Ann

Ann
Selepas tiga tahun



Mobil Ann dan Aheng di kejar pembunuh upahan dari belakang dalam salju tebal saat menuruni bukit,malam yang gelap dan dingin lagi sukar,ribut salju sedikit menghalang pengelihatan malam,Aheng menyertir mobil dengan laju kerna mereka di ekori musuh Ann yang ingin menbunuhnya,sangat mencemaskan sekali yang mengekori mereka itu adalah pembunuh upahan seseorang.Ann masih berdiam sedang berpikir keadaan sekarang sangat genting,bagaimana dia harus menyelamatkan nyawa mereka berdua sekarang.


Ann tahu Aheng juga cemas,tapi Aheng handal dalam tugas dan menjaga keselamatannya,Aheng adalah kepecayaannya yang paling Ann harapankan,sudah berapa tahun mereka berkerjasama dalam suka dan duka,biar pun Aheng pernah gagal,tapi tidak mematahkan kepercayaan Ann padanya,kerna kegagalan dulu menbuat Aheng ingin menbuktikan saat ini,Aheng sanggup mengorbankan nyawa demi bosnya,mata sekejap di depan,sekejap melihat cermin belakang,sekilas mata terpandang bosnya yang masih lagi diam,dalam keadaan jalan yang sulit,kalo di tangkap sudah pasti mereka berdua tiada peluang lagi melihat matahari esok.


terdengar bunyi tembakan dari belakang dan mengena sisi mobil,mereka berdua saling pandang,ini serius sekali.orang upahan sudah bermain kasar,mereka harus cepat keluar dari kawasan gunung ini,mereka di jebak ke atas gunung sebenarnya,oleh orang yang ingin menghapuskan Ann atas dasar cemburu,kesukaran yang Ann tempuhi semakin ganas dalam hidupnya,tapi ini menbuat dia semakin berpengaruh.


"Aheng,aku pikir kita pasti tidak terlepas keluar dari sini,apa lagi salju semakin tebal."


"jadi,kita bagaimana sekarang bos?"


"aku akan mengalihkan perhatian mereka dan kamu terus menyetir laju,jangan ragu lagi."


"bos,kamu ingin buat apa?!"


"aku akan terjun dari mobil."


"tapi,ini bahaya,kamu akan mati bos!"


"Aheng,kamu adalah orang yang aku percayai,aku tidak takut mati,tapi aku lagi takut musuhku terlepas dan bebas."


"tapi bos."


"aku sudah bilang!jangan ragu lagi!atau kita berdua akan mati!ikut saja rencanaku,kamu mencari bokapku minta bantuan,seandainya aku mati,tanam saja aku di sisi mamaku."kata Ann marah.


Aheng berasa marah lalu memukul setir mobil dengan kuat,dia juga tidak boleh menbantah arahan bosnya,Ann akan mengalihkan perhatian musuh,dia akan terdedah dengan mudah,mungkin saja mati terjatuh,di bunuh atau mati kesejukan pada malam dingin ini.


"sampai selekoh itu,aku akan terjun.kamu teruskan saja,jangan pikir apa pun.ngerti!!"


"baik,bos!."


menahan hati yang kesal,mengapa dia cuai lagi kali ini,seharus mereka sudah tahu musuh di mana-mana,seharusnya dia menbawa serigala hitam bersamanya siang tadi.tapi mengapa dia tidak menlakukan semua itu sebagai persediaan.


"sedia!"


lalu Ann menbuka pintu mobil dan terjun ke bawah dengan pantas,dia jatuh bergumpal dengan salju tebal.tapi masih dapat di lihat oleh pembunuh upahan,mobil mereka terlajak ke depan dan berhenti.


"undur!!undur!...


"aku melihat dia terjun keluar dari mobil tadi."


"kamu pasti?!"


"iya,kita kan di upah untuk membunuh yang wanita saja,bukan laki-lakinya."


"kamu pasti dia terjun ke bawah?"


"iya,aku pasti.mobil kita tinggal di sini,kita semua ke bawah mencarinya,lagian sajlu semakin tebal,dia tidak mungkin pergi jauh.ini memudahkan kerja kita."


mereka berempat adalah pembunuh upahan yang terlatih dalam pengunaan senjata api.mereka kejam,ini perkerjaan yang mudah bagi mereka,cuma membunuh upahnya juga lumayan.


"kalo melihat dia,lansung di tembak mati,selepas itu kita harus berpecah setlah dapat uangnya,aku mendengar wanita itu sangat kaya dan berpengaruh dalam kelas atasan."


"kerja kali ini sangat risiko buat kita,jangan sampai tertangkap,mati kita.lagian begini sulit,bagaimana mahu cari orang dalam salju tebal sekarang?"


"sudah jangan banyak bicara,nanti mencari perhatian serigala."


mereka berjalan dengan senyap mencari pertanda bekas jejak Ann tadi,tapi sajlu masih lagi turun menutup cepat jejaknya.


"lihat salju semakin banyak,apa akan ribut sajlu nantinya?"


"mungkin,kita harus cepat mencari wanita itu,ayoh berpecah!"


mereka berpecah menjadi dua kumpulan,kumpulan pertama mencari di kanan dan kumpulan b bahagia kiri,mereka menuruni bukit tinggi ke bawah mencari-cari kesan jejak Ann.


"mungkin dia sudah mati,jatuh dan tertimbus dalam sajlu,oleh itu kita tidak menjumpainya."


"benar jugakan,begini dingin,pasti mati sejuk,apa lagi tubuh wanita tidak kuat,ini hanya merepotkan kita harus mencarinya."


Ann masih mengharungi salju tebal dalam keadaan yang samar,hingga sampai ke tanah rata dan berbukit,Ann sangat lelah dan kesejukan,tapi semangat untuk hidup masih ada,dia tidak mahu mati di bunuh mahu pun kerna salju.Ann menlangkah lemah tidak berdaya lagi kerna orang itu masih mencari dari belakang,tidak sedar Ann terlanggar seseorang yang lagi mengambil saljunya untuk di buat air minuman.


"aduh!...


"kamu!...


pembunuh tadi juga sudah sampai di tanah rata,mereka memerhati teliti mencari jejak Ann dalam kesamaran malam,tapi tiada apa-apa selain salju yang memutih terbentang luas,baru mereka ingin menjejakan kaki ke kawasan luas itu,ribut salju menyerang mereka,mereka terpaksa menlarikan diri kembali ke mobil,dengan harapan besok pagi mereka akan mencari Ann lagi.


"Ann...kamu Ann kan?"


"iya,aku."


Ann lemah menjawab soalan pemuda yang menolongnya tadi.Ann di bawa masuk ke dalam ingloo yang di buat oleh pemuda itu,kebetulan sekali mereka bisa bertemu di tempat yang sangat tidak masuk akal,pemuda ini berasa gembira bisa melihat Ann lagi,tapi apa yang terjadi padanya,Ann terlihat sangat berubah sekali,dia tidak tahu apa yang terjadi sehingga mereka bisa bertemu dalam keadaan begini.setlah beberapa ketika Ann akhirnya tersedar,dia melihat pemuda itu tidur terduduk,wajahnya tidak kelihatan kerna topi bulu yang di pakai olehnya.Ann terbatuk menyebabkan dia tersedar dari tidurnya.


"Ann,kamu sudah sedar?"


Ann berasa kaget,orang ini mengenalinya.siapa orang ini,tangannya di punggung menyentuh pistol yang di sembunyi olehnya di pinggang,dia harus berhati-hati dengan siapa pun.


"Ann,mengapa kamu bisa ke mari?"


"siapa kamu?!"


"eh,kamu tidak kenal aku?"


lalu menbuka topinya,wajahnya yang manis dan rambut emas berekor kuda kelihatan.


"Mathhew!"


"ha..ha..kenal juga,baru saja tiga tahun tidak bertemu,kamu sudah lupa padaku."


"ah...maaf,aku lagi berhati-hati terhadap kamu,tapi kamu bikin apa di tempat ini?"


"sebentar lagi kamu akan tahu,aku ke mari untuk mengambil foto fenomena magis di dunia ini."


"gila,begini dingin...foto apa?tapi untung juga kamu di sini."


"tapi,mengapa kamu bisa di sini?"tanya Matthew.


"aku lagi di kejar pembunuh upahan,ada yang ingin mengambil nyawaku."jawab Ann.


"kamu serius?"


"kamu pikir aku datang mencari kamu?!


Ann benar berubah,dari bicara juga dia sedikit kasar,tapi tidak mengaketkan Matthew.ini menbuat Matthew tertanya apa yang sudah terjadi kepada nya dalam tiga tahun ini,sehingga menjadikan dia sangat berbeda,bisa tahu dari penampilannya,Ann sekarang tidak seperti dulu,dulunya dia lemah lembut dan manis.Ann dulu sangat menyenangkan tidak angkuh dan peramah.


Ann tertidur,mana kala Matthew masih lagi menunggu untuk melihat fenomena aurora borealis sebentar lagi.Matthew melihat Ann lelah tidurnya lena sekali biar pun cuaca dingin,untung dia menemui Matthew di sini,bisa minum teh panas dan berbaring di atas bulu domba.kalo saja dia sendiri,tidak tahu bagaimana nasibnya.


bererti mereka masih ada jodoh,masih lagi bisa bertemu dalam keadaan bergini,ini menbuat Matthew tidak putus harapan,dia berpikir akan kembali lagi,tapi kali ini dia harus bersama Ann.Matthew tidak mahu menlepaskan peluang yang masih ada,sedang khayal dia hampir tertidur.Matthew lagi tersedar saat dia melihat di luar ada cahaya berwarna hijau,lalu dia keluar dengan cepat.Matthew sangat kagum bisa melihat aurora malam ini sungguh indah sekali,menbuat dia terlupa untuk menberitahu kepada Ann.


Matthew mengambil banyak foto aurora dan mula melukis...


"hey,kamu lupa kalo tadi aku sudah pesan,memanggil aku."


"oh,maaf.aku terlupa setlah melihat semua ini."


"apa yang istimewa tentang ini,cuma warna hijau di langit saja?"


Ann bicara sendiri,dia tidak sedar kalo dia sudah terlakar ke dalam ilham lukisan Matthew.Matthew juga tidak sedar Ann menjadi model lukisannya.


"cantik sekali."


"apa,iya...cantik juga pemandangannya.tapi aku tidak suka semua ini."


"maksudku,lukisan ini."


"lukisan,mana?"


Ann melihat hasil lukisan Matthew,dia merasa sangat terpersona,apa lagi dia sendiri berada dalam lukisan itu,biar pun samar.Ann menjadi model dalam sebahagian lukisan Matthew.


"aku tidak tahu,kamu bisa melukis juga?cantik...


"sangat cantik."kata Matthew lagi.


"iya sudah,jangan di bilang berkali-kali,memang benar lukisan kamu cantik,tidak perlu berterusan memujinya."


Matthew tertawa saat mendengar Ann bilang bergitu,dia tahu mungkin Ann berasa malu,kayak sombong tapi masih bisa malu juga.


paginya mereka sudah bersedia untuk pergi dari situ,kerna mungkin penjahat yang di upah itu akan kembali mencari Ann lagi.Matthew mengumpulkan semua barang dengan cepat,dia ingin menbawa Ann keluar dari tempat ini segera.


"yok,kita harus cepat.aku takut orang yang mengejar kamu datang kembali,apa lagi sekarang ribut salju juga sudah berhenti."


"hmm...


Ann masih berdiam sambil menyentuh kalungnya tidak banyak bicara,kerna dia menunggu pengikutnya datang mencari dia,mereka juga harus memulakan langkah,tidak bisa menanti di situ,harus bergerak dengan cepat.Matthew menbawa Ann mengikuti jalan yang biasa dia gunakan,jalan yang lebih cepat.


"dengar!apa kamu bisa mendengar bunyi itu?"Ann bertanya.


"iya,apa itu helikopter atau motor salju?"


Matthew menurut perintah Ann,mereka berdua bersembunyi di balik pohon dan sajlu tebal,tapi bunyi itu semakin dekat,sepertinya mereka tahu Ann dan Matthew sedang bersembunyi.Aheng memanggil.


"bos,cepat!!"


Ann dan Matthew mendengar suara Aheng,mereka keluar dengan cepat,Aheng sedikit kaget melihat Matthew bersama Ann,tidak mahu bicara dulu,yang penting segera keluar dari siniAheng sudah mendapat maklumat,orang yang menyerang mereka malam tadi masih mencari Ann lagi.


"sedia,kita pergi sekarang!"kata Aheng.


Aheng menberi sebuah mobil sajlu kepada Ann untuk mereka berdua naiki.


"yuk,ikut aku."kata Ann kepada Matthew.


Matthew menurut dan menumpang di bahagian belakang,dengan segera Ann memandu laju,lagi sedikit Matthew tercampak ke bawah,untung tangannya cepat menyambar pinggang Ann dan memeluknya.Matthew terasa malu,mengapa dia seperti mangsa yang baru di selamatkan oleh pewira.


sudah berapa ratus meter terdengar bunyi tembakan dari belakang,orang malam tadi melihat mereka meluncur laju,mereka masih juga menyerang biar pun dari kejauhan,mereka berdua sangat beruntung di selamat tepat waktunya,kalo saja lewat sudah pasti tinggal nama saja.


"sial!!dia sudah terlepas!"


"bro,bagaimana sekarang?"


"kita kembali ke mobil dulu,cuba mengejar mereka dari jalan besar."


"ayok!"


mereka mencuba berlari dengan cepat merempuh salju tebal menuju ke mobil yang di letakan di tepi jalan semalam.mereka tidak mahu gagal dalam menjalankan tugas,apa lagi sangat lumanyan tawaran yang di berikan,lima miliyar demi kematian Ann,orang itu sangat menbenci Ann,dia sanggup menberikan harga yang mahal,mana kala team yang mencari Ann ada tiga orang,mereka adalah pengikut setia bokap Ann.


setlah sampai di mobil,mereka dengan cepat meninggalkan kawasan itu,dalam keadaan bersajlu sangat sukar melalui jalan pergunungan itu,tapi keselamatan sangat penting,mereka merempuh kesukaran itu dan berpecah tiga untuk mengaburi mata pembunuh upahan yang pasti mengekori mereka lagi.


pembunuh upahan sampai di tempat mobil yang mereka di letakan,tapi pembunuh mengalami kesukaran untuk memastikan mobil yang mana di naiki oleh Ann.


"sial,mereka sudah lari."


"bagaimana bos?"


"tiga mobil,melihat dari jejak sepatu...mereka berenam orang."


"bos!lihat,di mobil ini kesan sepatunya pasti milik seorang wanita."


"lihat kesan jejak yang lain,tidak sama."


"yok,kita ekori arah mobil ini segera!"arah ketua mereka.


pembunuh upahan mengekori mobil itu,karna jejak sepatu milik Ann,mereka memandu laju merempuh salju tebal,biar pun terpelanting berkali-kali di dalam mobil.


"tolol!jangan nabrak buta pada salju tebal!"


"sori,bos."


pengikut Ann mendapat maklumat mobil mereka di kejar oleh pembunuh upahan,mereka benar-benar gila ingin menbunuh,tidak takut akan risiko yang mereka tidak tahu menanti di depannya.


"lagi sebenar mereka melalui jambatan itu,di pertengahnya...letupkan."arah Ann.


"baik bos."jawab Aheng.


Aheng dan teman seperjuangan menanti di hujung jambatan yang sudah di pasang bom di bawahnya.


"sedia,mereka hampir di tengah jambatan sekarang!sedia untuk menletupkan mobil musuh!"


1...2...3!jerit Aheng.


boom!!....boom!...boom...


mobil hancur berkecai melayang ke udara seperti kembang api,segala serpihan bertaburan ke sini sana,pembunuh tidak menyangka nasib mereka berakhir di tangan orang yang mereka ingin bunuh.


"bos,semuanya sudah selesai."


"bagus,pasti tidak meninggalkan kesan."kata Ann.


"baik bos."


"aku akan pergi ke rumah Matthew,nanti kita ke temu di airport saja."


Ann dan Matthew sudah jauh dari tempat kejadian,mereka harus berpecah agar tidak menjadi tersangka oleh polisi.Matthew lagi berdiam,dia tidak menduga Ann mengarah orang untuk menbunuh,tapi kalo Ann tidak menbalas Ann pula yang bakal di bunuh,Matthew buntu tidak tahu bagaimana untuk menbuat pikirannya senang sekarang.


"kamu diam,apa kamu kaget atau takut padaku?"tanya Ann kepada Matthew.


"hmm...


Matthew bisa menarik nafas dalam,tidak bisa bicara lagi.


"ha..ha..kita adalah teman,kamu bisa bertanya apa pun kepadaku,jangan khawatir aku marah atau berbohong."


"terlalu banyak yang ingin aku tanyakan,tapi sekarang tidak perlu,kita kembali ke rumahku dulu."


mereka menuju ke rumah Matthew,setlah sampai mereka dengan cepat masuk ke dalam agar tiada siapa yang melihat mereka.


"Ann,kamu bisa mengunakan kamar itu."


"oke,terima kasih,aku ingin istirehat dulu,semalaman tidur tidak selesa,aku mandi dulu ya."


Matthew melihat Ann masuk ke kamar,dia juga masuk kembali ke kamarnya dan mandi,setelah itu dia menyimpan semua barangannya,selesai dia menyediakan makan malam,dia tahu Ann sangat lelah dari segi fizikal dan mental,tapi sekarang tidak perlu terganggu lagi.


pada pukul lapan malam,Matthew memanggil Ann untuk makan malam,tapi dia tidak mendengar suara dan ketukan pintu,lalu Matthew menbuka kamarnya.Matthew melihat Ann tertidur nyaman sekali.Matthew ingin menbanggunkan Ann,lalu menyentuh tangannya.


"jangan bergerak!!"


Ann menyerang Matthew dengan pisau di lehernya,Ann kaget dan keliru...dia mikirkan Matthew adalah musuh yang ingin menbunuhnya.


"Ann!ini aku!"


Ann tersedar,lalu menlepaskan Matthew,Matthew benar-benar kaget,Ann seperti seorang assassin yang sebenar.


"maaf Matt,aku tidak waras...


"Ann,tidak apa-apa...aku yang salah masuk ke dalam kamar kamu tampa izin."


"pasti kamu menbenci aku,aku bukan Ann yang kamu kenal lagi."


"tidak Ann,aku tidak pernah menbenci kamu!kamu adalah kamu,insan yang aku kenal dan yang aku sayangi."


"kamu masih menyayanggi aku?kita sudah tidak bertemu selama tiga tahun.aku tidak tahu apa yang kamu lakukan,bergitu juga kamu."


"iya itu benar,tapi perasaan kita tetap sama,merasa selalu kenal...biar pun kita sudah lama tidak jumpa."


seketika...Ann berubah menjadi nakal berhadapan dengan Matthew saat mereka duduk di ranjang,Ann mendekati wajahnya kepada Matthew seperti ingin mencium nya,Matthew gugup,lalu Ann berbisik...


"kamu nya sekarang mahu bikin apa?"


"bikin apa?aku..


wajahnya menjadi panas tiba-tiba,mencuba memahami bisikan dari Ann,apa maksudnya itu.


"kamu,masuk ke dalam kamarku,pasti mahu bicara apa?!"


"oh,kita makan,aku...mari makan sekarang,sudah lewat malam.apa kamu tidak lapar?"


"mari."senyum palsu di wajah Ann,sangat imut.


Ann segera ke keluar dari kamar,Matthew masih bermain dengan perasaan sendiri,tadi di pikirkan oleh nya kalo Ann sengaja mengodanya.


di ruang makan,mereka berdua makan malam bersama,lepas itu mereka berdua lagi gobrol di ruang tamu serta minum wain,Ann yang baru bisa mabuk dengan cepat saat minum wain yang banyak.Ann memerhati Matthew sedang bicara,Matthew tidak sedar lirikan mata Ann yang mengodanya saat itu.Ann keasyikan,dia tidak sedar menletak glass ke atas meja dan mendekati Matthew,Ann mencium bibir Matthew,Matthew kaku hampir pingsan menahan lemah jantungnya saat itu,Ann rakus karna dia benar-benar menginginkan pria tampan itu.


"Ann,kamu mabuk?"


"tidak...aku cuma ingin kamu."


"Ann,kamu sedar siapa aku?"


"iya,tapi aku ingin kamu sekarang,aku kepanasan...


Matthew sedar Ann benar-benar mabuk,tapi dia tidak menyangka secepat ini,bukan dulu Ann hanya mabuk saat minum soda...


"tidak bisa Ann,kamu mabuk."


"iya...Matthew aku ingin kamu sekarang."


................


....................



..................next🖤