
Di tempat yang sangat gelap di sebuah kastil, seorang wanita seolah-olah menyadari sesuatu. "Apakah dia datang ke dunia ini?....dia memberikan 2 benda yang sangat kuat.. tapi aku tak tahu dimana benda itu"
Setelah itu layar berganti ke arah matahari terbit.
Nagato bangun dari tidur nya lalu dia pergi ke kamar mandi. Setelah mandi dia bersiap pergi ke kantor nya.
Nagato memakai pakaian Akatsuki seperti biasa, dia berjalan ke kantor nya. Untuk mengurus beberapa dokumen penting.
Sekarang waktu menunjukkan pukul 7. dia duduk di kursi lalu mengurus dokumen penting.
Lalu tiba-tiba pintu kantor terbuka. Nagato melihat kearah pintu itu.
Konan masuk ke kantor nagato, dia membawa makanan dan secangkir teh hangat. Dia memakai pakaian Akatsuki nya.
Konan manaru nya di meja.
Nagato berkata. "Terimakasih, ngomong-ngomong konan. Panggil kan Hidan kesini."
Konan sedikit bingung kenapa nagato memanggil Hidan ke sini. Tapi ia menghiraukan nya.
Konan menunduk hormat lalu pergi.
Nagato memakan makanannya. Dia lalu memandang ke luar jendela lalu mengelah nafas. "Aku harus kembali ke gua itu. Untuk menambang beberapa emas untuk dicairkan. Dengan begitu pembangunan negara akan menjadi cepat. Karena kerajaan ini akan terisolasi, maka ekonomi nya harus kuat."
Nagato mengerjakan beberapa dokumen. Akhirnya 1 jam pun telah berlalu.
Nagato menengok kearah pintu, terlihat seorang lelaki berambut abu-abu dengan kalung di lehernya. Dia juga membawa semacam sabit merah.
Itu Hidan.
Hidan berbicara kepada anak yang duduk di kursi itu. "Yo, bos. Sesungguhnya aku tidak percaya kalau ini, sosok kamu yang sebenarnya."
Hmm nagato berfikir sejenak, ini adalah pertemuan pertama, dia menggunakan tubuh aslinya. "Hidan, aku punya tugas untuk mu. Aku ingin kamu mengajar siswa akademi ninja, kamu pandai taijutsu kan? Aku ingin kamu mengajari mereka itu."
Hidan menjawab dengan bingung. "Kenapa harus aku?, Aku tak pandai berbicara dengan anak-anak, tapi aku terima misi ini." Jawab Hidan sambil tersenyum.
Nagato Berkata lagi tapi ini dengan suara dingin. "tapi jangan ajari mereka dengan ajaran agama sesat mu itu ya." Sambil tersenyum.
Hidan melihat ini bergidik. "Siap bos, aku takkan mengajari mereka ajaran dewa jashin." Dengan itu Hidan keluar dari kantor nagato dengan keringat dingin.
Setelah melihat kepergian Hidan, nagato mengelah nafas. Sekarang waktu menunjukkan pukul 8.
Nagato menutup matanya, lalu pain Tendo yang dari tadi diam, mulai membuka matanya.
Pain berjalan kearah kantor Kabinet. Yang sudah di siapkan untuk kabinet.
Akhirnya pain sampai di depan pintu gerbang kantor kabinet.
Pain masuk, dia melihat penjaga yang menjaga kantor kabinet.
Penjaga itu melihat kedatangan raja mereka. Mereka menundukkan kepalanya.
Pain juga mengangguk. Lalu dia berjalan masuk ke ruang kabinet.
Sesampainya di sana, pain melihat semua orang sudah berkumpul.
Ruangan yang gunakan lumayan bagus, ini baru saja selesai di perbaiki. Walaupun ruangan ini agak kecil untuk meeting petinggi. Lagi pula ini ruangan sementara.
Pain duduk di baku khusus, pain berada di tengah-tengah meja, karena meja ini meja bundar.
Pain meletakkan tangan nya, ke wajahnya. Lalu di mulai berbicara. "Jadi... Semuanya sudah berkumpul."
Konan yang duduk di sebelahnya, berbicara. "Yang mulia, semuanya sudah siap."
"Baiklah, mari kita mulai rapat nya."
Shiba Tatsuya yang dari tadi diam, mulai berbicara. Shiba mengangkat tangan nya.
Konan mengangguk.
Shiba bertanya. "Yang mulia, aku ingin bertanya sistem pemerintahan seperti apa yang akan kita gunakan?"
Pain menjawab. "Kami akan menggunakan Sistem pemerintahan Monarki Dualistik. Sisanya lengkap nya ada di dokumen ini."
Pain menyerahkan 2 dokumen, yang pertama bentuk pemerintahan, di serahkan kepada Shiba. Yang kedua bentuk ekonomi, diserahkan kepada Yaki Menteri ekonomi.
Keduanya membaca dokumen itu, lalu mereka meletakkan nya lagi.
Yaki, Berkata dengan suara dalam. "Sungguh menakjubkan yang mulia, aku tak pernah memikirkan sistem ekonomi seperti. Itu pantas menjadi raja kami." Sambil hormat kedada.
Ekspresi pain tetap sama, tidak ada perubahan sama sekali seolah-olah itu hal biasa baginya.
Shiba. "Ini luar biasa yang mulia, menggabungkan Sistem parlemen dengan sistem Absolute. Agar kekuasaan tertinggi tetap di tangan raja. tetapi parlemen juga berhak mempertanyakan keputusan raja tersebut, baik atau buruk nya."
monarki dualistik adalah raja memiliki hak veto absolut, yang berarti bahwa ia dapat memblokir hukum apa pun dan, secara umum, tanpa persetujuannya, ia tidak akan berlaku. Selain itu, raja dapat mengeluarkan dekrit darurat yang memiliki kekuatan hukum dan bahkan lebih tinggi, dan yang paling penting, ia memiliki hak untuk membubarkan parlemen.
Pain berbicara. "Baiklah, aku mengumumkan, bahwa hari ini adalah pembentukan parlemen kerajaan. Dengan perdana menteri konan. Sebagai pemimpin parlemen. Apakah ada yang tidak setuju?"
Semua menjawab. "Tidak, yang mulia."
(Aku, sungguh tidak tahu apa-apa tentang struktur negara monarki. Jadi mohon maaf, jika ada yang tidak masuk akal. {Author}
Pain berbicara lagi. "baiklah kita bahas tentang sistem ekonomi yang akan kita pakai."
Yaki Menteri ekonomi berdiri. "Yang mulia, menurut ku sistem ekonomi ini sudah sangat bagus jika di terapkan pada Situasi negara seperti kita ini. Jadi aku setuju kalau kita akan memakai sistem ekonomi ini."
Janne yang dari tadi menyimak dia menjawab. "Aku tak keberatan, yang mulia. Menurut ku sistem ini sangat cocok di terapkan di negara kita. Melihat kita baru saja terkena bencana. Dan kita kekurangan sumber daya. Kita harus secepatnya mengumpulkan dana untuk negara."
Shiba juga berbicara. "Aku juga tak keberatan. Menurutku sistem ekonomi ini sangat bagus untuk Negara yang baru berdiri seperti kita, yang dimana Kekuatan militer kita sangat lemah. Kita secepatnya membutuhkan dana untuk pembuatan senjata."
Konan berdiri. "Baiklah karena semua nya setuju dengan sistem yang kita akan pakai. Ngomong-ngomong yang mulia apakah ada kata-kata yang ingin kamu sampaikan."
Pain mengangguk lalu dia berbicara. "Kalian pasti tahu, setiap negara monarki pasti akan mempunyai namanya bangsawan kan?. Tetapi negara kita takkan mempunyai namanya kelas bangsawan. Setiap provinsi akan mempunyai gurbernur nya masing-masing. Dan setiap daerah akan mempunyai wali kota dan bupati nya masing-masing. Jabatan ini akan mempunyai batas waktu 5 tahun, jabatan ini tidak bisa diturunkan ke keluarga atau sanak saudara.
Setiap orang berhak mencalonkan diri menjadi gurbernur, wali kota, bupati. Tetapi mereka dibatasi hanya bisa menjabat selema 2 kali semur hidup. Mereka bisa di pilih langsung oleh raja atau rakyat."
Shiba. "Ini bagus, yang mulia. Ini akan membatasi kekuasaan orang-orang tamak itu yang akan menghancurkan negara. Aku Shiba Tatsuya dari faksi militer mendukung penuh sistem ini."
Sistem ekonomi yang di pakai kerajaan Erlania adalah sistem ekonomi Kapitalis yang di anut oleh negara adidaya Amerika serikat.
Menurut nagato ekonomi kapitalis sangat dibutuhkan disaat negara seperti ini, negara membutuhkan dana dari para pengusaha dan investor.
Contoh kapitalis:
Adanya hak kepemilikan perorangan atas berbagai macam faktor produksi termasuk sumber daya alam.
Pihak swasta memiliki kebebasan sendiri untuk mempunyai alat-alat
produksi dan aktiva seperti gedung, mesin, dan juga bahan baku.
Dalam sistem ekonomi kapitalisme, setiap individu memiliki kebebasan dalam bersaing bisnis dengan menggunakan berbagai metode untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal.
Pihak swasta memiliki kebebasan penuh terkait barang apa saja yang ingin di produksi beserta jumlah barangnya.
Selain itu pihak swasta juga memiliki
kebebasan untuk menentukan harga pada masing-masing produk yang dijualnya.
Dalam sistem ekonomi kapitalisme, pemerintah cenderung tidak ikut campur dalam kegiatan perekonomian.
Meskipun dalam hal ini pemerintah dapat mengelola proses ekonomi namun hal tersebut tidak dapat membatasi aktivitas dan kepemilikan para pemegang modal.
Masyarakat yang hidup dengan menggunakan sistem kapitalis cenderung sering berperilaku hedonisme.
Hal tersebut terjadi karena sudah terpengaruh
dengan berbagai iklan yang dijual oleh para pengusaha.
Pain berbicara lagi. "Soal peredaran mata uang, pertama-pertama kita bahas tentang sistem perbankan terlebih dahulu. Karena bank pemerintah cenderung inflasi dan bank sentral swasta cenderung dikuasai oleh Segelintir orang. Maka kita akan memakai sistem bank ganda. yaitu bank sentral swasta dan royal bank pemerintah.
2 bank ini, raja memiliki 50% saham. dan sisanya buat investor."
Taka Menteri Industri. "Aku setuju dengan ide ini yang mulia, ngomong-ngomong yang mulia? Aku ingin bertanya? Apakah kita mempunyai cadangan emas yang cukup banyak untuk membuat bank ini?"
Pain Menjawab. "Pertanyaan bagus, soal emas keluarga kerajaan akan menyumbangkan nya. Kamu tidak perlu khawatir. Aku mempunyai emas yang cukup banyak untuk membuat bank itu beroperasi."
Konan yang duduk di samping nagato, sedikit bingung! Dari mana nagato mengaku mempunyai emas yang cukup untuk 2 bank negara beroperasi? Jelas ini bukan satu batang dua batang?
Konan menahan rasa penasaran nya.
Pain berbicara lagi. "Soal hukum negara aku sudah selesai membuat nya."
Pain melemparkan dokumen lainnya.
Para menteri membaca satu demi satu.
Megumi. "Yang mulia, menurut ku, ini hukum sudah bagus dan bisa di terapkan ke negara kita."
Janne. "Ya, yang mulia, struktur hukum ini sangat lengkap. Ini sangat cocok di terapkan di negara kita yang baru berdiri."
Pain yang mendengar ini mengelah nafas, hukum yang dia gunakan adalah hukum yang populer digunakan di bumi dan negara-negara maju.
"Baiklah kalau begitu, jika tidak ada pertanyaan lagi. Rapat kabinet selesai di sini, kalian umumkan hasil rapat ini ke warga sipil." Ucap pain
"Siap, yang mulia." Kata semua orang
Pain dan Konan berjalan pergi, sementara yang lainnya tetap di ruangan itu untuk menyusun dokumen penting menjadi beroperasi.
waktu semakin berlalu, sudah 2 bulan sejak rapat kabinet itu.
Sejak saat itu, perubahan besar mulai terjadi di seluruh kerajaan, Kamu bisa melihatnya sendiri dimana-mana semua orang sedang sibuk dengan pekerjaannya masing-masing.
Sistem pemerintahan sudah mulai bekerja, yang paling penting industri dan ekonomi sudah berjalan.
Bank-bank sudah mulai beroperasi, nagato kembali ke gua itu untuk mendapatkan sebagian batang emas. Titan yang menjaga gua itu masih duduk dengan malas.
Nagato masih tidak tahu bahwa ada pedang emas di belakang gunung emas itu.
Konan dan para menteri dengan sibuk menjalankan tugas nya masing-masing.
Listrik negara sudah di perbaiki dengan metode yang lebih canggih tentunya
Lampu-lampu jalan mulai beroperasi.
Terlihat Ibu Kota Amegakure sudah mulai bangkit, banyak pengusaha dari seluruh kerajaan mulai berdatangan ke sini.
Dengan peredaran mata uang baru, ekonomi negara mulai cepat bangkit.
Nagato memakai Sistem mata uang Amerika, jadi 1 dolar Erlania setara dengan 1 dolar Amerika jika di setara kan.
Karena negara tidak mempunyai utang, jadi pembangunan negara semakin cepat.
Gedung-gedung lama mulai direnovasi. Dimana-mana kamu bisa melihat poster Raja dan senyuman rakyat.
Sistem Militer juga disesuaikan dengan Sistem militer modern bumi, banyak rakyat sipil yang hendak bergabung dengan Militer negara dan Polisi Negara.
Selain itu nagato juga menanamkan doktrin nasionalisme Agar warga sipil setia kepada negara dan raja.
Dia juga menerbangkan propaganda dimana-mana.
Istana Negara sudah mulai di bangun, bentuk nya mirip seperti istana Versailles Prancis. Kemungkinan akan selesai di bangun 3 tahun kedepan
Terlihat juga semakin banyak bangunan bergaya Eropa Modern. Nagato sangat menyukai bangunan gaya Eropa, jadi dia mulai memerintahkan kepada rakyatnya Agar mulai membangun bangunan gaya Eropa.
Pelabuhan Negara sedang dibangun, tentunya yang diprioritaskan hanya 2, pelabuhan selatan dan pelabuhan timur.
Soal warna bendera negara, dia menggunakan warna kiri merah, tengah putih, kanan merah. Dan ditengah-tengah warna putih itu ada simbol keluarga kerajaan.
Sekarang nagato sedang berada di kantornya, sambil mengerjakan beberapa dokumen negara.
Dia meletakkan pulpennya. Lalu mengelah nafas.
"Setelah dua bulan datang ke dunia ini, aku selalu mengerjakan dokumen sialan ini yang tak ada habisnya. Aku butuh liburan....."