
Pain Tendo yang dari tadi menutup matanya. Sekarang membuka nya. Terlihat mata ungu dengan garis riak air. Mata itu memancarkan aura yang misterius. Dari sekilas mata itu memancarkan kekuatan yang sangat kuat.
Pain mengibarkan baju Akatsuki nya. Berkata kepada Konan. "Ayo Konan, rakyat kita sedang menunggu disana. Sebagai pemimpin, kita tidak boleh terlambat"
Konan mengangguk. "Nagato apakah kamu gugup?" Tanya Konan ke pain Tendo.
"Ya, sebenarnya aku agak gugup. Lagi pula aku belum pernah berbicara didepan banyak orang."
"Kau, tak perlu gugup. Nagato, ada aku disini"
"Ya, terimakasih Konan. Mari kita bersama-sama memulai Era baru ini. mulai dari sini, petualangan kita. Akan segera di mulai. Jadi maka dari itu Konan. Dari sini kita akan saling berbagi rasa sakit, keputusasaan, sedih, bahagia. Kamu adalah satu-satunya orang di dunia ini yang aku percayai Konan. Terimakasih" nagato Berkata dengan suara tulus.
Konan mendengar ini wajah nya memerah dan tersipu dan berkata dengan suara malu-malu. "Nagato, tidak peduli apa yang kamu lakukan di masa depan. Tidak peduli tindakan keji apa yang kamu lakukan di masa depan. Aku akan selalu mengikuti mu. Bahkan ke neraka pun aku akan mengikuti mu. Jika seluruh dunia ini menjadi musuh mu. Aku akan selalu ada untuk mu."
Nagato yang mendengar ini tercengang, dia tak berharap Konan akan mengucapkan kalimat seperti itu. Tapi ia mulai tersenyum. "Terimakasih Konan."
Pain dan Konan berjalan kearah tempat berkumpul nya semua orang.
Orang-orang di lapangan mulai berbisik dan seorang anak berbicara. "Hei, kenapa lord pain memanggil kita semua?"
Seorang lelaki tua memarahi anak di depannya. "Dasar bodoh, apakah kamu tidak tahu bencana apa yang kita alami kemarin. Lord pain pasti akan segera memberitahukan informasi rincinya."
Anak itu mulai tertawa malu.
"Heheh, Oh, begitu ya."
Pria yang tampak nya berusia 26 di samping anak itu berbicara. "Lord Pain akan memberikan informasi tentang apa, yang akan kita lakukan selanjutnya. Dan juga akhirnya lord pain menunjukkan wajahnya. Selama ini kita cuman tahu namanya saja. Tidak tahu penampilan nya seperti apa."
Orang tua itu berbicara lagi. "Ya, menurut rumor Lord pain itu mempunyai mata Rikudo Sennin yang sangat kuat. Dia juga pemimpin organisasi bernama Akatsuki. Organisasi nya sangat kuat. Bahkan lima desa besar tidak bisa berbuat apa-apa."
Anak itu bernama Erlic. Penampilannya remaja seperti umumnya. Dia berseru. "Benarkah? Aku tak menyangka Lord pain, Mempunyai organisasi yang sangat kuat seperti itu. Aku ingin menjadi anggota Akatsuki."
Pria di samping nya berbicara lagi. "Dasar bodoh, kamu mana bisa menjadi anggota Akatsuki. Kekuatan mu saja sangat lemah bagaimana kamu bisa memasuki Akatsuki dengan kekuatan mu sekarang. Aku beri tahu ya. Semua anggota Akatsuki itu pemberontak dari seluruh dunia ninja kelas S. Jadi kamu mana mungkin di terima."
Erlic mendengar itu mulai murung. Kakek tua disampingnya melontarkan kata-kata semangat. "Jangan khawatir Erlic. Masa depan mu masih panjang. Kamu sekarang berumur 16 tahun kan. Gunakan masa muda mu untuk berlatih. Jika kamu terus begitu. Kemungkinan memasuki Akatsuki bakal lebih mudah."
Erlic berseru sambil bersemangat. "Benarkah?."
"Benar, oke tenang kan dirimu. Lord pain akan segera datang"
Pain dan Konan berjalan di lorong. Akhirnya melihat cahaya matahari. Pain berdiri di depan banyak orang sekarang. Warna rambut oranye, mata ungu, pakaian Akatsuki memasuki pandangan banyak orang.
Erlic berbicara "apakah dia Lord pain?."
Kakek tua menjawab. "Ya, mata ungu, rambut oranye, dan tindikan di hidung.. Itu sesuai yang di rumor katakan di rumor."
Pain memandang orang-orang di depannya dan mulai berbicara dengan sangat keras agar di dengar oleh banyak orang. Karena listrik belum di perbaiki jadi Nagato tida bisa menggunakan Mikrofon. "Semuanya, Perkenalkan Nama ku. Pain. Aku mengumpulkan kalian semua disini karena aku akan memberitahu kan informasi penting yang akan mengubah hidup kalian di masa depan."
Pain berhenti sejenak agar semua orang mencerna kata-kata nya tadi. Pain melihat ekspresi semua orang ada terkejut, ada juga yang serius. Pain akhirnya melanjutkan omongan nya. "Kemarin gempa besar melanda negeri kita tercinta, banyak korban jiwa yang berjatuhan akibat gempa itu. Aku turut berdukacita akibat korban gempa." Kata pain dengan ekspresi sedih.
Orang-orang di depannya juga mulai memasang wajah sedih. Pain yang melihat ini sedikit tersenyum.
"Tapi...ini bukan waktunya kita bersedih dan merengek. Kita akan membangun negeri ini kembali, kemarin aku melihat ke arah Utara dan aku terkejut dengan pemandangan yang aku lihat? Apa kamu tahu apa yang aku lihat?..." Tanya pain terhadap orang-orang di depannya.
Orang-orang ini bingung atas ucapan pain tadi.
Pain melihat ekspresi orang-orang ada yang panik, cemas, ketakutan.
"Tapi kamu tidak usah khawatir... Sekarang ada aku disini, ngomong-ngomong Daimyo kita dan semua keturunan nya telah mati akibat gempa."
Semua orang berbisik. "Kau dengar itu, yasaki. Daimyo telah mati, bagaimana nasib kita selanjutnya."
Yasaki menjawab. "Kau berisik sekali sih Arika, jika lord pain berbicara seperti ini maka dia sudah punya solusinya" yasaki memandang Pain di atas panggung.
Pain mulai berbicara lagi. "Maka dari itu.. Aku mengumumkan Pembubaran Negara Hujan!!!" Kata pain dengan suara keras dan dalam.
Semua orang terkejut, hanya Konan saja yang tahu rencana Nagato dan tidak terkejut.
Ditengah mentari yang bersinar terang menunjukkan kuasanya. mata dari Pain bersinar seolah api yang membara.
"Tenang.. Semuanya tenang, Aku telah membubarkan Negeri Hujan (Amegakure) karena Negeri tersebut telah membusuk sampai keakar-akarnya. Dimana sang Daimyo Kita, disaat Kita baru saja terkena bencana seperti gempa? Apakah Dia peduli kepada Kita? Membantu Kita yang sebagai rakyatnya? Tidak! Dia malah seenaknya berada disinggasananya tanpa mempedulikan sedikitpun penderitaan Rakyat! Sekali lagi, Aku bertanya kepada Kalian semua. Dimana Daimyo Kita disaat Kita baru saja terkena bencana gempa? Apakah Dia membantu Kita!?" Sontak Pain bersorak.
"Tidak!!" Membalas dengan tegas, jawab dari Rakyat Negeri Hujan (Amegakure).
"Apakah selama ini Dia peduli pada Kita? Penderitaan Kita?"
"Tidak!"
"Apakah seorang bajingan yang disebut Daimyo yang mengabaikan kepentingan Rakyatnya, pantas memimpin Kita?"
"Tidak!"
"Maka dari itu, aku mengumumkan kepada kalian semua, hari ini juga akan tercatat dalam buku sejarah. Hari ini, waktu ini, detik ini juga. aku Nagato Vuitton mengumumkan kepada Seluruh Dunia. Pendirian Kerajaan Bersatu Erlania. Sekarang Negeri ini dipimpin langsung Oleh seorang Raja. Mulai hari ini dan seterusnya, negeri ini tidak lagi dipimpin oleh seorang Daimyo dan tidak ada lagi seorang Kage. Sekarang kita adalah Kerajaan Erlania. Aku Adalah Raja pertama Kerajaan Erlania. Erlania dalam bahasa Kuno berarti kebebasan, Rakyat tidak lagi di perbudak oleh penguasa. Apakah dari kalian ada yang tak setuju dengan ide ini?" Tanya pain ke rakyat Amegakure.
Orang-orang yang berdiri di lapangan tercengang dengan deklarasi Nagato barusan. Sekarang Negeri yang mereka tinggali telah berubah menjadi Monarki.
"Tidak, aku setuju dengan ide Yang mulia!. Hidup yang mulia Raja Nagato, Hidup Erlania" Entah siapa yang berteriak itu tapi setelah teriakan itu teriakan lain menyusul.
"Hidup yang mulia, hidup Erlania."
"Hidup yang mulia, hidup Erlania."
Nagato yang mendengar sorak-sorak itu sangat senang di dalam hatinya.
Pain mulai berbicara lagi, tangan kanan nya menunjukkan hormat Nazi dan berteriak. "Mulai hari ini dan seterusnya biarkan Dunia mengingat Nama Erlania!!"
"Yeahhh!!!" Teriak rakyat di lapangan.
"Besok akan ada pemilihan menteri kerajaan. Jadi yang pandai dalam bidang Ekonomi, Militer, industri, pertanian. Silahkan Datang ke perdana menteri Konan." Sambil menunjuk Konan yang di belakang Nagato.
Konan terkejut nagato memberikan jabatan ini kepada-nya. Lalu Konan memberikan hormat di tangannya. "Terimakasih atas belas kasih nya yang mulia, telah memberikan jabatan yang begitu penting kepada ku."
"Tidak apa-apa Konan."
Pain melanjutkan omongan nya lagi. "Soal bentuk pemerintahan yang akan kerajaan kita pakai. Itu akan dijelaskan di rapat kabinet nanti. setelah merekrut semua Menteri, kita akan mengadakan Rapat Kabinet Pertama."
Pain tersenyum berkata dengan tulus "Selamat tinggal! Ayo Konan kita pergi" konan menganggukkan kepalanya mereka berdua menghilang.
Orang-orang yang berkumpul di lapangan juga mulai berangsur-angsur bubar, pulang sambil membicarakan informasi yang diberikan Pain kepada mereka.