
Akhirnya Esok hari telah tiba, Nagato duduk di kursi sambil meminum secangkir teh hangat.
"Teh ini cukup enak"
Konan yang mendengar ini wajahnya tidak bisa menahan senyum." Terimakasih"
"Konan bisakah kau siapkan makanan untuk ku?"
Konan yang mendengar ini langsung berkata "iya"
"Itu bagus, Konan tolong buatkan makanan seperti ini" nagato memberikan gambar dan resep makanan yang telah ia buat.
Konan yang melihat ini sedikit bingung, karena ia belum pernah melihat makanan Roti dibakar dengan daging. "Apa ini?..."
"Ini adalah resep masakan yang baru aku buat tadi. Makanan itu bernama hamburger" ya yang nagato maksud adalah itu. Sebelumnya Nagato sangat suka hamburger jadi dia ingin makan hamburger di dunia ini.
"Baiklah, akan aku siapkan makanan ini untuk Tuanku" kata Konan sambil meletakkan tangan kanan di dadanya dan tangan kiri di belakang punggungnya.
Nagato yang melihat ini tersenyum. "Baiklah, Pelayan ku. Tolong siapkan makanan ku untuk sarapan pagi ini"
"Dimengerti Tuanku" Setelah itu Konan Pergi dengan ekspresi Tersenyum gembira.
Nagato yang melihat ini mengelah nafas. "gadis ini ..." Lalu Nagato pergi ke jendela kantor nya.
Sekarang masih jam 6 pagi. langit masih gelap tapi pemandangan didepannya sungguh menakjubkan banyak orang yang sedang bersiap melanjutkan pekerjaannya.
Nagato yang melihat ini tersenyum, lalu membalikkan kepala nya dan memandang ke arah laut dan berkata dengan ekspresi masam. "Aku tak tahu, apa yang terjadi di benua Ninja sekarang, tapi menurut ku mungkin sedang dalam kekacauan akibat bencana gempa kemarin, tapi ini kabar baik. jika mereka terus dalam kekacauan seperti itu. Akan mempermudah ku untuk menginvasi benua Ninja di masa depan."
Konan membuka pintu dan menyajikan makanan dan secangkir teh hangat lagi.
Nagato kembali ke tempat duduk dan memakan hamburger yang di sajikan Konan dan berkata. "cukup enak, tapi ini kebanyakan garam"
Konan yang mendengar itu malu dan pipi nya memerah dan berkata dengan gugup. "aku minta maaf jika makanan ku tidak enak, nagato"
Nagato tersenyum. "tidak usah khawatir, ini adalah hamburger pertamamu jadi wajar, ngomong-ngomong aku baru tahu kamu bisa memasak" nagato mengatakan ini dengan bingung pasal nya dengan ingatan nagato yang telah ia terima, tidak ada ingatan Konan bisa memasak bahkan Nagato yang lama pun tidak pernah melihat konan memasak.
Konan mendengar itu berkata dengan malu. "aku belajar memasak diam-diam, jadi jika aku mempunyai keluarga nanti, aku bisa membuatkan makanan untuk mereka"
Nagato mendengar ini mengangguk dan berdiri "konan, aku ingin kamu mencarikan bakat untuk ku, bakat mereka harus mempunyai ilmu tentang ekonomi, industri, pertanian. Mereka akan menjadi Mentri sementara negara. Konan apakah kamu sanggup menerima perintah ini? Jika kamu tidak bisa ya gak apa-apa. Aku akan secara pribadi mencari orang-orang ini"
Konan, Berkata di dalam hatinya. Aku harus menyelesaikan tugas ini. Jika aku melakukan ini. Aku akan terlihat berguna didepannya. Konan merasa sejak nagato mempunyai kekuatan yang sangat kuat, ia merasa dirinya tak berguna. Dulu tugas nya melindungi tubuh asli nagato yang sakit parah. Tapi sejak nagato sembuh dari penyakitnya dan mempunyai kekuatan itu, ia merasa tak berguna.
Jadi Konan menerima perintah ini. "aku Terima tugas ini, nagato."
"Kalau begitu, aku mohon pamit untuk melaksanakan tugas, pemimpin"
Nagato melihat kepergian Konan. "Apa yang dia pikirkan? Sampai bersemangat begitu?"
Naggo kembali duduk dan meminum teh. "Minum teh hangat, di pagi hari memang enak. Oh ya ngomong-ngomong aku hampir lupa di dunia ini ada dua anak takdir?. Sedang apa mereka sekarang ya? Aku penasaran" kata nagato dengan tersenyum dingin.
Negara api, desa Konoha.
Naruto yang baru saja datang dengan kuchiyose terbalik. Terkejut melihat pemandangan kehancuran di depan nya.
"Apa yang terjadi?.." kata Naruto dengan suara sedih.
"Ini akibat gempa kemarin Naruto."
Naruto yang mendengar suara yang familiar segera berbalik "Kakashi-sensei!"
Kakashi tersenyum "Yo, Naruto kamu sudah kembali, apakah latihan senjutsu mu berhasil"
Naruto langsung merespon "ya, aku sudah berhasil menguasai Senjutsu. Tapi ngomong-ngomong Kakashi-sensei? Dari mana gempa sebesar ini terjadi"
Kakashi menggaruk telinga nya dan berkata. "Ya, sumber gempa ini berada di negara hujan. Tapi saat ini kami belum memastikan penyebab apa yang mengakibatkan gempa sebesar itu."
Naruto yang mendengar sumber gempa dari negara hujan, wajah nya berubah sedikit. Pasal nya Pain yang membunuh Jiraiya-Sensei berada di Amegakure. Jika sumber super gempa itu berasal dari negara hujan, berarti pain sudah mati
Kakashi yang melihat perubahan pada ekspresi Naruto, ia memahami perasaan Naruto. Tapi..
Naruto mendengar itu langsung berteriak marah. "Kenapa Kakashi-sensei? Apakah kamu tidak percaya dengan kekuatan ku?"
Mata Kakashi menyipit lalu mengelah nafas. "Bukan itu Naruto, aku percaya dengan kekuatan mu, tapi negara hujan sudah menghilang. Sekarang yang tersisa hanya lava. Pain sudah di pastikan mati akibat gempa dahsyat Itu. Jadi lupakan saja balas dendam mu itu."
Naruto yang mendengar itu kaget. Ia tak percaya sekarang negara hujan telah lenyap. "Bagai-mana mungkin!"
"Ini kenyataan Naruto, bukan negara hujan saja yang lenyap. Negara-negara yang dekat dengan negara hujan sekarang telah lenyap. Kemungkinan Jutaan manusia mati akibat gempa kemarin." Kata Kakashi dengan suara dalam.
Naruto kaget lagi dengan berita ini, jutaan orang tak bersalah telah mati tanpa alasan. Otak Naruto langsung kosong. Naruto berteriak marah "Kakashi-sensei, siapa siapa!! Yang membuat gempa ini, aku akan membunuh nya. Aku rasa gempa ini bukan alami, menurut ku ini dilakukan dengan sengaja oleh seseorang" kata Naruto dengan ekspresi marah.
Kakashi terkejut dengan kata-kata Naruto barusan. Faktanya para ahli gempa di Konoha telah membuktikan bahwa gempa ini bukan alami. Tidak ada gunung berapi yang mampu menyebabkan gempa sebesar ini di negara hujan. Para ahli gempa kohona, menyimpulkan gempa ini disebabkan oleh seseorang dengan sengaja. Tapi itu hanya sebatas teori.
"Ya, kau benar Naruto. Aku juga berfikir begitu. Seseorang yang mampu memicu gempa sebesar ini. Pasti orang ini sangat kuat. Tapi orang ini juga orang gila. Dia telah membunuh jutaan orang tak bersalah Secara tidak langsung. Orang seperti ini harus dimusnahkan. Jadi Naruto jika kohona mendapatkan informasi terbaru tentang orang misterius itu. Aku akan langsung memberitahukan mu."
Naruto yang mendengar itu sangat senang " terimakasih Kakashi-sensei."
"Baiklah, kalau begitu Naruto. Bagaimana kita makan ramen saja. Aku yang teraktir"
"Ayo, sensei"
Kakashi yang melihat ini tersenyum dan berkata dengan pelan "Minato-sensei anak mu telah dewasa"
Disi lain, di sebuah gua gelap dan hanya di terangi oleh obor. Sasuke yang telah mendengar semua cerita kakak nya Itachi, dari Tobi.
Dia menangis dan rasa bersalah menyelimuti nya, kenapa ia dari dulu tidak menyadari itu, dia dulu hanya di butakan oleh kebencian balas dendam kakaknya.
Setelah kejadian itu, Sasuke membangun kan Mangekyou Sharingan. Sasuke menutup mata nya dan membuka nya kembali terlihat pupil mata seperti bintang dengan warna merah. Sasuke menatap matahari Terbit dengan sepasang mata baru nya.
Karin, suigetsu, Jugo. Berdiri di belakang Sasuke.
Sasuke Berkata ke tiga anggota tim nya. "kita sekarang bukan lagi menjadi anggota Akatsuki. Kita sekarang di sebut Tim Taka. Tujuan kita selanjutnya Menghancurkan Konoha."
Suigetsu berbicara "oke, Sasuke aku mengikuti mu saja."
Jugo berbicara "aku juga, kamu adalah penerus Kimimaro jadi aku akan mengikuti mu"
Karin mengedipkan mata nya beberapa kali.
"Aku akan terus mengikuti Sasuke-kun saja."
Sasuke melihat ini dan berkata dengan datar "baiklah, mari kita pergi ke Konoha dan bunuh para tetua berengsek itu"
Garis cerita Sasuke masih sama seperti aslinya, sungguh menakjubkan. Bahkan nagato Kemarin memicu gempa. Garis cerita masih sama seperti aslinya. Entah Kekuatan apa yang bisa memengaruhi alur takdir seseorang.
Keempat nya pergi. Setelah kepergian tim Taka. Tobi muncul dari pusaran. "Anak itu... Seperti Keretas putih yang mudah di pengaruhi orang lain. sungguh bibit yang bagus"
Zetsu muncul di samping Tobi "apakah kamu tidak menghentikan nya?"
Tobi menjawab "Tidak, aku tak punya kemampuan untuk menghentikan kebencian nya. Tapi dia adalah bidak yang baik. Untuk permainan catur selanjutnya" kata Tobi dengan suara misterius.
Tobi menghilang melalui pusarannya.
Zetsu menyelam ke tanah.
Di sebrang Lautan. Di sebuah pulau, di tengah-tengah Samudra.
Nagato melihat di jendela, sudah banyak orang yang berkumpul di lapangan Amegakure. Kemungkinan Ribuan orang.
Nagato yang melihat ini sedikit gugup, pasal nya ia belum pernah berbicara di depan orang sebanyak ini sebelumnya.
Nagato berniat menggunakan Pain Tendo yang berbicara di depan semua orang. Lagi pula penampilan nya sekarang hanyalah seorang anak berumur 16. Bagaimana jika seseorang tidak puas atas kemimpimpin nya. Nah maka dari itu nagato akan menggunakan Pain saja. Sampai ia mengembangkan virus Titan, rakyat nya akan menjadi subjek Titan nya.
Penampilan Pain cukup Badas dan kelihatan nya sangat kuat. Apalagi suasana misterius yang di bawa oleh pain.
Nagato duduk di kursi sambil menutup mata nya.
"Ayo mulai."