Ananta And Aera

Ananta And Aera
PART 08#



''Aku bisa buktiin kok hubungan aku sama Anta sebatas pekerjaan profesional''kata Aera.


''Euhhh oke kita bikin surat perjanjian''ujar Aera lagi yang langsung merebut buku dan pulpen Kak Hera.


''Aera itu buku aku Aera''ucap Kak Hera kesal tapi di hiraukan oleh Aera.


Aera pun membuat surat perjanjian kerja dengan Ananta.


''Surat perjanjian kerja Aera dan Ananta hubungan kami cuman sebatas bos dan anak buah''kata Aera sambil menaruh pulpen dan merobek buku perjanjian yang sudah selesai di tulisnya.


Pltakkk


''Tanda tanganin''ujar Aera.


''Euhhh, di sini yah Th''ucap Ananta yang mulai menanda tangani surat perjanjian kerjanya.


''Kak Rama, Kak Hera, Mama semuanya tanda tangan''kata Aera.


''Gak sekalian pakai materai heuhh''ujar Kak Rama kesal dengan tingkah adiknya.


''Rama''tegur Lena seolah-olah jangan bicara apapun tetapi sudah terlanjur.


Aera yang merasa kesal melihat di atas buah-buahan ada pisau. Aera pun mengambilnya dan beranjak dari duduknya menghampiri Ananta.


''Aera''ucap Kak Hera tapi tidak di dengar.


''Aeraa''kata Lena tapi juga tidak di dengarnya.


''Th jangan''ujar Ananta yang ketakutan dengan pisau yang mengarah ke bagian tangannya.


''Sesaat Aera mengesetkan pisau buah itu ke arah jari telunjuk Ananta.


''Akkhhhh sakittt''ucap Ananta kesakitan saat Aera mengesetkan pisau ke jari telunjuk Ananta untuk menganti materai dan menceplakkan darah Ananta pada surat perjanjian kerja.


''Aera apa-apaan sih kamu''kata Lena.


''Kamu itu ngapain sih Aera''ucap Kak Rama yang sangat kesal dengan ulah Aera adiknya.


''Ehh..ehhh Anta, Anta eh Antaaa''kata Kak Hera dan Kak Rama bersamaan karena mereka melihat Ananta pingsan saat sudah di geset bagian jari telunjuknya oleh Aera dengan pisau.


''Ehh Aera Aeraaa''teriak Kak Rama.


Tetapi Aera tetap berjalan dan menghiraukan teriakan Kak Rama.


****


~Galery Aera~


Di keesokan harinya tampaklah pajangan papan nama di pingir halaman rumah yang bernamakan Aera Galery.


Di sebuah ruangan yang sudah di dekorasi untuk sebuah pembukaan Aera Galery tampak di sana para pekerja yang sedang merapikan semua lukisan dan pigura-pigura yang akan di isi juga di pajangkan agar di lihat oleh para pembeli yang berminat.


Di suatu pojokkan tempatnya menerima tamu ada seorang pria paruh baya yang sedang mengambil karya-karya yang akan di beli.


''Pak ini lukisan yang sudah bapak pesan silahkan''ujar Ananta sopan.


''Ahh iyah terimakasih''ucap pria paruh baya beranjak dari duduknya sambil mengulurkan tangannya.


''Terimakasih kembali Pak, jika ada lukisan-lukisan yang membuat bapak tertarik lagi silahkan boleh kembali lagi kesini''kata Ananta dengan senyuman yang merekah.


Beberapa menit kemudian datang lah seorang perempuan yang berpenampilan modis menghampiri meja Ananta yang Ananta di situ pas sekali sedang mengurus pesanan.


''Hemmm hemm mbak Aera nya ada gak?''tanya perempuan modis tiba-tiba yang membuat pandangan Ananta yang tadinya fokus ke leptopnya jadi teralihkan.


Ananta mendongak ke asal suara sesaat Ananta cengo dengan keudikkan nya. Saat melihat perempuan yang berpenampilan modis di hadapannya yang terlihat begitu cantik.


''Euhh Ananta''ujar Ananta sambil mengulurkan tangan pada perempuan modis di hadapannya sekarang.