Hidan terpisah dari tubuhnya. Nagato heran bagaimana mana manusia bisa hidup tanpa tubuh nya. Hanya dengan kepala nya saja. Tapi dia menghiraukan pernyataan nya tadi. Pain mengulurkan tangannya ke kepala Hidan.
Hidan yang melihat seseorang yang memegang kepalanya. Tidak tinggal diam, langsung berteriak kearah orang bertopeng dengan jubah hitam. "Sialan, kau berani sekali. Memegang kepala ku. Setelah tubuh ku kembali. Akan ku korbankan kau ke Dewa Jasin."
Pain yang mendengar ini, mengelah nafas. Orang ini sangat berisik. Pain Berkata. "Berisik, ini aku"
Pain mengerutkan kening. "Diam, aku akan mengirim tubuh mu kembali ke Amegakure." Tiba-tiba Chikusodou Pain muncul di belakang pain tendo.
Chikusodou Pain memasang segel lalu meletakkan tangannya di tanah. "Kuchiyose" seketika asap putih menyelimuti tempat sekitar.
Terlihat Bunglon besar dengan mata Rinnegan. Bunglon itu membuka mulutnya. Lalu melemparkan tubuh dan kepala Hidan ke mulut Bunglon. Bunglon besar itu menghilang, Chikusodou Pain juga menghilang.
Pain Tendo akhirnya sendiri lagi. Dia melihat sekeliling nya dan berkata. "Kekuatan mata Rinnegan sangat kuat. Tapi sayangnya aku bukan pemilik asli mata ini?. Bagaimana aku bisa menggunakan kekuatan penuh mata ini ya. Dulu aku hanya melihat Jutsu Shinra Tensei di monitor, tapi sekarang aku melihatnya di kenyataan. Hahaha aku suka kekuatan" setelah mengatakan semua itu pain Tendo menghilang.
Lalu muncul kembali di belakang rumah kosong yang baru di pakai.
"Bagaimana, aku bisa masuk ke kantor hokage? hah gunakan itu aja." Pain mulai berubah menjadi sakura. Dia ingin menggunakan identitas sakura untuk menyusup ke kantor hokage.
Pain atau sekarang sakura. Keluar dari rumah kosong itu.
Pain harus mengingat kepribadian Sakura agar tidak di curigai. Sakura berjalan di kerumunan banyak orang untuk menuju kantor hokage.
Sakura akhirnya sampai di depan kantor hokage. Pain bersyukur tidak bertemu Naruto atau teman-teman Sakura.
Penjaga kantor hokage, menyapa Sakura. "Oh, itu sakura-san. Ada apa ke sini?".
Sakura menjawab. "Aku kesini, untuk memberitahu kan informasi penting yang harus aku sampai kan ke Tsunade-sama langsung.
Penjaga itu langsung menjawab tanpa curiga sedikitpun. "Oh tentu sakura-san, silahkan masuk." Penjaga itu tidak curiga karena sifat Sakura seperti biasanya.
Sakura yang melihat ini sedikit tercengang. Tapi dia mulai masuk ke kantor hokage.
Pain yang melihat lorong kantor hokage, sedikit nostalgia, karena dia dulu melihat nya hanya di Anime saja.
Sakura mengetuk-ngetuk pintu.
Tsunade yang mendengar itu berbicara. "Siapa?"
Sakura menjawab. "Ini aku sakura, Tsunade-sama"
"Oh, silahkan. Masuk sakura."
Sakura membuka pintu, dia melihat Tsunade yang sedang mengerjakan dokumen. Nagato baru pertama kali melihat karakter anime dalam kenyataannya, jadi dia sedikit linglung.
"Ada apa sakura?" Tanya Tsunade
Sakura langsung menjawab. "Tidak ada apa-apa Tsunade-sama."
"Oh, lalu apa tujuan mu kesini?"
"Aku ingin memberitahu informasi penting"
Tsunade menaru dokumen nya, lalu menatap sakura. "Informasi penting apa?"
"Waktu aku keluar dari desa untuk membeli peralatan medis. Aku melewati Negara yang terkena Gempa. Negara itu menghilang sekarang dan di gantikan oleh sungai yang sangat besar."
Tsunade yang mendengar ini kaget, pasal nya Anbu yang dia kirim untuk menyelidiki sumber gempa saja. Belum memberitahu kan informasi seperti ini.
Sakura melanjutkan omongan nya. "Kemungkinan sungai itu akan terus tercipta sampai negara api terpisah dari benua Ninja"
Tsunade yang mendengar ini mengkerut Kening. "Baiklah, sakura. Terimakasih Atas informasi mu ini. Aku akan mengirim Anbu untuk lebih spesifik nya." Tsunade melanjutkan membaca dokumen nya.
Sakura yang melihat ini tersenyum dingin, dari tadi dia mencari tempat dimana gulungan terlarang di simpan. Dan akhirnya dia menemukan nya. Ya itu ada di dalam lemari itu. Mata Rinnegan Nagato bisa melihat hal-hal yang mengandung Chakra.
Jadi gulungan yang lain tidak ada chakra, tapi gulungan besar ini mengandung Chakra. Jadi nagato menebak. Bahwa ini adalah gulungan terlarang.
Sakura mengeluarkan batang besi hitam di tangan nya dengan sangat cepat. Tsunade tidak menyadarinya. Lalu sakura menusukkan batang besi hitam itu ke pundak Tsunade. Agar Tsunade tidak bisa menggunakaan Chakra untuk sementara.
Tsunade terkejut dengan serangan Sakura. Tsunade Berkata. "Kau bukan Sakura, siapa kamu?"
"Aku siapa? Itu tidak penting." Pain Berkata dengan suara feminim sakura.
Pain membuka lemari yang menyimpan gulungan terlarang. dan mengambilnya.
Tsunade yang melihat Pain yang akan mencuri gulungan terlarang. Tidak tinggal diam. Tapi seluruh chakra nya di tekan oleh besi hitam yang ada di pundak nya, Tsunade mencoba mencabut besi hitam ini, namun semakin dia mencoba mencabut besi hitam ini, semakin terkuras chakra yang ada di tubuhnya.
Pain yang melihat ini, berkata dengan senyuman jahat. "Percuma saja. Besi hitam itu tidak terbuat oleh bahan biasa. Nah Tsunade. terima kasih telah memberikan gulungan ini dengan percuma."
Pain menghilang dengan menggunakan kuchiyose.
Tsunade yang melihat Pain menghilang berkata dengan marah. "Sialan"
Anbu yang berada di luar mendengar suara hokage langsung muncul di depan hokage.
"Ada apa Hokage-sama"
Tsunade mengelah nafas. "Tadi ada seorang penyusup, dia menggunakan Jutsu pengubahan bentuk untuk menjadi sakura. Dia mengambil gulungan terlarang dari ku. Kalian Anbu cepat cari."
Terimakasih yang telah membaca chapter kali ini. Sampai Jumpa!