
Trenggggg
Trengggg
''Th Rara aduh Th tunggu Th''ucap Ananta yang mencoba menghidari lemparan dari Aera dengan dihalangi oleh lukisan yang di pegangnya.
''Anta lo bilang sekarang sama gue kalau lo ngerasa dibudakin dan lo gak tahan lagi jadi asisten gue''teriak Aera mengebu dengan memegang sebuah mangkok keramik hiasan di tangannya untuk dilemparkan ke arah Anata.
''Ngak Th, Anta teh gak pernah ngerasa seperti itu ngak ada masalah''kata Ananta jujur.
''Anta lo bilang kalau lo mau pergi dari sini supaya gue bisa usir lo sekarang''teriak Aera lagi yang sangat begitu mengebu mengeluarkan unek-unek yang ada di pikirannya.
''Sumpah demi Allah, ngak Th kemarin teh Anta diem-diem ke yogyakarta untuk ketemu pemilik gallery dia teh tertarik sama lukisan teteh dia mau ketemu langsung sama teteh''ujar Ananta menjelaskan.
''Ngak, ngak gue gak mau ketemu sama siapa-siapa lagi''ucap Aera.
''Terlambat atuh Th''kata Ananta.
''A''panggil Ananta pada seorang pria tampan yang berada di dekat pintu masuk.
''Hai saya Bian pemilik gallery arson dari yogyakarta so the owner of this painting is you (Jadi pemilik lukisan ini kamu)''ujar Bian dan Aera pun hanya mengangguk.
''Bukan cuma gallery lukisan aja Th disana teh ada euhhh_''ujar Ananta terhenti karena tidak mengingat nama sebuah kerajinan yang Anta lihat.
''Pembuatan hiasan keramik''tambah Bian.
''Oh iyah pembuatan hiasan keramik, bagus-bagus Th karyanya''ucap Ananta girang.
''Beberapa karyanya udah kamu pecahin oh that's really unfortunate, I can help (Aduh sangat disayangkan, saya bisa membantu)''kata Bian.
''Gak, gak tertarik''ujar Aera yang langsung menyimpan mangkok keramik kearah telapak tangan Ananta.
''Aduh Th''ucap Ananta kaget.
Bian pun hanya menghela nafas melihatnya.
~Papion Bawah~
''A Bian ini teh adalah koleksi khusus yang tidak pernah diperlihatkan pada siapapun''kata Ananta menjelaskan sedangkan Bian langsung melihat-lihat lukisan yang lainnya di dalam sana.
''Bilang jangan lama-lama, mau apa ngak''bisik Aera pada Ananta tidak sabaran.
''Sabar atuh Th''ujar Ananta.
''Ternyata benar omongan Ananta mengenai lukisan-lukisan kamu''ucap Bian.
''Si udik ini ngomong apa aja''kata Aera menyelidik.
''Euhh Anta_''ujar Ananta terpotong.
''Ngak, dia bilang saya akan suka dengan lukisan kamu, yang lupa dia bilang selain berbakat kamu juga cantik emmm_boleh gak lukisan kamu aku pamerin di gallery harsono aku janji, Now I want to order you to make a painting for now. Please (Sekarang aku mau menyuruhmu membuatkan sebuah lukisan untuk sekarang. Mohon)''ucap Bian.
Aera pun hanya mengangguk menyetujui permintaan Bian.
''Iyah?yess''kata Bian dan Ananta merasa senang dan bertos bersama.
''Okey untuk ini, jadi di pameran tunggal saya butuh kamu melukisan dua lukisan lagi''ujar Bian.
''Th_''kata Ananta terpotong.
''Aera maksud saya emang untuk pemeran tunggal itu minimal harus ad_''ujar Bian terpotong.
''Terserah aku gak butuh gallery lukisan kamu''ucap Aera.
''Th maksud si A Bian teh adalah_''kata Anta terpotong lagi.
''Ngak Anta, gue gak mau ngelukis jika disuruh-suruh mendingan lo suruh tuh orang pergi karena waktunya udah abis dan gue gak mau ketemu lagi sama dia''ujar Aera.
''it's okey''ucap Bian setelah menerima penolakan dari Aera, Bian pun mencoba mengerti.
''Euh A aduh Th gimana ini Th, si aa teh udah jauh-jauh datang dari yogyakarta masa di gituin kesian atuh Th, Th Aduhh''kata Ananta sedangkan Aera sedang menyetabilkan deru nafasnya yang memburu bahkan Ananta bicara pun tidak di dengarnya.
~Pagi Hari Yang Cerah~
Di sebuah ruang tamu Bi Mela tengah bersih-bersih kaca dengan berhuit-huit.
''Non, non, non''panggil Bi Mela sambil membangunkan Aera dari tidurnya.
''Eumm''gumam Aera yang tidur di atas sopa dengan mata yang masih tertutup.
''Mas ganteng datang tuh ngajak piknik''ujar Bi Mela yang melihat ke arah jendela depan yang disana terlihat Ananta dan yang lainnya tengah mengamparkan sebuah tikar dan menata makanan lainnya.
''Suit suit''ucap Bi Mela menoel-noel lagi Aera.
''Apaan sih Bi''kata Aera yang akhirnya bangun dari tidurnya dengan mengposisikan dirinya duduk.
''Jeuuhhhh''ujar Bi Mela mengelitik kaki Aera oleh komoceng pemberesih debu sambil berjalan.
''Aauuuppppsssss''menguap Aera lalu melihat kearah jendela kaca luar dan memejamkan matannya lagi yang terlihat sangat ngantuk kembali.
''Selamat pagi Th Rara''ucap Ananta menyapa Aera yang masih memejamkan matanya.
''Selamat pagi Th Rara''sapa Ananta lagi tapi tidak ada respon dari Aera.
''Eumm''gumam Aera.
''Th hehe''kata Ananta setelah Aera meresponnya.
''Euh piknik yuk''ajak Ananta.
''Piknik apaan si nora kalian, emang aku anak kecil''ujar Aera.
''Aduh''ucap Ananta mengaruk kepalanya yang tidak gatal.
''Eh Aera nasi kerak buatan Ananta enak sekali dengan masakan yang Very good''kata Bian yang berdiri didekat Ananta.
Aera pun langsung bangun dan beranjak dari sopa dan berlalu dari hadapan Ananta juga Bian yang disana terlihat cengo.
''Eh Th mau kemana?''tanya Ananta.
''Mandi''ujar Aera.
''Oh mandi, ayo''ajak Ananta pada Bian menuju halaman rumah yang di mana perpiknikan itu terletak.