Another World Dominaton

Another World Dominaton
Chapter 27 : pencarian bunga bulan



Tiba-tiba Nagato merasakan bahaya mendekat, Nagato langsung mengangkat tangan nya dan berkata. "Shinra Tensei" daya tolak yang sangat besar menghancurkan semua jalan yang di lewati nya.


Nagato melihat sosok berambut putih dengan kulit coklat berpakaian hitam merah sambil memegang panah.


"Ternyata itu kamu, Emiya. Aku tak menyangka kamu akan mengetahui lokasi ku.. bagaimana kau tahu aku berada di tempat ini?." Nagato bertanya Ke Emiya sambil berjalan santai, mata rinnegan nya memancarkan cahaya dingin dan kekuatan yang amat kuat.


"Hanya Keberuntungan mungkin? Jadi Sang Penghancur. Apa yang sedang kau lakukan di tempat terpencil seperti ini?" Emiya bertanya balik ke Nagato.


"Oh.. apakah itu gelar yang aku terima di masa depan? Menarik sang Penghancur ya?..." Nagato berkata dengan sinis sambil tersenyum dingin.


Emiya terkejut. "bagaimana kau tahu... Dan aku lupa juga untuk bertanya kenapa kau tahu nama ku? Jangan-jangan kau mempunyai kemampuan itu.."


"Ya, aku mempunyai kemampuan melihat masa depan, walaupun tidak sekuat milik gilgamesh, Solomon dan Merlin. Tetapi itu masih berguna untuk melihat semua kemungkinan masa depan." Nagato tidak bohong, dia benar mempunyai kemampuan untuk melihat masa depan, tetapi dia jarang menggunakan kemampuan itu.


Alasannya, melihat masa depan bisa mengikis kepribadian nya menjadi semakin dingin.


Itu yang terjadi oleh nya terakhir kali menggunakan kemampuan ini.


Nagato menggunakan kemampuan ini untuk melihat masa depan waktu melawan Jibril, dia melihat. Dia seharusnya mati di tangan Jibril waktu itu. Karena Nagato menggunakan kemampuan masa depan nya untuk melihat semua kemungkinan peluang untuk melarikan diri.


(Mirip seperti Dr.Strange waktu di Marvel infinity war.)


Jadi dia berhasil bertahan hidup. Resikonya Nagato selama menggunakan kemampuan itu, dia akan mendapatkan informasi tentang situasi masa depan dan bencana apa yang akan di alami nya di masa depan dan semua informasi seperti ini lah yang mengubah kepribadian nya.


Emiya disisi lain, mengira bahwa Nagato di masa lalu masih lemah tetapi tidak menyangka Nagato sudah memiliki kemampuan begitu kuat.


Jadi sekarang Emiya harus serius melawan Nagato dengan seluruh kemampuannya.


Emiya pertama-tama menggunakan Serangan tangan kosong terlebih dahulu untuk melihat seberapa kuat seni beladiri Nagato.


Nagato berlari ke arah Emiya dan hendak memukul wajahnya, Emiya mengelak lalu mendendang perut Nagato.


Nagato terlempar ke udara lalu menghilang menjadi klon kayu.


"Klon?" Emiya melihat sekelilingnya untuk melihat dari mana Nagato akan menyerangnya.


Di belakangnya!!


Nagato meninju wajah Emiya sampai terlempar ke udara, Emiya memuntahkan sedikit darah dari mulut nya.


Setelah itu pertarungan berubah menjadi sengit, hanya cahaya berwarna hitam dan merah bertabrakan di udara.


Selama pertarungan ini, kedua belah pihak tidak menggunakan kekuatan sihir atau Ninjutsu nya, karena ini adalah hanyalah pemanasan saja.


Rumah yang menampung pertarungan ini sudah hancur lebur.


Sial, Nagato ini mempunyai kemampuan regenerasi yang sangat kuat seperti Nagato di masa depan. Emiya mengeluh karena Tuhan sedikit tidak adil.


"Aku lelah, bermain permainan seni beladiri ini Emiya, saat nya mengakhiri nya." Sebuah bola berwarna hitam dengan lingkaran cincin mengitari nya muncul di tangan nya.


Emiya melihat bola hitam di tangan Nagato, dia merasakan energi yang sangat mengerikan terkandung di dalam bola tersebut.


Emiya tidak berani mengatakan bahwa Rho Aias nya bisa bertahan dari serangan ini.


"Apakah kau gila Nagato... Jika kau menjatuhkan benda itu kita semua akan mati" Emiya berteriak sambil berlari kearah Nagato untuk mengehentikan nya.


"Mati Emiya..." Bola tersebut jatuh itu ledakan yang sangat besar menelan keduanya


Ledakan seperti bom nuklir terjadi di daerah terpencil semua area yang di jarak 10 kilometer hangus menjadi tanah berwarna hitam.


Hutan tinggi tempat suku Anca lenyap dalam sekejap.


Tiba-tiba adegan aneh terjadi, semua pemandangan didepannya menghilang, kembali seperti semula!.


Emiya memuntahkan setenguk darah dari mulut nya, dia melihat sebuah pedang berwarna hitam menusuk jantung nya. Emiya tersenyum sinis dan mentertawakan diri nya. "Sejak Kapan kau menggunakan Sihir Ilusi kepada ku."


Emiya bertanya kepada Nagato yang telah menusuk jantung nya, yang sekarang berada di belakang punggung nya.


"Sejak kau menatap mata ku, semua yang kau alami sejak kau bertarung dengan ku itu semua adalah Ilusi." Nagato, tidak ada kegembiraan yang di alaminya mengalahkan Emiya.


Menurutnya Emiya hanyalah keroco.


"Begitu, aku tidak tahu kau masih mempunyai kemampuan ilusi, ceroboh nya diri ku ini. Tetapi!!! Aku tidak akan menyerah disini saja, aku akan kembali Nagato!! Dan menghentikan mu untuk melakukan pembantaian!!!." Ekspresi wajah Emiya sangat mengerikan setelah itu tubuhnya menjadi butiran debu.


Nagato sedikit ketakutan melihat ekspresi Emiya.


Untung nya, Mata Rinnegan Mempunyai Ilusi yang begitu kuat.


Mempertahankan ilusi kepada orang yang begitu kuat, mengabiskan banyak chakra nya.


"Sekarang, aku harus menemukan bunga bulan tersebut" Nagato berjalan pergi dan melanjutkan pencariannya tentang Bunga bulan.


Nagato pergi ke arah sebuah istana suku Anca, penampilan nya memang tidak mengesankan tetapi, perbandingan nya dengan rumah-rumah yang lain begitu mencolok.


Nagato harap ia bisa menemukan informasi bunga bulan dari sini.


Nagato sampai di istana yang kemungkinan milik pemimpin suku Anca.


Nagato menelusuri setiap pintu kamar dari istana ini, tetapi dia tidak menemukan satu pun informasi mengenai bunga bulan.


"Aneh, kenapa aku tidak menemukan informasi tentang bunga bulan di istana ini? Aku harus mencari ke rumah Wesker, kemungkinan dia mencatat lokasi Bunga bulan" Nagato berlari menuju rumah Wesker, tunggu sebentar! Aku juga tidak tahu rumah Wesker yang mana?.


Bersambung....