
Aera pun mendorong Ananta dari duduknya sampai jatuh ke bawah lantai.
''Aduhhh saya teh gak percaya pas mereka bilang teteh galak kayak macan Auu...Auuu.... ternyata bener euy''ucap Ananta sambil memegangi pantat serta pinggangnya yang ke sakitan.
~Bel Masuk Pun Berbunyi~
-Di mulainya mapel pertama-
''Di sini kita akan mempelajari dua jenis musik dan yang pertama musik tradisional dan emosional''kata Bu Rena.
''Maaf yah Th saya jadi duduk disini saya teh udah keliling ternyata cuman bangku Th Rara aja yang kosong euh kalau saya paksa duduk bertiga entar di sangka naik bajay Th''ujar Ananta dengan cengirannya.
Aera membuka tutup spidol yang ada di tangannya Aera langsung mengarisi meja sebagai pembatasnya sedangkan Ananta hanya melihatnya.
''Jangan sampai lewat''ucap Aera.
''Alhamdulillah terimakasih Th Rara eh iyah kan kita belum kenalan euhh saya Ananta Prahadi boleh juga di panggil Anta''kata Ananta sambil menyodorkan tangannya agar berjabat tangan dengan Aera tetapi sangat di sayangkan tangannya tidak di sambut sama sekali oleh Aera.
Ananta sedikit mengerakkan kursi duduknya karena takut melebihi batas meja dengan Aera.
''Dengarin yah gue gak mau lo panggil teteh jangan panggil gue Rara jangan banyak omong dan ngobrol sama gue''ujar Aera yang mulai kesal.
''Tapi Th_''ucap Ananta terhenti.
''Diam''sentak Aera yang menggebrak meja nya dengan keras.
Ananta pun terperanjat kaget dengan langsung berdiri untuk mencairkan suasana di dalam kelas yang mulai tegang ulah Aera dan dirinya.
''Diam tak ada gerak terbuat sunyi senyap tak ada kata terucap semua mematung, semua diam bersiap mendengar sabda seni budaya sebuah puisi kami sembahkan karya Ananta dan Aera untuk Ibunda guru''kata Ananta dengan keudikannya.
''Wowww itu sungguh luar biasa beri tepuk tangan dong buat Ananta''ujar Bu Rena.
Prok...prokk....prokkk.....
Terdengar suara tepuk tangan dari semua yang ada di kelas.
~Jam Istirahat Sekolah~
-Di Kantin-
''Mau makan bareng gak Th''kata Ananta sambil menaruh rantang bekalan nya di atas meja kantin sambil membuka nya.
Tetapi tidak ada sahutan sama sekali dari Aera karena ia sibuk dengan gambarannya.
''Saya teh pindahan sekolah dari subang karena ingin mencari pengalaman baru yang lebih menantang di Ibu Kota''ujar Ananta panjang lebar.
''Siapa?''tanya Aera yang akhirnya buka bicara.
''Saya Th Ananta''ucap Ananta tersenyum.
''Yang nanya''kata Aera tanpa rasa bersalah.
''Saya mau cerita teteh dengerin aja gak usah ngomen juga gak papa euhh jadi saya disini ngekos Th biar ngirit nah masak juga masak sendiri''ujar Ananta tanpa henti.
''Th Rara mau cobain gak?''tanya Ananta menawarkan nya lagi.
''Kenapa sih''ucap Aera.
''Karena dapat pahala ketika kita membagi rezeki Th''kata Ananta.
''Kenapa orang kayak lo tiba-tiba ada di hidup gue''ujar Aera.
''Jodoh Th saya teh percaya tidak ada pertemuan tanpa sebab nah kita itu di pertemukan karena ikatan jodoh yang kuat''ucap Ananta sambil menata makanan nya di atas meja kantin.
Ananta menoleh saat melihat Aera ingin beranjak dari duduk nya.
''Teteh mau kemana? ini kangkung nya belum di cobain Th ada ikan asin euhh paling enak di makan sama nasi kerak''kata Ananta.
Jalan Aera pun terhenti saat Ananta menyebut kan menu makanan yang Ananta bekal.