
Disaat mereka sedang asyik bicara,datang
seorang lelaki mengetuk pintu kamar,teman lama Ben,seseorang yang sangat ganteng dan tinggi sehingga meyilaukan mata Ann untuk kali pertamanya,Ann juga bisa terdengar bunyi detakan jantungnya sendiri,dalam hati Ann berfikir...
"tenang,tahan nafasnya dulu,baru ambil nafas dalam dan tenang lagi,aneh jantungku begitu laju hari ini."bisik hati Ann.
"hey,Osaki,teman lamaku,kamu mengapa bisa muncul di sini?Ann,ini sahabat baik aku sewaktu di universitas dulu,OSaki...Osaki ini dia si cantik manis yang selalu aku ceritakan dulu,Ann."Ben berkata kepada mereka berdua.
"hello...Ann,apa khabar?"sapa Osaki dengan matanya yang tajam.
sambil menghulurkan tangannya kepada Ann,Ann agak sedikit canggung saat bertemu dengan pria baru,apa lagi pria ini bisa menbuat jantungnya hampir copot.
"hey,aku baik saja."jawap Ann merasa malu.
suasana sedikit janggal dengan kehadiran OSaki yang tetiba muncul,menbuat Ann merasa tidak selesa hingga dapat Osaki sedari dari gerakan tubuh Ann.
"Ada kah saya mengganggu kalian berdua?"
"oh tidak Osaki,cuma kamu muncul secara tiba²,Ann sedikit malu pertama kali bertemu orang yang dia baru kenal,lagi aku tak pernah menceritakan tentang sahabat²ku kepada Ann, jadi dia tidak pernah mengenali mana² sahabatku,taniah!anda orang yang pertama Osaki."Ben tertawa besar menjeling ke arah Ann yang lagi kemerahan.
Ann agak malu² dan meminta diri untuk pulang ke Universitas,setelah Ann meninggalkan mereka berdua,Ben mula bertanya kepada Osaki.
"bagaimana kamu tahu aku di rumah sakitnya?"
"itu...aku lagi ke tempat kerja kamu atas urusan penting syarikat kita,aku kaget saat dapat tahu kamu tiba² dimasuk rumah sakit,lagian orang tua kamu tidak ada di sini,aku khawatir...tapi bagaimana Si Ann bisa di sini?"
"Ann belajar di sini sudah setahun,selanjutnya kamu ngerti sendiri...
"oh...pantas kamu sering sibuk dan tidak bercerita soal Ann lagi kepadaku,apa kamu takut?"
"hmm...Ann itu kesayanganku!harus di sembunyikan,kamu kayak arragont gitu
tapi hati musang bulu ayam!ngak berani aku."
"masa aku bergitu,kamu sudah kenal aku dengan begitu lama,aku insan paling suci!Ben, soal sakit kamu bagaimana,apa bisa sembuh?"
Ben tidak berkata apa² sebentar,dia hanya tersenyum melihat Osaki,dia tahu temannya itu khawatir dan tahu apa yang dia hadapi sekarang.
lalu Ben berkata...
"kalau sudah takdir,aku terima dengan tenang,hanya aku tidak tahu kalau Ann sedar siapa aku?aku sangat merinduinya saat kami masih muda dulu.Ann sangat imut,kemana saja aku pergi Ann seperti bayangku,aku sangat senang waktu itu sungguh indah dan bahagia sekali,tapi Setelah Ann kehilangan ibubapanya,Ann berubah dan mengalami kejutan,seolah2 dia hilang sedikit ingatan dimasa lampaunya dan aku merasa seperti orang asing...
"sabar sahabatku,mungkin nanti dia pasti mengingati kamu kembali,lagi...apa kamu tidak mau kasi tahu dia soal sakit yang kamu derita?"
Ben tahu keadaan sebenar tentang dirinya
dia terlalu sakit,sakit yang tidak bisa sembuh
cuma dia tidak berani memberitahu ahli keluarganya dan Ann.
Dia tidak mahu semua orang tahu dan khawatir tentang dirinya dan penyakit yang dia alami
dia cuma ingin merancang sisa² hidupnya hanya bersama Ann dalam diam...
DI ASRAMA PELAJAR
"kamu baru pulang kemana Saja kamu pergi Ann?"tanya Mei Rong.
"aku kan lagi ke rumah sakit,temanku sakit parah Mei."
"bukankah kamu bilang ahli keluarga kamu Ann, atau dia itu kekasihmu?...
"insan yang sangat aku kasihi zaman kecilku...
Ann mula menitiskan air matanya,karna dia baru saja tahu keadaan Ben secara tidak sengaja,saat siang tadi Ann pergi melawat Ben lagi,saat itu doktor berkata kepada Ben untuk cepat menlakukan perawatan kimoterapi,tapi Ben menolak,dia takut kelihatan jelik,tapi bukan itu alasan sebenarnya,Ben terlalu takut melihat orang yang dia kasih berasa sedih dan merepotkan semua orang,sedangkan sakitnya ini tiada pengobatan,apa lagi sudah di tahap yang parah.
"kamu mengapa Ann,apa yang sudah terjadi?"Mei Rong cemas melihat Ann menangis.
"Mei Rong,Ben...dia sakit parah tidak ada obat!aku khawatir dia akan mati,aku tidak sanggup kehilangannya...aku terdengar doktor bicara kepada Ben,Ben... tidak punya banyak waktu lagi,dia juga tidak mau menerima rawatan."
perasaan sedih saat mengetahui insan yang dikasihi sakit dan tiada obat,tapi tidak bisa berbuat apa²sangat melelahkan hati dan pikiran,takut akan kehilangan mereka,karna saat sampai waktu mereka pergi,biar pun menangis air mata darah,mereka tetap juga pergi selamanya.
"Ann,kamu harus kuat,jangan biar teman kamu tahu kalau kamu itu khawatir tentang dirinya,itu lagi akan membuat diri temanmu pasrah!
Jangan mudah mengalah,setiap penyakit pasti ada obatnya,fikir gitu Ann...
saat begini kebahagiaan lah obat ketenangan
kamu harus fikirkan cara buat teman kamu lebih bahagia,siapa yang dia cintai?
aku pasti insan itulah obat penyembuh penyakit dia dan dia pasti lebih berani menhadapi segala cobaan ini Ann."
Mei Rong menenangkan Ann,mereka berpelukan hingga Ann berasa lega dan ingin menbuat Ben berasa gembira,Ann tahu dialah yang bisa menbuat Ben lebih bahagia,biar pun Ben sering bercanda dan mengoda,Ann tahu itulah perasaan sebenar Ben padanya,
malam itu Ann pergi lagi ke rumah sakit,dia bertemu Osaki di bawah,mereka cuma saling melirik dan tidak menyapa,Ann buru² mengejar lift,Osaki juga sudah mau pulang ke rumah kerana sudah terlalu lewat,itu tidak mengherankan Ann,mengapa Osaki sekarang baru pulang,mungkin Osaki juga tahu penyakit yang hidapi oleh Ben.
Ann mengintip keadaan Ben dari celah² kaca pintu kamar,Ben kelihatan tenang,walaupun dalam hati nya tiada siapa yang tahu apa yang dia rasai,mungkin Ben terlalu kecewa masih muda² lagi sudah jatuh sakit begitu parah...
Ben juga kelihatan sangat sedih dan lemah saat Ann menbuka pintu kamar Ben,wajah Ben kembali tiba² kelihatan bercahaya melihat kedatangan Ann...
"Ben,kamu nggak tidur lagi?
"ngak,aku tahu kamu pasti datang,jadi aku menunggu kamu."Ben tertawa lagi.
"Ben,aku ingin beritahu kamu sesuatu...
Ben menatap mata Ann,dia tahu Ann sekarang sangat serius,apa mungkin Ann tahu...
"aku ingin kamu kuat mengharungi dugaan ini Ben dan aku juga berjanji akan mencoba mengingati masa kecil kita yang sudah aku lupakan,aku pasti ada sesuatu yang penting yang telah aku lupakan,tapi setiap kali aku cuba untuk mengingatinya,kepala aku benar² sakit sekali,Ben demi kamu,aku pasti bisa!jadi aku harap demi aku jugak,kamu bisa melawan sakit ini."kata Ann.
mendengar kata Ann,Ben tahu Ann sudah tahu dia sakit parah,tapi mereka berdua tidak berani untuk menbicarakan soal ini,tidak tahu mengapa,mungkin terlalu takut atau sensitif...Ann takut menlemahkan jiwa Ben,Ben juga takut dia pasti tidak kuat dan hidup dalam keadasn menyedihkan.
"Ann,nanti aku akan dipindahkan kembali ke rumah peribadiku,apa kamu bisa tinggal bersamaku?aku tidak mahu sendirian dirumah itu,mama papa selalu sibuk,aku lagi berasa sulit memberitahu mereka tentang masalah sakitku."
"Buat masa ini,kita rahsiakan dulu,nanti kamu pasti akan tetap bicara kepada mereka,aku yakin mereka akan punya waktu untuk kamu setelah mengetahui kondisimu Ben,mulai saat ini aku juga ikut tinggal bersama dengan kamu,sekarang kamu jangan fikir aneh²,tidur dulu ya,esok kita rencanakan lagi."bilang Ann lembut sedang menyelimuti Ben.
Dirumah keluarga Orland
Vila milik keluarga Orland sungguh cantik dan mewah,besar dan megah berdiri,tapi suram kurang seri kasih sayang,kerana kedua orang tua Ben sering sibuk keluar kota.
Jadi Ben selalu tinggal sendirian,dia yang menguruskan bisnes di England pada saat ini,Ben anak tunggal keluarga Orland,segala tanggungjawab buatnya sangat berat.
Jadi di saat Ben tahu Ann bakal melanjutkan pelajarannya di England hatinya sangat senang
dia bisa dekat dengan Ann lagi,mereka juga bisa selalu menghabiskan masa berdua pada saat Ann cuti.
Apalagi keadaan Ben sekarang,Ann akan selalu berada disampingnya,bisa sakit sebegini seperti rahmat bagi Ben,walaupun agak menyakitkan,Ben masih bisa gembira...
pagi sebagai pesakit dirumah
"selamat pagi Ben,aku lagi bawakan sarapan,
makan ya,sebentar lagi aku harus pulang ke asrama dan langsung kuliah,kalau sudah lewat aku tidak pulang ya,aku langsung tidur di asrama,jangan khawatir ok,segala makan minum dan obat kamu,aku sudah bilang sama bibi Sora,jadi kamu tenang saja ok?"Ann bicara tampa henti.
"setelah itu,kamu kapan kemari lagi?aku sedikit kesal kamu tidak berada di rumahku,itu akan membuat aku lagi sakit."Ben cemberut.
"Ben,sabar ya...lagi dua hari,selepas itu aku akan selalu disampingmu 24jam sehingga kamu muak,aku janji!"
"benar?"
"kalau aku bohong,aku akan menjadi buih."
"oke...
Ann kembali ke asrama,jadi dia meninggalkan Ben dua hari,Ann mengikuti acara yang paling dia sukai,di acara itu Ann bertemu dengan banyak orang,Ann juga baru memenangi pertandingan anjuran bisnes keluarga Roostell yang di aturkan oleh Adam Roostell,pada saat itu Ann telah mengalahkan musuhnya Sean Lock.
"taniah Ann,aku tidak sangka kamu bisa mengalahkanku."
"terima kasih Sean,ini sangat mudah."
"wah,kamu angkuh juga."
"tidak,hanya kepada yang suka merendahkan wanita saja."jawap Ann.
"baik,aku mengaku tewas,tapi aku mengharapkan kita bisa jadi teman,bagaimana?"
Ben tahu apa yang Ann lakukan,biar pun dia tidak bersamanya,melihat Ann berjaya,Ben tahu masa depan Ann sangat cerah nantinya,jadi Ben tidak akan berasa khawatir padanya...
Malam Ann kembali kerumah Ben
Aneh mengapa rumahnya gelap,gawat apa bibi keluar atau Ben mungkin pingsan!Ann sangat khawatir dan cepat² membuka pintu rumah,tampa Ann sedar Ben menbuat kejutan istimewa untuknya,ulang tahun Ann yang Ke 18 tahun.
Ann benar² tidak menyangka,kalau dia sendiri sudah lupa ulang tahunnya,jadi malam itu mereka berdua meraikan saat bahagia itu bersama.
"kamu benar² nakal,aku mengira sakit kamu semakin parah,bibi menyuruh aku cepat² pulang,copot jantungku Ben!"marah Ann.
"maaf,buat kamu kaget,ini hadiah dariku buat kamu,semoga kamu sangat menyukainya."
"apa ini Ben,apa boleh aku buka?"
"buka...nanti kamu bisa tahu."Ben tersenyum.
Ann menbuka hadiah itu,Ann sangat kaget melihat hadiah yang dibuka olehnya,sesuatu yang sangat bermakna buat mereka,Ann tidak bisa bicara,dia terharu lagi dan memeluk Ben,Ben merasa senang Ann menyukai hadiah darinya...
"sarungkan pada jariku."
"apa kamu ngerti niatku?"
"hmm...aku bersedia,aku ingin kita bersama sampai bila²."jawap Ann.
"Ann,kamu sendiri tahu keadaanku,aku tidak mau menjadi seorang yang pentingkan diri."bilang Ben.
"aku jujur,aku sudah bersedia,aku hanya mengharapkan kamu juga gembira Ben."
lalu Ben mengambil cincin itu dan menyarungkan ke jari manis Ann,Ann sangat tertawa,tapi hati Ben berasa bersalah,inilah ketakutan yang dia mahu hindari,Ann penyayang dan baik,Ben tidak tega meninggalkan insan yang begitu berharga padanya,bagaimana dia mahu merasa tenang,dia tidak akan tenang dan pentingkan diri,Ann bisa saja menjadi miliknya,tapi kalau saja Ben mati,Ann akan hidup sendirian,semua angan ini hanya akan menyakiti Ann sendiri,sedangkan saat Ben tiada,apakah dia tahu apa yang Ann akan alami sendiri,saat berpikir sendiri Ben menjadi takut dan tidak sanggup...
pada saat Ann kembali ke asrama,Ben merancang untuk meninggalkan tempat ini dan pergi sejauh mungkin dari semua orang termasuk orang tuanya,Ben pergi tampa bicara kepada Ann,pada saat Ann tahu Ben pergi meninggalkannya,Ann merasa sangat sedih,apa Ben tidak percaya dia sanggup hidup bersamanya.
DI VILLA ORLAND
"kami juga baru tahu Ann,Ben pergi sudah dua hari dari sini."kata papa Ben.
"apa dia sendiri paman?"
"Jason pasti menemaninya,aku yakin dia baik saja,kamu teruskanlah kehidupanmu Ann,dia sudah melepaskanmu nak,jangan cari dia lagi,Ben telah berputus asa,sedangkan kami juga dia tidak mau melihatnya...
"Ben,pentingkan diri,aku benci dia!dia bohong untuk bersamaku."
Ann berlari keluar dari rumah itu,orang tua Ben tahu kesedihan mereka berdua rasai,tapi ini keputusan yang Ben sendiri maukan,dia tidak mau di bilang pentingkan diri,sudah tahu sakit masih ingin bersama Ann dan akhir pergi begitu saja,yang terluka sudah pasti Ann sendiri,bagaimana Ann bisa meneruskan hidupnya,Ben takut akan menjadi kesialan dalam hidup Ann,menjadi isteri kematian suami pada usia muda dan di hina oleh sebilangan orang berpikiran kuno,bagi Ben inilah jalan terbaik dari Ann hidup menderita di kemudian hari,Ben sudah bersedia hidup sendirian di akhir hayatnya,dia tidak sanggup melihat wajah orang sedih karnanya,Ben memilih untuk tenang dari semua masalah dan orang tersayang,biar pun dia tahu Ann pasti tidak akan memaafkannya karana pergi tampa pesan,cukup Ben tahu yang dia juga penting di dalam hati Ann,itu sudah cukup puas baginya,selanjutnya biar tuhan saja yang menentukan jalan di antara mereka...