Ananta And Aera

Ananta And Aera
PART 09#



''Oh Ferlia''ucap perempuan modis itu menerima jabatan tangan Ananta dengan senyumnya.


''Saya kesini karena ingin tau filosopi lukisan nya kayak apa ya?''tanyanya.


''Filosopi nya adalah?euuhh kalau suka boleh dibeli kalau gak suka gak papa di liat-liat dulu aja hehe''kata Ananta yang kebingungan menjawabnya.


''Och Okeyyy''ujar perempuan modis yang juga aneh dengan jawaban Ananta.


Hari begitu semakin siang dan matahari di luaran sana begitu sangat terik.


Di deket pintu seorang lelaki menghampiri Ananta yang sedang fokus mencatat sesuatu di bukunya.


''Ehemm''dehem seorang pria tiba-tiba.


''Euh ada yang bisa di bantu?''tanya Ananta.


''Lukisan-lukisan di sini bagus ya, oh perkenalkan saya Reyan''ucap pria tersebut.


''Ohh iyah''kata Ananta.


''Kolektor lukisan yang mahal''ujar pria itu yang bernama Reyan memperkenalkan dirinya pada Ananta.


''Oh wih cp..cp...cp....cp.....''ucap Ananta merasa senang.


''Ananta''kata Ananta mengulurkan tangan untuk berjabatan dengan pria yang bernama Reyan.


''Euh saya memiliki jaringan bayar sampai ke luar negeri euh begini saya mau menawarkan lukisan-lukisan disini pada kalien saya''ujar Reyan.


''Bolehh! boleh Pak! boleh Pak''ucap Ananta.


''Boleh ketemu dengan pelukis disini''izin Reyan.


''Anta! Antaaaaa''teriak Aera dari luar halaman Aera pun muncul di balik pintu masuk.


''Anta gue butuh sketchbook baru dan cat biru nanti lo beliin buat gue ya''pinta Aera tanpa memperdulikan seorang pria yang ada di hadapannya.


Ingin menjawab permintaan Aera tapi pria yang bernama Reyan itu membuka suara.


''Aera''ujar Aera langsung memotong ucapan pria di hadapannya dan langsung menerima uluran tangan Reyan agar dirinya tidak ingin berlama-lama ada di situ.


''Aha pantes, pantes pantes''ucap pria yang bernama Reyan yang sedang meneliti setiap lukisan-lukisan Aera.


Reyan di kagetkan dengan ucapan Aera.


''Apanya yang pantes?''tanya Aera dengan memandang pria di hadapannya tidak suka.


''Yah terlihat dalam lukisan kamu masih mencari pisapat terlihat sekali dalam setel kamu''kata Reyan dengan tanpa sadar telah menyinggung Aera.


''Ada apa dengan lukisan saya?''tanya Aera.


''Oh tidak apa-apa cuman saya inget saja dengan beberapa pelukis-pelukis yang lain yang berada di mesiko dan jepang bahkan ada seorang pelukis_''ujar Reyan terhenti.


''Maksud anda saya meniru?''ucap Aera merasa mulai tidak suka pada pria di hadapannya.


''Loh saya gak bilang niru kok maklum aja masih muda kan? jadi masih mencari inspirasi''kata Reyan.


''Itu sama saja anda nuduh saya plagiat dong''ujar Aera mulai emosi.


''Ih Th sabar, sabar Th sabar''ucap Ananta menenangkan karena melihat Aera emosinya mulai tidak stabil.


''Anda itu sebenarnya siapa sih? beraninya menghina dan menuduh-nuduh saya sembarangan''kata Aera marah.


''Sabar Th, Th_''ujar Ananta terhenti.


''Anda ini pelukis yang tidak profesional baru di kritik aja udah ngamuk, heuh gak normal''ucap Reyan dengan hinaannya.


''Pergiii, anda pergi dari sini sekarang''usir Aera.


''Emm Pak maaf Pak aduhh''kata Ananta merasa tidak enak juga di posisi seperti ini.


''Dasar amatir''ujar Reyan menghina lagi Aera tanpa perasaan lalu berlalu begitu saja tanpa rasa berminat lagi.