ANGKARA

ANGKARA
10. Memaksa Menikah (17+)



2 hari kemudian setelah kejadian hari itu, Bagas pergi ke luar negeri untuk menyelesaikan masalah bisnis sekaligus memanggil ahli konstruksi untuk pembangunan villa dan ahli tanaman untuk membantu proses budidaya tanaman di kebun miliknya agar cepat membuahkan hasil. Bahkan, kerja Bagas untuk menang tender sudah tercapai dan kini perusahaanya yang akan menjadi kontraktor dari proyek besar dengan margin keuntungan bersih senilai 40%. Hal ini cukup untuk melawan ibunya yang masih tidak terima dengan kedatangannya.


Di ruang kerja Bagas


“Tuan, ada undangan untuk makan malam di jamuan makan malam di kedian Alfred.”


“Pukul berapa?” tanya Bagas.


“7 Malam ini.”


“Siapkan pakaian dan baju yang pas, aku akan pergi kesana.”


“Baik tuan.”


Jessi lantas meninggalkan Bagas sendiri di ruang kerja miliknya. Bagas termenung memikirkan cara agar dia bisa segera menikah Manda, karena dengan begini dia bisa segera membalaskan dendam.


“Apakah aku harus menggunakan cara licik?” pikir Bagas. Dia kemudian memikirkan untuk menculik Manda dan berpura-pura menolong dan menjadi pahlawan, hanya saja dunia sudah mulai maju dan tidak mungkin seseorang bisa percaya orang lain dengan semudah itu. Apalagi di dunia yang serba digital ini yang ada dia malah tertangkap polisi nanti.


Tok Tok


Ada yang mengetuk tiba-tiba.


“Masuk,” ucap Bagas.


Tidak lama kemudian masuk seorang wanita yang tidak asing di mata Bagas. Ya, dia adalah Natasha. Wanita yang dulu lama singgah di hati Bagas. Hanya saja pengkhianatan membuatnya enggan untuk berhubungan apalagi menjalin komunikasi dengan wanita gila itu.


“Apa maumu?” tanya Bagas kemudian berdiri. Dia langsung menarik tangan Natasha dan dengan erat mengcengkram tangan Natasha.


“Aku tahu kamu sedang dalam misi yang berat dan aku bisa membantu mu,” jelas Natasha tanpa takut.


Bagas memberikan ekspresi meremehkan dan melepaskan cengkraman tangan itu, “Jangan gila! Aku tidak butuh bantuan mu.”


“Kenapa? Padahal aku bisa memaksa ayah Manda untuk menikahkan putrinya dengan dirimu.”


Bagas lantas menatap ke arah Natasha dengan tatapan menelisik, “Apa maumu? Aku tidak suka menghabiskan waktu untuk hal yang tidak penting,” ucap Bagas yang enggan.


“Aku keguguran bayiku dan kekasihku pergi meninggalkan ku, tapi siapa sangka jika dua hari yang lalu di bar aku bertemu dengan Alex, dan kami menghabiskan malam bersama penuh gairah.”


Bagas langsung kaget, dia memilih duduk dan mencerna cerita itu. Seingatnya, paman Alex adalah orang yang ambisius tapi setia. Sangat tidak mungkin dia berselingkuh di belakang bibi Marsha.


“Kamu tidak percaya, maka lihat ini,” ucap Natasha sembari memberikan ponselnya.


Dalam video itu, Natasha terlihat tersenyum dan menunjukkan ke arah ponsel yang di peganggnya bahwa dia tengah berada di bawah kungkungan laki-laki.


“Akhh, akhh, faster baby,” ucap Natasha.


“Iyyaa, sebentar honey,” suara laki-laki itu berat dan khas bahkan orang terdekat dan kolega bisa tahu jika itu Alex.


“Jangan main ponsel, lihat saya aku,” ucap laki-laki itu membanting ponsel Natasha.


Video itu akhirnya buram dan hanya ada ******* sebelum akhirnya mati total.


Kembali kepada posisi tadi, Bagas kaget dan Natasha merasa puas karena bisa membuat kesepakatan dengan Bagas.


“Bagaimana, kamu setuju?” tanya Natasha.


“Oke, buat aku dan Manda menikah besok pagi maka aku akan memberikan uang untuk mu.”


“Setuju, 2 milyar?.”


“Kalau begitu 1 Milyar saja.”


“Jangan bodoh Natasha, kartu AS mu ada di aku, lebih baik kamu memberikan harga yang wajar dan sisanya kamu minta dari laki-laki selingkuhanmu itu, dasar murah,” ucap Bagas kemudian berdiri dan berjalan menuju meja kerja miliknya.


Dia menuliskan angka 500 juta di cek yang kemudian diberikan kepada Natasha.


“Bawa ini dan selesaikan tugasmu,” ucap Bagas.


“Oke, terima kasih.”


Natasha berdiri dan hendak pergi, tapi dia kemudian membalikkan tubuh dan menatap ke arah Bagas.


“Aku tidak berselingkuh karena aku tidak memiliki kekasih, jadi jangan sebut aku dia selingkuhanku,” ucapnya kemudian pergi.


Bagas hanya bisa menggelengkan kepala, “Bagaimana bisa otak bodoh itu ada di balik paras yang cantik. Alex kan sudah menikah, otomatis dia wanita selingkuhan ckckck, dasar bodoh,” umpat Bagas dengan kesal.


Natasha memang cantik, dan memiliki pesona yang cukup menarik. Bahkan saking cantiknya dia bisa membuat rekan kerja atau kolega setuju untuk bekerjasama hanya dengan senyuman dan kata-kata seksi yang keluar dari mulutnya. Sejauh ini, dia memang bukanlah wanita yang baik. Dia menggunakan tubuhnya untuk menghasilkan uang, tapi bagi Natasha itu bukanlah masalah besar. Selama dia masih bisa membiayai adik kecilnya yang sekolah itu sudah lebih dari cukup.


***


Sorenya, Natasha dan Alex bertemu di hotel dengan kesepakatan untuk membahas kejadian malam itu.


Ketika masuk ke kamar hotel yang sudah di pesan, Alex mendapati Natasha tengah duduk menggunakan handuk mandi dan tanpa busana. Dia tengah meminum anggur di gelas yang dia pegang dan tengah duduk dengan pose yang manja.


“Hai, honey,” sapanya.


“Kamu sudah gila?” tanya Alex.


“Bagaimana jika yang masuk orang lain? Atau orang gila? Apakah kamu akan memberikan tubuhmu untuk mereka?” tanya Alex yang entah tanpa disadari menjadi posesif.


“Kenapa kamu marah, katamu kita bertemu untuk mengakhiri hubungan kita. Berarti aku bebas dong tidur dengan siapa saja,” ucap Natasha dengan nada yang menggoda.


Alex hampir kehilangan akal, bahkan dia tidak bisa menahan saliva yang ada di mulutnya dan menenggak mentah-mentah itu semua.


“Baiklah, terserah. Apa maumu?.”


“Nikahi aku atau restui hubungan putrimu,” ucap Natasha.


“Kamu gila? Keduanya itu hal yang tidak mungkin!.”


Natasha lantas berdiri dan menaruh gelas anggur itu. Dia berjalan mendekat dan menarik tubuh Alex untuk jatuh di bawah kungkungannya, dia naik di atas paha Alex dan berkata, “Bukankah kamu mencintaiku? Tapi kamu enggan kehilangan istrimu kan?.”


Natasha langsung mengelus paha Alex dan menyentuhnya keluar masuk, membuat junior Alex merespon dan tanpa disadari laki-laki yang lebih cocok menjadi ayahnya dibandingkan kekasihnya. Tapi, Alex yang sudah berumur 49 tahun ini tetap terlihat tampan di mata Natasha. Tubuh kekar karena olahraga dan wajah yang tetap sehat karena perawatan dan tentunya stamina Alex yang tidak kalah dibandingkan pemuda seumuran Natasha.


“Bagaimana sayang? Atau kamu ingin istrimu tahu dan menceraikan mu?” tanya Natasha kemudian menyalakan televisi dan memutar video yang memuat aktivitas seksual mereka berdua.


“Okee, okee, aku akan merestui mereka,” ucap Alex kalau.


Natasha tersenyum dan langsung mencium bibir Alex. Alex yang sudah tidak sabar sedari tadi juga ikut membalas dengan ciuman yang dalam, kecupan saja tidak cukup. Keduanya berciuman, ******* dan beradu saliva satu sama lain. Junior milik Alex mengeras dan semakin mengeras, Natasha yang sangat nakal menyentuhnya dan memegangnya.


Alex yang merakan gairah luar biasa itu langsung melepaskan ciuman


“Ugh, akkhh,” ucap Natasha kelepasan ketika Alex melepaskan ciuman itu.


“Cukup, kita bisa kelewatan jika begini,” ucap Alex kemudian menurunkan Natasha.


Alex lantas berdiri tapi dihentikan oleh tangan Natasha, “Aku ingin lebih, dan aku tidak masalah menjadi simpanan. Aku tidak akan merusak rumah tanggamu, honey,” ucap Natasha memohon. Alex menatap ke arah Natasha dan entah mengapa dia juga menginginkan wanita di depannya ini. Dia berbalik memeluk Natasha dan mencium dalam.